Gelap, semuanya gelap, aku dimana? Ini dimana, ayah, ibu, sebenarnya aku dimana, kenapa seluruh tempat ini gelap dan...hampa
Semuanya gelap gulita, Riana kebingungan, ia mengelilingi tempat itu, mencari jalan untuk keluar, namun nihil semua sia-sia, tak ada sesuatu yang akan membawa Riana keluar dari tempat itu, Riana terduduk, mencoba menetralkan pikirannya yang jantungnya yang sudah berdetak tak karuan sejak tadi.
Riana baru ngeh INI BUKAN ALAM KU
mata Riana menelisik semua inci tempat itu.
"Hei kau, keluar kamu, jangan terus bersembunyi di balik kegelapan." Lantang Riana tanpa ada ketakutan sedikit pun, sebuah bayangan melesat entah kemana, dan Riana yakin itu ulah si bayangan hitam itu, dia yang membawa roh Riana kesini, ketempat ini. Hawa tempat itu aneh dan dingin, seperti tidak ada kehidupan di sana.
Riana bangkit dari duduknya, mengengam tangannya kuat-kuat.
"KELUAR...saya bilang keluar, jangan jadi pengecut kamu, ngapain kamu bawa saya kemari kalau cuma untuk main petak umpet, saya gak punya waktu untuk main sama kamu."
Bayangan itu terus berpindah keluar masuk kedalam bayangan. Riana duduk bersilang mata nya ia pejamkan, membaca beberapa doa yang dulu pernah dia pelajari dari sang ayah, dan kata ayah
'kalau di jebak di tempat-tempat terkutuk tempat iblis maka baca doa itu, jangan lupa' Riana sangat ingat dengan pesan ayah yang satu ini
Ditengah-tengah bacaan ayat kursi, suara melengking memenuhi tempat gelap itu, suara tertawa tapi sekilas terdengar seperti suara tangisan, Riana tak mau ke-fokusan nya hilang, ia terus memejamkan matanya sambil terus melafalkan ayat kursi.
"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim."
Suara jeritan kembali terdengar, kali ini lebih keras dari yang tadi di dengar Riana. Bacaan ayat kursi yang dibaca Riana sudah berakhir dan
*
*
*
*
*
Riana terbangun dari tempat tidurnya, nafasnya tersengal-sengal, keringat bercucuran di dahinya, akhirnya bisa kembali di alam nya, Riana lega, dia melihat jam weker yang ada di meja disebelah tempat tidurnya, jarum jam menunjukkan pukul setengah dua dini hari (01.30)
Riana mengelap keringatnya yang mampir menetes "untung bisa terlepas dari alam itu, kalau gak entah apa yang akan terjadi, ehm mungkin ragaku akan mati dan jiwaku masih berada si sana." Riana bersyukur Allah masih memberikan dia kesempatan untuk tetap hidup, sebenarnya mimpi itu bukan sekali dua kali datang, dulu Riana juga pernah dihantui oleh mimpi itu dan hampir setiap Riana tidur, bukan didalam mimpi saja, bahkan Riana pernah ketindihan dan susah untuk bangun, hati dan pikirannya terjaga tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan, rasanya seperti ketiban karung padi dan itu menyakitkan, susah untuk bernafas, bahkan disaat Riana ingin meminta pertolongan dari sang ibu suara nya tak bisa keluar dan orang-orang bilang jika ingin terlepas ketindihan caranya harus dibentak atau di hempas, atau bisa membaca doa.
Riana bangkit dari tempat tidur nya dan pergi ke kamar mandi yang letaknya tepat disamping kamarnya.
Dikamar mandi, Riana mengambil wudhu, memulai membasuh kedua tangannya dan terakhir membilas kedua kakinya, setelah selesai Riana kembali ke kamarnya. Memakai mukenah dan melaksanakan sholat sunat tahajud dua rakaat.
Setelah selesai melaksanakan sholat tahajud, Riana mengembalikan mukenah nya ke tempat yang telah disediakan, setelah itu ia kembali melanjutkan tidurnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Diana Diana
ayat kursi emang sangat ampuh mengusir setan
2022-08-05
0
Yani Cuhayanih
Anaku pernah hilang kesadaran hampir 24 jam .ktnya dia di bawa kesebuah hutan dan tk tahu jln pulang ketika sudah sadar lansung di rukiyah .ngeri anaku sampai muntah darah .
2022-07-30
3