...**selamat membaca...
...dan saling menghargai yah**^^...
Bulan telah berganti menjadi matahari, Riana barusaja keluar dari kamar mandi, ia menuju lemari pakaian, mengambil seragam putih abu-abu nya.
Dua puluh menit sudah berlalu, Riana keluar dari kamarnya, ia sudah rapi dengan seragam sekolahnya. berjalan menelusuri lorong menuju dapur.
"Bu!" panggil Riana sesaat setelah tiba didapur, disana sudah ada Kinan ibu Riana.
"pagi Riana." sapa ayah yang barusaja datang dan beliau langsung duduk di kursi meja makan, lalu diikuti oleh Riana yang duduk tidak jauh dari kursi ayah nya.
"Riana apakau tahu siapa yang memecahkan gelas tadi malam?" tanya ibu sambil meletakkan ikan goreng diatas meja.
Riana sedikit bingung harus menjawab apa, tidak mungkin kan kalau dia beritahu pada ibunya kalau itu ulah hantu kemarin. dan akhirnya Riana mengelengkan kepalanya menjawab pertanyaan sang ibu.
"Riana gak tahu Bu, kucing kali buk." ucap Riana asal, ibunya mengangguk lalu beliau duduk disebelah suaminya pak Reno.
mereka memulai sarapan dengan tenang.
"Riana mau berangkat bareng ayah?" tanya Reno, laki-laki paruh baya itu sedang menuangkan air putih kedalam gelasnya.
Riana mengelengkan kepalanya "Riana berangkat sendiri aja yah." tolak Riana. Reno menganguk.
laki-laki itu bangkit dari duduknya, ia sudah selesai dengan makanan nya.
"Bu, ayah berangkat kerja dulu." Kinan menganguk
"hati-hati dijalan ya yah." Kinan mencium punggung tangan suaminya.
"iya Bu." Reno mengelus Surai hitam milik istrinya, lalu mengecup sekilas kening Kinan.
setelah berpamitan pada anak dan istrinya barulah Reno pergi meninggalkan kediaman nya itu, tak selang beberapa saat setelah Reno pergi, Riana bangkit dari duduknya, berpamitan pada sang ibu.
"Bu aku kesekolah dulu yah." Riana mencium punggung tangan sang ibu, lalu kedua pipi milik ibunya.
"hati-hati yah nak, belajar yang rajin." Kinan mencium pipi putrinya.
"iya ibu sayang." Riana tersenyum saat berucap.
*
*
*
*
*
*
Riana barusaja mendudukkan tubuhnya diatas kursi, gadis itu barusaja tiba dikelas, suasana kelas masuk agak sepi, yah mungkin masih pagi, baru jam enam lebih lima belas menit. sunyi hal itu yang dirasakan Riana saat itu. Riana mengeluarkan ponselnya lalu membuka aplikasi Instagram, melihat-lihat postingan orang-orang.
"ditemukan sesosok mayat perempuan didekat gang Cempaka, kondisi korban sangat mengenaskan, tangan dan kakinya dirantai dan tanpa busana, di perkirakan korban dibunuh, pihak polisi akan segera mencari tahu siapa dalang dari kematian si korban." Riana membaca postingan orang dengan nama IG berita updet and menggemparkan.
"ngeri banget, Orang yang melakukannya kayaknya gak punya otak deh, kok bisa ngebunuh orang setega itu, gak takut apa jika di gentayangin arwah orang yang dibunuhnya." Riana kembali men-scroll IG nya dan kembali menemukan berita yang sama seperti tadi.
korban diperkirakan dibunuh pada malam hari pukul sembilan, dan diduga sang korban membawa seorang anak kecil yang umurnya diperkirakan sekitar sepuluh atau sembilan tahunan, pihak kepolisian mencurigai bahwa bocah itu adalah anak korban, dan diperkirakan yang membunuh dikorban adalah mantan suaminya, polisi sedang mencari keberadaan si terduga Y dan keberadaan anak kecil berinisial R. kira-kira seperti itulah penjelasan dibawah postingan itu.
"aku harus kesana nanti pulang sekolah, aku harus mencari tahu kemana Rifal dibawa." ucap Riana sangat yakin dan bersemangat.
tekatnya sudah bulat, dia akan pergi ketempat kejadian nanti selepas pulang dari sekolah.
Like komen vote favorit
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Diana Diana
bagus tu thor the best
2022-08-01
0
❤️🔥J Hope❤️🔥
lanjut baca kak😁🙏
2022-06-18
0