Bab 3

" Oh ya, tugas untuk hari ini bagai mana bos?" Fariz seperti biasa selalu bersemangat dan enerjik.

" Pagi ini kamu kirim ke alamat ini, dan nanti siang seperti biasa ke perusahaan ujung jalan itu" Ferdi memberi kan kertas berisi alamat dan data - data orang yang akan dia antar kan pesanan nya.

Setelah itu Fariz langsung mulai dengan pekerjaan nya, hari ini seperti nya tidak terlalu sibuk karena pagi ini hanya dua alamat yang harus dia datangi untuk mengantar kan pesanan nya, pagi nya ke sebuah perumahan yang letak nya agak jauh dari sana, sedang kan siang hari nya Fariz akan mengantar kan pesanan pelanggan nya yang ada di Wijaya Corp.

Siang hari nya, Fariz sudah siap dengan beberapa kantong makanan yang akan dia antar kan ke perusahaan milik keluarga nya itu. Faris seperti biasa nya menyapa para karyawan di sana termasuk pak satpam yang menjaga pintu masuk ke perusahaan itu, Fariz memang sering bolak - balik ke sana jadi bagi para karyawan Fariz sudah tidak asing lagi. Apa lagi sebagian karyawan yang sudah lama sudah tahu tentang siapa Fariz sebenar nya.

" Selamat siang pak" Fariz menyapa pak satpam yang sedang bertugas di sana.

" Selamat siang juga non, eh neng Fariz" jawab pak satpam itu dengan senyum kikuk karena selalu saja salah menyebut Fariz dengan sebutan nona. Padahal Fariz sering mewanti - wanti untuk tidak memanggil nya seperti itu.

" Ish, bapak ini selalu saja lupa" Fariz mengerucut kan bibir nya.

" Maaf neng, bapak memang sudah tua" pak satpam itu terkekeh saat mengatakan nya.

" Bapak bisa aja, ya udah Fariz masuk dulu ya pak. Banyak pesanan yang harus Fariz antar hari ini" Fariz nyengir kuda seraya mengangkat barang bawaan yang dia bawa.

" Mau bapak bantu neng, seperti nya lumayan berat itu" pak satpam itu tampak khawatir kalau Fariz akan kelelahan.

" Tidak usah pak, Fariz masuk dulu ya!" Setelah mengatakan itu Fariz pun masuk dengan membawa beberapa kantong makanan di tangan nya. Sedangkan pak satpam itu hanya bisa melihat punggung Fariz yang perlahan menghilang dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

Fariz pun berjalan menyusuri koridor demi koridor untuk mencari orang yang sudah memesan makanan di tempat nya bekerja, Fariz dengan wajah ramah dan ceria nya memasuki ruangan demi ruangan dan memberi kan makanan itu pada pemilik nya. Sampai Fariz memasuki sebuah divisi yang di dalam nya ada beberapa anak baru yang bekerja di sana.

" Dina, apa ada yang bernama Dina di sini?" Fariz berteriak di ambang pintu ruangan itu.

" Ya saya!" Seorang gadis tampak mengacungkan tangan nya dan berdiri dari duduk nya.

" Ini makanan nya, semoga kamu menyukai nya dan selamat menikmati makanan nya!" Faris berkata dengan nada ceria seperti biasa nya.

" Terima kasih!" Dina pun langsung mengambil makanan nya, Fariz pun langsung keluar dari sana sebelum seseorang yang mengenali nya menyapa nya. Bisa panjang urusan nya bila harus bertemu dengan orang yang mengenal nya dan memperlakukan diri nya secara hormat, mana mungkin kan seorang kurir begitu di hormati oleh karyawan perasaan sebesar Wijaya Corp.

🍓🍓🍓🍓🍓🍓

Sementara itu di Bandara, tampak seorang gadis cantik baru saja turun dari pesawat yang di tumpangi nya tadi. Gadis itu terlihat kesulitan membawa koper besar yang dia bawa karena ukuran koper itu yang lumayan besar dengan sebuah tas yang juga berukuran lumayan besar di pundak nya.

" Kemana mereka? Kata nya ingin menjemput ku di sini" gadis itu tampak celinguk kan mencari yang sedang dia cari.

" Almy!" Tak lama, terdengar suara teriakan dari arah samping gadis itu yang tak lain adalah Almyra, putri tunggal dari pasangan Alfaro dan Simi yang kini menetap di negara Singapura.

" Kak Yuichi, aku pikir kamu lupa untuk menjemput ku" Almy mengerucut kan bibir nya seraya berjalan menghampiri Yuichi yang juga sedang berjalan ke arah nya.

" Itu tidak mungkin, apa kabar?" Yuichi memeluk Almy dan Almy pun membalas nya. "Seperti nya kamu semakin tinggi dari terakhir kita berjumpa ya" Yuichi terkekeh saat mengatakan nya seraya melepas kan pelukan antara mereka.

" Ish, itu tentu saja. Terakhir kita bertemu itu lima tahun yang lalu, tentu saja aku lebih tinggi" Almy menggerutu kesal. " Oh ya, ka Devlin mana? Bukan kah kalian mau menjemputku bersama?" Almy celinguk kan ke arah belakang Yuichi mencari sosok yang dia cari.

" Aku di sini, kenapa? Apa kamu merindukan ku?" Devlin tersenyum manis dari arah kedatangan Yuichi tadi dengan jarak yang cukup jauh.

" Ish, siapa juga yang merindu kan mu" Almy mengerucutkan bibir nya sambil berjalan menghampiri Devlin yang masih berdiri di tempat nya. Tanpa banyak berkata lagi Almyra pun langsung menghambur kan tubuh nya memeluk Devlin yang hampir saja terjatuh bila saja dia tidak menahan nya. " Aku sangat merindukan mu, sangat - sangat merindukan mu" bisik Almy tepat di telinga Devlin, Devlin pun hanya tersenyum menanggapi ucapan gadis yang ada dalam pelukan nya itu.

" Ekhem, bisa lah kita pergi sekarang?" Yuichi yang merasa tidak suka melihat Almy dan Devlin yang berpelukan di hadapan nya seperti itu, berusaha untuk menghentikan mereka. Yuichi berkata dengan wajah datar nya untuk menyembunyikan perasaan kesal pada hati nya.

Sebenar nya Yuichi cukup sadar bahwa Almy memang lebih dekat dengan Devlin dari pada dengan diri nya, tapi Yuichi juga tidak mau berpikiran macam - macam terhadap mereka karena sejak dulu begitu lah jika ke tiga nya bertemu.

" Ah, baiklah! Kita pergi sekarang, bisakah kalian membawakan barang bawaan ku?" Almy pun dengan cuek nya memberikan koper dan tas yang dia bawa pada dua pria yang ada di hadapan nya, sedang kan dia melangkah bebas begitu saja di depan ke dua pria itu. " Ayo cepat! Kenapa kalian malah bengong sih?" Almy setengah berteriak saat kembali membalik kan tubuh nya dan melihat dua pria yang menjemput nya masih terdiam dan tak melangkah kan kaki mereka

" Baik lah, kami akan menyusul mu" Devlin juga berteriak. " Ayo!" Devlin menoleh pada Yuichi dan Yuichi pun mengangguk kan kepala nya.

Akhir nya ke tiga orang itu pun berjalan keluar dari bandara dan masuk ke dalam mobil yang di bawa Yuichi tadi, tujuan mereka saat ini adalah rumah kakek dan nenek dari Almy karena selama Almy di Indonesia di sanalah dia akan tinggal.

Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

Terpopuler

Comments

Chaning

Chaning

kirain Devlin tu cewe, tru si Fariz cowo

2023-10-08

1

Ilan Irliana

Ilan Irliana

untung Almy suka'y m Delvin...hihi

2022-10-02

1

💫R𝓮𝓪lme🦋💞

💫R𝓮𝓪lme🦋💞

baunya c almy sukanya sama Devlin ,🤭

2022-06-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!