POV Pelakor

Ternyata mas Sean benar-benar membawaku di depan puluhan bahkan ratusan awak media, mas Sean benar-benar mengakui siapa aku dihadapan semua orang, bahkan aku langsung dibawa ke hadapan keluarga besarnya

Aku memang benar-benar terkejut dengan semua yang terjadi hari ini, tak pernah ku duga akan ada seseorang tang membelaku dengan seperti ini

Setelah beramah-tamah, mas Sean juga langsung membawaku kerumah yang beberapa hari ini aku tempati, rumah yang sebenarnya di peruntukkan bagi Ozzu

" Papa sepertinya akan membangunkan rumah baru untuk mu yang lebih megah, biarkan ini menjadi rumah Lily"

Aku tidak hanya kaget, bahkan aku sampai tersendak makanan yang hendak ku telan

Mas Sean segera memberiku segelas air putih miliknya, dan aku juga langsung meneguknya karena tenggorokan terasa panas

" Tidak perlu, kurasa ini sudah cukup mewah!" Jawab Ozzu menatap tajam padaku, mungkin Ozzu berpikir bahwa ini adalah permintaan ku, padahal kenyataannya aku tidak tau jika mas Sean mau memberiku sebuah rumah semegah ini

" Tapi Papa rasa Lily sudah nyaman disini, dan Papa tidak mungkin memberikan rumah bekas "

" Tidak penting itu Pa, aku doakan agar istri muda Papa lekas hamil agar aku cepat mendapatkan saudara" Ucap Ozzu ketus dengan tatapan mata sinis yang seperti ingin menelanku bulat-bulat.

Aku kembali menusukkan garpu ku pada daging saat tiba-tiba rambutku di tarik kebelakang, keributan lagi-lagi menganggu aktivitas makan kami

' Plak'

Kali ini bibirku yang masih memiliki bekas luka kembali berdarah saat seseorang dengan rambut di sanggul tinggi menamparku

" Oma!"

" Mama"

Ozzu dan mas Sean berseru bersamaan

Baru saja aku hendak menatap wajah seseorang yang menamparku, tangan lain juga kembali menjambak rambutku

Entahlah, kapan kiranya penderitaan ini akan berakhir.

Jika dulu aku hanya di hina dan di rendahkan, tetapi saat ini rasanya aku akan lebih cepat mendekati kematian jika berada di rumah mas Sean.

Ternyata berita tentang aku adalah istri sah mas Sean yang kedua sudah di dengar oleh Mama Ozzu dan orang tuanya, membuat mereka murka seperti ini dan langsung menghukum ku dengan cara yang sangat menyakitkan

" Jika kamu tidak melepaskan tangan mu dari rambut Lily maka aku akan benar-benar menceraikan mu!" mas Sean berteriak lantang, seketika tangan yang tadinya mencengkeram rambutku langsung menjauh

Kali ini aku dapat melihat dua pasang mata yang menatap ku penuh kebencian

" Aku tidak setuju mas menikahi J****g kecil seperti dia mas! apa tidak ada wanita yang lebih matang diluar sana yang sepadan untuk menjadi maduku?" Mama Ozzu terlihat begitu murka saat menatapku.

" Aku merasa sangat terhina" Kali ini Mama Ozzu menarik bajuku untuk di robeknya, mataku terbelalak, saat melihat kancing kemeja yang ku kenakan berhamburan keatas hingga menggelinding ke lain arah, membuat dadaku yang hanya terbungkus bra terbuka begitu saja

Sama halnya dengan ku, aku juga melihat mas Sean yang ikut terkejut, bahkan pria itu sampai ternganga

Sebelum suara kulit beradu kulit itu kembali terdengar, aku sama sekali tidak menyangka jika kehadiranku akan menjadikan suasana keluarga runyam begini

Seperti yang tadi ku alami , begitu juga yang terjadi pada Mama Ozzu, mas Sean menampar wajah wanita yang dulu teramat di cintai nya gara-gara membelaku, aku bukanya bangga justru merasa bersalah.

Ternyata Pelakor seperti ku bisa menimbulkan kerusakan terhadap hubungan antara keluarga

" Mas sudah!" Aku mengenggam tangan mas Sean yang bahkan sudah mengeluarkan darah karena terlalu banyak bergerak

" Ozzu tolong;" Iba ku pada putra mas Sean

Aku hanya takut mas Sean akan ambruk seperti sinetron di televisi yang dulu sering tonton, saat seseorang sedang bertengkar seorang pria atau wanita di antaranya pasti akan tersengal-senggal karena penyakit jantung nya kumat, aku jadi ngebayangin itu terjadi pada mas Sean, aduuhhh jadi merinding

" Maaf Ma, saya harap Anda jangan ikut campur" Mas Sean berucap tegas pada wanita yang sudah terlihat tidak muda lagi. 'Apa beliau ibu mertua mas Sean?'

Mas Sean yang ku khawatiran malah aku yang diminta mas Sean untuk masuk kedalam kamar. Yuyun dan bi Sum langsung membawaku menuruti perintah mas Sean

" Mereka tidak menyukaiku" Lirihku saat bi Sum mengobati luka robek pada bibirku untuk kedua kalinya.

" Mereka hanya belum menerima, karena ini terlalu mengejutkan. Beri mereka waktu."

Aku hanya mengangguk sambil menahan tangis ku, Jika seperti ini . Ku rasa hidup miskin akan jauh lebih baik dari pada aku terus di dampingi malaikat pencabut nyawa di setiap menit ku karena ku yakin Mama Ozzu tidak akan berhenti menyakiti ku, mungkin sampai nanti aku menyerah.

Dalam suasana serba Canggung ini aku berharap suatu hari ada keajaiban yang membuat kami bisa saling menerima. Sungguh ini bukan ingin ku, aku hanya ingin dinikahi dan di nafkahi, tidak sampai pada tahap perebutan suami

" Hemmm" Ozzu datang dan memberiku obat yang sama seperti yang kemarin dia berikan padaku.

Aku segera menerimanya, tidak lupa mengucapkan terimakasih

Saat ini aku tidak tau bagaimana perasaan Ozzu padaku setelah apa yang terjadi, Papanya bahkan sampai menampar mamanya karena membela ku. Kemungkinan besar Ozzu pasti semakin membenciku.

"Bisa tinggalkan kami berdua bi?" tanya Ozzu pada bi Sum dan Yuyun yang masih membantu ku, yang membuat aku terpaku.

" Maaf sudah membuat semuanya jadi begini" kataku setelah sekian lama hanya keheningan yang meliputi kami.

" Apa itu penting?, bukanya ini yang kamu inginkan? dengan Papa yang akan menceraikan Mama kau bisa berkuasa seorang diri!"

Aku tidak ingin menjawabnya, karena sebenarnya Ozzu pasti tau jika aku tidak ada maksud seperti itu.

" Kau tidak harus mengiba dan memasang wajah melas begitu, karena Papa akan selalu membela mu dan memberimu segalanya yang dia punya termasuk menukar kebahagiaan Mama dengan kesedihan untuk terus membelamu" tekan Ozzu dengan wajah merah padam.

" Aku tidak pernah meminta kemewahan apapun pada Papa mu" ucapku menjelaskan.

" Terlalu banyak pria di muka bumi ini untuk kau goda mengapa harus Papaku?" Tanyanya tajam yang membuatku terdiam.

" Itu karena aku terlalu lelah akan ujian kemiskinan ku" aku tidak peduli bagaimana nanti Ozzu menilai. ku, setidaknya aku sudah mencoba menjelaskan

" Munafik, aku sangat tau tipe seperti apa wanita seperti mu!"

Aku tidak menyangka jika Ozzu bisa membenciku sebesar ini.

Pernikahan yang awalnya ku pikir bisa merubah kehidupan lelahku justru semakin membuatku tertekan.

Kadang awal dari sebuah bencana berawal dari diri sendiri, dan kita akan menyadari saat kita sudah tidak bisa kemana-mana untuk menghindar.

Terpopuler

Comments

Ekawati Hani

Ekawati Hani

Rumit banget, pengen Lili pergi aja dari kehidupan Sean😂 kasian klo ky gini

2022-06-29

0

Juliana Lim

Juliana Lim

Emang ozzu blm tau kalo dia jg bukan anak kandung sean tah

2022-06-27

1

friyana

friyana

semangat Lilyyy... next..

2022-06-27

1

lihat semua
Episodes
1 Tergoda
2 Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3 Ragu
4 Jadikan aku istri rahasia
5 Natalia Javen
6 Kedatangan Tuan Sean
7 Pernikahan
8 Ozzu Pramajha
9 POV Pelakor
10 POV Pelakor
11 POV Pelakor
12 POV Pelakor
13 POV Pelakor
14 POV Pelakor
15 POV Pelakor
16 POV Pelakor
17 POV Pelakor
18 POV Pelakor
19 POV Pelakor
20 POV Pelakor
21 POV Pelakor
22 POV Pelakor
23 POV Pelakor
24 POV Pelakor
25 Kesedihan Lily
26 Terombang-ambing Rasa
27 Tuan Sean
28 Mulai tumbuh rasa sayang
29 Ulang tahun
30 Ozzu
31 Amanat
32 Hampir
33 Bicara
34 Tersudut
35 Perasaan yang hancur
36 Ingin meninggalkan
37 Sebab
38 Senyum Lily
39 Perasaan dan kejujuran
40 Ingin menemui
41 Mengakui
42 Antara anak Dan istri
43 Setelah tiga bulan.
44 Tiga hati
45 Mulai utuh
46 Kampus
47 Tuan Sean
48 Anak muda
49 Seorang Ayah
50 Serpihan hati
51 Melawan Rindu
52 Lily
53 Terkepung
54 Pergi
55 Nona Phalosa
56 Kilasan masa lalu
57 Sosok Lily
58 Permohonan
59 Pertemuan kembali
60 Luapan hati
61 Lily dan nyonya Natalia
62 Pernikahan
63 Rumah baru
64 Tuan Sean dan Lily
65 Jujur
66 Berdamai
67 Gadis untuk Udgam
68 Kejahilan Ozzu
69 Merelakan
70 Menemani
71 Membujuk
72 Hidup berdua
73 Kelahiran putra
74 Ingin menetap
75 Cinta tuan Sean
76 Kepuasan
77 Rencana
78 Duka keluarga
79 Garis takdir
80 Bab Baru. ( Hidup Baru)
81 Kehidupan Lily
82 Keputusan
83 Lily
84 Kejujuran Lily
85 Kemarahan Lily
86 Bertemu Lyga
87 Ajakan
88 Rencana pulang
89 Pelakor
90 Paksaan.
91 Pilihan hati Lily
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Tergoda
2
Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3
Ragu
4
Jadikan aku istri rahasia
5
Natalia Javen
6
Kedatangan Tuan Sean
7
Pernikahan
8
Ozzu Pramajha
9
POV Pelakor
10
POV Pelakor
11
POV Pelakor
12
POV Pelakor
13
POV Pelakor
14
POV Pelakor
15
POV Pelakor
16
POV Pelakor
17
POV Pelakor
18
POV Pelakor
19
POV Pelakor
20
POV Pelakor
21
POV Pelakor
22
POV Pelakor
23
POV Pelakor
24
POV Pelakor
25
Kesedihan Lily
26
Terombang-ambing Rasa
27
Tuan Sean
28
Mulai tumbuh rasa sayang
29
Ulang tahun
30
Ozzu
31
Amanat
32
Hampir
33
Bicara
34
Tersudut
35
Perasaan yang hancur
36
Ingin meninggalkan
37
Sebab
38
Senyum Lily
39
Perasaan dan kejujuran
40
Ingin menemui
41
Mengakui
42
Antara anak Dan istri
43
Setelah tiga bulan.
44
Tiga hati
45
Mulai utuh
46
Kampus
47
Tuan Sean
48
Anak muda
49
Seorang Ayah
50
Serpihan hati
51
Melawan Rindu
52
Lily
53
Terkepung
54
Pergi
55
Nona Phalosa
56
Kilasan masa lalu
57
Sosok Lily
58
Permohonan
59
Pertemuan kembali
60
Luapan hati
61
Lily dan nyonya Natalia
62
Pernikahan
63
Rumah baru
64
Tuan Sean dan Lily
65
Jujur
66
Berdamai
67
Gadis untuk Udgam
68
Kejahilan Ozzu
69
Merelakan
70
Menemani
71
Membujuk
72
Hidup berdua
73
Kelahiran putra
74
Ingin menetap
75
Cinta tuan Sean
76
Kepuasan
77
Rencana
78
Duka keluarga
79
Garis takdir
80
Bab Baru. ( Hidup Baru)
81
Kehidupan Lily
82
Keputusan
83
Lily
84
Kejujuran Lily
85
Kemarahan Lily
86
Bertemu Lyga
87
Ajakan
88
Rencana pulang
89
Pelakor
90
Paksaan.
91
Pilihan hati Lily

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!