Chapter 5 : Kebencian Kevin

Saya penasaran, saat kamu membantu saya dari Feronica kenapa kamu bilang kalau suami kamu sering tidur dengan nya??"

Callista mengambil nafas panjang, ia diam sejenak sebelum akhirnya ia membuka suara.

"Kamu punya jaringan yang luas kan tuan Teo, apa harus aku yang menjelaskan nya??" tanya Lista Sinis.

"Aku sudah tau, hanya saja aku ingin mendengar nya langsung darimu!" Teo menyorot tajam mata Lista.

"Jangan memandangku seperti itu, aku takut jika aku akan terpesona dengan mu!" kekeh Lista yang mengalihkan pembicaraan.

"maka Larilah kepelukan ku!"

Deg..

Lista terlihat sedikit gugup, Ini pertama kalinya ia merasakan salah tingkah ditatap seperti itu oleh laki-laki, selama dengan Kevin Lista tak pernah merasakan itu semua. Sebisa mungkin ia menyembunyikan kegugupannya itu.

"Jangan gugup.. kau bisa menganggap ku teman Callista.. maaf jika aku mencari tau tentang mu!" ucap Teo.

"Untuk apa minta maaf jika kau sudah melakukannya! kau tau bahkan media pun tak tau perihal rumah tanggaku!" jawab Lista dingin. Teo tau saat ini wanita dihadapannya hanya pura-pura kuat.

"Sejak kapan kau mencari tau tentang ku!" tanya Lista lagi, kini ia tengah menikmati Vanilla latte ditangannya.

"Sejak tadi, sejak awal aku bertemu dengan mu!" jawab Teo santai.

Lista merasa tak nyaman seperti ini, apa yang ia lakukan adalah salah, makan siang dengan laki-laki lain bahkan membahas soal privasi rumah tangga nya.

'Ini sungguh tidak benar' pikirnya dalam hati.

Meskipun selama ini Kevin tak menganggap nya seorang Istri, namun ia harus tetap menjaga harga diri suami nya.

"Tuan.. bisakah kita menyudahi makan siang ini?? Sudah hampir pukul 2 siang, saya ada pemotretan" Sergah Lista, ia harus secepat nya pergi dari situ.

"Panggil aku Teo Lista"

"Baiklah Teo, bisa kita pergi sekarang?" Mohon Lista padanya.

"Baiklah.. ingat jika ada sesuatu jangan sungkan untuk membaginya denganku!" jelas Teo lagi.

Lista berdiri dari meja nya hendak pergi,

"Teo.. kita baru bertemu satu kali, jangan campuri urusan pribadi ku.. agar kita tak merasa canggung saat bekerja!" ucap Lista dingin.

Teo menyorot manik Coklat Lista, saat kedua netra mereka bertemu, ada rasa aneh yang timbul dihati Lista, segera ia tepis perasaan itu. Lista lantas tersenyum sekilas lalu ia pergi meninggalkan Teo yang masih tanpa kata-kata. Teo menatap nanar Lista, seketika perasaannya menculas entah karena apa, saat Lista benar-benar hilang dari pandangannya, ia menghembuskan nafasnya kasar.

Drrt..Drrt...

(Halo Nek?) Sapa Teo.

(Oh bujang lapuk ku, akhir nya aku melihat kalau kau itu normal nak) ucap Nenek Nathalie.

Teo mengernyitkan keningnya, berusaha menerka apa yang nenek nya maksud.

(Maksud Nenek??)

(Kenapa kau membiarkannya pergi begitu saja bodoh!) Teo semakin bingung dengan perkataan nenek nya.

(Siapa?? Feronica??)

(Callista Quinza)

Teo mengusap kasar wajah nya, dia lupa jika semua gerak-geriknya disatroni sang Nenek.

(Nek.. dia istri orang!) Terang Teo.

(Kau buat saja mereka bercerai, lalu kau nikahi dia) ucap sang Nenek tanpa dosa.

(Nek.. please.. tidak semudah itu!) Teo mulai memijit pelipisnya yang tidak pening.

(Kau mengakui jika kau tertarik dengannya) tembak langsung sang Nenek.

(sudahlah Nek.. soal Feronica, aku tak berniat melanjutkan hubungan dengan nya, tolong pergilah ke kediaman keluarga nya Nek..katakan jika kita membatalkan pertunangan itu!) terang Teo lagi.

(Itu soal gampang, kita sedang membicarakan putri QCL Teo, kau jangan mengalihkan pembicaraan!) Pekik Nathalie diujung sana.

(Kita bicarakan dirumah Nek, aku tutup dulu) Teo lantas menutup telponnya. Lalu terlihat menelpon seseorang lagi.

( Jer.. jemput aku!)

**

Kevin nampak tak bersemangat menjalani syuting hari ini. Jimy yang sadar betul dengan perangai bosnya hari ini memberanikan diri untuk bertanya.

"Pak.. Anda sakit kah?" tanya Jimy. Kevin menggelengkan kepala nya.

"Apa anda sudah makan siang?" tanya Jimy lagi yang diikuti dengan sorot mata yang tajam.

"Lo liat gue dari tadi disini kan?? lalu gimana cara nya gue makan siang?" jawab Kevin ketus.

"Ada masalah dengan nona Callista Pak?"

Kevin menundukan kepala nya, nampak berpikir dengan pertanyaan Jimy.

"Lo tau kan Jim.. Kehidupan rumah tangga gue dam Lista seperti apa?? mendadak dia gak peduli lagi sama gue!" terang Kevin mengatakan tentang Lista yang berubah begitu cepat.

"Sudah hampir 4 tahun Jim.. dia gak pernah nyerah buat deketi gue! tapi kenapa sekarang dia berubah?"

Jimy mengambil napas nya panjang. lalu menghembuskan nya dengan sedikit kasar.

"Pak.. dia juga punya batas sabar kali.. dia manusia, bukan robot! Siapapun jika diperlakukan demikian sama suami nya pasti akan berbuat hal yang sama!" sergah Jimy.

"lo mihak dia??"

"Bukan begitu.. hanya saja aku merasa kasihan dengan Lista yang kau anggap seperti boneka hidup itu!" terang Jimy lagi, kali ini ia sudah tak memakai kata-kata formal lagi. Kevin mendengus kesal mendengar perkataan Jimy.

"Salahkan Ibu nya! yang sudah berani menggoda Kakek ku!"

"Ck! Kau ini Vin, apa dia tau masalah Ibu nya yang pernah jadi orang ketiga dikehidupan kakek mu dulu!" protes Jimy, ia sudah jengah mendengar alasan yang tak masuk diakal untuk Kevin menyiksa Lista.

"Harusnya dia tau!!"

"Kalau dia tau mungkin dia tak akan mau menikah dengan mu!"

"Gara-gara Ibu nya yang seperti p*l*c*r itu Nenek ku jadi bunuh diri, kau tau kan betapa terpukul nya Ibuku saat dia kehilangan Ibunya!" Ucap Kevin yang penuh dengan penekanan dan kebencian.

"Vin.. gue tau lo itu sebenarnya sayang kan sama Lista!"

"Enggak Jim.. gue benci sama dia! dia lahir dari perempuan yang menjijikan!"

"Terserah lo lah, kalau seandai nya dia gugat cerai Lo gimana ? Secara udah hampir 4 tahun gk pernah lo sentuh dia sama sekali!"

"Gak akan berani dia, secara dia itu hidup dari kepopularitasan nya, kalau sampai dia berani gugat gue, gue tinggal bilang aja dia selingkuh dari gue! Awak media akan mengolok-olok dia Jim hahahahaha!" Jimy bergidik ngeri dengam suata tawa dari sahabat juga bosnya ini.

"Haaa!" Jimy mengangakat bahunya cuek, ia jengah dengan kepercayaan diri Kevin yang tinggi, wanita lemah itu sebenar nya hanya topeng, mereka justru lebih kuat dari yang aslinya. Jimy merasa Callista gak sependek itu fikirannya, entah-entah dia sedang menyusun strategi untuk membalas perbuatan Kevin.

"Baby...." Panggil seorang perempuan dengan manja.

"Hei Jo sayang.. " Kevin memeluk Jovanka dihadapan Jimy.

Jo menarik Kevin ke arah ruangan pribadi mereka, ia lantas mengecup bibir Kevin, mengulum nya lembut namun mampu memancing hasrat Kevin.

"Hei jangan lakukan itu disini! ada banyak kru disini!" Bentak Jimy yang ilfeel dengan sikap kedua nya yang terang-terangan seperti itu.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!