Ada sinyal aneh saat Jerry menyentuh pipi Fiona.
'Kenapa... Kenapa jantungku seperti ini' batin Fiona, ia merasa jantung nya seperti habis berlari-larian dikejar anjing atau hewan buas lainnya, menguras segala tenaganya hingga ia sangat berkeringat..
Jerry juga merasa ada sinyal lain saat ia berdekatan dengan Fiona, ia seperti tak rela jika Fiona ditatap haus oleh laki-laki lain, ingin rasanya ia mencongkel mata laki-laki keranjang itu.
"Jerry, terimakasih..." Ucap Fiona yang masih malu.
"Untuk apa?"
"Untuk jas nya!"
"Sudah.. tak apa Fi.. pakai lah .. lain kali jangan menggunakan pakaian seperti ini lagi, Ayo kita kembali, mungkin Callista sudah menunggumu!" Jerry menarik tangan Fiona meninggalkan gazebo belakang, beberapa langkah mereka meninggalkan tempat itu, samar-samar teedengar suara Des*h*n orang yang tengah berc*nt*. Jerry mengehentikan langkah nya, ia melihat kearah Fiona.
"Apa kau mendengarnya Fi?" Tanya Jerry yang masih memfokuskan pendengarannya agar lebih jelas mendengar suara itu.
"Ya.. aku mendengar nya Jer, memalukan! siapa yang berani tidak sopan di acara Nyonya Nathalie?"
Jerry mengepalkan tangan nya. Ia harus mencari tau siapa yang sudah berani berbuat hal yang menjijikan seperti itu di acara penting nenek nya.
"Ayo kita cari!" Tangan Jerry masih setia menggenggam tangan Fiona tanpa melepasnya sedikit pun, membuat Fiona merasa sangat tersanjung diperhatikan sedemikan oleh laki-laki.
Suara orang yang tengah memadu kasih itu semakin terdengar jelas di taman mawar, tepat di samping Gazebo itu. Jerry memperhatikan dengan seksama siapa pemeran film por*o di hadapannya ini.
"Fi, jika kau merasa risih dengan pemandangan itu, berlidunglah di bahuku, tak usah melihat hal yang dapat merusak mata indah mu itu!" gumam Jerry memberikan saran.
"Tidak apa Jerry, aku juga ingin tau siapa orang nya, ayo kita lihat lebih dekat, siapa tau aku bisa belajar dari mereka , agar aku ahli saat bersuami nanti" Ucap Fiona tanpa dosa.
Pleetakkk!
"Awww sakit Jerry, kamu ini kenapa sih!" Sungut Fiona kesal saat Jerry menjitak kepala nya, jerry tak habis fikir bisa-bisa nya gadis disamping nya ini berfikiran yang tidak-tidak saat ingin memergoki orang yang tengah mesum.
"Kamu ini!!! bisa-bisa nya punya fikiran nackal seperti itu, ini situasi genting loh, ibarat detektif yang lagi mencari bukti kasus perselingkuhan! kamu malah mau belajar dari pasangan mesum itu!" Jerry menepuk jidat nya sendiri, ia tak habis fikir dengan tingkah absurd wanita yang beberapa hari ini mampu menyita perhatiannya.
"Kan sambil menyelam minum air, hehehhe" Fiona terkekeh sendiri dengan yang ia lakukan.
"Diamlah Fi, nanti kita ketahuan jika sedang mengintip!"
"Iya.. iya!"
Fiona dan Jerry, mereka melihat dengan arah yang sangat dekat dengan pelaku pembuat mesum itu, hanya pagar dari mawar saja yang menjadi pemisah antara diri nya dan orang-orang itu.
Fiona menatap nya lekat, wajah nya seperti tak asing dengan laki-laki yang memaju mundur kan pinggul nya ke bo*o*g wanita didepan nya.
"Kevin!" Pekik Fiona kuat,sangking kuat nya mungkin saja orang yang tengah mereka intip itu mendengar nya, sontak mulut nya langsung di bungkam oleh Jerry dengan tangan nya, namun sepertinya kedua orang didepan mereka tak menghiraukan sama sekali gangguan didepan sana, mereka masih memadu kasih dengan bermandikan peluh kenikmatan.
"Sssttthh.. Kecil kan suara mu! Fiona, kau bisa membuat kita dalam bahaya!" Bisik Jerry.
"Maafkan aku! Tapi itu... Kevin! Suami Callista!" jawab Fiona yang juga berbisik.
"What!!!" Kini gantian Jerry yang teriak kencang, hingga tanpa sadar Fiona langsung mencium bibir Jerry agar ia segera diam. Fiona dan Jerry beradu pandang, untuk sesaat mereka melupakan kalau saat ini mereka sedang mengintip seseorang.
Fiona tersadar lalu melepaskan kecupannya, ia nampak malu-malu untuk sekedar menatap wajah Jerry, pipi nya sudah merah seperti tomat.
"Maaf Jer.. Aku... Ah maafkan aku!" Fiona menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya.
"Fiona.." panggil Jerry lembut, Fiona masih enggan melepaskan tangan nya dari wajah nya.
"Telfon lah Callista, bagaimana pun dia harus tau kelakuan suami nya yang bejat ini!"
Blussshhh..
Pipi Fiona sekarang terasa panas, ia fikir Jerry akan membahas tentang hal yang baru saja ia lakukan, ternyata ia salah.
'Ya Tuhan, pikiran macam ini! Hah.. aku bisa terkena serangan jantung jika terus berada di dekat Assisten nya Tuan Teo ini!' gumam nya dalam hati.
"Iya aku akan mengirimkan pesan pada Callista sekarang" ucap Fiona yang langsung membuka ponsel nya dan mengetik sesuatu.
Tak butuh waktu yang lama, Teo dan Lista sudah tiba di sana, Lista yang melihat kejadian seperti yang ia lihat sebelum-sebelumnya mengambil ponsel nya lalu memfoto mereka berdua , bukan hanya foto namun juga video.
Teo yang melihat itu langsung membawa Lista kedalam pelukannya, ia tak mau Lista melihat orang yang masih Sah menjadi suami nya itu berbuat hal yang sangat menjijikan, sikap dan tingkah laku nya sudah seperti hewan saja, tak tau tempat untuk melakukan hal Int*m bila hasrat sudah mengusai kedua nya.
"Jangan lihat, jika kau tak sanggup melihat nya Quin!" Ucap Teo yang masih membenamkan kepala Lista dalam pelukannya.
"Aku tak apa Teo, aku sudah melihat kejadian seperti ini berulang-ulang selama hampir 4 tahun ini, rasanya perasaan ku padanya sudah mati! Ayo kita pergi dari sini, jangan mengganggu kesenangan orang yang sedang menggebu-gebu itu!" Lista mengurai pelukan Teo lalu berlajalan perlahan meninggalkan tempat bagi Kevin dan Jo berc*n*a, Teo, Fiona,dan juga Jerry mengikuti Lista dari belakang, mereka bertiga patuh saja saat Lista mengajak mereka untuk pergi, Bak rakyat yang mengikuti titah sang Ratu, ya... Sebentar lagi dia akan menjadi Queen nya Teo Adelio, eh ralat Quin✌️😄
"Lista! Lo gak apa?" tanya Fiona yang memeluk erat sahabat nya itu.
"Santai aja lah, udah biasa kali kayak gini, Lo tau kan Fi..!"
"Iya gue tau, cuma Kevin kelewatan tau gak, ini tempat umum, apa gak bisa gitu mereka nyewa hotel, udah gak punya malu banget!" Cibir Fiona kesal, ia saja yang bukan istrinya Kevin merasa jijik melihat kelakuannya, apalagi Lista yang selama ini menghadapi nya sendiri.
"Terserah mereka lah Fi!"
"Quin.. Apa kau sering melihat hal ini?? maksudku apa Kevin sering melakukan ini padamu??" Tanya Teo, sebagai pria ia merasa malu, kenapa masih ada laki-laki yang sembarang main celap celup diluaran sementara ia masih punya istri yang sah.
"Terlampau sering Teo! makanya mungkin perasaan ku udah kebal dan bodo amat!" jawab Lista tegas.
"Apa perlu aku menarik kedua manusia yang tak beradap itu di hadapan banyak orang agar mereka malu??"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments