"Aku akan melindungi mu Quin"
Deg...
"Bagaimana bisa kau melindungiku Teo, kau sendiri saja meminta perlindungan padaku!" cibir Lista, sebenarnya ia gugup, dan jantung nya berdetak sangat cepat, saat Teo mengatakan ingin melindunginya.
Teo tersenyum simpul, ia menatap lekat bola mata Lista yang cantik, perlahan ia mendekatkan wajah nya ke Lista, dan...
Cup...
Teo mendaratkan satu kescupan singkat ke bibir Lista tanpa mengucap satu katapun, Lista yang menerima serangan dadakan itu panik, gugup dan juga merasa malu. Teo mencuri ciuman pertama nya, hal yang tidak pernah Kevin lakukan sama sekali terhadap nya selama hampir 4 tahun mereka menikah.
"K-au..." Lista memegang bibirnya ucapannya terbata, ia tak bisa menyembunyikan raut ketegangan diwajahnya, pipinya bersemu merah seperti mawar yang tengah mekar.
Teo mengusap lembut bibir Lista.
" Kau sangat cantik dan mempesona Quin...aku tidak bisa menahan diriku lebih lama lagi.. Bodoh sekali pria yang sudah memilikimu namun menyia-nyiakannya" Ucap Teo lembut, bahkan kini tangannya sudah mengusap pipi Lista yang kemerah-merahan.
"Tapi ini salah Teo... A-ku.. A-ku.. masih Sah istri orang!" Lista menepis tangan Teo segera lalu memalingkan wajah nya kearah lain.
"Istri yang tak pernah dianggap?? Istri yang hanya ada di atas kertas saja??"
Lista bergeming, apa yang yang dikatakan Teo benar, ia hanya istri yang ada diatas kertas.
"Quin..." Lista masih enggan untuk menatap Teo, pelupuk matanya kini seolah sudah tak bisa membendung air mata nya yang jatuh, butiran bening itu kini lolos seketika dipipi mulus Lista, Ia terisak namun tak mengeluarkan suara.
Teo yang sadar jika Lista sedang menangis, langsung memeluk tubuh mungil nya dari belakang. Lista membiarkan begitu saja perlakuan Teo.
'Tuhan.. maafkan aku.. tak seharusnya aku lemah, namun aku wanita biasa, orang yang aku pikir selama ini bisa menjadi sandaran ku, memberikan pelukan seperti ini, justru sama sekali tak melirik ku! aku tau.. ini lah titik kelemahan bagi seorang perempuan, saat pasangan nya sama sekali tak pernah ada untuk nya, lalu hadir seseorang yang mampu meneduh kan jiwa nya, pastilah ia akan terhanyut didalam nya' batin Lista dalam hati.
"Quin.. berbagilah dengan ku.. tumpahkan segala sesak yang ada dihatimu!"
"Kenapa kau melakukan ini Teo.." ucap Lista, suara nya lirih disela isak tangisnya.
"Karna aku.. men-" Kata-kata Teo terhenti saat Lista menutup mulut Teo dengan telapak tangannya.
"Jangan katakan itu!" Lista kembali memalingkan wajah nya.
"Why??"
"Aku masih sah istri orang Teo, tersiksa atau tidaknya aku bersama nya, aku masih tetap istri nya, jadi kumohon.. jangan mengatakan hal yang masih tabu kau dapatkan!" Lista mengambil Heels nya yang berada disamping Teo lalu pergi menuju mobil yang tadi mereka naiki, meninggalkan Teo yang masih duduk dan mematung dengan apa yang baru saja Lista ucapkan. Ia menjambak rambutnya kasar.
"Bodoh! kenapa aku tak bisa menahan diri!" rutuk nya kesal pada diri sendiri, kenapa ia tak bisa mengontrol hasrat yang menggebu-gebu itu. Teo lantas menyusul Lista ke mobil.
Diperjalanan pulang ke hotel Teo dan Lista diam, tak ada satupun yang mulai membuka pembicaraan disana, sesekali Teo melirik Lista dari kaca spion, dan Lista masih sama, ia menatap nanar keluar jendela.
Hingga mereka tiba dan masuk kedalam kamar masing-masing pun Lista masih enggan berbicara.
Sesampai nya dikamar, Lista langsung mengunci pintu dan melempar tubuh nya sendiri keatas ranjang, pikirannya menerawang jauh, saat Teo ingin menyatakan cinta nya tadi.
"Maafkan aku.. tak seharus nya aku begitu! tapi bagaimana bisa kau jatuh cinta secepat itu Teo.. meskipun aku tak menampik , aku pun mungkin jatuh cinta padamu sejak pertama kita bertemu, tapi waktu yang tidak memihak kita berdua!" ucap nya sendiri.
Lista lalu merogoh ponsel nya yang ada didalam tas.
(Bagaimana Leo?)
(Sudah beres Bu, berkas ibu sudah masuk kepengadilan, mungkin 3 hari lagi pengadilan akan segera memanggil anda dan juga Pak Kevin untuk sidang pertama)
(Bagus.. apa menurut mu ini tak akan berlarut-larut?)
(Saya yakin tidak Bu, foto-foto dan video perselingkuhan yang Ibu kirim pada saya kemarin itu sudah cukup menguatkan alasan Ibu untuk bercerai)
(Baiklah Leo, terimakasih banyak!)
Lista mematikan telfonnya dan langsung menelfon Fiona.
(Fi.. kekamar gue ya.. penting)
Setelah menelfon Fiona Lista duduk ditepi ranjang, menunggu sahabat nya datang.
Ding..dong..
Lista bergegas membuka pintu kamarnya, muncul Fiona disana.
"Kenapa Lis?" tanya Fiona langsung.
"Berkas perceraian gue dan Kevin udah diterima, dan Leo bilang mungkin dalam 3 hari ini kita berdua akan sidang pertama!"
"Bagus dong, itu kan yang lo mau?"
"Iya.. dan sehabis pulang dari sini, gue mau tinggal di apartemen gue aja, males gue balik kerumah neraka itu!"
"Perlu gue temeni??" Fiona menawarkan diri.
"kalau lo mau sih boleh lah.. eh gue mau cerita yang lain juga!"
"Yang lain?? apaan??" Fiona menautkan alisnya, seperti nya Lista ingin bicara mengenai Teo.
"Tadi waktu gue sama Teo kepantai, dia nyium gue!"
Fiona yang kaget plus girang membuka mulutnya lebar-lebar, ekspresi terkejut nya sanggup membuat ia melongo.
'Buset.. tu bujang lapuk gercep juga ternyata' batin Fiona dalam hati.
Lista menyumpal mulut Fiona dengan roti selai coklat.
"awas tu lalat ngumpul disitu! lebar amat nganga nya!" Cibir Lista.
"Sialan Lo, tapi rotinya enak sih!"
"Dasar!"
"Terus-terus sehabis itu kalian ngapain ??" tanya Fiona penasaran.
"jangan mesum otak lo ya Fi! kita gak ngapa-ngapain... sehabis itu Teo meluk gue dan hampir aja dia nyatain cinta nya ke gue!"
"Terus lo terima kan ya.. gue udah tebak sih, Teo itu cocok ama sama lo, tatapannya itu juga udah bisa kebaca kalau dia tulus sayang sama lo!"
"EnggK! gue gak terima dia!"
"Lah.. kenapa sih Lis?" raut wajah Fiona kembali masam.
Lista menarik nafasnya dalam, lalu menghembuskan nya dengan kasar.
"Gue masih istri orang Fi.. gak wajar lah gue berhubungan sama orang lain!"
"Terus apa kabar sama Kevin! dia juga pria yang udah beristri kan?? apa wajar kalau dia berhubungan sama wanita lain?? gak cuma berhubungan bahkan dia mesum didepan Mata lo sendiri!" Fiona kesal seolah Lista masih berharap pada Kevin yang penjahat kelamin itu.
" kalau gue terima Teo, apa bedanya gue sama Kevin Fi! sama-sama berkhianat kan! gue sama dong buruk nya sama Kevin!"
"Tapi Lis..itu beda!"
"Dari segi mana nya yang beda! lagian kalau Teo bener-bener tulus sama gue, dia bakal nungguin gue kok, sampai gue cerai sama Kevin!"
" tapi..Lo juga suka kan sama Teo?" selidik Fiona.
"Emm.. Gue..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Yuni Jaima
😍😍
2022-08-07
0