POV Pelakor

" Jangan limpahkan rasa kesal mu pada Lily Zu!"

tiba-tiba mas Sean sudah ikut masuk kedalam kamar

" Kau bisa marah pada Papa, tapi tidak pada Lily, jika kau kesal karena Papa menampar Mama mu, kau juga harus pahami kesalahannya, kau sudah bukan anak kemarin yang tidak tahu perihal masalah rumah tangga Papa dan Mama mu sejak dulu, mengapa harus kau lampiaskan pada Lily yang tidak menahu masalah yang sudah lama ada"

" Keluarlah, Jangan ikut campur urusan Papa, Papa kecewa padamu, tidak seharusnya kamu memihak pada orang yang salah"

Mendengar ucapan mas Sean mulut Ozzu tertutup rapat, mas Sean bicara dengan pelan namun penuh penekanan dan tatapan tajam pada putranya

Aku hanya menunduk, karena memang aku tidak ingin memperkeruh keadaan

Ozzu berdiri, aku bisa melihat Ozzu menatap sekilas pada ku dengan tatapan kesalnya.

Setelah kepergian Ozzu, mas Sean menarik dagu ku, membawa mata ini untuk menatap dia yang menatapku lembut

" Kau ingin mengatakan sesuatu?" Tanya mas Sean membawa ibu jarinya mengusap luka di sudut bibir ku

" Bawa aku pergi mas!" Lirihku dengan air mata yang sudah tidak bisa ku bendung

" Kau ingin rumah yang seperti apa?" tanya mas Sean dengan netra yang menatap wajah ku

Mendengar pertanyaan mas Sean aku langsung mengeleng

" Cukup kontrakan rumah sederhana untuk ku mas, tidak masalah jika hanya sepetak, asal aku tidak membuat mereka terusik, aku merasa bersalah dengan berada di sini" aku tidak salah kan mengeluh?, rasanya aku sudah tidak tahan terus menerus jadi pelampiasan kekesalan.

" Apa kata orang istri ku tinggal di rumah kontrakan Li?" mas Sean mengusap kepalaku yang lagi-lagi berdenyut karena bekas jambakan Mama Ozzu dan neneknya.

" Katakan, seperti apa rumah impian mu!" Mas Sean menarik ku kedalam pelukannya yang hangat, ku akui mas Sean terlalu baik untuk ku, bahkan pelukannya juga begitu nyaman untuk menenangkan hatiku yang risau

" Li" Beliau menuntut ku untuk menjawab

" Rumah impianku adalah rumah kecil di tengah tanah subur, aku ingin menanam banyak sayur -mayur di sekitar dan halaman, memenuhi sekeliling rumah dengan tanaman bermanfaat, ada bunga, ada sayuran, ada buah, ada sepetak kolam yang berisi ikan, rumah impian ku rumah kecil yang memiliki cadangan pangan agar aku tidak perlu takut sulit makan lagi" aku utarakan keinginan ku yang sebenarnya, tidak perduli bagaimana mas Sean mengilai ku, aku hanya ingin menyampaikan keinginan ku tentang rumah impian, ya rumah impian. Rumah yang tidak harus menjadi nyata, karena itu hanya rumah yang selama ini memenuhi imajinasi

Mas Sean meraih tangan ku untuk di bawa ke bibirnya yang di kelilingi cambang

" Bagaimana mungkin bisa mewujudkan segala mimpi mu, jika tangan mu saja sekecil ini!" kata mas Sean sambil mengecup tangan ku cukup lama

" Mas" Aku sengaja ingin merubah pembahasan, agar tidak membuat mas Sean berpikir macam-macam, terlebih berpikir bahwa aku ini tamak, tadi aku mengatakan nya karena mas Sean menanyakan perihal rumah impianku, aku hanya menjawab jujur dan tidak sama sekali ingin di penuhi oleh nya

Mas Sean hanya bergumam

" Kemana istri mas Sean?" Tanyaku

" Disini" Jawab mas Sean dengan cepat, tak lupa senyum hangat itu terpatri pada bibirnya

" Maksudnya Mana Ozzu"

Mas Sean langsung berdecak

" Ku suruh pulang, aku tidak suka dia terus menganggu mu "

" Wajar beliau membenciku karena aku adalah perebut kebahagiaan beliau" aku mengatakan itu sambil menyandarkan diri pada mas Sean

" Mas, malam ini mas Sean waktunya bersama dengan Mama Ozzu" ingat ku, takut mas Sean terlena dengan keadaan kami ini

" Aku ingin di sini, kamu jangan merusak suasana hati ku Li!" ucap mas Sean sambil menepuk pahaku yang duduk memeluknya

" Mas harus adil" kata ku, semalam mas Sean sudah memberiku nafkah batin, kini giliran mas Sean memberikannya pada istrinya yang lain

" Bagaimana mungkin ada wanita yang menyodorkan suaminya untuk tidur dengan wanita lain" suara mas Sean terdengar kesal

" Beliau bukan orang lain mas, beliau juga berhak mendapatkan perhatian mas"

" Sudah lama aku tak memperdulikan nya" mas Sean kian memeluk tubuhku

" Jika itu mas lakukan sebelum Lily ada itu tidak masalah, tapi jika mas melakukannya saat ini, itu jadi masalah mas, karena Lily ikut menanggung dosanya, jika aku tau mas tidak adil dan aku tidak mengingatkannya"

Author POV

Seorang pemuda sedang mendengarkan suara pasangan yang sedang saling berbicara, raut wajahnya tampak berubah-ubah, sesekali tangan nya mengepal sesekali tangan itu juga seperti ingin mendorong pintu di hadapannya

Pemuda itu adalah Ozzu. Setelah di minta pergi Papanya, Ozzu merasa penasaran apa yang akan dibahas sang Papa dengan istri barunya yang membuatnya bersikeras untuk mendengarkan

Ozzu tidak pernah menyangka, ke ingin tahunya membangun sebuah rasa yang tidak seharusnya tumbuh di hatinya, seperti sebuah benih bibit unggul yang terjatuh di tanah subur, membuatnya mudah tumbuh dan berkembang

Malam itu Tuan Sean benar-benar pulang kerumah Nyonya 'Natalia Javen' seperti saran Lily

" Mas!" Nyonya Natalia langsung menyambut kedatangan Tuan Sean Pramajha dengan tatapan tidak percaya, namun setelahnya kepercayaan diri nya langsung tumbuh dengan cepat

" Aku tau mas, kamu tidak akan pernah bisa benar-benar marah dengan ku"

" Aku kesini, atas permintaan Lily" Jawab tuan Sean terus terang

" Jangan bawa nama Wanita murahan itu kesini mas!" gertak Nyonya Natalia

Tuan Sean langsung melepas tangan Nyonya Natalia yang menggamit lengan nya yang tertutup jas mahal

" Jujur sebenarnya aku juga tidak ingin menginjakkan kakiku di tempat ini lagi"

" Apa maksud mu mas, bukankah hubungan kita sudah baik-baik saja?...bahkan kamu sudah mau kembali menyentuh ku?" Nyonya Natalia berteriak lantang

Bagaimana dia bisa percaya jika suaminya tidak Sudi menginjakkan kakinya di rumah ini, sedangkan baru kemarin dia kembali merajut manis madu bersama suaminya

" Sama halnya hari ini, kemarin malam pun aku kesini karena permintaan dari wanita yang baru saja kau sakiti baik hatinya ataupun fisiknya"

Tuan Sean menatap dingin, rahangnya yang berbulu mengetat, matanya memancarkan kemarahan yang sesungguhnya

Tidak beda jauh dengan nya, mendengar ucapan Tuan Sean, Nyonya Natalia merasa terhina

" Apa yang sudah Ja**** itu berikan sampai kamu mau menuruti perintahnya layaknya seorang budak?" Geram Nyonya Natalia

" Sesuatu yang tidak kau berikan padaku Natalia" Ucap Tuan Sean Pramajha dingin

Mata Nyonya Natalia memerah

" Kau terperdaya oleh tampilan nya yang polos mas, aku yakin dia itu mau bersama dengan mu hanya karena kamu kaya raya, dia tak lebih seperti lintah darat!" ujaran kebencian terus keluar dari bibir indah Nyonya Natalia, untuk membuat Tuan Sean Pramajha meninggalkan istri muda nya

" Bagaimana dengan dirimu sendiri Nat? " Tuan Sean tersenyum miring " tanyakan pada dirimu sendiri puluhan tahun kau bertahan karena rasa cintamu padaku atau karena takut kehilangan penjamin hidup mu? jika kau bisa menemukan jawaban nya harusnya kau paham apa yang terjadi saat ini siapa penyebab utama nya!" setelah berkata demikian, Tuan Sean Pramajha segera masuk kedalam kamar, meninggalkan Nyonya Natalia yang terdiam kaku

Terpopuler

Comments

Sweet Girl

Sweet Girl

Jawab Nat...
ojok nyalakno Lily thok...
ngocoo...

2023-12-01

1

M. salih

M. salih

merinding baca kisah Lily beda dari cerita author yang lain

2022-07-02

0

Ekawati Hani

Ekawati Hani

Iya mending hidup dikontrakan sepetak

2022-06-29

0

lihat semua
Episodes
1 Tergoda
2 Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3 Ragu
4 Jadikan aku istri rahasia
5 Natalia Javen
6 Kedatangan Tuan Sean
7 Pernikahan
8 Ozzu Pramajha
9 POV Pelakor
10 POV Pelakor
11 POV Pelakor
12 POV Pelakor
13 POV Pelakor
14 POV Pelakor
15 POV Pelakor
16 POV Pelakor
17 POV Pelakor
18 POV Pelakor
19 POV Pelakor
20 POV Pelakor
21 POV Pelakor
22 POV Pelakor
23 POV Pelakor
24 POV Pelakor
25 Kesedihan Lily
26 Terombang-ambing Rasa
27 Tuan Sean
28 Mulai tumbuh rasa sayang
29 Ulang tahun
30 Ozzu
31 Amanat
32 Hampir
33 Bicara
34 Tersudut
35 Perasaan yang hancur
36 Ingin meninggalkan
37 Sebab
38 Senyum Lily
39 Perasaan dan kejujuran
40 Ingin menemui
41 Mengakui
42 Antara anak Dan istri
43 Setelah tiga bulan.
44 Tiga hati
45 Mulai utuh
46 Kampus
47 Tuan Sean
48 Anak muda
49 Seorang Ayah
50 Serpihan hati
51 Melawan Rindu
52 Lily
53 Terkepung
54 Pergi
55 Nona Phalosa
56 Kilasan masa lalu
57 Sosok Lily
58 Permohonan
59 Pertemuan kembali
60 Luapan hati
61 Lily dan nyonya Natalia
62 Pernikahan
63 Rumah baru
64 Tuan Sean dan Lily
65 Jujur
66 Berdamai
67 Gadis untuk Udgam
68 Kejahilan Ozzu
69 Merelakan
70 Menemani
71 Membujuk
72 Hidup berdua
73 Kelahiran putra
74 Ingin menetap
75 Cinta tuan Sean
76 Kepuasan
77 Rencana
78 Duka keluarga
79 Garis takdir
80 Bab Baru. ( Hidup Baru)
81 Kehidupan Lily
82 Keputusan
83 Lily
84 Kejujuran Lily
85 Kemarahan Lily
86 Bertemu Lyga
87 Ajakan
88 Rencana pulang
89 Pelakor
90 Paksaan.
91 Pilihan hati Lily
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Tergoda
2
Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3
Ragu
4
Jadikan aku istri rahasia
5
Natalia Javen
6
Kedatangan Tuan Sean
7
Pernikahan
8
Ozzu Pramajha
9
POV Pelakor
10
POV Pelakor
11
POV Pelakor
12
POV Pelakor
13
POV Pelakor
14
POV Pelakor
15
POV Pelakor
16
POV Pelakor
17
POV Pelakor
18
POV Pelakor
19
POV Pelakor
20
POV Pelakor
21
POV Pelakor
22
POV Pelakor
23
POV Pelakor
24
POV Pelakor
25
Kesedihan Lily
26
Terombang-ambing Rasa
27
Tuan Sean
28
Mulai tumbuh rasa sayang
29
Ulang tahun
30
Ozzu
31
Amanat
32
Hampir
33
Bicara
34
Tersudut
35
Perasaan yang hancur
36
Ingin meninggalkan
37
Sebab
38
Senyum Lily
39
Perasaan dan kejujuran
40
Ingin menemui
41
Mengakui
42
Antara anak Dan istri
43
Setelah tiga bulan.
44
Tiga hati
45
Mulai utuh
46
Kampus
47
Tuan Sean
48
Anak muda
49
Seorang Ayah
50
Serpihan hati
51
Melawan Rindu
52
Lily
53
Terkepung
54
Pergi
55
Nona Phalosa
56
Kilasan masa lalu
57
Sosok Lily
58
Permohonan
59
Pertemuan kembali
60
Luapan hati
61
Lily dan nyonya Natalia
62
Pernikahan
63
Rumah baru
64
Tuan Sean dan Lily
65
Jujur
66
Berdamai
67
Gadis untuk Udgam
68
Kejahilan Ozzu
69
Merelakan
70
Menemani
71
Membujuk
72
Hidup berdua
73
Kelahiran putra
74
Ingin menetap
75
Cinta tuan Sean
76
Kepuasan
77
Rencana
78
Duka keluarga
79
Garis takdir
80
Bab Baru. ( Hidup Baru)
81
Kehidupan Lily
82
Keputusan
83
Lily
84
Kejujuran Lily
85
Kemarahan Lily
86
Bertemu Lyga
87
Ajakan
88
Rencana pulang
89
Pelakor
90
Paksaan.
91
Pilihan hati Lily

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!