"tapi..Lo juga suka kan sama Teo?" selidik Fiona.
"Emm.. Gue..." Lisa tergagap, bingung harus mengatakan apa ke sahabat nya ini.
"Lis.. udah lo jujur aja sama gue!" tembak Fiona lagi.
"Gue belum paham apa yang gur rasa ke Teo itu perasaan suka atau bukan, terlalu dini menurut gue Fi!" Lista mengambil nafas nya panjang, ia mencoba setenang mungkin untuk tidak mengatakan apapun tentang perasaannya, ikatan pernikahan antara diri nya dan Kevin masih menjadi tumpukan dinding yang tinggi, untuk menggapai sebuah perasaan ke Teo, ya.. itulah sebenar nya yang membuat diri nya tak nyaman. Siksaan batin dari Kevin juga nyatanya menjadikan Lista takut untuk menuai ikatan yang baru.
"Lis, semua orang berhak bahagia, termasuk elo! jangan pernah berfikir orang kedua itu juga sama buruk nya dengan yang pertama"
Lista menhempaskan tubuh nya bersandar pada sofa.
"Ini sepenuh nya juga bukan salah Kevin kan, diawal pernikahan kami itu semua udah jelas, kalau hubungan pernikahan antara kami hanya sebatas ikatan diatas kertas, juga didepan media! aku yang salah kenapa harus jatuh cinta.. padanya!"
Fiona menatap nanar sahabat nya, lika liku hidup nya benar-benar pelik, jika saja dirinya sendiri yang ada diposisi Lista, mungkin ia tak akan setegar dan sesanggup Lista.
"Lis.. Lo tau, Lo itu salah satu perempuan hebat yang pernah gue temui, meskipun umur Lo lebih muda dari gue, tapi sikap lo bener-bener dewasa, lo itu panutan gue Lis.. dan inget.. gak ada yang salah dengan jatuh cinta! mungkin perasaan lo ada diwaktu yang gak tepat, tapi, jangan berfikir kalau semua nya sama, gue yakin suatu hari perasaan lo akan berlabuh ditempat yang tepat, dan lo akan ngerasa beruntung dengan hal itu!"
Lista langsung berhambur memeluk sahabat sekaligus kakak angkatnya itu. Fiona bener, gak semua dihidup nya tentang keburukan ,contoh nya Keluarga Cloe ini, mereka sangat menyayangi diri nya sama seperti putri kandung mereka sendiri, dan Fiona, kakak sekaligus teman terbaik dalam hidup nya.
*
Malam hari mereka berlima terbang kembali ke Australia, dalam perjalanan Teo benar-benar sama sekali tak bicara apapun pada Lista, Pun Lista sama, kedua nya seolah puasa untuk tidak berbicara satu sama lain.
"Lo mau langsung ke Apartemen Lis!" tanya Fiona yang memecah keheningan disana.
"Iya Fi.. aku udah suruh orang untuk beresin semua baramhn-barangku yang ada di mansion tanpa sepengetahuan Kevin!" Jawab Lista
"Oke, gue balik kerumah dulu ambil barang-barang gue baru nyusulin elo ya, lo gak apa kan pulang naik taxi!"
"Aman..dah gue jalan dulu yaa, gie tunggu elo disana!" Lista lantas bergegas masuk kedalam Taxi yanh sudah ia pesan untuk mengantarkan diri nya pulang ke apartemen pribadi nya, ia sudah enggan untuk balik ke mansionnya si penjahat kelamin itu.
"Nona Fiona?" Fiona menoleh saat dipanggil oleh Teo.
"Iya tuan Teo??"
"Maaf, aku tadi mendengar kalau Callista ingin pulang ke apartemennya? kenapa dia tidak kembali kerumah Kevin?" tanya Teo, sebenarnya ia ingin menanyakan ini langsung pada Lista, namun mogok bicars nya yang membuat Teo mengurungkan niat nya.
"Iya, dia kan akan cerai dari Kevin! apa Lista tidak memberi tahukan nya pada mu!" Fiona menutup mulut nya cepat, bagimana bisa dia membocorkan hal sangat penting dari sahabat nya itu.
"Tenang nona, aku bisa menjaga rahasia mu, apa yang kau bilang tadi, Cerai??" ada binar kebahagian dimata Teo, dan Fiona dapat melihat itu.
"Iyaa Tuan, lusa sidang pertama mereka akan digelar, dan itu sangat privat, karna Lista tidak mau jika sampai Kevin lebih dulu mengetahui gugatan Lista!" Teo tersenyum simpul menampakan barisan gigi nya yang putih dan lesung pipi yang disebelah kiri nampak sangat cute dilihat.
"Terimakasih banyak infonya nona Fiona!"
"Sama-sama saya permisi dulu tuan" Fiona lantas pergi meninggalkan Teo yang masih senyam senyum sendiri disana.
**
Di mansion Kevin, ia melihat orang suruhan Lista mengemasi barang-barang Lista dikamar nya.
"Hei.. siapa kalian!" Hardik Kevin dengan ketus.
"Kami orang suruhan Nona Callista, ingin mengambil barang-barang beliau tuan!"
"Berani sekali dia membawa barang-barang nya! Hei.. hentikan disana telpon nona kalian aku ingin bicara!" bentak nya lagi.
Salah satu dari mereka nampak menghubungi Lista diseberang sana. Kevin merebut begitu saja ponsel salah satu dari mereka dengan paksa.
(Callista Quinza! berani sekali kau mengemasi barang mu dan keluar dari mansion ini tanpa seizinku!)
(Apa hak mu melarangku pergi!) jawab Lista Santai.
(Dasar kau perempuan tidak tahu diri! sudah ku pungut dari jalan, sekarang kau seolah sudah punya segala nya ya? berani sekali kau meninggalkan aku!) hina Kevin lagi.
(Diamlah Kevin Lano Alberto!!! Aku tidak mau berurusan lagi dengan mu yang menjijikan itu!)
ucap Calista geram, habis sudah kesabarannya selama ini yang ia tahan.
(Kau!! berani kau keluar dari sini akan ku sebarkan gosip kau selingkuh dengan CEO GROUP ADELIO!) ancam Kevin.
(Silahkan saja, tapi jika kau sampai berani melakukan itu akan ku buat hidup mu menderita Kevin!)
Lista memutuskan Telponnya. Besok ia harus bersiap-siap untuk kasus perceraiannya.
Kevin mengamuk, memecahkan seluruh barang -barang yang ada di mansionnya, para pelayan yang melihat itu hanya diam saja.
"Callista Quinza! akan ku buat kau menyesal sudah berani bermain-main dengan ku!"
"Haaaaaaa!!! brengsek!! Sial!!" Kevin meraup wajah nya kasar, diambil nya foto mendiang Ibu nya Diana.
"Ma.. tawanan kita sudah berani memberontak! apa yang harus Kevin lakuin?? Mama pasti marah kan.. Selama ini Kevin membiarkan nya karena perasaan yang brengsek ini Ma!! Ke-vin... Ke..vin mulai menyukai Callista Ma!" Kevin menangis meraung-raung disana, dipeluk nya foto Ibu nya dengan erat, tangan nya sudah penuh dengan darah dari pecahan vas bunga, namun sedikitpun ia tak merasakan sakit disana.
"Kevin!!!" Jimy yang datang dengan tergopoh-gopoh dibuat syok dengan pemandangan didepannya, Kevin yang sudah berantakan dengan tangan yang berdarah-darah.
"Apa yang kau lakukan! dasar bodoh!!" Jimy mengolok Kevin. Meskipun ia tau keadaan nya saat ini sangat memprihatinkan.
"Lista Jim.. dia memutuskan pergi dari sini! Gue udah usaha cegah dia supaya dia tetap tinggal, ta-pi... dia pergi Jim!!" Kevin kembali terisak seperti bayi yang kehilangan mainan kesukaannya.
Jimy membuang nafasnya kasar.
"Biarkan dia pergi! berada disisimu juga dia selalu tersiksa!" cibir Jimy.
"Kau ini sebenar nya ada dipihak siapa?"
"Gak berpihak ke siapapun! Lo sadar gak sih Lista itu perlahan suka sama lo, tapi kenapa lo gak pernah mandang dia sebagai perempuan dewasa?"
"Lo tau apa maksud dan tujuan gue Jim?"
next...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments