Chapter 13 : Rencana Kevin

"Lalu langkah apa yang akan kau ambil setelah itu! beberapa hari yang lalu aku melihat ada undangan dari Nyonya besar Adelio untuk Istrimu" Ucap Jo, ia masih polos tanpa sehelai benang pun, tubuh nya hanya ditutupi selimut, ia duduk dengan meselonjorkan kaki nya lalu meneguk teh hangat, gaya nya sudah persis seperti diri nya itu Nyonya Alberto.

"Akan aku seret dia kemari untuk berlutut dihadapanku!" Amarah Kevin seperti nya memang sedang berada di puncak, Jo tidak pernah melihat Kevin semarah ini.

"Relax dear, Don't Rush okay! Sepertinya sekarang dia itu sudah berubah menjadi rubah betina, jadi kita harus ekstra sabar untuk menaklukan lawan kita! ikuti permainan nya.. buat ia jatuh cinta dan bertekuk lutut dihadapan mu.. lalu setelah itu patahkan segala ekor nya agar ia tak bisa bergerak sama sekali!" Kevin bergeming, benar juga yang dikatakan Jo, selama ini Lista sudah menunjukan jika dia mencintai Kevin, jadi akan sangat mudah untuk menarik kembali Lista kepelukannya.

"Kau benar Honey.. ah.. aku beruntung memiliki dirimu!" Kevin memeluk Jo dengan erat menciumi setiap inci wajah Jo, yang membuat Jo tersenyum senang.

'Andai menghancurkan mu semudah ini Lista' monolog Jo dalam hati.

"Sekarang kau telpon kembali awak media yang kau beri tahu tadi, batalkan semuanya! tunjukan kalau mulai sekarang kau peduli padanya" ucap Jo lagi yanh disertai anggukan Kevin.

Kevin mengambil ponsel nya dinakas, lalu menghubungi seseorang. Setelah dirasa cukup Kevin kembali mematikan ponsel nya.

**

Di apartemen Lista, perasaan senang menyelimutinya, ia bersenandung ria sambil bersiap untuk pergi kekantor nya.

Ding..Dong..

Lista berjalan mendekat ke arah pintu, ia fikir Fiona yang datang, namun Lista syok didepan Apartemen nya banyak sekali orang mengantarkan karangan bunga yang bermacam-macam.

"Siapa yang mengirimiku bunga sebanyak ini?" tanya Lista pada salah satu dari mereka.

"Tuan bilang anda akan tau setelah membaca memo nya Nona! dan anda harus membaca memo dari setiap buket yang ada disini" jelas pengantar bunga itu lalu meletakan semua bunga itu didalam apartemen Lista.

Lista mengerutkan kening nya, ia menimbang-nimbang , siapakah yang memberi nya bunga sebanyak itu, ruangan apartemen nya sudah seperti taman atau lebih tepat nya toko bunga.

'Teo! apa ini kau yang melakukan, ah...manis sekali' Batin Lista, is mengira Teo lah yang melakukan ini semua.

dia membuka memo yang sangat panjang itu.

'ini bukan memo tapi surat!' Ia masih menertawai keabsurdan dari Teo, karena ia masih mengira bahwa Teo lah yang mengirimkannya bunga sebanyak ini.

Memo

Dear Callista Quinza aku rindu... rindu dengan segala yang ada pada dirimu..

setiap hari aku ingin kau berada disisiku..

Maafkan lah segala keburukan dan keegoisan ku, aku ini .. laki-laki payah yang tidak cukup mampu untuk mengatakan 'Aku mencintaimu'...

Aku laki-laki bodoh yang mengabaikan setiap kasih sayang mu!

Jika kau berfikir aku akan senang dengan perceraian itu maka itu tidak benar..

Aku begitu merasa kehilangan mu Callista..

Mari kita bicara untuk menyelesaikan permasalahan dan kesalapahaman diantara kita..

Berikan aku kesempatan, untuk membuktikan jika aku benar-benar ingin berubah untuk mu..

Maafkan setiap kata-kata pedas dari mulut ku yang sudah melukai hatimu..

Maafkan lah tangan ku yang sering mengkasari dirimu..

Maaf kan lah aku Callista..

Dosa ku padamu begitu banyak seperti buih dilautan.. kau boleh memukulku habis-habisan..kau holeh mencaci maki aku sesuka mu Lis.. aku tak keberatan dengan hal itu..

Tapi aku mohon.. jangan ucapkan selamat tinggal..

Selamat tinggal itu sakit..

Selamat tinggal itu Rindu..

Bagaimana jika aku rindu padamu...

Kembalilah Lista aku mohon..

Kevin Alberto

"Kevin!" Lista mendelikan matanya melihat nama pengirim dari bunga-bunga cantik itu, ia menjatuhkan kertas memonya, matanya tertuju lagi pada tumpukan bunga-bunga segar yang wangi dihadapannya, ia masih tak menyangka jika ini semua perbuatan Kevin.

"Ini bukan dirimu Vin..aku tak percaya kau berbuat seperti ini!" Lista terduduk di lantai.

"Aku sangat yakin kalau ini bukan tulus dari hati mu, tapi..baiklah.. aku akan lihat sampai mana kau ingin mempermainkan aku!" Lista bangkit dan mengambil tas jinjing nya lalu keluar menuju parkiran, ia menjalan kan mobil nya melesat cepat menuju kantor nya. Kantor yang selama ini tak Kevin ketahui.

Sesampai dikantor, ia bergegas masuk kedalam ruangannya. Sudah ada Fiona disana.

"Lis.. rancangan lo keren sih, liat ni mereka baru ngirim figura nya aja udah keren banget, gue yakin ni baju bakal pecah dan laku keras, kok lo bisa punya ide sih ngasih tema cinta musim semi!" Lista sama sekali tak mendengar apa yang diucapkan Fiona, pikirannya masih melanglang buana tentang Kevin.

Cettakkk...

Fiona menjentikan jarinya di muka Lista.

"Lista... Woi!!!"

"Hah.. apa sih Fi.. gak usah triak gitu ah gue gak budek!" gerutu Lista.

"Ya elo gue ngomong malah bengong! kenapa sih, mikiri apaan, muka lo gak enak diliat walaupun masih cantik!" cibir Fiona.

"Sini deh.. gue mau cerita, lo pasti gak percaya ni!" Callista menarik tangan Fiona untuk duduk di sofa yang ada diruangan itu.

"Kevin Fi.. dia ngirimi gue bunga satu truk ada kali tu tadi penuh apartemen gue! Lo percaya gak.. terus ni dia nulis kayak gini!" Lista menyodorkan memo dari Kevin tadi, Fiona yang membacanya langsung membelalakan matanya tak percaya, ia mengucek-ngucek mata nya lagi untuk memastikan kalau apa yang ia baca ini salah.

"Gila ni orang, beneran Kevin ni yang bikin?? kok gue ragu ya Lis?"

"Lo kira gue enggak gitu, mana mungkin lah dia mau capek-capek nulis beginian, tapi gue penasaran apa maksud dan tujuannnya kayak gini, bertepatan hari ini surat panggilan dari pengadilan datang kerumah nya!"

"Jangan-jangan dia gak mau pisah dari lo Lis?"

"Bodo amat, gue udah gak mau percaya lagi Fi"

"Terus lo mau nemuin dia?" tanya Fiona penasaran.

"Iyaa gue mau liat apa sebenarnya tujuan dia, tapi gue gak bakal berhentiin gugatan gue, kita lihat sampai mana dia mau bermain-main!'' Jawab Lista yang diiringi dengan senyum devil nya. Lista lalu merogoh tas nya dan menelfon seseorang.

(Mela... perintahkan Aiden untuk mengikuti semua kegiatan dari Kevin, apapun itu lalu laporkan kesaya!) Lista lalu menutup telpon dan meletakan kembali ponsel nya.

"Keren lo Lis.. belum tau aja tu si Kevin apa wajah asli dari seorang Callista Quinza!"

"Terkadang kita harus menjadi lemah untuk mengelabui musuh kita kan?" Lista menarik satu alisnya.

Terpopuler

Comments

Yuni Jaima

Yuni Jaima

😍😍😍

2022-08-07

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!