...saling menghargai...
......oke......
...----------------...
Gudang kosong, dibelakang rumah tadi. Riana berserta tim penyelamat saling menatap.
Gudang itu tak terlalu besar dan tak terlalu kecil. didepan gudang itu terdapat karung-karung berisi pupuk.
"pak kita sembunyi dulu, kayaknya ada orang didalam gudang ini." bisik Riana pada Yudi, Yudi menatap Riana dan mengerutkan keningnya.
"ngapain sembunyi?kita bisa langsung masuk dan mengepung area ini." kata Yudi dengan nada pelan.
"pokoknya kita sembunyi dulu, kita tunggu orang yang didalam keluar, nanti baru deh bapak-bapak polisi kepung." jelas Riana lalu dianggukin oleh Yudi, dia menyuruh para anggotanya untuk sembunyi dibelakang semak-semak dan pohon sawit.
...----------------...
semuanya telah bersembunyi, menunggu pintu gudang itu terbuka. Riana bersembunyi di belakang semak-semak, Yudi di belakang pohon sawit bersama dengan kuntilanak yang berdiri diatas pohon sawit.
Kabun mulai datang, hawa panas juga mulai terasa, mungkin itu efek karena turun hujan. angin juga ikut serta berhembus membuat suasana di tengah kebun kelapa sawit itu menjadi sangat mencekam dan horor.,
srekkkm
suara nyaring engsel pintu yang terbuka dan menampakkan sesosok bayangan yang seperti milik seorang laki-laki.
mengintip dari balik tempat persembunyian adalah hal yang dilakukan mereka Riana dan anggota tim penyelamat
Riana memberi kode kepada Yudi, ia membentuk tanda silang dan membuat isyarat mulut.
"jangan gegabah, kita tunggu dulu sebentar." begitu lah pokoknya hal yang di
"haish kemana sih itu anak, disuruh ambil rokok aja lama bener, mana bocah itu nangis mulu lagi dari tadi." keluh laki-laki yang tidak diketahui itu.
laki-laki itu keluar dan memperlihatkan wujud nya sepenuh nya.
laki-laki yang diperkirakan umur sekitar 30tahunan kurang lebih, dengan jenggot dan kumis tipis, rambut berwarna pirang dan jelas terlihat laki-laki itu bukan warga Indonesia asli blasteran mungkin.
*
*
*
*
setelah menunggu sekitar Sepuluh menit, laki-laki tadi masuk dengan seorang satu orang laki-laki asing lainnya. Yudi dan Riana memberi arahan pada regu tim, membagi tim menjadi dua bagian, satu yang akan langsung masuk kedalam gudang itu, dan satu tim lainnya bersembunyi diluar, menunggu tim didalam menyuruh mereka untuk masuk.
Riana dan Yudi mencari jalan masuk ke dalam gudang lainnya, seperti pintu dan jendela.
"pak disini ada jendela." bisik Riana pada Yudi, Yudi mengangguk lalu berucap.
"kamu masuk duluan." Riana mengangguk lantas membuka jendela itu yang untungnya tidak tinggi dan tidak dikunci, sungguh keberuntungan bukan?
setelah keduanya berhasil masuk, mereka berjalan mengendap-endap menelusuri gudang kosong itu, sesekali terdengar Isak tangis dan juga jeritan seorang bocah, jeritan kesakitan tepat nya.
"AYAH LEPASIN AKU, AKU MAU PALANG AYAH."
"AYAH JANGAN, ITU TAJAM AYAH, AKU TAKUT, AYAH JANGAN MENDEKAT HIKS."
jeritan seorang bocah yang terdengar memohon pada seseorang yang disebut sebagai AYAHNYA itu.
tiba-tiba saja langit mulai bergemuruh, suara petir dan juga geledek terdengar sangat keras, rintik-rintik hujan mulai mengenai seng gudang itu, sekarang suara anak kecil itu menyatu dengan deru nafas Riana yang tak teratur.
rasa takut khawatir dan panik bercampur saat jeritan bocah yang sangat keras. itu adalah jeritan terakhir dan sekarang cuma ada suara hujan dan geledek saja.
Yudi menatap Riana "kita harus periksa ruang itu." Yudi menunjukkan sebuah ruangan didalam gudang itu. "suara bocah tadi berasal dari sana." Riana mengangguk membenarkan ucapan Yudi.
keduanya mulai melangkah masuk, Riana memegang tangan Yudi "gak udah takut." bisik Yudi tepat diteliga Riana, Riana mengangguk lalu tersenyum tipis.
sebelum masuk ke dalam ruangan itu, Yudi sudah terlebih dahulu menyuruh rekannya yang masuk duluan untuk menyusul mereka, dan mereka pun langsung menyusul Yudi dan Riana.
gaje? maklumi aja
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Diana Diana
👍
2022-08-05
0