Pada akhirnya Lily benar-benar kalah dengan keadaan dan memilih pergi ke kota, setelah berpamitan pada teman-teman dan lingkungan sekitar yang sama susahnya dengan kehidupan dirinya, gadis bermata pudar itu bertekad untuk pergi dengan modal yang diberikan pria dewasa satu Minggu yang lalu
Satpam mengantarkannya pada meja resepsionis dan dari sanalah muncul keraguan besar di hati Lily. Ternyata tidak mudah untuk menemui pria yang bernama 'Sean Pramajha' Lily di tanyai banyak hal tentang tujuannya kesini, mulai apakah dia datang untuk wawancara kerja dan sebagainya.
" Jadi, pendidikan terakhir S1,S2,atau S3?" Tanya resepsionis seksi itu pada Lily
'S1,S2,S3???' batin Lily. ' apakah jaman sekarang menyebut sekolah itu dipersingkat jadi S gitu aja?. SD\= S1, SMP\=S2, SMA\= S3' dalam pemikiran konyolnya kepala Lily mengangguk-angguk
Awalnya sang resepsionis juga sedikit meragukan penampilan Lily yang tampak lusuh, namun melihat kartu nama Tuan Sean Pramajha yang Lily tunjukkan, membuat nya berpikir bahwa Lily datang untuk wawancara kerja
" Saya S2 mba!" Lily berucap percaya diri, padahal yang di maksud Lily S2 adalah SMP
Sang resepsionis terlihat mengangguk, sebelum meraih gagang telepon untuk menghubungi seseorang
" Kebetulan Tuan Sean Pramajha sudah selesai meeting, mba bisa langsung ke ruangan beliau"
Terlihat seseorang keluar dari pintu lift, dia adalah sekretaris Tuan Sean Pramajha, yang langsung mengantarkan Lily ke ruang orang nomor satu di perusahaan
Lily sama sekali tidak perduli dengan cara orang memandangnya, karena tatapan mencemooh, jijik, ilfil itu sudah menjadi temannya selama hidup. Bukan hanya soal kemiskinan nya saja, akan tetapi ciri fisiknya yang berbeda dari yang lain
Ternyata Lily hanya diantar hingga depan pintu ruangan yang bertuliskan nama Tuan Sean Pramajha dan jabatannya, setelahnya Lily diminta masuk seorang diri
Tuan Sean, yang tadinya duduk langsung berdiri begitu melihatnya dan langsung menyapa di sertai senyum kecil
Di pertemukan di tempat berbeda membuat aura Tuan Sean pun lebih terlihat maskulin dan juga lebih muda dari pertemuan sebelumnya, membuat perasaan Lily gugup
Pria tinggi, tegap, itu juga langsung menghampiri Lily yang hanya diam diambang pintu. Sebenarnya Lily bukan anak penakut dan juga pemalu tetapi dihadapkan dengan pria seperti Tuan Sean dia seperti kucing kecil. Penampilan Tuan Sean yang tampak selalu rapi dan berkelas tentu berbanding terbalik dengan penampilan Lily yang begitu lusuh
Tuan Sean, akhirnya mengajak Lily untuk duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut
" Ku kira kamu tidak akan datang, karena bahkan untuk menghubungi nomor yang kuberikan padamu pun tidak kamu lakukan!" Tuduh Tuan Sean dengan begitu berwibawa
" Maaf, tapi saya tidak punya ponsel"
Mendengar ucapan Lily sebenarnya Tuan Sean sangat terkejut, Namun pria itu pandai menyesuaikan diri, benar-benar mencerminkan sikap seorang pria yang sudah sangat berpengalaman mengatasi berbagai situasi. Seperti saat menghadapi gadis muda yang seumuran dengan putra nya
" Ada yang ingin kamu tanyakan?" ucap Tuan Sean mengamati Lily yang hanya sibuk memainkan tali tas dipangkuan nya
" Apa benar saya bisa mendapat pekerjaan, Pak? saya pikir penampilan saya yang seperti ini bisa membuat Bapak kurang nyaman nantinya jika mempekerjakan saya"
Tuan Sean sampai harus mengamati penampilan gadis yang duduk di sampingnya dengan kikuk.
" Kamu cantik Lily!" Tuan Sean malah menyimpulkan.
Sontak saja gadis bermata pudar itu langsung memandang lawan bicaranya sambil tersenyum tipis. Dia tak pernah di sanjung sebelumnya, membuat Lily merona karena pujian kecil Tuan Sean
" Jadi apa saya akan bekerja disini?" Tanya Lily
" Jika kamu merasa mampu tidak apa-apa" Jawab Tuan Sean santai
" Tapi mereka akan terganggu dengan kehadiran saya!" Lily merasa minder, karena dia bisa melihat tatapan semua orang padanya saat memasuki kantor Tuan Sean, segala macam tatapan tidak menyenangkan menyoroti nya
" Akan tidak seperti itu jika kamu bersedia mewarnai bulu-bulu yang ada di wajah mu!" Kali ini Tuan Sean berujar serius dan menatap gadis di sampingnya intens
Tuan Sean juga membelai Surai lembut Lily, memberi sedikit perhatian pada gadis yang seumuran putranya, kemudian dia mulai memperhatikan gadis itu baik-baik " Ayo!" ajaknya langsung menarik pergelangan tangan Lily untuk di bawa keluar
Selama ini Tuan Sean belum pernah terlihat berjalan bersama seorang wanita, bahkan dengan istri nya sendiri. Sangat mengejutkan saat tiba-tiba Tuan Sean mengandeng tangan seseorang seperti itu terlebih seorang gadis muda yang tampak aneh.
Lily dibawa ke sebuah rumah sakit ternama untuk melakukan beberapa tes kesehatan. dan Lily benar-benar tidak menyangka akan diperhatikan seperti itu jika seseorang akan dipekerjakan.
Setelah dinyatakan normal dan sehat.
Lily dibawa ke salon kecantikan dan di warnakan beberapa bulu diwajahnya, seperti alis, bulu mata dan rambut gadis itu agar tampak lebih gelap.
Sore hari penampilan Lily sudah sangat berbeda, rambutnya yang pudar kini berwarna coklat gelap, alis dan bulu matanya juga diberi warna kebiruan membuat penampilannya jauh lebih cantik dari gadis pada umumnya, terlebih kulit seputih susu menjadi lebih mencolok saat terkena cahaya sore
" Ternyata saran ku benar bukan, kamu seperti gadis pada umumnya saat ini, untuk bola matamu orang akan berpikir kamu mengunakan soflen " Komentar Tuan Sean Pramajha dengan tatapan kagum pada Lily
Rasa kasian mendorong Tuan Sean melakukan itu semua untuk Lily, gadis yang membuat pria seperti Tuan Sean terkagum-kagum dengan ketabahannya.
Lily tidak pernah menyangka akan dibawa pulang oleh Tuan Sean kerumahnya yang megah dan mewah. Saat ini gadis itu duduk di dapur bersama dua orang yang bekerja di rumah Tuan Sean.
" Jadi kamu akan kerja disini?" Tanya seorang wanita yang berumur akhir lima puluhan
" Saya tidak tau Bu"
" Lho kok gitu, apa kata Tuan Sean tadi?" Tanya seorang lagi yang tampak lebih muda
" Katanya besok saya sudah bisa bekerja"
" Kamu sangat cantik Lily, ku pikir kamu calon yang di pilih untuk Tuan muda, ngak nyangka kamu malah mau bekerja!"
Untuk kesekian kalinya Lily kembali tersenyum tipis
" Ini makanlah dulu, jangan terlalu perduli kan ucapan Yuyun dia suka mengoda" Ucap Ibu yang lebih tua
" Makasih Bu...
" Panggil Bibi Sum saja" Ibu itu memperkenalkan diri.
Lily mengangguk
" Apa tidak apa-apa saya makan?" Lily menatap sepiring kue yang di sodorkan oleh Yuyun
Lily pernah mendengar, dirumah orang kaya banyak peraturan nya. meskipun sekedar untuk makan ada jamnya tersendiri, membuat gadis itu takut melakukan kesalahan
" Tidak apa-apa Lily, Tuan tidak akan langsung memecat mu karena kamu yang ketahuan makan, Tuan Sean sangat baik.
Ah benar, Lily mengakui ke baikan Tuan Sean segenap hatinya
" Lily"
Lily yang sedang duduk langsung berdiri, dan mengikat rambutnya asal-asalan mendengar Pria yang telah menolongnya begitu banyak memanggilnya
" Kemarilah!" Tuan Sean menepuk sofa saat melihat Lily hanya berdiri kikuk
" Apa kamu nyaman jika aku pekerjaan di rumah ini? atau kamu ingin bekerja di kantor saja?"
Saat ini Lily sudah sangat bingung' di satu sisi dia ingin mencari uang, di satu sisi lagi dia ingin menyerah pada perjuangan nya, Lily hanya ingin dicukupi kebutuhannya, bukan hal muluk-muluk dia hanya tidak mau kelaparan, mungkinkah jika dia menawarkan diri untuk menjadi seorang istri rahasia, orang di hadapannya ini mau menerimanya??
" Pak, saya......
#####
Beri semangat untuk author....
love you reader.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Sandisalbiah
hah..sebegitu putus adanya dirimu, Lily.., sampai menawarkan diri jd simpanan..? bukankah kau hanya tak ingin hidup kelaparan.. dan itu cukup dgn menjadi ART di rumah itu maka kau akan mendapatkan tempat tinggal dan cukup makan bahkan bergaji...
2023-12-13
0
Kustri
yang bener aja lyli, masak pengen jd simpanan, lbh baik kerja di rmh
2023-10-26
0
Nani Evan
🤣🤣🤣🤣
2022-07-30
1