Chapter 8: Masa Lalu Callista

"Kau kenal dengan Nona Lista sejak kapan nona?? aku lihat kalian begitu akrab seperti kakak dan adik?" tanya Jerry penasaran.

"Sejak umur 9 tahun, aku bertemu dengan nya saat musim dingin, waktu itu aku sedang berjalan-jalan dengan kedua orang tua ku menyusuri jalan disore hari, aku melihat Lista sedang berusaha mengambil sisa makanan yang berada didalam tong sampah, karna tinggi tong sampah itu melebihi diri nya, lalu aku berniat menolong nya, awal nya aku fikir ada barang dia yang terjatuh, ternyata dia ingin mrngambil sisa makanan dari dalam sana"

Fiona menghentikan kata-kata nya sejenak, ia mengusap air mata nya, tak terasa bulir-bulir bening itu menetes , mengingat betapa menyedihkan nya hidup Lista dulu.

Jerry merogoh sapu tangan disakunya dan memberikan pada Fiona.

"aku, Ayah serta Ibuku terenyuh melihat pemandangan didepan kami, anak seusia nya sudah harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup, lalu kami mengajak nya untuk makan diresto terenak dikota kami, kau tau Jerr.. dia makan lahap sekali, dia tidak sungkan pada kami yang orang baru!" Ucap Fiona yang masih getol menceritakan tentang seorang Lista.

"Ayah dan Ibuku langsung menyukai nya, lantas mereka mengadopsi Lista untuk dijadikan adikku, Lista itu... sosok yang sangat ceria dan penyayang, dia menyayangiku lebih dari apapun, namun satu yang dia tidak lakukan.." ucapan Fiona menggantung.

"Apa itu??" tanya Jerry penasaran.

"Dia tidak mau memakai nama belakang keluargaku, Cloe"

"Apa kau tau alasannya ??" Tanya Jerry lagi.

"Iya.. dia tidak ingin orang-orang mengenal nya dengan harta Ayah Ibuku, dia ingin membesarkan namanya sendiri, agar kelak jika Ibu Lista melihat nya, dia bisa datang dan mrncari Lista!" jawab Fiona

"Lalu pertemuannya dengan Kevin?"

Fiona menghembuskan nafas nya kasar,

"Saat Lista mengikuti ajang pencarian bakat modeling, waktu itu Lista baru merampungkan kuliah nya di bidang Desain, usia nya masih sekitar 23 tahun, Kevin datang dan menawarkan kerja sama!" Fiona menutup mulut nya, sadar bahwa ia sudah begitu dalam memberikan informasi pribadi Lista, pada orang baru seperti Jerry.

"Tenang Nona, aku bisa menjaga privasi Nona Lista, kau tau.. kenapa tiba-tiba aku ingin mengetahui tentang nya dari orang-orang terdekatnya seperti kau ??"

Fiona mengerutkan kening nya, seolah berfikir lalu menggelngkan kepalanya.

"Karna seperti nya Tuanku menyukai Nona Lista!" jawab Jerry enteng.

"What??? Seriously??" Pekik Fiona kencang hingga orang-orang disekeliling nya melihat kearah nya. Begitu juga dengan Lista.

"Fi.. kenapa??" tanya Lista dari bangku depan.

"Ehh.. Anu.. enggak Lis.. aman kok hehhe!" jawab Fiona yang tertawa klise yanh dibuat-buat agar Lista tak bertanya lebih jauh lagi.

"Kenapa suara mu keras sekali nona, lihat orang-orang sekitar kita melihat!" Cibir Jerry

Fiona mencebikkan bibir nya mendengar perkataan Jerry.

"Kau yang membuat ku kaget, kenapa malah menyalahkan aku! sudah lah lanjutkan cerita mu" Pinta Fiona pada Jerry.

"Kau tau bukan, Tuan Teo itu sudah berumur matang, dan harus nya sekarang dia sudah mempunyai anak!" tampak Fiona mengangguk-angguk kan kepalanya.

"Dia tidak pernah sekalipun menyukai seorang wanita, hingga Nona Nathalie berfikir jika Tuan Teo itu tidak normal hahahhaha" Jerry terkekeh geli bergosip tentang tuannya.

"Kau ini, enteng sekali mengumpat Tuan mu dibelakang ya??" ejak Fiona namun ia pun ikut terkekeh membayang kan jika benar seorang Teo Melvin Adelio tidak normal.

"Bagaimana kalau kita kerja sama menjodohkan mereka?? soal penjahat kelamin itu , santai saja.. "

"Penjahat Kelamin??" Jerry menautkan alisnya.

"Iyaa.. si Kevin itu.. kami menyebutnya penjahat kelamin! Hahahhaah" kini Fiona tertawa sangat keras, Jerry pun sama, mereka saling adu kepalan tangan tanda kedua nya satu tujuan.

Lista dan Teo yanh melihat kedua nya melempar pandangan satu sama lain.

"Sejak kapan mereka berdua akrab Tuan?" tanya Lista aneh.

"Teo Lista jangan panggil aku tuan!"

"Udah kebiasaan, maaf.. T E O !!" Teo tersenyum manis mendengar nya.

"Entahlah, aku juga baru sadar sejak kapan Jerry duduk dengan Nona Fiona?"

"Quin?? apa kau sudah tak apa-apa??" tanya Teo.

"Quin??? sejak kapan panggilan untuk ku berubah menjadi Quin ??" tanya Lista penuh heran.

"Itu panggilan khusus dari ku untuk mu!" Jawab Teo enteng sembari memakan sandwich ditangan nya. Ada desiran aneh di hati Callista saat Teo memberikan panggilan khusus untuk nya.

"Kau sudah tak apa sekarang??" tanya Teo lagi yang membuyarkan lamunan Lista.

"seperti yang kau lihat" kini arah pandangan Lista beralih ke luar jendela pesawat. Ia memperhatikan sekumpulan awan yang nampak indah dipagi hari seperti ini.

"Quin??" Panggil Teo.

"Iya.. " jawab Lista yang masih enggan memindahkan pandangannya kearah lain.

"Kau suka melihat semua nya dari atas sini??"

"Saat perjalanan kerja, aku jarang sekali bisa menikmati waktu seperti ini, aku lebih banyak menghabis kan waktu di dalam pesawat dengan tidur, ternyata indah juga" terang Lista

"Kau mau ini?? pasti belum sarapan kan??" ucap Teo yang menyodorkan kotak makanan yang ada sandwich didalam nya, juga sebotol susu coklat hangat.

"Kau menyiapkan nya untuk ku??" Lista mengambil kotak makanan itu sambil tertawa.

"Nenek yang menyiapkan nya, saat beliau tau kalau pemilik QCL Group itu model yang sangat terkenal dan sangat cantik! dia fans berat mu Quin" terang Teo memberikan senyum termanis nya. Wajah nya yang berkulit hitam manis, hidung mancung mata yang hitam pekat serta bulu-bulu halus yang tumbuh disekitar rahang nya membuat kesan yang sangat memesona, Sejenak Lista mengagumi pria dihadapannya kini, pria pertama yang memperlakukannya dengam sangat manis.

"Seriously?? makanya aku diundang keacara ulang tahun nya kamis ini ??

Wah.. Nenek mengirimimu undangan ??" Tanya Teo yang dibarengi anggukan kepala Lista.

'Nenek bergerak cepat rupanya' batin Teo dalam hati, tanpa sadar ia tersenyum.

"Kenapa kau tersenyum??"

"Nenek itu sangat lucu, kau akan suka plus sakit kepala jika kau bertemu dengan nya, hahahahh" kini Lista dan Teo yang tertawa bersama dengan sangat keras.

Mela yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Lista dan Teo nampak senyum-senyum sendiri, lalu ia pun memperhatikan antara Fiona dan Jerry juga menggeleng-gelengkan kepalanya.

'Seperti nya akan ada dua pasangan baru disini' gumamnya dalam hati.

Mereka berlima tiba di bandara Internasional Leonardo da Vinci Italia. Mereka langsung disambut oleh orang-orang dari perusahaan Adelio, dan semua nya langsung diboyong ke hotel pribadi yang juga milik Adelio Group itu.

"kau ingin memesan kamar sendiri atau berdua dengan Fiona Quin ??" tanya Teo

"Aku sendiri saja, aku ingin menghabiskan waktu sendirian, tengah hari kita baru ke perusahaan mu bukan ??"

"Iyaa, kau istirahat lah.. matamu sembab sekali" Cibir Teo yang langsung berlalu meninggal kan Lista di loby.

next..

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!