Pagi harinya, Riana sudah rapi dengan pakaian putih abu-abu nya disertai dengan tas dan sepatu nya, setelah selesai berpamitan dengan orang tuanya, Riana pun berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.
Langkah kaki Riana terhenti didepan sebuah rumah bercat hitam berpadu dengan warna emas.
"ASSALAMUALAIKUM, FEBBY SEKOLAH KUY." Orang yang barusaja disebutkan namanya pun keluar dari rumah itu, ia tersenyum pada Riana lalu menghampiri Riana.
"Pagi Na." Sapa Febby
"Pagi juga, dah yok berangkat, nanti telat lagi." Febby mengangguk lalu keduanya pun berangkat bersama menuju sekolah.
Keduanya memang kerap berangkat dan pulang bersama.
NOTE: Riana gadis kalem berbudi pekerti yang baik, ketularan bar-bar kerena berteman dengan Febby, Febby si gadis bar-bar, si juara satu dikelas, si otak jenius dan suka ngomong ceplas-ceplos.
Keduanya telah tiba di kelas, mereka duduk di tempatnya masing-masing.
Febby mendengus lalu menumpuk tangannya lalu menidurkan kepalanya diatas tumpukan tangannya. Febby menghembuskan nafas nya panjang, entah beberapa kali dia telah melakukannya.
"Kayaknya kita datang kepagian yah."
Ucap Riana sambil memperhatikan cengiran nya.
"Dah ah gue mau tidur bentar, nanti bangunin yah kalau udah bel." Perintah Febby kemudian menutup matanya dan masuk kedunia mimpi nya. Riana hanya mengangguk, lalu mengeluarkan novel nya dan mulai fokus pada buku fiksi itu.
Kelas masih sangat sepi, hanya ada Riana dan Febby saja di kelas, jam dinding dikelas itu baru menunjukkan pukul tujuh lebih lima belas menit, dan biasanya sekolah itu masuk jam delapan lebih sepuluh menit.
Disaat Riana sedang asyik dengan novel yang dibacanya tiba-tiba terdengar suara benda jatuh, dengan segera Riana melihat kearah sumber suara, tidak ada siapa-siapa disana dan kenapa disana tiba-tiba ada gelas- DILANTAI, Riana dengan segera mengguncang tubuh Febby, mencoba membangunkan gadis disebelahnya itu.
"Apaan sih Na?" Febby membenarkan posisi duduknya, tangannya mengucek-ngucek kedua matanya.
"Lo ngerasain gak, hawa disini aneh." Seru Riana, Febby terdiam sejenak lalu mengangguk kepalanya "ho'oh kek nya ada DIA disini na." Ucapan Febby mendapatkan anggukan dari Riana, tiba-tiba
Brakkkkk
Keduanya reflek langsung menoleh kearah kaca yang tiba-tiba pecah dengan sendirinya, Riana dan Febby langsung bangkit dari duduknya lalu berkata keluar kelas, untungnya kelas mereka dibawa jadi tak perlu repot-repot menuruni tangga.
"Huhh huhhh." Keduanya nampak sedang mengatur nafas, mengisi rongga-rongga dada yang terasa mulai kosong dengan oksigen.
"Sadis banget jin nya, pakek acara mecahin kaca jendela lagi." Seru Febby dianggukin oleh Riana yang sedang menetralisir detak jantung nya .
"Jantung gue hampir copot tadi." Febby mengangguk lalu berucap "sama gue juga, terkejut gue.".
"Ouh yah Na!" Riana mengerutkan keningnya "Lo tadi ngelihat makhluknya kagak?" Tanya Febby melanjutkan ucapannya tadi, Riana menggeleng "kagak, cuma hawanya yang gue rasa." Ucap Riana dan mendapatkan respon 'O' dari Febby.
"Yok kantin aja, males gue kalau dikelas ada tuh jin." Febby melangkah pergi dan disusul oleh Riana dari belakang, keduanya memutuskan untuk duduk di kantin, mereka sedikit takut, takut hantunya mencelakai mereka, kan berabe.
Di kantin dimeja pojok, Riana dan Febby sedang menunggu pesanan mereka, yah walaupun enggak laper mereka kan juga harus pesan, ya kali mereka cuma duduk-duduk gaje di kantin IMAGE TEMAN harga diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Diana Diana
👍
2022-08-05
0
Yani Cuhayanih
Di sekolah SMA anaku suka baca bk novel horor best seller dia selalu ditemani oleh teman kecil tak kasat mata namanya kayla gadis kecil berambut panjang tp gk punya bola mata.dia sering jail menarik2 hijab anaku .
2022-07-30
1