" Terimakasih" Aku berkata dengan sangat tulus pada mas Sean
" Seharusnya aku yang berterimakasih, kamu membimbingku menjadi pria yang bertanggung jawab"
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan mas Sean
Mas Sean meraih tangan ku, menciumnya dengan tarikan napas dalam sambil menatap wajahku
" Jangan khawatir, percayalah semua akan baik-baik saja, kau jangan terlalu khawatir dengan mereka" Kata mas Sean menenangkan
" Aku hanya khawatir dengan kondisi mu Li!"
Aku merasa luar biasa bahagia saat ini, mas Sean tidak hanya membelaku tetapi juga menyayangi ku, selama ini imbas kemiskinan membuat orang tak memandangku seperti manusia, mereka hanya menganggap diriku seperti sampah yang tak berguna dan tidak layak untuk di jadikan teman ataupun kenalan, tetapi mas Sean menerima ku dengan segala kekurangan ku, aku sangat bersyukur karena itu.
" Aku juga akan mengumumkan perihal pernikahan kita Li" Ucap mas Sean yang membuatku sangat terkejut.
Mengapa jadi seperti ini?, bukankah seharusnya aku hanya bermain di balik layar?, aku tidak perduli dengan penilaian dan hinaan orang terhadap ku, bukan lagi hal baru di hidupku, di hina dan di rendahkan.
" Kau tidak perlu khawatir mengenai Mama Ozzu" Kata mas Sean
Aku yang di ingatkan tentang istri pertama mas Sean jadi merinding, mengingat perangainya sungguh mengerikan, aku jadi tidak berani membayangkan bagaimana jika nanti mas Sean mengumumkan bahwa aku juga Istrinya yang sah. Ya Allah entah bagaimana nanti kemarahan wanita itu padaku.
Aku agak kaget karena mas Sean yang tiba-tiba mencium keningku, aku segera menatap pria tinggi besar yang tengah memelukku, aku menatap mata teduh mas Sean yang juga tengah menatapku, bibir itu kemerahan di himpit oleh bulu-bulu di sekitar wajah nya
" Apa kau ingin melihat ku tanpa bulu-bulu ini?" Tiba-tiba mas Sean mengelus bulu-bulu di sekitar bibirnya
Tanpa sadar aku jadi ikut tersenyum membayangkan mas Sean yang benar-benar akan menghilangkan cambang nya
" Setelah konferensi pers untuk meluruskan berita simpang siur yang menyudutkan kita, aku akan mencukur ini" Kata mas Sean sambil mengusap cabangnya
Author POV
Erangan dan rintihan silih berganti, saling kejar-kejaran membuat suasana menjadi lebih panas, mengisi keheningan kamar seorang pria yang biasanya sunyi. Siapapun akan menyukai istri muda yang masih seperti kuntum mawar merah muda. Bahkan untuk pria seperti Tuan Sean yang tidak pernah menyangka jika menikah untuk kedua kalinya bisa membuatnya kembali bergairah, setelah sekian lama tidak memimpikan hal seperti itu lagi
Hampir sepanjang malam Lily terus di cumbu, gadis manis yang sangat sayang untuk tidak di tekuni
Lily yang sedang di cumbu, tapi justru Ozzu yang tidak bisa memejamkan matanya sepanjang malam, kamar Ozzu hanya bersekat dinding dengan kamar Tuan Sean, Ozzu yakin terus seperti ini sepanjang malam bisa membuatnya gila, dia sangat membenci Lily dan pernikahan Papanya. Akan tetapi wajah Lily dan ketabahan gadis itu membuatnya tak bisa berhenti untuk memikirkannya, terlebih netra abu-abu Lily yang selalu menatap lembut, sama sekali tidak ada ke serakahan. Apa mungkin itu salah satu senjata gadis itu untuk terlihat polos? Ozzu yakin pasti tebakan nya benar.
Memang tidak ada yang pernah tau apa yang akan terjadi dengan suami istri yang sedang bersama, tidak ada lagi kesenjangan usia, saat ini baik Lily maupun Tuan Sean sedang tak bersekat, tubuh polos keduanya sedang saling membelit untuk saling berbagi
Author POV end
Lily POV
" Aku akan menunggumu untuk sarapan" Mas Sean merangkak naik ke tempat tidur untuk menciumiku, beliau sudah rapi dan wangi, sepertinya beliau sudah siap untuk pergi ke kantor
Sementara aku masih menggeliat malas di tempat tidur dan belum memakai apa-apa
Mas Sean tersenyum, senyum manisnya mengingatkan aku pada apa yang telah kita lewati semalam, mengingatnya membuatku benar-benar malu
Aku langsung bangun dan menepi untuk mendekati mas Sean yang sudah kembali merapikan kemejanya
" Mandilah sebentar, aku akan memperkenalkan kamu sebagai istri ku di konferensi pers nanti"
" Apa tidak apa-apa?" Aduhhh, aku jadi merinding
" Ini harus kulakukan, agar tidak ada lagi orang yang menghinamu nanti saat bersama ku" Kata mas Sean menatapku
Aku buru-buru mandi, takut mas Sean akan terlalu lama menunggu ku aku langsung keluar dengan jubah mandi yang ku kenakan asal, rambutku kubiarkan tergerai meski masih sedikit basah, aku pikir yang penting keluar dulu dari kamar mandi agar mas Sean tau bahwa aku sudah selesai mandi
Tetapi berapa terkejutnya aku saat Ozzu lah yang sedang menatapku tajam, pemuda itu buru-buru mendekat ke arahku dan menarik jubah mandi ku dengan sedikit kasar, rambutku di sibak kebelakang dan dia langsung melihat kearah leherku. Tenggorokan ku tercekat tiba-tiba, mengapa Ozzu disini ? kemana mas Sean?
Aku yang terkejut karena tindakannya yang tiba-tiba lebih terkejut saat Ozzu dengan lancang mengusap bibirku dengan ibu jarinya yang hangat
" Kalian benar-benar kehilangan akal sehat!" Ucapnya, dengan tatapan mata yang membuatku takut
Saat aku hendak menepis tangannya. Ozzu lebih dulu menurunkan tangannya dan pergi begitu saja tanpa mengatakan sesuatu lagi
'Ada apa dengan dia pagi ini?' batinku
" Li, kamu di tunggu sama Tuan Sean di bawah, Tuan muda juga baru saja turun untuk sarapan" mendengar ucapan bi Sum aku baru ingat jika aku sedang di tunggu, membuat aku gegas memakai pakaian melupakan apa yang sebenarnya di katakan oleh Ozzu tadi, ah rasanya akan sangat sulit dia menerima ku sebagai bagian dari keluarganya
" Aku senang Li, melihat Tuan Sean yang kembali hangat, kamu membawa kebahagiaan untuk Tuan Sean"
Aku tidak tau mau berkata apa, aku juga tidak merasa telah melakukan hal apa-apa
Setelah berpakaian dan sedikit merapikan rambutku , aku segara turun.
Ada mas Sean yang langsung tersenyum kearah ku, sedangkan Ozzu menatapku datar, aku jadi merasa bersalah sudah membuat hubungan antara Papa dan anak jadi sedikit renggang
Selepas sarapan, mas Sean ingin pergi menemui seseorang, dan meminta ku berangkat bersama Ozzu nanti
Aku pikir Ozzu akan menolak, namun ternyata Ozzu setuju untuk pergi berasa ku
" Lily memang masih terlalu muda untuk menjadi Mama mu, maka Papa tidak akan memaksamu untuk memangilnya dengan sebutan Mama, kamu bisa memanggil Lily seperti yang kamu inginkan" Kata mas Sean setelah tadi memberi petuah bijak untuk Ozzu
" Bagaimana jika aku memanggil nya Pelakor?" Pertanyaan Ozzu cukup menyakiti hatiku, tetapi aku tidak bisa mengelak akan status ku itu
" Aku hanya bercanda" Ucap Ozzu setelah menciptakan keheningan beberapa saat. Yang tentunya membuat ku sedikit bernapas lega.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
pipi gemoy
Sean orang baik n lurus makanya dia dapat hadiah Lily 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🌹
2024-09-07
0
Sweet Girl
Mas Sean...
kenapa kamarnya Ndak dikasih peredam...
kasihan si Ozzo Ndak punya penyaluran.
2023-12-01
0
Ekawati Hani
Jangan sampe Lili di nodai Ozzu thor, jijik aku. Lili klo suami udah keluar kamar pastikan dulu pintu kamar dikunci, kuncinya jamgan diambil biar ga bisa dimasukin kunci dari luar.
2022-06-29
2