Chapter 19: Rencana Kevin 2

Pertama kali nya bikin adegan Fighting yang sat set sat set...

jangan di bully ya mentemen ku tersayang😘

"Aaawwwwww"

Bugh...Bugh..bugh..

Lista menendang perut laki-laki itu dengan satu kali pukulan , lalu ia mengambil alih tangannya memutar kebelakang menjambak rambut nya dan kembali menendang bokong nya hingga laki-laki itu jatuh tersungkur kebawah, setelah itu Lista langsung menginjak samping kepala nya hingga keluarlah darah dari hidung juga telinga.

Salah seorang teman nya lagi, geram melihat teman seperjuangannya dilumpuhkan dengan Lista. Ia lalu sedikit berlari untuk memeberikan bogem nya pada Lista, namun karena Lista bisa membaca pergerakan nya dengan cepat, terlebih dulu Lista menjegalnya dengan kaki nya, hingga ia jatuh blingsutan ketanah menahan sakit, sementara kedua teman nya lagi bersiap untuk menghajar Lista lagi, dan kali ini ia mengeluarkan belati, dan melemparkan belati itu tepat di kepala Lista.

"Lis awas dibelakang lo" teriak Fiona dari dalam yang sudah membuka kaca mobil nya.

Dengan sigap Lista menangkap Belati itu dan balik melemparkan kearah laki-laki tadi dan

Doommm...

Belati itu menancap sempurna dikening laki-laki itu, jelas darah segar keluar banyak dari sana.

Tinggal tersisa satu orang lagi, dia membawa seperti cambuk, untuk menghajar Lista, dengan siap Lista melayani permainan mereka.

"Kurang ajar!! kau sudah berani membunuh kedua teman ku! rasakan ini!!!"

Laki-laki itu mengayunkan cambuk itu kearah Lista, dengan sigap Lista menghindar, dan menangkap ujung cambuk itu, mengayunkan kembali kearah laki-laki tadi hingga cambuk itu terlepas dari tangan nya, lalu Lista mengambilnya dan mengikat nya di leher lakih-laki itu hingga ia mendelik kesakitan saat ajal menjemput nya, sedang asyik Lista bermain dengan orang ini tiba-tiba salah satu teman mereka yang tadi terjatuh akibat jegalan Lista sudah sadar dan mengambil batu besar untuk menghantam Lista dari belakang.

Bugh...

Sebelum batu itu mendarat sempurna di kepala Lista, laki-laki itu sudah terlebih dulu tersungkur karena tepat di punggung nya sudah tertancap sempurna dua pisau belati.

"Teo!" Ucap Lista kaget.

"Quin!! Kau tak apa ?" Teo berhambur mendekati Lista yang sudah sedikit berantakan dengan bau darah yang menempel di tubuh nya.

"Kenapa kau langsung membunuh nya! aku belum tau siapa yang mengirim mereka!"

"Siapa lagi kalau bukan Kevin, orang-orang ku sudah melacak semua nya Quin!"

"Apa !!! Bresngsek!! berani sekali dia!" umpat Lista dengan kesal.

Jerry dan Fiona yang melihat sisi lain dari Lista masih dalam mode melongo tak percaya.

"Jerry, bisa kau cubit aku??" pinta Fiona pada Jerry, pandangan mereka masih belum beralih kearah lain, masih satu tujuan, CALLISTA!

Jerry yang menurut saja ucapan Fiona lantas mencubit pipinya agak keras hingga kemerahan.

"Awwww pipiku! ternyata ini tidak mimpi Jer, aku.. sunggguh melihat Lista berkelahi! D-ia.. Di-a.. bisa bela diri!!" ucap Fiona tergagap, dia masih belum percaya jika sahabat serta adik yang selama ini ia anggap lemah, feminim, dan sangat cantik itu menguasai ilmu bela diri. Fiona menggeleng-gelengkan kepala nya tak percaya.

"Tenangkan dirimu Quin!" Teo menenangkan Lista lalu ia merogoh saku nya menelfon seseorang.

(Bereskan semua kekacauan yang ada disini, lempar saja mereka semua ke jurang!)

Lista mengehela nafas nya kasar, ia masih tak habis pikir jika ini semua perbuatan Kevin. Licik sekali.

'Kemarin kau meminta ku untuk memaafkan mu, kau akan berubah! ternyata ini semua hanya sandiwara mu Kevin Lano Alberto!' monolog Lista dalam hati. Ia mengepalkan tangan nya kuat, sorot mata nya benar-benar tajam, hal yang tak pernah Fiona lihat selama ini.

"Quin.. bersihkan dirimu, bukan kah kai mau kepersidangan hari ini!" Teo mencoba mengalihkan pembicaraan.

Lista baru sadar, jika dirinya kini tengah bersama Fiona, Teo, dan Jerry. Matanya kini beralih ke arah Fiona.

"Fi... Ini semua..... maaf jika selama ini aku tak pernah cerita pada kalian semua, terutama pada mu Fi!, aku tidak bermaksud untuk membohongi mu selama hampir 19 tahun ini!"

Fiona berjalan mendekati Lista, ia memeluk erat sahabat nya ini.

"Sudah, sekarang bersihkan dulu tubuh mu yang bau amis darah ini, kau harus kepersidangan! Tapi kau hutang penjelasan pada kami semua Lista! Peecayakanlah permasalahan mu pada kami!" Lista tersenyum senang mendengar penuturan Fiona.Lalu mata nya kini beralih ke Teo dan Jerry, Teo mangangguk sambil tersenyum, mengiyakan apa yang diucapkan Fiona, sementara Jerry, ia mengacungkan kedua jempol nya.

"Kau sangat keren kakak ipar! aku tak menyangka dibalik wajah mu yang seperti Dewi itu, kau ternyata menyimpan sisi bringas mu dengan apik!" Teo memukul lengan Jerry.

"Kakak ipar??" Lista mengerutkan alisnya, sebenar nya ia tau maksud Jerry, hanya saja ia kembali dengan pura-pura polos.

"Emm.. iyaa.. eh maksudnya sebentar lagi!" Jerry tergagap menanggapi omongan Lista.

"Quin.. ayo kau harus segera membersihkan dirimu!"

Mereka berempat pergi kesebuah pusat perbelanjaan disana, untuk mencarikan Lista baju dan membersihkan diri nya, dirasa semuanya telah siap mereka kembali melajukan mobil nya ke Federal Circuit Court Of Australia.

Saat mereka sedang dalam perjalanan, ponsel Lista berdering.

Derrtt...Drrtt...

(Halo Leo)

(Bu, berhati-hatilah disini banyak sekali wartawan yang mau melihat jalannya sidang perceraian anda dengan Tuan Kevin!)

(Apa?? )

(Iya Bu, ternyata gugatan mu bocor ke media dan itu semua ulah dari Tuan Kevin, ia membawa bukti jika kau menggugatnya bercerai karena Ibu berselingkuh dengan Tuan Muda Adelio di karenakan dia bangkrut!)

Lista membelalakan mata nya mendengar penuturan leo diujung telfon sana. Ia mnegepalkan tangan nya.

"Brengsek!!" Lista melempar ponsel nya kesembarang arah.

"Ada apa Quin?" tanya Teo yang sedadi tadi duduk disamping nya.

"Buka portal berita, ini menyangkut tentang mu juga Teo!" Jerry langsung sigap membuka berita.

"Tuan Teo, seperti nya prediksi kita benar, Kevin melakukan ini semua, dia ingin bermain-bermain dengan macan yang sedang tidur!" Ucap Teo.

"Jerry pertama-tama hapus berita itu secepat nya, setelah sidang selesai kita eksekusi Kevin, bagaimana menurut mu Quin?" Teo nampak santai meskipun ia tau jika sedang diberitakan memiliki hubungan khusus dengan Callista.

"Ide yang bagus, tapi kali ini biarkan aku yang melakukan nya sendiri Teo, kau cukup membawa nya kesebuah tempat" Jawab Lista dengan senyum devil nya.

Fiona yang menyimal pembicaraan mereka, masih terpaku, ia bingung harus mengatakan apa.

'Sebenarnya siapa dirimu yang sesungguh nya Lis.. selama hampir 19 tahun kita tumbuh bersama, kenapa aku baru melihat sisi lain dari dirimu yang selama ini' batin Fiona dalam hati.

**

Mobil mewah milik Lista memasuki area parkir Federal Circuit Court Of Australia, disana sudah ada bodyguard surihan Teo menjaga Lista dari serbuan wartawan yang haus berita dirinya. Bayangkan daja publik yang selama ini menyangka jika rumah tangga Kevin dan Lista bebas dari gosip miring tiba-tiba berujung dengan perceraian.

Lista turun ditemani dengan Fiona, sementara Teo dan Jerry mereka berdua menunghu di mobil, dan tetap melihat jalannya persidangan melalui tablet pribadi nya. Lista dan Fiona kompak mengenakan topi dan kaca mata hitam. Leo sang pengacara nya sudah menunggu disana bersama dengan Mela.

Terpopuler

Comments

Yuni Jaima

Yuni Jaima

semangat thor,seru banget ceritanya 😍

2022-08-07

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!