keakuran ayah&anak

Pukul tiga sore, sekolah barusaja usai, Riana dan Febby sekarang sedang dalam perjalanan pulang, kebetulan rumah mereka searah jadi bisa pulang bareng. Mereka membicarakan tentang semua hal yang ada dipikiran mereka, mengeluh dan melepaskan keresahan yang dipendam terlalu lama, membicarakan tentang kemampuan mereka. Ingin sekali mereka menjadi seperti orang bisa, tak bisa melihat makhluk-makhluk itu.

Di persimpangan jalan, langkah keduanya terhenti, melemparkan senyuman satu sama lain.

"Duluan yah Na." Riana mengganguk saat Febby melambaikan tangannya.

Mereka berpisah disana, Riana kembali melanjutkan langkah kakinya, melihat kesana kemarin, Riana nampak menghembuskan nafasnya

"Kita bisa melalui ini semua feb, bisa, kemampuan ini akan hilang, yah semoga." Lirihnya pelan.

Riana menutup pintu kamarnya, ia sudah mandi dan memakai baju santai nya, ia berjalan menuju dapur untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Di rumah itu hanya ada Riana seorang diri, ibu sedang pergi kerumah temannya, katanya ada urusan sedangkan ayah pergi kerja seperti biasa. Membuka tutup saji diatas meja, kosong, cuma ada secarik kertas dan uang pecahan dua puluh ribu rupiah disana. Riana membaca tulisan diatas kertas itu.

Riana hari ini ibu gak sempat masak makan siang untuk kamu, ibu lagi kerumah Tante Desi, ada urusan, jadi kamu beli aja nasi di warung Mpok Ranti, itu uang buat beli makan siang nya yah

DARI IBU UNTUK RIANA

Riana mendengus pelan lalu mengambil uang pecahan dua puluh ribu itu, pergi meninggalkan rumah, Riana pergi ke warung nasi milik Mpok Ranti yang kebetulan warung itu dekat dengan rumah, hanya berselang beberapa rumah saja.

WARUNG NASI MPOK RANTI

Riana melangkah memasuki warung itu, ia duduk disalah satu meja kosong setelah selesai memesan tadi.

Perut Riana sudah keroncongan sejak tadi, suara gemuruh terdengar sangat jelas dari perut nya Riana, untuk saja warung itu  lagi sepi.

Beberapa saat kemudian, seorang pelayan warung membawa pesan Riana dan meletakkan nya diatas meja tempat dimana Riana duduk.

"Selamat menikmati."ucap sang pelayan itu sopan, Riana hanya mengangguk dan tersenyum sekilas.

"Saya permisi dulu, jika ada sesuatu yang diperlukan nona bisa manggil saya atau rekan saya...mari."pelayan itu langsung pergi meninggalkan tempat Riana. Dengan segera Riana langsung melahap makanan siang nya itu.

Malam harinya, hujan ringan menguyur kota itu, tak terlalu lebat tapi bisa membasahi permukaan tanah, Riana dengan sang ayah sedang makan malam dengan menonton serial drama Korea di televisi, sedangkan ibu sedang berada di dapur katanya mau buat kue bolu pesanan Bu Desi, Riana juga dibuatkan lebih untuknya dan karena ibu lagi baik dan juga bahan untuk membuat kue bolu banyak jadi ibu hanya mengangguk saja tanda setujuh.

"Gak ada streaming pertandingan bola yah kak malam ini?" Tanya ayah pada Riana, Riana menggeleng "malam ini gak ada yah, besok baru ada." Ayah hanya mengangguk. Kedua orang itu memang sangat kompak, Riana menyukai apa yang disukai ayahnya, nonton bola?nonton adu tonjok pun sering Riana tonton tentunya bareng sang ayah, dan begitu juga ayahnya Riana, jika putrinya melihat serial drama Korea di juga anteng-anteng aja, nonton aja, katanya drama Korea lucu, dan drama Korea yang paling ayah Riana sukai itu judulnya LEGEAND THE BLUESIA yang ada putri duyung nya sama pemeran laki-laki itu LEE MINHO kata nya lucu.

Terpopuler

Comments

Diana Diana

Diana Diana

👍

2022-08-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!