Setelah mendapatkan informasi kalau sekolah akan diliburkan selama beberapa waktu kedepan, Riana dan Febby memutuskan pulang kerumahnya masing-masing.
Febby sudah bilang pada Riana, dia akan kerumah Riana setelah selesai mengganti pakaian.
Kini Riana dan kedua temannya itu Febby dan Andre berkumpul di ruang tamu rumah Riana, mereka ingin membahas tentang kejadian-kejadian aneh yang mereka alami saat disekolah. Ketiga nya diterpa keheningan tanpa ujung, mereka nampak berpikir keras... larut dalam pikirannya masing-masing. Hingga suara berat Andre memecahkan keheningan itu.
"Apa jangan-jangan kejadian semalam ada sangkut pautnya dengan kejadian beberapa minggu lalu yah... mungkin ada hubungannya dengan orang yang gantung diri di halaman belakang sekolah." Jelas Andre
"Dan mungkin orang itu bukan bunuh diri... melainkan dibunuh seseorang." Sahut Febby... Riana berpikir sejenak, mencerna perkataan kedua temannya itu
"Dibunuh orang yah?!" Riana mengulang ucapan Febby tadi.
Andre mengusap wajahnya kasar.
"Ck kasus ini sangat rumit...dan ini berhubungan dengan hal ghaib, gue kagak bisa ngelihat hal yang tak kasat mata." Andre mendengus sebal.
Pembicaraan mereka terhenti disaat suara langkah kaki seseorang memenuhi indra pendengaran ketiganya. Terlihat seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Riana yang sedang menenteng kresek hitam.
"Eh ada nak Andre sama nak Febby." Seru ibu Riana saat melihat kedua temannya Febby.
Andre dan Febby tersenyum pada ibu-nya Riana.
Setelah berpamitan... ibu Riana langsung melegang pergi dapur untuk menyimpan belanjaan.
Mereka bertiga pun melanjutkan pembasahan yang tadi sempat terhenti karena kedatangan ibu-nya Riana...
Keheningan tadi terpecahkan karena suara cempreng Febby.
"Ahaa...gimana kalau kita langsung terjun ke tempat kerjadian aja." Febby tersenyum sambil menaik-turunkan alis-nya. Andre dan Riana melongo mendengar perkataan temannya yang satu itu.
"Malam ini gimana?" Tanya Febby.
"Gue kagak setujuh yah... gimana kalau ketemu sama tuh setan...gue kagak mau pokoknya." Andre menentang keras keputusan Febby, Riana juga setuju dengan ucapan Andre tadi.
"Bilang aja Lo takut Dre." Ejek Febby pada temenan lelaki nya itu.
"Gue kagak takut yah, cuma..." Ucapan Andre langsung dipotong oleh Febby.
"Yeeuhh penakut."
"Gue setuju dengan Andre, yang dibilang Andre bener feb." Ucap Riana melerai kedua temannya yang sedang adu argumen, Febby sempat melongo tak percaya dengan ucapan Riana tadi.
"Lo takut juga na?!" Febby bertanya tak percaya, Riana menggeleng lalu berucap.
"Bukan takut, tapi gue kagak mau terjadi sesuatu yang tak diinginkan saja." Ujar Riana bijak. Andre mengangguk menyetujui ucapan Riana. Febby nampak kesal dengan kedua temannya itu.
"Yeuhh cemen lo berdua." Ketus Febby.
"Kalau malam gue kagak setujuh, kalau pagi gue oke-oke aja." Ujar Riana lagi. Seketika raut wajah Febby langsung sumringah
"Beneran?" Tanya Febby dan mendapatkan anggukan mantap dari teman sebangkunya itu.
"Dre Lo mau ikut kagak?" Tanya Febby, Andre mengangguk lalu berucap "oke deh, gue ikut."
"Kalau gitu besok kita berkumpul di depan rumah gue, jam delapan, jangan telat." Ucap tegas Febby, Riana dan Andre lagi-lagi hanya mengangguk. Setelah mendapatkan keputusan yang mantap dan disetujui oleh semua pihak, Andre dan Febby pamit pulang dikarenakan hari sudah sore. Riana melihat punggung temannya yang semakin mengecil di pandangan matanya, dia masih berdiri di depan pintu rumah.
"Semoga ini keputusan yang tepat..." Nguma Riana menghembuskan nafasnya "semoga tidak terjadi yang tak diinginkan besok." Lanjut Riana lalu menutup pintu utama.
*
*
*
*
*
*
Malam harinya di meja makan, hening, hanya suara sendok yang menabrak piring yang terdengar. Riana sibuk dengan nasi nya. Hingga suara berat ayah-nya menghentikan gerakkan tangannya.
"Rian- nama panggilan nya kalau dirumah
ayah denger sekolah kamu diliburkan yah?." Tanya ayah yang baru selesai dengan makan malamnya. Riana menatap ayahnya lalu mengangguk
"Ya yah"
"Kenapa?kok diliburkan mendadak gitu." Kali ini ibu yang bertanya.
Riana menghembuskan nafas nya panjang lalu meletakkan sendok makannya.
"Bisa Bu...kemarin malam kata warga yang tinggal disekitar sekolah...ada teror." Jelas Riana, kedua orangtuanya mengerutkan keningnya
"Teror apa Rian?" Tanya ayah yang kepo
"Katanya ada bola api gitu yah... terus mereka nemuin kresek hitam dan pas dibuka katanya didalam ada jantung manusia sama beberapa paku Yah." Ucap Riana menjelaskan, kedua orangtuanya nampak bergidik Geri mendengar ucapan sang putri.
"Kamu pernah di ganggu sama makhluk disana, atau kamu pernah lihat mereka?" Tanya ibu memastikan, Riana kembali menganguk
"pernah Bu, tapi Rian gak pernah melihat wujuh mereka dengan jelas...cuma lihat bayangan nya aja."
Ayah dan ibu Riana terlihat sedih dan nampak bersalah dengan putri semata wayangnya itu.
"Maafin ayah yah nak..."
"Maaf kenapa yah?emang ayah berbuat kesalahan apa ke rian?" Tanya Riana bingung karena tiba-tiba ayahnya meminta maaf kepadanya, seingatnya ayah nya itu tak pernah berbuat salah padanya, lantas minta maaf untuk apa...pikir Riana.
"Maaf karena mata batin ayah turun ke kamu...dulu ayah juga seperti kamu... tapi setelah kamu lahir mata batin ayah tertutup dengan sendirinya." Jelas ayah yang masih merasa bersalah.
"Oalah yah yah, aku pikir kenapa tiba-tiba minta maaf." Riana mengeleng-geleng sambil tersenyum.
"Maaf yah Rian." Cicit ayah yang masih merasa bersalah pada sang putri tersayang.
"Kan itu juga bukan kemauan ayah, semua ini kehendak Tuhan yah...udah takdir Riana juga...jadi ayah gak usah merasa bersalah dengan semua yang telah terjadi." Riana tersenyum hangat sambil melihat kedua orang tuanya itu.
Setelah selesai makan, Riana langsung pamit untuk tidur duluan. Hari ini rasanya tubuhnya sangat kelelahan padahal tak melakukan apa-apa, mungkin karena terlalu banyak pikiran...makanya tubuhnya kehilangan banyak energi.
Riana langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur nya, ia mengambil benda pipih yang ada di nakas dan dibukanya aplikasi berwarna hijau itu
Riana langsung masuk ke dalam grup chat
...BESTY JAHANAM...
...TAPI SAYANG^^...
Febby kang ngegas
|jangan lupa besok jam delapan, jangan telat
Andre preman klas
|Semangat bener Lo kalau tentang setan
FEBBY KANG NGEGAS
|😅
ANDRE PREMAN KLAS
|😑
FEBBY KANG NGEGAS
|ati-ati nanti mukanya beneran datar ke tembok wkwkw
ANDRE PREMAN KLAS
|Cotbacot Lo
FEBBY KANG NGEGAS
|santai bang santai, gak usah ngegas
^^^Berantem aja Lo berdua|^^^
^^^Jodoh baru tahu rasa lo|^^^
^^^Gue doain beneran jodoh Lo berdua😂^^^
ANDRE PREMAN KLAS
|Amit-amit gue jodoh sama si pawang dedemit...ogah gue... mending jomblo
FEBBY KANG NGEGAS
|ck, sok kegantengan Lo, Lo pikir gue suka sama laki-laki kayak Lo. Kagak yah, tipe idealnya gue mah si Jaemin nct, anak tunggal kaya raya.
ANDRE PREMAN KLAS
|Gue anak tunggal kaya raya juga yah.
FEBBY KANG NGEGAS
|Bomat bodoamat
^^^Lo jodoh gue party coy|^^^
ANDRE PREMAN KLAS
|Amit-amit dah
FEBBY KANG NGEGAS
|Amit-amit
Riana memutuskan untuk keluar dari room chat. Ia tersenyum-senyum membaca chat temannya itu. Kedua temannya itu memang tidak selalu akur, tiap hari hanya beradu argumen, ngatain sesama terus saling mengejek, seperti tom and Jerry saja.
Riana masih tersenyum, dia simpan kembali benda pipi itu ke nakas.
Dia membenarkan selimut dan mulai memejamkan matanya.
like komen vote favorit
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments