Lista meraba mata nya, seperti nya benar matanya nampak begitu sembab, segera ia masuk kedalam Hotel dengan fasilitas VVIP yang diberikan Teo untuk nya, ia langsung mandi dan berendam dengan air hangat ia memejamkan mata nya, tanpa sadar Lista tertidur didalam Bathup.
Lista tersentak dari tidur nya saat dering ponsel nya berbunyi, ia lantas segera bangkit dan berbilas untuk menyelesaikan ritual mandi nya.
Ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Bathrobe dan handuk yang dililitkan dikepala, ia mengecek ponsel ternyata sudah ada panggilan berpuluh-puluh kali dari Fiona, dan juga Teo.
Tok..tok..tok...
Keras sekali ketukan pintu dari luar, Lista lantas berjalan mendekat dan membuka handle pintu.
Lista tercekat melihat Fiona, Mela, Teo dan juga Jerry ada disana dengan raut wajah panik.
Teo yang melihat Lista masih memakai bathrobe pendek nyaris memperlihatkan seluruh paha nya yang putih mulus, menelan saliva nya kuat, lalu menggeret Jerry dan menutup matanya cepat.
Lista yang sadar bahwa ia masih memakai bathrobe pun lantas menarik Fiona dan masuk kedalam kamar lagi.
"Lo gak kenapa-napa kan Lis??" Fiona bertanya dengan raut wajah yang panik.
"memang nya gue kenapa Fi.. ni liat gue baik-baik aja!" Lista memutar-mutar badannya didepan Fiona.
"Haaa syukurlah, gue kira lo kalap terus bundir disini.. gue telfon gak diangkat-angkat!" tukas Fiona yang mencebikan bibirnya.
Lista lantas melirik jam di dinding yang menunjukan pukul 12 siang. Ia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, ternyata ia sudah berendam selama 3 jam, dan ia tak sadar akan hal itu.
"Heheheh gue ketiduran pas berendem tadi!" ucapnya tanpa dosa.
"Gemes gue liat elo Lis, udah buru siap-siap kita mau keperusahaan Adelio, kita akan kesana setengah jam lagi" terang Fiona, ia lantas memutar badannya untuk kembali kekamarnya, karena sejatinya dirinya sendiri juga belum siap-siap, Fiona masih mengenakan kaos oblong putih polos dengan celana pendek diatas lutut nyaris tak terlihat.
Lista lantas bersiap-siap dengan cepat, ia memakai Dress sepan tanpa lengan diatas lutut warna biru nude, dan cardigan dengan panjang dibawah lutut motif bunga lily, rambut nya ia ikat sedikit kebelakang ditambah curly sedikit dibagian depan, sangat elegan dan cantik, bahkan dengan tampilan begini Callista nampak lebih muda, tidak kelihatan jika dia berumur 27 tahun.
Lista berjalan anggun ke luar kamar, diluar Teo sendiri sudah mengenakan kemeja yang juga warna hitam nude, dengan celana bahan berwarna abu, ia menatap Lista tanpa berkedip, cantik sekali, anggun..ingin rasanya ia mengukung Lista didalam kamar saja dan enggan membawa nya keluar, pasti diluar sana banyak mata laki-laki yang menatap haus pada Lista.
Cettaakk....!!!
Lista menjentikan jarinya didepan Teo.
"Teo.. kau lihat apa??" Lista bertanya sembari mengayunkan tangan nya didepan Teo.
"Kau cantik sekali Quin?" Lista bersemu merah mendengar pujian Teo.
'Oh Tuhan... ada apa dengan jantung ku ini, sebentar saja aku ingin merasakan kehangatan seperti ini' monolog Lista dalam hati.
'Cantik sekali kamu Quin.. andai aku jadi pria beruntung yang memiliki mu.. akan aku jaga sepenuh hati ku' batin Teo dalam hati.
Jerry dan Fiona saling bersinggungan siku melihat pemandangan didepan mereka.
"Awal yang bagus Tuan Teo, aku padamu! Muuuachhh" Fiona kegirangan dan memberikan kecupan jauh untuk Teo.
" Ck! Apa yang kau lakukan! bersikap lah biasa saja Pada Teo!" Jerry menatap tak suka dengan tingkah Fiona yang begitu.
"Memang nya kenapa sih, kamu bersikap begini seperti suami yang sedang cemburu saja!" gerutu Fiona.
Jerry mendelik mendengar kata-kata Fiona. Benar juga kenapa dia tak suka saat Fiona bersikap begitu pada Teo, apa hak nya melarang. Kini gantian Mela yang tertawa sendiri melihat Jerry dan Fiona.
*
Mereka semua sampai diperusahaan Adelio, langsung saja mereka meeting dengan tim disana, mereka membahas tentang rancangan Desain seperti apa yang dibutuhkan oleh mereka semua, Lista mengusul kan 10 rancangan awal yang menurut nya bagus, unik dan berkelas tinggi. Kepala tim ingin Lista segera merampungkan Desainnya agar mereka bisa melihat bahan apa yang bagus dan cocok digunakan, setelah itu mereka membahas Model, aktor atau aktris mana saja yang akan mereka gaet untuk memperkenalkan brand baru mereka bulan depan.
"kalau untuk Aktor saya rasa akan lebih cocok jika Kevin Lano Alberto yang kita pakai" Ucap Kepala produksi.
deg...
Dari sekian banyak nya Aktor kenapa harus Kevin, batin Lista dalam hati.
Teo melirik sekilas kearah Lista, nampak wajah Lista yang sedikit gusar.
"Apa tidak ada kanidat lain selain Kevin?" Teo membuka suara. Lista melihat kearah Teo ia paham seperti nya Teo mengerti kegusaran hatinya, lantas Lista mengedipkan mata, tanda bahwa ia baik-baik saja.
"Tidak ada Pak...saya rasa Kevin sangat cocok untuk Desain dari nona Lista ini!"
"Lalu untuk aktris nya??"
"ada dua kanidat yang bagus Feronica whist dan Jovanka Winter!"
Lista menarik napas nya panjang, seperti nya sudah putaran takdir nya jika ia harus terus menerus berdampingan dengan mereka semua.
Rapat hari itu selesai, mereka berlima pergi ke Resto terdekat untuk makan siang. Setelah nya Teo meminta Lista untuk keluar bersama dan berjalan-jalan sebentar, Teo membawa Lista ke pantai Rabbit Beach Lampedusa pantai dengan ratusan kelinci yang hidup disana.
"Ini indah sekali Teo" Lista berlarian kesana kemari sebentar lalu berlari-lari lagi mengejar kelinci seperti anak kecil yang bermain denhan ratusan kelinci, Lista teesenyum lepas disana, sejenak ia dapat melupakan semua kejadian buruk yang menimpa nya sebelum ia terbang kesini.
Teo tersenyum bahagia melihat senyum lepas dari bibir Lista.
"Kau suka Quin ??"
"Sangat Teo.. aku baru tau jika ada pantai dengan banyak kelinci disini" ucap nya yang masih tetap berlari-larian mengejar dan menangkap kelinci, ia bahkan sudah melempar heels nya entah kemana, Teo yang melihat itu langsung memungut sepatu Lista lalu menenteng nya ditangan nya.
Setelah puas bermain dengan kelinci mereka berdua duduk dengan menatap hamparan laut lepas didepannya.
"Kau tidak keberatan jika Kevin dan Jovanka yang akan mengenakan rancangan mu?" tanya Teo hati-hati.
"Seperti nya takdir masih harus membawa ku untuk selalu berada dilingkup hidup mereka semua!" Lista tersenyum samar.
"kalau kau keberatan aku bisa menggantinya Quin.."
"Tak apa Teo, aku wanita tangguh kau tau kan??" Lista terkekeh geli dengan kepercayaan diri nya yanh sok kuat itu.
"bagaimana dengan dirimu sendiri Teo, kau juga akan berhadapan dengan Feronica bukan?" cibir Lista
"kan ada dirimu Quin.. aku bisa berlindung dibelakang mu!"
"Ck! kau ini laki-laki Teo, seharus nya aku yang meminta perlindungan padamu.. kenapa ini malah sebalik nya ,menghadapi Feronica yang seprti lubang semut itu saja kau tidak berani!"
"Aku akan melindungi mu Quin!"
Deg...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments