Chapter 18 : Rencana Kevin 1

Awalnya aku menganggap jika kami menikah hanya untuk balas dendam! tapi lama-kelamaan aku berada didekat Kevin membuat ku sedikit goyah dan mulai jatuh cinta pada nya, namun tujuan ku haruslah tercapai, dengan mengembalikan perusahaan agensi Dauren's Company pada Ibuku dan tante Calliana. Perlahan aku mulai melancarkan aksiku, sedikit demi sedikit saham dari Dauren's company anjlok, Kevin sungguh tak bejus mengurus perusahaan itu sendirian, kerja nya hanya bermain wanita saja, meskipun akting nya mampu menghipnotis penonton, namun urusan perusahaan ia sama sekali tak punya skill disana.

Kevin menjual Dauren's Com pada orang yang bernama Monalisa, padahal itu tak lain adalah tante Calliana itu sendiri. Sejujur nya aku tak tega melakukan itu pada Kevin, entah lah perasaan seperti apa hingga aku tak tega melihat nya hancur, aku ingin ia menjadi laki-laki yang baik yang bisa membangun usaha sendiri dengan tangan nya, namun apa yang kudapat dengan berhati malaikat seperti itu, ia kerap sekali membawa wanita-wanita liar ke mansion kami berdua, dan yang akhir-akhir ini ia bawa adalah Jovanka Winter seorang aktris baru yang menjadi mainan Kevin.

Aku sering sekali melihat mereka bermain gila, setiap kali aku berontak, ia selalu mengancam ku dengan kepopularitasann yang meredup jika sampai aku bercerai dari nya, sejujur nya itu semua tak masalah bagiku, karna aku sendiri punya perusahaan Desain sendiri yaitu QCL Group, ia juga kerap kali melakukan kekerasan secara fisik padaku, tante Calliana sudah geram sekali ingin menghabisi dia, namun aku menolak, aku ingin diriku sendiri lah yang menghancurkan Kevin pelan-pelan, aku tak setega Ibu serta tante ku untuk membunuh orang, tapi aku akan membuat nya hancur sejadi-jadinya, raca cinta yang timbul karena perasaan ku pada nya selama ini, berubah menjadi benci dan aku akan tetap membalas rasa sakit ku pada nya.

Flashback off..

"Quin??" aku tersentak kala Teo memanggilku.

"Iya..".

"Bagaimana? apa perlu kita menyeret nya dihadapan orang banyak?" tanya Teo lagi.

"Tidak usah Teo.. biarkan saja, besok pagi kami akan sidang pertama, aku akan menyerahkan bukti video dan foto-foto ini agar proses perceraian ku tak memakan waktu yang lama"

"Tapi dia keterlaluan nona Lista, laki-laki kok gak bisa menjaga diri srndiri, main celap-celup kesembarang wanita begitu! Cih!" Jerry menyuarakan ketidaksukaannya pada Kevin. Sebenarnya bukan hanya Jerry yang merasa jijik dengan sikap Kevin seperti itu, aku sendiri yang kerap menyaksikan adegan tak senonoh itu juga merasa muak! bagaimana bisa selama ini aku jatuh hati pada laki-laki brengsek seperti itu.

"Tak apa Jer, sebentar lagi aku akan terbebas dari diri nya, terimakasih karena kalian mau peduli dengan masalah ku!"

"Fi.. ayo kita pulang, seperti nya acara malam ini sudah cukup!" ucapku pada Fiona.

"Iya Fi.. pulang lah, dan ingat jangan kenakan baju seperti ini lagi, nona Lista, tolong jangan biarkan Fiona memakai pakaian yang seperti ini jika didepan umum." Aku tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalaku.

'Sepertinya Jerry ini menyukai Fiona, wah seperti nya sebentar lagi sahabatku akan menemukan jodoh nya, dan seperti nya Jerry ini laki-laki baik yang sangat perhatian, manis sekali' pikirku dalam hati.

"Quin.. hati-hati lah dijalan, dan untuk besok, saat sidang perceraian mu, usahakan membawa beberapa bodyguard agar Kevin tak melukai mu" Teo kembali memberiku perhatian, sebenar nya tak ada yang salah jika dia menyukaiku, hanya saja publik masih memandang ku sebagai istri dari seorang Kevin Lano Alberto. Aku harus tetap menjaga rasa hormat dihadapan orang banyak, hingga aku resmi bercerai dengan nya.

Terlebih sebentar lagi kedua orang tua ku akan datang, dan bagaimana jika Teo tau kalau ternyata orang tua ku seorang Klen mafia. Apakah Teo akan tetap mencintaiku.. begitu ia tau jika keluarga ku bergelut di dunia hitam.

Aku menghela napas panjang, aku harus fokus pada kasus perceraianku dulu.

"Aku permisi Teo, aku akan berpamitan dulu pada Nyonya Nathalie!"

Setelah berpamitan dengan Nyonya Nathalie aku dan Fiona langsung bergegas pulang.

**

Keesokan harinya, tepat pukul 8 pagi aku terbangun, Fiona sudah menyiapkan sarapan untuk ku, sandwich dan segelas susu coklat hangat kesukaan ku.

"Lo udah bangun.. mandi gih terus siap-siap, Leo tadi udah telfon dan sidang nya akan dilakukan jam 11 siang ini, kita harus segera berangkat kesana"

Aku menuruti perkataan Fiona, mandi dan bersiap-siap untuk segera meluncur kepengadilan.

Hari ini aku menggunakan celana jeans panjang, dan kaos oblong plus jaket jeans juga, dan kali ini aku memakai sneakers putih, rambut aku ikat cepol keatas, biasa nya aku mengenakan pakaian yang feminim, tapi entah mengapa hari ini aku ingin memakai pakaian seperti ini, aku takut jika sampai Kevin berani berbuat macam-macam, akan aku lawan jika sampai hari ini dia memancing amarahku, aku tak akan diam saja seperti hampir 4 tahun belakangan.

"Tumben lo pake pakaian begini Lis?" tanya Fiona heran.

"pengen aja Fi, lo udah siap, ayo kita berangkat!"

"Aku dan Fiona berangkat!"

Saat mobil kami keluar dari parkiran aku melihat ada sekumpulan orang yang mencurigakan, menatap bengis kearah kami berdua. Aku curiga oramg-orang ini akan berbuat hal yang tidak-tidak pada kami.

Dan benar saja, saat kami melintasi jalan sepi, mobil kami dihadang oleh sekumpulan orang-orang tadi.

"Lis.. siapa mereka!" Fiona lalu nampak menekan dengan kasar jam di pergelangan tangannya dan mengatakan sesuatu.

"Jerry!! cepatlah kemari!" Ucap Fiona dengan panik.

Bugh..bugh.. bugh..

Orang-orang itu memukul kasar kaca mobil ku.

"Keluarlah nona! Kami tidak akan kasar jika nona bisa diajak kerja sama!" ucap salah seorang diantara mereka.

"Siapa kalian dan mau apa!" Aku membuka pintu mobilku dan bertanya dengan lantang, aku tak takut sama sekali.

"Ikutlah dengan kami,maka kami tidak akan berbuat kasar!!" ucapnya lagi.

"Hah! apa kalian fikir aku akan menurut?? jangan kalian fikir aku wanita takut pada kalian semua!" tantang ku lagi.

"Lis.. jangan becanda, disini sepi dan gak ada orang sama sekali, gimana kalau sampai mereka semua berbuat nekat!" Fiona berbisik padaku, jelas sekali dia sangat ketakutan.

"Tenang lah Fi! Sebaiknya kau masuk mobil dan kunci rapat, kalau bisa segera hubungi bala bantuan!"

"Tapi elo..."

"Cepatlah Fi!"

Fiona pun menurut, ia langsung masuk mobil dan menguncinya. Setelah Fiona masuk barulah aku kembali bicara pada segerombolan orang-orang ini!

"Besar sekali nyalimu nona! kau cantik sayang jika sampai wajah mu tergores benda ini!" orang itu berbicara dan mengeluarkan belati dari dalam saku nya.

"Cih! aku tak takut sama sekali!"

Bugh..

Salah satu dari mereka ingin melumpuhkan diriku dengan memukul syaraf didekat leher ku, yang jika sampai itu tepat sasaran maka aku akan pingsan seketika, namun sayang aku berhasil membaca pergerakan mereka dengan cepat, hingga aku bisa menahan tangan nya dan memelintir tangan pria yang badan nya jauh lebih besar dari ku.

"Aaaawwwww!"

Terpopuler

Comments

Yuni Jaima

Yuni Jaima

lanjut thor 😍😍😍

2022-08-07

0

Robiatul Adawiyah

Robiatul Adawiyah

wkwkkw gak tau ajj tuh nona juga turunan klan mafia

2022-08-06

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!