Setelah memakai setelan piyama panjang, Lista merangkak ketempat tidur, mengistirahat kan tubuhnya yang lelah. Namun sebelum tidur ia teringat dengan sesuatu, lalu mengambil ponsel nya dan menelfon seseorang.
(Halo Leo.. Apakah berkas yang aku butuhkan sudah kau siapkan?)
(Sudah Bu, Lusa saya akan masukan berkas Ibu kepengadilan)
(Baiklah, tapi saya mohon jangan sampai Kevin tau dulu rencana saya, biarkan saja pihak pengadilan yang mengantarkan surat panggilan itu sendiri)
(Baik Bu, sekarang fokuskan untuk mencari bukti-bukti kuat perselingkuhannya agar ia tak bisa mengelak)
(Oke)
Lista menaruh kembali ponsel nya lalu kembali merebahkan diri nya,tak perlu menunggu waktu yang lama ia langsung terbang ke alam mimpi.
Pagi hari Lista bangun pagi-pagi sekali, ia langsung bersiap-siap untuk terbang ke Italy pukul 7 pagi ini. Ia juga membawa koper kecil untuk menyiapkan segala kebutuhannya selama disana. Meskipun hanya 2 hari Lista nampak bingung memilih pakaian apa saja yang akan ia kenakan selama disana.
Pagi ini ia hanya mengenakan celana jeans hitam, corp top garis dan juga jaket kulit dengan warna senada, rambut nya yang panjang dan lurus ia biarkan begitu saja, pagi ini entah mengapa ia tak ingin memakai make up, ia hanya membaurkan lip tint saja dibibir nya.
beginilah kira-kira tampilan Callista ya guys.. gimana cantik ya meski tanpa polesan Make up.. dasarnya cantik mau gimana pun tetep cantik😍
Saat semua nya sudah selesai, ia langsung menarik koper nya menuruni tangga, diluar Mela sudah menunggu dengan mobil nya.
"Mau kemana kamu?" Suara bariton laki-laki menghentikan langkah nya.
"Kemana saja yang aku suka!" Lista sama sekali tak melihat ke arah Kevin. Ia justru ingin melanjutkan langkah nya.
"Callista! sesibuk-sibuk nya dirimu, perhatikan aku juga! kau lupa kalau aku ini suami mu?"
"Suami??? Upss.. aku punya suami ya?? tapi kayak nya gak tuh!" Jawab Lista dengan nada ejekan.
"Kau!!" Kevin mengeraskan rahang nya mendengar ejekan Lista. Ia mengepalkan tangan nya kuat.
"Sudahlah Vin.. jangan buang-buang energi mu! Relaks oke!"
Plaaakk
"Kau sudah berani melawan ku Lista! kau lupa siapa aku??" Emosi Kevin meluap-luap. Baru saja ia mendaratkan tamparan nya seperti biasa kepipi mulus Istrinya itu.
Lista memegang pipi nya yang panas bekas tamparan Kevin, namun kali ini ia tak menangis, ia menatap tajam ke arah Kevin.
"Aku tau siapa kau Kevin Lano Alberto!!" Teriak Lista kencang, kali ini amarahnya benar-benar memuncak, Kevin sudah menyulut kobaran api yang sudah lama padam.
"Aku tidak tuli, aku juga tidak lupa siapa kau! jangan pernah mengajari ku tentang siapa kau dan apa posisi ku disini!"
"Kalau kau tau dimana posisimu, kenapa kau tidak memperdulikan ku! jangan menguji kesabaran ku terus menerus Callista Quinza!" Hardik Kevin.
"Kenapa aku harus peduli dengan mu?? Apa kau lupa kalau pernikahan kita hanya sebatas kerja sama?"
"rupanya kau sudah pandai bicara ya?" Kevin berjalan mendekat lagi kearah Lista. Sorot matanya tajam menatap nya nyalang.
"Aku sudah berbaik hati memungut mu dari pinggir jalan, membesarkan nama mu hingga orang-orang mengenalmu, jangan jadi kacang yang lupa kulit nya!" sergah Kevin lagi menghina Lista.
"Sekali nya murahan akan tetap murahan, meskipun kau membungkus nya dengan kertas yang cantik!" Kevin tersenyum miring.
Pedas sekali kata-kata orang yang masih sah menjadi suami nya itu, bagai belati yang mengoyak-ngoyak hatinya yang rapuh.
"Stop Kevin!! Stop.. sudah cukup kau menghina aku!" Lista berlari keluar Mansion nya dengan menggeret koper nya, mata nya memerah, air mata nya luruh, ia memasuki mobil mewah yang dibawa Mela dengan kasar.
Ia menangis sejadi-jadinya didalam mobil, Mela sang asisten yang menyadari atasannya tengah bersedih, menyuruh sopir untuk melajukan kendaraannya cepat.
Tiba di Bandara, Fiona berjalan cepat menyambut Lista dan Teo juga sudah berada disana. Fiona meneluk erat sahabatnya itu.
"Are you oke??" tanya Fiona.
Lista hanya mengangguk lemah, mata nya masih begitu sembab habis menangis.
"Apa Kevin menyakiti mu??" tanya Fiona lagi, Teo masih menyimak obrolan mereka meski dia sibuk dengan benda pipih ditangannya.
"Dia menamparku Fi.." tangis Lista pecah disana.
"What???" Pekik Fiona
"Dia bilang kalau aku hanya perempuan yang dipungut dipinggir jalan, aku murahan Fi.. hiks.."
Lista memeluk erat sahabat nya Fiona, hanya dia lah tempat bercurah selama ini.
Teo yang mendengar itu mengeraskan rahang nya, ingin rasanya ia menghajar babak belur seorang Kevin Lano Alberto itu.
"Kurang ajar sekali penjahat kelamin itu, dasar brengsek!!!" Umpat Fiona kesal, ingin juga rasanya ia mencabik-cabik mulut seorang Kevin itu.
"Kau diam saja dia berbuat begitu Lis??" tanya Teo, akhirnya ia memberanikan diri bertanya pada Lista.
Callista baru sadar ternyata disana juga ada Teo, segera ia menghapus air mata nya.
"Aku bisa apa? dia akan lebih menyiksa ku kalau aku melawan, aku tak sekuat itu Tuan Teo!" jawab Lista lirih.
"Kenapa kau tak minta cerai saja??" Lista Diam dengan pertanyaan Teo, bukannya ia tak mau memberi tahu pada Teo bahwa ia sudah membuat berkas perceraian, hanya saja, ia tak ingin jika rencana nya sampai tercium oleh Kevin terlebih dahulu.
"Pesawat kita akan berangkat Tuan, mari kita pergi!" Lista berjalan didepan mendahului Teo, Fiona dan Mela ikut mengekori mereka dari belakang. Sementara Teo dan Jerry mereka saling melempar pandangan.
"apa aku memberi pelajaran pada Kevin tuan?" Tanya Jerry.
"jangan, kita biarkan dulu Lista dengan segala urusan pribadi nya, jika Kevin sampai berani menyentuh dia lebih dari ini, aku sendiri yang akan menghajar dia sampai habis!" Ucap Teo dingin, kini ia berjalan mengikuti Lista dan Jerry juga sama.
Didalam pesawat.
Mela duduk dengan Fiona, Jerry duduk bersebelahan dengan wanita paruh baya, sedangkan Lista duduk berdampingan dengan Teo.
Namun beberapa saat kemudian, Jerry meminta pada Mela, untuk duduk bersama Fiona.
"Ehem" Jerry berdehem karena sedari tadi Fiona masih memandang kerah luar jendela, menikmati suasana pagi dari dalam pesawat.
"Kau.. sejak kapan kau duduk disampingku?" tanya Fiona kaget.
"Sejak kau asyik melihat awan!"
"Kenapa kau duduk disini?" tanya Fiona lagi.
"Ingin saja, kenapa anda melamun nona?" Jawab Jerry.
"Ah.. itu.. sebenarnya aku hanya memikirkan nasib Lista,kasihan sekali dia, ditinggal ibunya begitu saja sejak umur 7 tahun, berjuang sendiri mencari makan dengun umur yang masih segitu, kini saat ia menikah pun suaminya sama sekali tak menyayangi nya"
"Kau kenal dengan Nona Lista sejak kapan nona?? aku lihat kalian begitu akrab seperti kakak dan adik?" tanya Jerry penasaran.
"Sejak umur 9 tahun, aku bertemu dengan nya saat musim dingin, waktu itu aku sedang berjalan-jalan dengan kedua orang tua ku menyusuri jalan disore hari, aku melihat Lista sedang berusaha mengambil sisa makanan yang berada didalam tong sampah, karna tinggi tong sampah itu melebihi diri nya, lalu aku berniat menolong nya, awal nya aku fikir ada barang dia yang terjatuh, ternyata dia ingin mrngambil sisa makanan dari dalam sana"
*
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Yuni Jaima
🤩🤩
2022-08-07
0
HoiLim Yee Lee
nice
2022-07-28
0