24 jam

Kasus dibalik pembunuhan dan penganiyaan anak sudah ditutup, dan pelaku terkenal pihak pidana penjara seumur hidup, akibat suatu hal si pelaku utama akan ditunda penahanannya, setelah diperiksa oleh dokter ternyata si pelaku utama memiliki kerusakan mental alias

Gangguan jiwa/gila.

Sejak kejadian itu berakhir Riana sudah dapat menjalankan kehidupannya sehari-hari, tanpa diikuti arwah si korban pembunuhan itu.

Ketenangan hanya berlaku sehari bagi Riana.

Selasa, 22 Juni 2021 disekolah SMA 2 tanjung keuniree, kec. Indrahayu, kab. Cot Blang.

Kejadian naas terjadi di SMA 2 Tanjung Keuniree.

"Ditemukan sesosok mayat perempuan dengan ciri-ciri sebagai berikut: korban memiliki tompelan di pipi kanannya, kulit putih, rambut ikal, di korban ini di curigai melakukan tindakan bunuh diri, Korban di temukan di halaman belakang sekolah dalam kondisi tergantung di pohon."

Begitu kira-kira para reporter memuat informasi yang mereka kumpulkan dari saksi.

Dikelas XI MIPA 2, kelas Riana. Kondisi ruang kelas itu sangat ricuh, para siswa-siswi membicarakan tentang orang bunuh diri, mereka heran, kenapa orang itu Ngantung diri harus di tempat itu maksudnya kenapa harus disekolah? tempat lain kan ada! Ck ck ck sekolah itu aja udah angker ditambah arwah orang itu lagi

"Na, gue heran, Kenapa orang itu harus bunuh diri di sekolah, kek gak ada tempat lain aja." Ucap Febby yang tak habis pikir. Febby audya  sahabat sekaligus teman sebangku Riana.

"Gak tahu." Riana menggelengkan kepalanya.

"Kan bisa di rel kereta api kek, lompat jurang kek gitu, atau masuk ke kandang buaya kan lebih pro gitu." Febby memang anaknya begitu, jika udah kesal ucapan yang dikeluarkan tidak disaring terlebih dahulu.

Riana mengangguk lalu berucap "mungkin tuh orang takut kalau ngebunuh diri dengan cara yang Lo bilang tadi Feb." Seketika wajah julit Febby keluar "yah kalau takut kenapa bunuh diri, yeuhh, mati bunuh diri terus di akhirat ditendang ke JAHANAM mampus." Tawa Riana meledak saat melihat wajah Febby yang kesal sendiri.

"Kesel gue Na." Adu Febby

"Gak tahu aja tuh orang sekolah kita memang dari dulu udah angker, dan dia pakek acara bunuh-bunuh diri segalak lagi." Lanjut Febby dengan nada sewotnya. Riana hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Febby.

"Semesta gak suka banget yah kita duduk tenang tanpa ada gangguan dari para IBLIS-Dan para saudara-saudara itu, jujurly gue udah bosen tiap hari harus berhadapan dengan para makhluk halus itu." Riana mengangguk

"walupun gue kagak bisa lihat mereka kayak Lo, tapi gue bisa merasakan suara-suara dan keberadaan mereka, ck gue kagak suka banget punya kemampuan kayak  begini." Febby hampir sama seperti Riana, dia bisa merasakan kehadiran para makhluk-makhluk itu, entah itu suara mereka atau hawa mereka, Febby bisa merasakannya.

Febby sudah mempunyai kemampuan itu sejak dia lahir, sedangkan Riana saat umur dua tahun, mata batinnya terbuka.

"Kita udah kek pawang para hantu-hantu itu yah Febby!" Febby mengangguk membenarkan ucapan Riana.

"SEMUANYA KEMBALI KETEMPAT, PAK TAMA MAU MASUK, CEPAT DUDUK DI TEMPAT MASING-MASING." Teriak Andre si ketua keamanan kelas. Semua murid patuh, mereka takut jika membantah ucapan si ketua keamanan itu, takut dihajar tentunya.

Andre di ketua keamanan sekaligus siswa paling nakal dikelas, walaupun nakal dia itu bertanggung jawab dikelasnya, dia akan menghabisi jika ada yang menggangu siswa/siswi kelasnya "cuma gue yang bisa ngangu temen-temen, jika orang lain ngangu mereka siap-siap aja masuk rumah sakit." Andre Auliharis si ketua keamanan yang suka bikin rusuh.

Terpopuler

Comments

Diana Diana

Diana Diana

seru ceritanya gk membosankan

2022-08-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!