Tengah malam, warga di sekitar sekolah di gemparkan akan kemunculan segumpal bola api yang ukurannya hampir sama dengan besar bola basket. bola api itu berputar-putar di area sekolah, dan bukan itu saja, para warga juga menemukan kresek hitam yang didalamnya berisi salah satu organ manusia... tepat jantung manusia, bukan cuma jantung didalam kresek itu, warga juga menemukan beberapa paku, dan sehelai kain putih yang mereka yakini bahwa itu adalah kain kafan.
karena takut...para warga melaporkan ke pak RT, pak RT memanggil pihak kepolisian untuk menyelidiki hal ini.
Pagi harinya dikediaman sederhana milik keluarga Riana, gadis itu sedang memakai sepatu nya, ia sudah siap untuk berangkat kesekolah. setelah berpamitan dengan kedua orang tua nya, Riana pun berangkat... seperti kebiasaannya Riana terlebih dulu mampir kerumah Febby sahabat nya itu.
*
*
*
*
Riana, Febby berjalan beriringan, hening, tak ada yang memulai percakapan. Hingga akhirnya suara serak Febby membuyarkan itu semua.
"hufhh sebenar gue males sekolah..." seru Febby
"gara-gara kejadian kemarin?" tanya Riana, Febby mengangguk. "gue sebenernya sama juga kayak Lo, males sekolah...males gue di gangguin sama tuh makhluk." ucap Riana diakhiri dengan ******* lelah dari kedua gadis itu. Mempunyai kemampuan di bilang ini tak ada untungnya sama sekali.
setelah pembicaraan itu selesai keheningan yang datang menyelimuti keduanya hingga tiba di depan gerbang bercat putih itu. Febby mengerutkan keningnya begitu juga dengan Riana.
"tumben jam gini gerbang belum dibuka, padahal hampir jam delapan loh." tutur Riana.
"mungkin kita telat...jadi gerbangnya ditutup." ucap Febby dan mendapatkan gelengan kepala dari Riana.
"bel masuk belum bunyi, baru pukul delapan lebih lima menit, seharusnya lima menit lagi baru bel, tapi kok..." bantah Riana "eh bener juga yah, kan sekolah kita masuknya pukul delapan lebih sepuluh menit ." sahut Febby yang juga kebingungan.
"eh non Febby, non Riana." Riana dan Febby langsung berbalik saat nama mereka disebut tadi
"eh pak Ahmad." Febby dan Riana tersenyum melihat seorang bapak-bapak yang mereka kenali...pak Ahmad... satpam di SMA 2 Tanjung keuniree
"pak kok gerbang nya enggak dibuka sih?" tanya Riana. "iya pak, lima menit lagi kan jam pelajaran pertama." sambung Febby.
"eh non Febby sama non Riana enggak tau kalau sekolah hari ini diliburkan." ucap pak Ahmad.
Riana dan Febby langsung kaget sekaligus bingung
"libur? emang kenapa pak? kok sekolah diliburkan?" tanya Febby.
"non Febby sama non Riana gak buka grup sekolah yah?" tanya pak Ahmad dan langsung mendapatkan gelengan kepala dari kedua gadis didepan itu.
"disana ada penjelasan kenapa sekolah diliburkan." lanjut pak Ahmad, dengan segera Febby dan Riana merogok saku rok mereka, mengambil HP nya dan membuka aplikasi WhatsApp dan langsung melihat begitu banyak notif dari grup sekolah.
"teror?!" ucap Riana dan Febby berbarengan, pak Ahmad mengangguk "yah non, kemari malam ada orang yang ngirim kresek hitam dan isinya itu jantung manusia sama beberapa paku didalamnya, dan sebelum kresek hitam itu ditemukan, ada sebuah bola api yang mengelilingi sekolah kita, non." jelas pak Ahmad panjang lebar, kedua gadis itu mengangguk lalu saling membisik.
"kayaknya kerjaan hantu yang kemarin gangguin kita." ucap Febby, Riana menganguk lalu berucap "tuh setan udah keterlaluan." Febby mengangguk
gimana ceritanya nyambung enggak sih?
please like komen & kritik
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Yani Cuhayanih
Di SMA anaku punya teman sama indigo tp karena aura batin mereka berbeda jd para guru memisahkan kls tg berjauhan.Di sekolah anaku dilarang upacara dan ke gedung aula karena energi negatifnya terlalu besar.
2022-07-30
4