Seperti yang sudah dijanjikan kemarin sore, kini ketiga sahabat itu sedang berkumpul di depan teras rumah nya Febby, jam masih menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit. Mereka bertiga memutuskan untuk sarapan dahulu, karena tadi mereka buru-buru takut Febby akan memarahi mereka- Riana & Andre.
Riana dan Andre menyimpan kotak bekal mereka kedalam tas, berserta dengan botol minuman mereka, beberapa saat kemudian, gadis yang memiliki kulit putih susu itu keluar dari dalam rumah lengkap dengan tas mini di punggungnya...dia Febby, gadis itu menyuguhi senyum manisnya kearah kedua temannya.
"Ayok berangkat!" Aja si gadis yang memiliki warna kulit kuning Langsat...alias Riana. Ketiga-nya langsung pergi meninggalkan kediaman Febby yang memang sepi dikarenakan kedua orang tua Febby sedang berkerja keluar kota untuk beberapa hari kedepan.
Ketiga anak manusia itu telah tiba di depan gerbang sekolah mereka... SMA 2 Tanjung keuniree.
Mereka untuk sebentar saling memandang
"ASSALAMUALAIKUM PAK AHMAD." Teriak ketiga anak itu serempak, seketika pintu gerbang dibuka dari dalam, terlihat sosok bapak tua, bapak tua itu tersenyum kearah ketiga anak remaja itu, mereka juga ikut tersenyum.
"Eh kalian ngapain kesini? sekolah masih diliburkan loh!" Tanya pak Ahmad sambil melihat ketiga anak remaja didepannya
"Kalian gak tau atau gimana?" Lanjut pak Ahmad kembali bertanya, ia heran dengan ketiga anak remaja yang sudah dikenalkan pasalnya mereka juga murid disekolah itu.
"Bukan gak tau pak, tapi memang segaja aja mau kesini." Febby menyengir menjawab pertanyaan pak Ahmad...si satpam yang sudah bertugas menjaga sekolah itu sudah 20 tahun lamanya.
"Lah mau kesini? emangnya buat apa non?" Tanya pak Ahmad lagi.
Ketiga anak remaja didepannya langsung saling melihat, mencari alasan agar bisa masuk kedalam perkaraga sekolah.
Pak Ahmad menghembuskan nafasnya jengah, beliau sudah capek berjaga semalam.
"Ehm mau ambil buku pak, buku saya ketigalan didalam laci meja, jadi mau diambil, soalnya Bu Maya suruh buat latihan hehehe..." Ujar Andre berbohong, pak Ahmad mengangguk
"Oalah kamu ini, buku itu dibawa pulang, bukan di tingal dikelas..." Pak Ahmad menggeleng-geleng lalu membuka gerbang sekolah.
"Cepetan diambil bukunya, lain kali jangan ditinggal lagi yah?!" Andre mengangguk lalu memberi kode pada kedua temannya untuk ikutan masuk.
"Cepetan diambil bukunya, bapak nunggu di pos jaga." Ujar pak Ahmad dianggukin oleh ke-tiga remaja itu, pak Ahmad menutup gerbang lalu pergi ke pos jaganya.
Sementara tiga remaja itu mengelilingi sekolah, mencari apa yang aneh disekolah mereka itu.
"Ke belakang sekolah kuy!!" Febby dan Riana mengangguk lalu mengikuti langkah Andre menuju halaman belakang sekolah yang dimana kejadian naas waktu itu terjadi-tempat ditemukan mayat yang tergantung diatas pohon.
Setibanya di halaman belakang sekolah, mereka langsung menuju pohon mangga tempat ditemukan mayat tergantung...yang dicurigai polisi aksi bunuh diri itu.
Di pohon itu masih terlilit tali polisi.
"Kita cari di pohon ini dulu?" Tanya Febby
"Iya, coba lihat apa ada benda yang mencurigakan, jika ada jangan langsung di pegang oke?!" Ujar Riana
Kedua temannya itu mengangguk paham.
"Kita udah kek detektif aja yah?" Tanya Andre kepada kedua teman ceweknya itu. Riana dan Febby hanya mengangguk sambil memperlihatkan cengiran.
Sekarang ketiganya sibuk mengelilingi pohon mangga besar itu.. mencari benda-benda aneh.
Dua jam sudah berlalu dengan sangat cepat. Namun mereka belum menemukan benda aneh disekitar sana
"Rin, Feb...sini deh." Panggil Andre, kedua remaja perempuan itu langsung menghampiri teman laki-lakinya itu.
"Apaan sih lu Dre gue lagi fokus juga." Kesal Febby
"Apaan Dre?" Tanya Riana
"Nih lihat deh." Andre menunjuk lubang pohon-akar pohon yang sedikit terangkat dan membentuk gua kecil
"Dupa! Itu dupa kan?" Tanya Andre, Riana dan Febby mengangguk.
"Itu juga ada kain kafan sama bungkusan." Febby menujuk benda-benda yang tadi dilihatnya... benda-benda itu terletak disamping dupa yang sudah padam.
"Wahh ini udah kagak bener nih, pasti ada seseorang yang mau__"
"DEN ANDRE NON FEBBY, NON RIANA, CEPATAN KELUAR, BAPAK MAU PULANG, EMANG KALIAN MAU BAPAK KUNCI DI DALAM SEKOLAH HAH!" Teriak pak Ahmad menggelegar...ketiga remaja itu langsung pergi menuju pintu gerbang yang dimana disana sudah ada pak Ahmad yang sedang berkacak pinggang.
"Yaelah pak, baru aja mau ambil malah diteriakin..." Protes Andre.
"Heh baru aja masuk! Bapak udah nunggu dua jam loh disini." Ketus pak Ahmad
"Mana buku yang katanya ketigalan di laci meja hm?" Tanya pak Ahmad yang masih berkacak pinggang. Andre meneguk saliva nya susah payah.
"Nih pak!" Riana mengeluarkan buku matematika yang kebetulan lupa di keluarkan didalam tasnya waktu pulang sekolah waktu itu-hari sebelum dinyatakan sekolah diliburkan.
Pak Ahmad manggut-manggut...
"Yaudah kalau gitu sana pulang, bapak mau tutup gerbangnya, sekalian mau pulang." Ujar pak Ahmad. Andre Riana dan Febby menurut lalu keluar dari dalam sekolah diikuti pak Ahmad yang menarik gerbang lalu mengemboknya.
"Udah sana pulang!"
"Iya pak iya, ini juga mau pulang kok, bawel banget." Sewot Febby.
"Bapak duluan, mau makan siang...
Assalamu'alaikum." Pak Ahmad langsung pergi meninggalkan ketiga remaja yang masih berdiri di depan gerbang.
"Walaikum salam. Hati-hati pak, jangan sampai di ikutin janda kompleks mawar." Seru Andre...pak Ahmad hanya mengajukan jempolnya tanpa menoleh kebelakang
"Huffh." Riana membuang nafasnya sambil mengusap wajah yang berkeringat akibat terlalu lama berkeliling di dalam sekolah tadi
"Udah pulang yok!" Ajak Febby
"Yok, mampir ke warung Mpok Jamilah dulu, mau beli minum, minuman gue dah habis tadi." Ucap Andre.
"Ho'oh gue juga haus, mau minum yang seger-seger." Febby dan Andre menganguk...lalu mereka mulai melengang pergi meninggalkan sekolah itu.
Di warung mpok Jamila...mereka langsung duduk disalah satu meja kosong.
"Mpok es teh tiga, sama pop mie tiga." Ujar Andre memesan, Mpok Jamilah yang sedang didapur langsung mengajukan jempolnya...lalu langsung menyiapkan pesanan tiga remaja itu...
"Pulang dari sini gue mau berendam ah...gerah banget."ucap Andre sambil mengibas-ngibas tangannya, Andre tak sadar bahwa di dia mendapat lirikan dunia dari salah satu teman ceweknya itu...yah siapa lagi kalau bukan Febby.
"Ck mentang-mentang holkay, mau pamer." Cibir Febby yang masih memperlihatkan tampang julid nya itu
"Helah iri kan elu...hahaha dasar rakyat jelata." Andre tak mau kalah, dia juga membalas mengejek pada Febby.
"Ck kalian berdua nih yah... mentang-mentang holkay mau pamer didepan gue elu pada." Kesal Riana.
"Lo berdua holkay...jadi ngapain berdebat...Lo Dre anak CEO...dan Lo Feb ayah Lo dokter terkenal, jadi kalian sama-sama orang berpunya, jadi ngapain adu argumen sih, mau banding-banding harta kalian?" Kesal Riana yang sudah muak melihat teman nya itu selalu bertengkar.
Kedua temannya itu langsung bungkam saat kata-kata itu keluar dari mulut Riana.
"Maaf Riana." Ujar Andre berbarengan dengan Febby. Keduanya menyesal karena membuat kesal Riana... Riana orangnya emang kalem dan penyabar tapi kesabaran nya ada batas jadi...jangan sekali-kali membuat dia naik darah.
Riana menarik nafasnya guna mengontrol emosi nya yang hampir meledak itu. Ia mengangguk lalu berucap "kalian berdua bisa diam kan, gue kau beristirahat sebentar?hm?!" Febby dan Andre langsung menganguk "janji gak akan debat lagi!" Ucap Febby dan Andre berbarengan , Riana menganguk.
'plakkk'
"Silahkan di nikmati." Ujar Mpok Jamilah sambil meletakkan pesanan Riana dan kawan-kawan.
Setelah mengantar pesanan Riana dan teman-temannya, Mpok Jamilah pamit dan langsung pergi ke dapur... Riana langsung meneguk es teh nya kedua temanya juga melakukannya hal yang sama
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Riana baru saja tiba dirumah nya, dia langsung berlalu menuju kamarnya, hal yang akan dia lakukan saat sudah dikamar adalah merebah tuh nya yang terasa remuk akibat berkeliling sekolah.
"Hahh capek!" Riana mengusap keningnya yang berkeringat lalu menutup matanya. Dia akan beristirahat sejenak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments