" Kenapa kamu diam, bukankah kamu bisa saja melawan Mama ku, setidaknya membela diri agar kamu tidak terluka separah itu?"
Ku beranikan diri menatap wajah Ozzu kali ini aku berusaha untuk tidak menangis.
" Aku memang pantas mendapatkan nya"
" Cuih, jikapun Papaku menyayangi mu dia tidak akan menikahi mu secara siri!" Ejek Ozzu padaku
" Tuan Sean, menikahi Lily sah Dimata hukum dan agama, Tuan muda!" tiba-tiba Yuyun berbicara dan membelaku. Dapat kulihat wajah Ozzu yang terkejut
" Nyonya sendiri yang menandatangani surat wewenang untuk mengizinkan Papa Anda menikah lagi" Bi Sum juga ikut buka suara
" Li."
Aku langsung menoleh saat ku dengar suara familiar itu, mas Sean buru-buru berjalan kearah ku dan Ozzu
" Ayo kerumah sakit" Ajak mas Sean menatap ku khawatir
" Tidak mas, ini sudah di obati" Tunjuk ku pada. kedua sudut bibir ku yang terluka
" Ozzu juga sudah memberiku obat anti nyeri" Aku menatap sekilas pada Ozzu yang kali ini mengamati aku dan Papa nya dengan ekspresi wajah tak terbaca
" Bi tolong ambilkan air hangat untuk mengompres lukanya, jangan air es" Perintah mas Sean yang langsung di jalankan oleh Bi Sum segera
Aku begitu canggung saat Ozzu masih terus memperhatikan aku dan mas Sean bahkan setelah mas Sean selesai membantuku mengompres lukaku
" Jadi matanya itu asli bukan soflen?" Aku tau siapa yang di maksud oleh Ozzu, tentu warna mataku lah yang dia tanyakan.
" Ya" jawab mas Sean ringan
" Dia sakit albino?"
" Tidak, kau ingin melihat hasil pemeriksaan kesehatan ibu tiri mu Zu? kali ini mas Sean berpaling untuk menatap putranya
" Jika ada yang perlu ku ketahui, mengapa tidak!"
Aku benar-benar tidak habis pikir, mengapa ada orang yang sibuk ingin tau sesuatu yang sudah di jelaskan.
" Ada di ruang kerja Papa, carilah!" ucap mas Sean dengan ketenangan, entah mengapa hal itu selalu membuatku terkejut
Sepertinya aku akan sedikit sulit untuk membiasakan diri dengan pria seperti Mas Sean, dengan kebijakan dan kharisma nya yang kadang membuat ku merasa malu, merasa kecil dan bukan siapa-siapa, apa lagi untuk berdiri di sampingnya. Hari ini terbukti, ternyata istri pertama mas Sean begitu cantik, berkelas yang sangat cocok untuk nya .
Tiba-tiba ponsel di saku mas Sean berbunyi, membuatnya segera memeriksa benda yang berbunyi tersebut
" Jangan sungkan, Ozzu putraku, katakan jika kau membutuhkan bantuannya, dia tidak akan keberatan. Aku akan mengangkat panggilan sebentar, kalian bisa saling berkenalan agar tidak canggung"
Mas Sean langsung berdiri, kemudian menunduk untuk mengecup keningku, sebelum buru-buru menuju ruang samping untuk mengangkat panggilan yang sepertinya cukup penting.
Ozzu menatap ku penuh kebencian yang membuat nyaliku menciut
" Kau sebenarnya lebih baik bekerja di club' malam, ku pikir jauh menguntungkan dari pada kau di jadikan istri yang hanya di butuhkan untuk menghangatkan ranjang Papa ku"
" Ozzu, aku tidak pernah punya keinginan kerja di club'malam, bahkan pekerjaan menjadi istri simpanan sebelumnya tidak pernah ku ingin kan, sungguh ini sangat rendah sekali" kedua mataku membulat sempurna mendengar ucapan Ozzu. Aku tidak Sudi Bekerja di club'malam membiarkan tubuhku di jamah oleh laki-laki manapun
" Ku pikir wanita seperti mu tidak keberatan dengan pekerjaan seperti itu, bukankah tipe-tipe orang seperti mu hanyalah yang terpenting uang ?"
Jika saja aku tidak menahan diri, rasanya tangan ini akan kembali terayun untuk menampar wajahnya, perkataan Putra mas Sean sangat melukai hatiku
" Ayo kekamar" Aku sedikit berjingkat saat mas Sean tiba-tiba sudah mengecup pundak ku dari samping. Bahkan perbuatannya bisa dilihat oleh Ozzu, sepertinya mas Sean kebal oleh rasa malu terhadap putranya
" Istirahat lah jika kau lelah" Mas Sean menatap putranya sebelum menarik tangan ku untuk ikut.
Aku hanya menurut saja, karena sebenarnya aku butuh meluruskan badan ku yang terasa berdenyut nyeri.
Sesampainya di kamar mas Sean langsung menatap ku, aku benar-benar merinding, apa lagi ketika kemudian mas Sean menyisihkan sisi rambut panjang ku dan menunduk untuk mengecup kulit leher ku, di kecup ya cukup lama sampai aku mulai merasakan napas mas Sean yang mulai meningkat
Ku biarkan saat mas Sean mulai meremas gumpalan lembut di dadaku, bahkan mencengkram nya dengan kuat membuat napas ku ikut memberat
" Aku sudah menyentuhnya Li, aku merasa bersalah dengan mu, karena aku membayangkan tubuh itu adalah tubuh mu!"
'Astagfirullah, betapa berdosa nya mas Sean melakukan itu, namun untuk menegurnya saat ini kurasa bukan waktu yang tepat, biarlah mas Sean membiasakan diri dulu, ku rasa seiring berjalannya waktu mas Sean bisa kembali mencintai Mama Ozzu.
" Mas!" Terpaksa aku mengeluh karena mas Sean mengelus kepalaku, elusan lembut sebenarnya, namun mungkin karena jambakan mama Ozzu pada rambutku cukup kuat ku pikir kepalaku sedikit memar, hingga begitu sakit saat di sentuh oleh tangan mas Sean
" Bagaimana sikap Ozzu pada mu, apa dia cukup sopan?"
" Ya mas, Ozzu hanya butuh waktu saja, untuk sekarang dia belum bisa menerima ku, mungkin karena ini terlalu mengejutkan untuk nya"
" Tidurlah, aku tidak bisa menuruti keinginan ku saat keadaan mu seperti ini" Mas Sean langsung mengendong ku ala bridal style dan meletakkannya di tengah ranjang king size milik beliau.
Aku tidak pernah menduga jika apa saja bisa terjadi di antara suami istri saat sedang bersama, meskipun usia kami jauh, ternyata aku tak menampik bahwa aku sangat menyukai apa yang ada pada diri mas Sean, semuanya.
Napasnya yang memburu, aroma tubuhnya, sentuhan tangan nya, ciuman dari bibirnya, bahkan sensasi yang diberikan mas Sean padaku saat kami sedang bergumul
" Apa yang kau lihat?" Tanya mas Sean saat menangkap basah aku yang terus menatapnya
" Mas Sean tampan" jujur ku
Dada mas Sean terguncang, gigi putihnya yang rapi terlihat saat bibirnya mengulas senyum
" Aku sudah tua Li" Katanya merendah
" Tapi mas Sean sangat tampan" aku tidak sedang menggombal, itu adalah kenyataan, meskipun usia mas Sean sudah kepala empat, akan tetapi aura dan gaya mas Sean masih membuatnya tampak muda dari usianya sebenarnya
" Aku sebenarnya lebih cocok menjadi Ayah mu di banding suami mu Li"
Aku tak mengatakan apapun, karena mas Sean kembali merampas bibirku. Kali ini sangat lembut, seperti mas Sean ingin menghibur ku dari rasa sakit karena di labrak istri pertamanya.
" Besok aku akan mengadakan konferensi pers"
Mas Sean menyentuh dagu ku sedikit mengangkat nya, kemudian menyapu bibirku dengan ibu jarinya
" Tidak akan ku biarkan siapapun menghina mu Li."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Sri Widjiastuti
ibu nya ozzu dikasih kesempatan ngelunjak... sean2
2023-11-23
0
Enies Amtan
top
2023-08-13
0
Nani Evan
ya ampun sakit banget hati ini😭😭😭
2022-07-31
1