" Tidak apa-apa mas!" aku langsung menyela, takut nanti justru terjadi keributan jika mas Sean menegur Ozzu
Bi Sum dan Yuyun sudah menyiapkan aneka menu dimeja makan yang ku perkirakan lebih luas dari tempat tidurku di desa, tidak hanya meja yang mewah, namun segala yang ada di atasnya juga begitu menggiurkan, belum-belum rasanya air liur ku akan menetes hanya dengan melihatnya
" Ambilkan nasi untuk Tuan Sean Li" Bisik Bi Sum, aku mengerti dan langsung membalik piring mas Sean untuk ku isi nasi
" Cukup" Kata mas Sean setelah aku menuang dua centong nasi
" Pakai jamur dan brokoli saja" Mas Sean menunjuk menu yang dia mau
Aku melirik tangan mas Sean
" Biar ku suapi ya mas" tawar ku
" Ya, kalau kamu tidak keberatan" Jawab mas Sean. Tentu saja aku tidak akan keberatan, sekedar menyuapi apa susahnya
Aku melihat pada Ozzu, pemuda itu makan dengan lahap, meski sesekali dia mencuri pandang ke arah ku, aku pura-pura tidak tahu
" Suap dirimu juga Li" tiba-tiba mas Sean membuat ku kaget
" Suapi juga kamu, kita makan bersama biar sama-sama kenyang" Mas Sean berkata sambil menatap wajahku yang mungkin tak enak di pandang
Dapat kudengar suara sendok yang dihempaskan di atas piring
" Aku selesai!" Ozzu berdiri " Pa aku pergi duluan ketempat Mama!" ucap Ozzu pada mas Sean
" Ya, Papa akan segera menyusul"
Tidak ada jawaban lagi dari Ozzu, pemuda itu langsung melangkah pergi, meninggalkan aku dan mas Sean yang masih sarapan
" Mungkin aku pulang agak sore, kamu bisa istirahat atau melakukan sesuatu yang membuat mu nyaman disini!"
" Ya mas"
" Li, maafkan sikap Ozzu, dia hanya terlalu terkejut mungkin"
" Iya, mas. Lily ngerti"
Mas Sean tersenyum dan mencium keningku, hal yang sering di lakukan mas Sean pada ku
🌼🌼🌼🌼☘️
Akhirnya aku kembali kekamar saat mas Sean sudah pergi
Namun baru saja aku berjalan menuju tempat tidur, pintu kamar terbuka dengan suara keras dan terbanting
Aku terkejut bukan main melihat Ozzu yang tiba-tiba masuk kamarku bersama mas Sean, tidak hanya itu, Ozzu bahkan menguncinya dari dalam dan menarik anak kunci itu untuk segera di masukkan kedalam kantong celananya, aku langsung beringsut mundur, mengingat aku hanya berdua dengan nya membuat hatiku berkejolak dan khawatir
" Kamu tidak bisa masuk kamar orang sembarangan" ucapku, dengan terus melangkah mundur, hingga aku tersudut di sisi ranjang
" Ini kamar Papa ku"
" Iya, tapi dia sedang tidak ada, dan seharusnya kamu tidak boleh menerobos masuk kedalam kamar dengan sembarang" Aku mulai gugup, karena Ozzu terus mendekat. "Ya Allah apa yang akan pemuda ini lakukan padaku?" batinku menjerit takut
" Apa yang kau lihat dari Papaku?, hartanya?, nama besarnya? atau kemapanannya?" Ozzu mendesis marah, dengan bibir yang terus mengeluarkan pertanyaan menyudutkan
" JAWAB!"
Aku terkejut dengan bentakannya, aku tak pernah berpikir sebelumnya jika anak tiri ku benar-benar sebesar ini, dan dengan mudah akan mengintrogasi diriku sesuka hatinya.
Meskipun aku menikah dengan mas Sean karena mas Sean memang mampu, tapi aku tidak berniat untuk mencuri dia dari siapapun, aku hanya ingin dijadikan sebagai istri simpanan, tapi jika takdir mempertemukan aku dengan anak mas Sean secepat ini, aku harus bisa menghadapinya, karena ini memang sudah resiko yang harus ku tanggung.
" Aku tidak mengincar semuanya" Jawab ku, yang di balas gelak tawa oleh Ozzu, gelak tawa mencemooh lebih tepatnya.
Aku sadar, meskipun aku menjelaskan tidak ada yang akan mempercayai ku. Begitu juga dengan Ozzu, tentu saja melihat Papa nya menikahi gadis yang seumuran dengan nya Ozzu pasti kecewa. Siapapun juga akan berpikir jika aku mau menikah dengan mas Sean karena harta.
" Tolong keluarlah, aku mohon, sangat tidak pantas jika sampai Bi Sum atau Yuyun melihat kita hanya berduaan di kamar!" Aku berusaha memohon
" Kau ingin mengusirku?" Ozzu melotot menatapku
" Aku tidak berhak meminta itu padamu, ini rumah mu, akulah yang menumpang disini, tapi untuk saat ini tidak pantas rasanya jika kita berada dalam satu kamar, terlebih dalam keadaan terkunci" Entah bagaimana aku bisa meluluhkan hati putra suami ku ini, aku benar-benar khawatir jika Bi Sum atau Yuyun memergoki kami dan berpikir macam-macam.
Tiba-tiba air mataku mengalir, air asin itu tak mampu lagi ku tahan, ternyata keinginan sederhana yang ku impikan tak bisa berjalan tanpa hambatan, lagi-lagi Takdir membuatku harus berjuang, kali ini bukan soal mencari sesuap nasi, namun soal meraih kepercayaan seseorang, pemuda yang bahkan baru ku temui hari ini
" Aku tidak bisa kau tipu dengan air mata buaya" Tuduhnya melihatku semakin tajam
" Aku mengerti, karena aku memang manusia bukan buaya, jadi air yang keluar dari mataku jelas bukan air mata buaya" Jawabku, juga berusaha menghapus air mata
Tubuhku di dorong kuat hingga aku terjerembab ke tempat tidur
" Aku bisa saja meniduri mu jika aku mau, sayangnya aku jijik hanya melihat tubuh wanita yang rela tidur dengan pria berumur hanya karena uang"
Aku hanya diam mendengarkan caciannya, rasanya percuma aku membela diri, karena posisiku memang salah. Aku lah Sang perebut suami dari istrinya, akulah sang perebut Papa dari anaknya, namun aku masih memiliki hati dan tidak akan merebut apa yang mereka punya untuk ku seutuhnya
" Kenapa diam, kau merasa terhina?" lagi-lagi Ozzu terus memojokkan aku
" Semuanya benar, apapun yang kamu ucapkan benar. Sekarang kumohon keluarlah dari kamar ini, aku sedang ingin sendiri!" Aku sampai mengatupkan kedua tanganku di dada, ini adalah usaha terakhir yang bisa kulakukan agar Ozzu bersedia keluar dari kamar ini
" Aku pastikan setelah ini hidupmu tidak akan tenang" Ozzu mengancam ku dengan tatapan tajamnya
Aku tak membantah ucapannya, aku juga mulai lelah membela diri di hadapan Ozzu , Biasanya, orang yang membenci kita akan merasa senang jika kebencian mereka kita tanggapi dengan kebencian dan emosi juga. Mereka akan semakin menjadi-jadi. Tetapi akan sebaliknya apabila kita tidak membalas kebencian mereka dengan berusaha tetap diam dan tenang, mereka akan diam karena merasa terabaikan.
Usahaku membuahkan hasil, melihat ku tak melawan bahkan berusaha mendebatnya, Ozzu segera mengeluarkan kunci dari sakunya , gegas menempelkan pada tempatnya , memutarnya dan suara bantingan pintu kembali terdengar.
Aku sebenarnya juga takut, tapi aku berusaha agar tampak tegar dihadapan Ozzu, aku khawatir jika aku terlihat lemah dia akan terus membuatku tertekan
" Lily"
Bi Sum menghampiri ku dengan tergopoh-gopoh.
" Apa Tuan muda menyakitimu? aku mendengar dia terus mengancam mu Li?" Bi Sum terlihat sangat khawatir.
Aku tersenyum menenangkannya, dan mengatakan bahwa mungkin Ozzu butuh waktu untuk menerima ku sebagai istri Papanya.
#####
Tinggalkan komentar untuk membuat author semangat ya reader....
happy reading....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Sandisalbiah
harusnya sebagai pelakor Lily bisa sedikit lebih kuat setidaknya utk melindungi dirinya sendiri... tp jika Lily selemah ini... hais... gak kebayang deh.. ini baru ank tirinya yg maju.. belum lagi istri pertama dr Sean... Lily udah banjir air mata.. 🤦♀🤦♀🤦♀
2023-12-13
0
Sweet Girl
bwahahahaha ini Khan cerita nya lagi sedih Li...
ya sempetnya bahas Buaya.
2023-12-01
0
Sweet Girl
Pinter Li... sesuatu yg bernilai ibadah, jangan dibikin berat...
2023-12-01
0