Chapter 15: Pesta Nyonya Nathalie 2

Lista menganggukan kepala nya lalu mengikuti kemana arah Teo pergi.

Baru beberapa langkah ia mengikuti Teo tiba-tiba pandangannya tertuju pada Kevin yang menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan. Lista tak menggubris keberadaan Kevin disana, ia tetap berjalan ke Teo dengan anggun dan elegan. Kevin masih berdiri disebuah pilar dengan mata yang masih menatap lekat Lista dengan Teo.

"Kau cantik sekali hari ini Quin?" Teo memulai pembicaraan mereka.

"Apakah kemarin aku tak cantik?"

"Emm maksud ku kau selalu cantik dan mempesona, tapi hari ini kau membuat semua mata laki-laki tak berkedip, aku tak suka itu!" kali ini Teo harus hati-hati bicara pada Lista, ia tak mau kejadian sewaktu di Italy terulang lagi.

"Kau terlalu berlebihan, aku ini seorang model Teo!" Jawab Callista, ekor mata nya masih memperhatika Kevin yang ada dibalik pilar itu.

"Quin.. maaf kan aku atas kejadian kem_" kata-kata Teo menggantung diudara, saat jari telunjuk Lista sudah mendarat di bibir Teo.

"Tidak Teo, jangan katakan apapun" Lista lalu memeluk Teo mendekatkan bibirnya ke telinga Teo dan membisikan sesuatu.

"Tolong aku.. Suami ku Kevin ada dibelakang kita.. jangan katakan apapun mengenai kontrak kerja sama kita, karena aku mendirikan QCL Group tanpa sepengetahuannya."

Teo yang terkejut atas sikap Lista yang memeluk nya, sontak wajahnya merah padam, bulu roma nya berdiri menahan pesona Callista, ia lalu melirik kearah yang dikatakan Lista, dan benar saja, Teo melihat Kevin berdiri disana dengan raut wajah marah menahan kesal, dan sepertinya dia merasa cemburu Lista memeluk diri nya.

"Kau jangan khawatir Quin.. berada dipelukan mu lama-lama aku juga tak keberatan!" jawab Teo yang berbisik juga ditelinga Lista, hembusan nafas Teo begitu terasa di leher Lista, membuat tubuhnya seketika meremang menahan gejolak dihatinya, darah nya seperti mengalir dengan sangat deras hingga ia merasakan desirannya.

"Apa yang kau katakan!" ucap Lista dengan nada sedikit naik namun masih tetap berbisik.

"Kau tau benar apa yang aku rasakan Quin?" Kevin tersenyum sangat manis menampakan lesung pipi nya yang hanya sebelah itu.

*

Dibalik pilar-pilar yang bertengger kokoh didalam gedung bintang lima itu, nampak seorang laki-laki yang menatap nanar penuh amarah pada perempuan dan laki-laki dihadapannya.

Tak lupa ia mengabadikan momen itu, jika sewaktu-waktu itu diperkukan. Ya dia adalah Kevin Lano Alberto, aktor tampan yang masih sah menjadi suami dari seorang model Callista Quinza namun sepertinya status nya sebagai suami akan hilang dalam beberapa waktu lagi, karena sang istri sudah menggugat nya kepengadilan untuk bercerai.

Kevin mengepalkan tangan nya, rahang nya mengeras, melihat Lista yang sengaja memeluk Kevin.

'Kau sudah berani melawan Lista! tunggu dan lihat saja, sebentar lagi kau akan bertekuk lutut dihadapanku!' batin Kevin dalam hati.

Amarah nya kali ini bukan saja karena pengabaian Lista, namun Kevin merasakan sakit di hati nya saat Lista memeluk mesra laki-laki lain.

Ia masih setiap menatap nyalang Lista.

"Baby?" Kevin reflek menoleh kearah suara wanita yang memanggilnya.

"Jo! kenapa kau disini?" tanya Kevin terkejut.

"Kau lupa jika ini ulang tahunnya Nyonya Nathalie?? dia itu Nyonya besar pemilik textile dan brand baju ternama, tentu segala model, aktor dan aktriss diundang untuk hadir disini!" gerutu Jo kesal, seperti nya Kevin tak suka jika dia berada disini.

"Aku tau soal itu, tapi kenapa kau mendekatiku, bukan kah kita sedang berpura-pura untuk menarik Lista kembali kepelukan ku! dia akan curiga jika masih melihat kita bersama Honey.. please.." terang Kevin dengan suara yang masih berbisik-bisik, ia takut jika ada telinga yang mendengar obrolan mereka.

Jovanka memutar bola mata nya malas, kalau saja tujuannya mendekati Kevin hanya untuk kehancuran seorang Callista, pasti ia sudah tak peduli apa yang akan orang lain dengar.

"Ya.. ya.. aku akan pergi..Kiss me please..." rengek Jo manja.

"No Honey.. tidak disini!"

"Baby... ayolah.. aku sangat menginginkan mu malam ini! di gazebo belakang seperti nya aman.. aku tunggu kamu disana.. pasti beda rasanya sensasi berc*nt* di gazebo, itu akan sangat nikm*at by.." rengek Jo lagi, Kevin yang memang tidak bisa tahan jika digoda seperti itu langsung menuruti permintaan Jo.

**

"Nona Fio.. kenapa kau berpakaian seperti ini?" tanya Jerry yang masih sedikit menundukan pandangan nya didepan Fiona.

Fiona melihat diri nya sendiri dari atas hingga bawah.

"Kenapa Jer.. pakaian ku baik-baik saja, bukan kah ini sangat bagus, ini salah satu dari rancangan Lista dan hanya aku yang menggunakn model ini!" sergah Fiona.

"Emm.. tapi Non...itu sangat terbuka, lihat para laki-laki yang mata keranjang itu, mereka menatap mu dengan tatapan lapar, seolah kau mangsa mereka!" Jerry masih mencoba untuk menahan diri untuk tidak memakai kan jas nya pada Fiona.

"Bukan kah aku sangat **** Jerry.. Siapa tau dengan begini aku bisa mendapatkan jodoh aktor yang tampan-tampan itu" Ucao Fiona tanpa dosa.

Mendengar itu Jerry langsung membuka jas nya dan langsung menutupi bagian dada Fiona dan menggeret nya ke gazebo belakang.

"Jerry.. lepas ih... apaan sih kamu!" Fiona masih berusaha melepaskan cengkraman Jerry yang menurut nya berlebihan, apa salah nya dengan pakaiannya, semua masih normal, bahkan ia sangat cantik dengan penampilan seperti ini, jarang-jarang ia menggunakan dress seperti inj, biasa nya ia akan nyaman dengan celana jeans atau kaos oblong nya.

"Jangan sengaja memperlihatkan kemolekan tubuh mu hanya untuk menarik perhatian laki-laki Fiona Cloe! Kau tau, laki-laki akan mendekati mu hanya karena kau itu **** dimata mereka, dan memang nya kau mau hanya dijadikan pemuas nafsu bejat mereka diranjang!!" Tegas Jerry dengan suara lantang.

Fiona bergeming, benar yang dikatakan Jerry, ia pikir dengan seperti ini maka laki-laki akan mendekat padanya, Ayah Ibu nya sudah gencar mencarikan jodoh untuk Fiona, namun tak ada satupun yang menarik perhatian Fiona. Tanpa terasa Fiona sedikit meneteskan air mata nya, bukan perihal kata-kata Jerry yang pedas, namun maksud dari semua itu.

"Hei.. jangan menangis.. maaf.. aku tak bermaksud menyakitimu atau berkata kasar padamu Fio.. Aku hanya tak ingin kau memperlihatkan tubuh mu pada sembarang orang, perlihatkan itu pada suami mu saja kelak, okey!" Jerry mengusap lembut pipi Fiona.

Deg...

Ada sinyal aneh saat Jerry menyentuh pipi Fiona.

'Kenapa... Kenapa jantungku seperti ini' batin Fiona, ia merasa jantung nya seperti habis berlari-larian dikejar anjing atau hewan buas lainnya, menguras segala tenaganya hingga ia Fiona sangat berkeringat..

Terpopuler

Comments

Ketut Masti

Ketut Masti

kyk, a si kevin ma jo brcinta di prgokin ma jery ma fio dech

2022-09-21

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!