POV Pelakor

POV Lily

Aku mendengar, pemuda itu menanyakan perihal tangan Mas Sean, ya aku harus mulai memanggilnya demikian karena beliau sekarang sudah menjadi suamiku

" Oh ini...terkena pecahan kaca" Mas Sean menjawab sambil membolak-balik tangannya yang di perban

" Lily ini... " Mas Sean menunjuk pemuda di hadapannya dan melihat pada ku " Ozzu, putra kita"

Ada rasa yang tak biasa saat mas Sean mengatakan pemuda yang tinggi menjulang itu adalah putra kita, bukankah arti kita itu milik bersama, oh, rasanya sangat kurang nyaman, apalagi melihat tatapannya pada ku, sebenarnya aku begitu risi.

Aku hanya menanggapinya dengan senyum kaku, Tapi pemuda itu mengulurkan tangannya untuk ku jabat, aduuuh, ada yang kurang nyaman di hatiku, bahkan aku sama sekali tidak merasa bersalah sudah menamparnya tadi

" Hai, Ma, aku Ozzu"

Akhirnya karena merasa tak enak dengan mas Sean, aku menyambut uluran tangan nya, saat itu aku merasakan tanganku di remas dengan kuat, wajahnya memang terlihat ramah sepertinya Pemuda ini tidak menyukai kehadiran ku sebagai istri Papanya.

" Pa , aku tunggu di bawah!" Ozzu berjalan melewati ku , tetapi aku bisa melihat lirikan tajam dari matanya. Aku pura-pura tidak melihat itu dan mulai menghampiri mas Sean.

" Kamu mau kemana Li?" Mas Sean mendudukkan dirinya di sofa kamar

" Saya mau ke kamar mandi Mas" Ucapku sambil mulai mengaduk lemari untuk mengambilkan pakaian untuk mas Sean. Bi Sum sudah menjelaskan apa yang harus ku lakukan di pagi hari, tentang keperluan mas Sean yang harus ku siapkan.

" Kenapa tadi keluar?" mungkin mas Sean bingung, karena didalam kamar juga ada toilet

" Lily belum terbiasa dengan kamar mandi di kamar ini Mas." ujar ku jujur. Seumur hidup aku tidak pernah melihat peralatan-peralatan yang ada di kamar mandi Mas Sean. Selain, sabun mandi, sampo, pasta gigi dan sikat gigi, meskipun bentuknya juga tak seperti yang sering ku lihat, apalagi toilet nya yang seperti tempat duduk, rasanya kotoran dalam tubuhku enggan keluar jika harus buang hajat dengan cara seperti itu, yaa...aku hanya gadis miskin yang tidak pernah tahu kehidupan orang seperti mas Sean, jangankan kenyamanan untuk sekedar buang hajat. Untuk makan pun aku susah.

Mas Sean malah terkekeh kecil

" Itu karena kamu belum terbiasa saja Li!"

Aku meringis, dan membantu mas Sean memakai kemejanya

" Mas belum bekerja kan?" Tanyaku setelah berhasil membantu mengancing kemeja mas Sean

" Belum, Li. Mas hanya ingin pulang kerumah Mama Ozzu" ujar mas Sean menatap mataku

Oh, aku hanya bisa tersenyum ternyata mas Sean ingin pulang kerumah Istri pertamanya, Nyonya Pramajha yang sebenarnya

" Apa kamu keberatan?" Mas Sean menarik dagu ku dengan ujung telunjuknya

" Ah, tidak mas, aku hanya bertanya saja, aku masih khawatir dengan luka mas Sean!" Aku meringis malu

" Kamu bisa membantuku memakai dasi?"

Aku hanya mampu mengeleng, pasalnya aku memang tidak tau caranya.

Mas Sean sedikit menghela napasnya, mungkin beliau sedikit kecewa, apalagi tangannya yang masih sakit

" Boleh kah aku pinjam ponsel mas Sean?"

Aku dapat melihat mas Sean yang menatap ku dengan tanda tanya

Tetapi tangannya menjangkau ponsel yang berada di meja nakas dan segera memberikannya pada ku

' klik'

Aku segera memencet tombol mikrofon Mbah Google, dan segera berbicara

" Cara memasang dasi untuk acara resmi"

Mas Sean menggetarkan tawanya, kali ini lebih riuh dari yang tadi

" Kamu ternyata jenius ya!" Puji mas Sean sambil menepuk bahuku

Beberapa menit aku belajar, sepertinya aku mulai percaya diri untuk segera mempraktikkan

" Mas Sean bisa sedikit menunduk?" Tanyaku agar aku bisa menjangkau lehernya yang jenjang

Bukanya menunduk seperti pintaku mas Sean malah mencuri kecup kening ku. Memang bukan untuk pertama kalinya, namun aku masih saja terkejut

Senyum mas Sean kembali terlihat, Entah setampan apa suamiku ini seandainya wajahnya tidak tertutup cambang

" Yey...mas aku bisa!" aku melompat kegirangan saat mampu memasang dasi itu dengan sempurna

Mas Sean mengelengkan kepalanya melihat tingkah ku yang mungkin sangat kekanakan untuk gadis seusia ku

" Hehehe, maaf mas, aku terlalu bahagia!" Kata ku jujur dan sedikit malu, pasalnya mungkin aku sedikit berlebihan

Mas Sean baru saja mau bersuara, ternyata Ozzu kembali membuka pintu kamar kami, CK, Kenapa pemuda itu tidak memiliki sopan santun sekali?, bukankah seharusnya seseorang tidak boleh sembarangan masuk kedalam kamar tidur orang lain, meskipun itu anak sendiri, setidaknya harus mengetuk pintu kan?

" Pa, kenapa lama sekali aku sudah lapar!" rajuknya yang terdengar menjengkelkan di telinga ku.

" Kamu bisa makan terlebih dahulu Ozzu!" kata mas Sean menatap putranya

" Sejak kapan seseorang boleh makan sebelum Papa makan!" Tuturnya yang kali ini menatap ku, seperti mengawasi sesuatu

Mungkin Ozzu membenci ku karena aku merebut Papanya dari Mama nya. Menyadari itu aku jadi merasa bersalah, aku tidak berniat demikian, tetapi pasti pandangan siapapun akan sama menilai ku, seperti perkataan mas Sean dulu padaku, menikah dengan pria bersuami bisa di anggap Pelakor, tidak perduli apapun alasan sebenarnya.

" Ya sudah mas, ayo kita turun!" Aku tersenyum pada mas Sean, namun mas Sean malah balas menatap ku dengan alis menyatu

" Ck, kalian bisa buka-bukaan lagi setelah sarapan!" perkataan itu lagi-lagi keluar begitu saja dari mulut pemuda di ambang pintu itu, apasih? bikin kesel saja.

" Li, kamu belum ambilkan celana untuk ku" Seketika mataku memindai penampilan mas Sean. Dan benar saja, pria yang baru ku pakaikan dasi itu belum memakai celana nya, hanya handuk yang menutupi setengah pahanya keatas

Pantas saja , Ozzu berkata begitu, sekalinya penampilan mas Sean yang masih belum lengkap

Aku segera membantu mas Sean pakai celana, biar bagaimanapun tangan mas Sean masih sakit. Awalnya mas Sean ingin di bantu pak Parno, salah satu pelayan pria di rumah mas Sean, namun aku tidak mengizinkannya, aku ingin menjadi istri yang baik untuk mas Sean, pria yang dengan baik mau menanggung biaya hidup ku.

" Mandilah, aku menunggu di meja makan" Kata mas Sean sebelum meninggalkan kamar kami, bahkan beliau sempat mengecup kening ku, sekilas.

" Jangan lama-lama mandinya aku bisa mati kelaparan!" Ozzu berteriak, yang membuatku kesal sekaligus merasa bersalah

🌼🌼🌼🌼

Aku turun setelah selesai mandi, rambutku yang sedikit basah kubiarkan saja tergerai

Segera aku duduk di hadapan mas Sean namun suara Ozzu membuatku urung

" Kursi itu milik Mama!" Tekan pemuda itu yang membuat aku segera berdiri dan pindah ke sebelah mas Sean

" Ozzu!" Mas Sean sedikit menegur, mungkin mas Sean sedikit kasihan padaku yang terlanjur duduk, padahal aku sama sekali tidak keberatan untuk pindah, bahkan seandainya aku diminta duduk dilantai aku sama sekali tidak masalah.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

bisa di pastikan Ozzu jatuh hati ke mama tiri nya.. siapa yg bisa menolak pesona pelakor satu ini..

2023-12-13

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Ya jangan gitu Li...
kamu sekarang istri Mas Sean...

2023-12-01

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Mas Sean Khan suamimu Li...
jadi ya emang sudah tanggung jawabnya, menafkahi mu...

2023-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 Tergoda
2 Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3 Ragu
4 Jadikan aku istri rahasia
5 Natalia Javen
6 Kedatangan Tuan Sean
7 Pernikahan
8 Ozzu Pramajha
9 POV Pelakor
10 POV Pelakor
11 POV Pelakor
12 POV Pelakor
13 POV Pelakor
14 POV Pelakor
15 POV Pelakor
16 POV Pelakor
17 POV Pelakor
18 POV Pelakor
19 POV Pelakor
20 POV Pelakor
21 POV Pelakor
22 POV Pelakor
23 POV Pelakor
24 POV Pelakor
25 Kesedihan Lily
26 Terombang-ambing Rasa
27 Tuan Sean
28 Mulai tumbuh rasa sayang
29 Ulang tahun
30 Ozzu
31 Amanat
32 Hampir
33 Bicara
34 Tersudut
35 Perasaan yang hancur
36 Ingin meninggalkan
37 Sebab
38 Senyum Lily
39 Perasaan dan kejujuran
40 Ingin menemui
41 Mengakui
42 Antara anak Dan istri
43 Setelah tiga bulan.
44 Tiga hati
45 Mulai utuh
46 Kampus
47 Tuan Sean
48 Anak muda
49 Seorang Ayah
50 Serpihan hati
51 Melawan Rindu
52 Lily
53 Terkepung
54 Pergi
55 Nona Phalosa
56 Kilasan masa lalu
57 Sosok Lily
58 Permohonan
59 Pertemuan kembali
60 Luapan hati
61 Lily dan nyonya Natalia
62 Pernikahan
63 Rumah baru
64 Tuan Sean dan Lily
65 Jujur
66 Berdamai
67 Gadis untuk Udgam
68 Kejahilan Ozzu
69 Merelakan
70 Menemani
71 Membujuk
72 Hidup berdua
73 Kelahiran putra
74 Ingin menetap
75 Cinta tuan Sean
76 Kepuasan
77 Rencana
78 Duka keluarga
79 Garis takdir
80 Bab Baru. ( Hidup Baru)
81 Kehidupan Lily
82 Keputusan
83 Lily
84 Kejujuran Lily
85 Kemarahan Lily
86 Bertemu Lyga
87 Ajakan
88 Rencana pulang
89 Pelakor
90 Paksaan.
91 Pilihan hati Lily
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Tergoda
2
Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3
Ragu
4
Jadikan aku istri rahasia
5
Natalia Javen
6
Kedatangan Tuan Sean
7
Pernikahan
8
Ozzu Pramajha
9
POV Pelakor
10
POV Pelakor
11
POV Pelakor
12
POV Pelakor
13
POV Pelakor
14
POV Pelakor
15
POV Pelakor
16
POV Pelakor
17
POV Pelakor
18
POV Pelakor
19
POV Pelakor
20
POV Pelakor
21
POV Pelakor
22
POV Pelakor
23
POV Pelakor
24
POV Pelakor
25
Kesedihan Lily
26
Terombang-ambing Rasa
27
Tuan Sean
28
Mulai tumbuh rasa sayang
29
Ulang tahun
30
Ozzu
31
Amanat
32
Hampir
33
Bicara
34
Tersudut
35
Perasaan yang hancur
36
Ingin meninggalkan
37
Sebab
38
Senyum Lily
39
Perasaan dan kejujuran
40
Ingin menemui
41
Mengakui
42
Antara anak Dan istri
43
Setelah tiga bulan.
44
Tiga hati
45
Mulai utuh
46
Kampus
47
Tuan Sean
48
Anak muda
49
Seorang Ayah
50
Serpihan hati
51
Melawan Rindu
52
Lily
53
Terkepung
54
Pergi
55
Nona Phalosa
56
Kilasan masa lalu
57
Sosok Lily
58
Permohonan
59
Pertemuan kembali
60
Luapan hati
61
Lily dan nyonya Natalia
62
Pernikahan
63
Rumah baru
64
Tuan Sean dan Lily
65
Jujur
66
Berdamai
67
Gadis untuk Udgam
68
Kejahilan Ozzu
69
Merelakan
70
Menemani
71
Membujuk
72
Hidup berdua
73
Kelahiran putra
74
Ingin menetap
75
Cinta tuan Sean
76
Kepuasan
77
Rencana
78
Duka keluarga
79
Garis takdir
80
Bab Baru. ( Hidup Baru)
81
Kehidupan Lily
82
Keputusan
83
Lily
84
Kejujuran Lily
85
Kemarahan Lily
86
Bertemu Lyga
87
Ajakan
88
Rencana pulang
89
Pelakor
90
Paksaan.
91
Pilihan hati Lily

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!