Meskipun sempat terbesit keraguan dengan tawaran nya sendiri, tetapi Lily mencoba menyemangati dirinya, bahwa apa yang dia lakukan tidak terlalu buruk
Dia hanya akan menikah, bukan menjual diri bersama banyak pria untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, cukup satu pria saja yang dia inginkan untuk menjamin hidupnya dan juga hubungan yang halal.
Walaupun dia harus menjadi seorang pelakor, tapikan lagi-lagi Lily berpikir dia hanya butuh di nafkahi bukan menuntut sang suami adil untuk nya nanti, bahkan dia tak perduli jika nanti Tuan Sean akan sering bersama dengan istri pertama istri yang sah Dimata masyarakat.
Bu Sum membawa Lily duduk di samping Tuan Sean, suasananya tidak terlalu ramai, hanya beberapa saksi yang Tuan Sean siapkan, karena Lily tidak memiliki sanak saudara
Lily mengenakan kebaya warna putih gading yang begitu pas pada tubuhnya, dirinya tidak dihias layaknya pengantin, Lily hanya di rias sederhana namun tetap terlihat sangat cantik Dimata siapapun
Meskipun ini yang dia inginkan, nyatanya Lily tetap menangis saat suara sah menggema di mana acara ijab Kabul di laksanakan. kristal bening itu tetap jatuh dari kedua sudut mata Lily meski tanpa suara.
Bukan tangis penyesalan, namun tangis nelangsa, karena di hari pernikahan nya bahkan tak ada satupun orang tuanya yang bisa menyaksikan, kesedihan hanya dia rasa seorang, kebahagiaan pun dia telan sendiri
Tuan Sean mengangkat dagu Lily dan tersenyum menenangkan
Tuan Sean menyematkan cincin pada jari manis Lily, dan Lily juga menyematkan cincin perak di jari manis Tuan Sean
"Sekarang kamu adalah istri ku, jadilah istri yang baik dan tegur aku jika kamu merasa aku terlalu lalai"
Tidak tau kenapa, kata-kata sederhana seperti itu mampu membuat dada Lily berdegup kencang, bahkan ada rasa haru menyelimuti hatinya.
Tuan Sean membukakan pintu untuk Lily dan mempersilahkan masuk kedalam kamar mereka terlebih dahulu. Lily belum berani memikirkan apa saja yang akan mereka lakukan di kamar tersebut.
Tiba-tiba Lily merinding, setelah mengamati seberapa besar dan mewahnya kamar Tuan Sean, dan dibuat semakin kikuk saat sadar dengan siapa dia akan menghabiskan waktu di kamar tersebut.
" Maaf, aku belum bisa membawamu kemana-mana" kata Tuan Sean mengangkat dagu Lily
Lily sendiri belum bisa berucap apapun, dia terlalu bingung dengan semua yang terjadi begitu cepat dalam hidupnya
Lily benar-benar merinding total saat Tuan Sean mulai menempelkan bibir mereka
" Kamu harus mulai membiasakan diri dengan ku"
Lily memejamkan matanya, Seolah pasrah akan diapakan saja, bahkan saat Lily merasakan tangan Tuan Sean mulai meremas gumpalan di dadanya, hanya jantungnya yang memberontak, sedangkan Lily hanya semakin mematung
Tuan Sean berhenti sebentar, untuk melihat Lily yang memejamkan matanya tanpa bergeming
" Aku juga sedang membangun diriku untuk membiasakan diri dengan ini"
Ternyata suara Tuan Sean terdengar lebih berat saat terdengar dari dekat
Tuan Sean terus menggerakkan tangan besarnya kemana-mana membuat tubuh Lily merinding dari ujung kaki hingga ujung kepala
" Apa kau keberatan jika aku menuntut hak ku sebagai seorang suami malam ini?" Di hadapkan dengan gadis muda yang masih begitu ranum siapapun Pria akan kehilangan kendalinya terlebih mereka sedang dalam suasana yang mendukung
Namun Tuan Sean masih ingin menjaga perasaan gadis yang sedang dia cemari ini , meskipun sudah menjadi haknya, Tuan Sean ingin Lily mau melayaninya dengan sadar
Lily mengangguk dengan dada berdebar kencang dan tubuhnya seperti kesetrum saat kulit mereka bersentuhan
" Buka matamu, tatap aku Li, karena aku ingin kau tau bahwa akulah pria yang sedang menyentuh mu, bukan orang lain.
Tuan Sean menyisipkan tangannya kedalam celana berenda hitam yang dikenakan Lily tapi gadis itu malah dengan refleks merapatkan pahanya hingga membuat tangan Tuan Sean terjepit disana.
" Maaf, aku.. " Lily jadi gugup karena harusnya dia tidak boleh menolak, sebenarnya bukan menolak, tapi gadis itu masih terlalu terkejut, Lily masih sangat sensitif karena belum pernah di jamah.
" Mas Sean..." Tanpa sadar Lily memanggil seperti itu, tidak hanya membuatnya terkejut Tuan Sean pun demikian, sampai pria itu menghentikan aktivitas nya karena Lily yang memanggilnya
" Maaf" Lily merasa bersalah dan takut kalau Tuan Sean tidak suka di panggil se lancang itu
" Panggil aku lagi" Perintah Tuan Sean pada Lily
" Panggil aku seperti tadi!"
Lily memberanikan diri untuk menatap wajah Tuan Sean dan mengeluarkan suara untuk menuruti perintah darinya
" Mas Sean" lirih Lily takut-takut. Namun Tuan Sean justru tersenyum
" Panggil aku seperti itu terus, aku menyukainya" Seperti remaja yang gila pangilan, se dewasa itu nyatanya Tuan Sean masih tetap butuh panggilan istimewa
Lily mengangguk patuh , menyanggupi keinginan Pria yang tiba-tiba berubah seperti anak kecil
" Kau juga harus belajar menyentuh ku, membuatnya basah agar nanti tidak terlalu sakit untuk mu"
Lily sendiri masih tidak mengerti apa yang sebenarnya Tuan Sean maksud, sampai pada saat pria itu membuka sendiri celananya
Lily yang terkejut, hanya mampu menuruti saja, karena dia tidak di izinkan untuk berpaling atau memejamkan matanya, Lily hanya terus mengingat, bahwa mereka sudah menikah dan pria di hadapannya adalah suaminya bukan orang lain
Melihat reaksi gadis muda dihadapannya, Tuan Sean Pramajha malah tersenyum bangga, itu artinya Lily memang benar-benar masih utuh dan belum tersentuh
" Oh, Lily...."
Rintihan Tuan Sean membuat Lily terkesiap, gadis itu sampai buru-buru berdiri, hingga kepalanya terbentur lampu kaca yang berada di samping kepala ranjang sebagai hiasan kamar megah Tuan Sean
" Aa...." Pada akhirnya Tangan Tuan Sean lah yang terluka, karena dengan sigap melindungi kepala gadis itu dengan telapak tangannya, hingga sundulan kepala Lily pada kaca itu terlapisi oleh tangan Tuan Sean yang membuat pecahan kaca itu tertancap di beberapa bagian punggung tangan Tuan Sean
" Mas Sean!" Yang tadinya Lily terkejut karena Tuan Sean yang tiba-tiba merintih, kini berubah panik saat melihat kecerobohan nya, membuat suaminya terluka
Karena insiden tersebut, Tuan Sean harus segera ditangani, dengan bantuan Dokter keluarga, Tuan Sean sudah di tangani dengan cepat
" Lukanya sudah selesai diobati, ada yang robek jadi musti mendapat jahitan, tapi jangan khawatir ,semua akan pulih dalam beberapa hari" Seorang pria seumuran Tuan Sean berbicara pada Bu Sum, Lily hanya berani mengintip, karena gadis itu harus bersembunyi agar keberadaannya tidak di ketahui siapapun, selain Tuan Sean dan yang tinggal bersama mereka.
Setelah kepergian Dokter keluarga Tuan Sean. Lily segera bergegas masuk kedalam kamar yang ada Tuan Sean disana, Tuan Sean sedang berbaring miring saat Lily datang.
Lily memberanikan diri untuk mendekat. Tuan Sean masih meringkuk dengan selimut tebalnya. Untuk beberapa saat Lily mematung di depan sang suami yang terlelap, Lily bingung ingin berbuat apa. Ia menarik kembali tangannya yang akan menyentuh tangan Tuan Sean, sebelum membulatkan tekad untuk berani meminta maaf kepada Tuan Sean karena membuat malam pertama mereka jadi hal yang menyakitkan untuk Tuan Sean.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Sandisalbiah
yakin saat ini Natalie sangat penasaran dgn sosok istri muda Sean... mulai kepo dan mencari tau dan ujung²nya berusaha buat menyingkirkan nya.. aku udah over thinking dukuan..
2023-12-13
0
Audy Amran
fikiran anak muda masih labil ya kan..ingin tidur nyenyak sama mkan enak aja gak mikir 2x lah mau jadi istri simpanan,,aku gak mmbenarkan sih tawaran lily kek gitu hanya memaklumi saja fikiran orang itu beda2 termasuk lah kk outhor yg nulis nich..😂😂
2023-01-03
1
putri kejora
baru dipanggil mas aja udah klepek klepek,,uuhhh mas Sean gumush denger nya klo Lily yg manggil🤭
2022-06-25
2