...saling menghargai ya...
...semua...
...----------------...
para tim melafalkan semua doa-doa, ayat kursi, berharap kuntilanak itu dapat menghilang dari sana.
bahkan ada salah satu dari anggota tim melafalkan doa makan mungkin itu efek dari ketakutan.
"hei kamu, jangan ngangu mereka." Riana keluar dari balik pohon sawit. kuntilanak itu melihat kearah Riana lalu berkata
"aku tidak menggangu mereka, kau lihat aku sedang menunggu mu Riana." kuntilanak itu melihat kearah tim penyelamat, nampak sekali mereka ketakutan pasalnya kaki mereka bergetar hebat.
"mereka terlalu berlebihan, masa cuma liat Kunti sampai kek gitu."
"kau ini." seru Riana.
"ayok cepat katamu, anak mu ada disekitar sini, tunjukkan jalan nya cepat." kuntilanak itu menganguk lalu terbang, Riana mengikuti kuntilanak itu dari bawah.
"hai kamu mau kemana?" teriak Yudi
"saya mau nyari anak korban pembunuhan pak, bapak mau ikut? kalau mau ayok cepetan!" teriak Riana dan terus berlari mengejar kuntilanak itu
para anggota tim penyelamat saling memandang satu sama lain.
"mau ikut?" tanya Yudi
"gas lah, takut nanti tuh anak diapa-apain sama tuh setan." ucap Rahman dan disetujui oleh anggota tim lainnya.
ketujuh anggota tim penyelamat itu berlari mengejar Riana.
...----------------...
langkah Riana terhenti disebuah bangunan tua didalam kebun sawit. tepat nya rumah terbengkalai yang sudah lama tidak dipakai terlihat jelas dari dinding-dinding rumah nya yang sudah ditumbuhi oleh lumut dan tubuhan liar.
"apa anak si korban ada didalam sini?" tanya Yudi pada Riana, Riana mengangguk lalu berkata "kuntilanak nya bilang disini, didalam rumah kosong ini, yok pak kita masuk, Terus cari keseluruh ruangan didalam rumah ini." para anggota tim penyelamat menganguk.
mereka mulai masuk ke dalam rumah kosong itu. mereka mulai mencari anak dari korban pembunuhan itu, memeriksa dari kamar-kamar, dan juga ruangan lainnya. hampir seluruh ruangan mereka masukin tapi tidak ada tanda-tanda ada orang disana, sampai salah-salah dari tim penyelamat ragu dan bertanya pada Riana.
"kamu gak mencoba untuk menipu kami kan bocah?" Riana menggeleng lalu "untuk apa juga saya nipu bapak-bapak ini, anda-anda pikir saya kurang kerjaan apa?!" balas Riana sedikit sinis, dia tak terima dituduh seperti itu.
"kalau bukan karena kuntilanak itu neror saya, dan minta bantuan sama saya, gak bakalan saya datang kekebun sawit ini pak, mana hujan lagi." sambung Riana.
ssreyyttt
"sembunyi semua." perintah Riana saat mendengar suara pintu yang dibuka, semua nya menurut dan bersembunyi ditempat yang aman.
Riana dan Yudi bersembunyi dibalik lemari besar yang tidak terpakai lagi.
dan benar saja apa yang diduga oleh Riana, seseorang masuk kedalam rumah itu.
***tap
tap
tap***
langkah kaki itu semakin jelas terdengar, mendekat kearah ruangan yang ada lemari, ruangan dimana Riana dan Yudi bersembunyi. kedua orang itu membekam mulut mereka masing-masing, nafas keduanya seakan berhenti, dan itu disebabkan karena takut, langkah kaki itu mulai mengecil dan menghilang, sepertinya orang itu sudah pergi dari ruangan itu. Riana dan Yudi keluar dari tempat persembunyian mereka begitu pula dengan yang lain.
Yudi memberi kode pada tim nya, yang lain pun paham dan mengeluarkan senjata mereka masing-masing, hanya untuk berjaga-jaga.
"kita kearah sana pak." Riana memberi arahan dan yang lainnya pun ikut.
...like komen vote...
...saling menghargai pokoknya...
...see you next episode...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Diana Diana
👍bagus
2022-08-05
1
❤️🔥J Hope❤️🔥
lanjut kak
2022-06-18
1