Pertemuan dan kebaikan pria dewasa

Pria yang bernama Sean Pramajha mengeleng pada sopirnya kemudian segera meraih tangan kecil gadis muda yang takut mendengar guraunya tentang binatang melata itu

"Awh...!"

Pekik gadis itu begitu berhasil di tarik naik, Lily membuka matanya perlahan dengan perasaan yang masih berdebar-debar karena rasa takutnya

" Biar ku antar pulang, sepertinya kakimu terluka!" Tuan Sean Pramajha memperhatikan lutut Lily yang berdarah

" Oh, tidak perlu Pak, saya bisa pulang sendiri!" Tolak Lily dengan rasa kikuknya, ayolah wajah pria dewasa itu sangat menakutkan, sebagian wajahnya tertutup bulu yang byasa orang sebut cambang

" Dimana rumahmu?" bukanya menanggapi penolakan Lily, Tuan Sean malah menanyakan dimana gadis itu tinggal

Lily menatap pria dewasa di hadapannya dengan wajah bingung

" Kamu setidaknya harus Menganti bajumu yang sudah kotor" Suara khas pria dewasa itu terdengar menegur

Lily jadi ikut memperhatikan keadaannya yang sangat kotor

" Bapak benar!" lirihnya sambil mengusap wajahnya yang basah. Ah, bahkan rambut Lily pun tercium bau menyengat

" Naiklah kedalam mobil, aku antar kamu pulang!" titah Tuan Sean pada gadis yang terlihat sangat memprihatinkan

" Saya benar-benar bisa pulang sendiri, Pak." tolak Lily keras kepala. Sebenarnya Lily merasa tidak pantas saja naik kedalam mobil sedangkan keadaan dirinya sangat kotor dan bau

" Naiklah, anggap saja sebagai permintaan maaf saya karena telah membuatmu jatuh dan terluka" dengan kemurahan hatinya Tuan Sean meminta maaf atas kesalahan sopirnya

Lelah menolak, pada akhirnya Lily bersedia juga untuk diantar pulang oleh Tuan Sean

Lily duduk dengan kikuk di samping pria yang begitu rapi dengan stelan jas di belakang kemudi

" Siapa namamu?" Tuan Sean sampai harus menoleh karena Lily yang belum menjawab pertanyaan nya

" Ah, iya. Bapak tadi tanya apa?" Lily memang sedang tidak bisa fokus, terlebih dia merasa sungkan sudah mengotori mobil pria asing yang berniat baik mengantarkannya

" Siapa namamu?" Ulang Tuan Sean Pramajha dengan sabar

" Lily Pak!" jawab Lily yang sedari tadi hanya menunduk

" Apa rumah mu masih jauh?" Tanya Tuan Sean

" Dari sini lurus hingga persimpangan, setelahnya belok kiri sampai ada tanggul, belok kiri lagi mentok di depan toko sembako ke kanan mentok sampai rumah penggilingan padi, rumah saya di belakang pasar tradisional Pak!"

" Kamu tadi naik apa?" Tanya Tuan Sean dengan bingung. Tidak mungkin kan gadis itu jalan kaki dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh

" Jalan kaki " Jawab Lily meringis kecil

Tuan Sean sangat terkejut, hadir rasa prihatin di hati Tuan Sean.

Sean Pramajha adalah seorang pria dewasa yang memiliki nama cukup berpengaruh di kota tempat Lily tinggal. Tidak hanya itu, Tuan Sean Pramajha juga seorang CEO perusahaan ternama.

Setelahnya perjalanan kerumah Lily di selimuti keheningan, Lily yang merasa sungkan hanya diam sedang Tuan Sean Pramajha di sibukkan dengan ponsel di tangannya

" Mobil tidak bisa masuk sepertinya" Suara sopir Tuan Sean yang bernama pak Adi bersuara

" Ah iya, di dalam gang nya sempit, tidak papa sampai sini saja, saya sungguh sudah sangat berterimakasih" Lily berpaling untuk menatap Tuan Sean untuk sekedar pamit dan bergegas keluar dari mobil, siapa sangka Pria jangkung dan berjambang itupun ikut turun dan menghampiri Lily

" Eh...,!" kaget Lily saat melihat pria dewasa itu menghampirinya

" Kenapa kelihatan kaget?, aku sudah mengantarkan mu, tidakkah kamu menawarkan minum kopi atau teh sebagai rasa terimakasih?"

Lily meringis polos, ayolah...! kopi atau teh dari mana yang bisa Lily suguhkan? sedangkan uang di kantongnya sisa seribu rupiah.

" hehehe... mari" dengan kaki yang sedikit pincang Lily mempersilahkan tamu tak di undangnya untuk melangkah mendekati gubuknya.

Tuan Sean Pramajha sampai mematung melihat kondisi rumah gadis itu, bukan terkesima karena kemewahannya, namun lebih ke rasa tak percaya bahwa bangunan yang lebih mirip kubus dari tumpukan barang bekas itu menjadi tempat tinggal seorang gadis secantik Lily, Tuan Sean sangat tidak menyangka gadis seputih Lily tinggal di pemukiman kumuh yang sangat mengenaskan.

" Maaf Pak, kondisi rumah saya seperti ini, ayo masuk!" tawar Lily sopan

Masuk kemana? bahkan tinggi Tuan Sean lebih menjulang dari pada bangunan itu

Dulu memang ada rumah utama yang bisa Lily tinggali bersama kedua orang tuanya, sedangkan rumah yang ia tempati sekarang dulunya adalah kamarnya, namun karena dimakan usia bangunan itu runtuh dan meninggalkan sepetak kamar untuk di huni Lily sampai saat ini.

" Pak!" Lily menegur pelan Tuan Sean yang hanya berdiri diam

" Kamu bersihkan diri dulu, saya tunggu di mobil!" Putus Tuan Sean setelahnya

" Tapi Pak...'

" Saya masih belum mendapatkan balasan dari kebaikan saya, jadi kamu harus menemani saya minum kopi di luar!"

Minum kopi diluar? merinding Lily mendengarnya. Gadis itu merogoh kantongnya yang basah dan menunjukkan selembar uang seribu rupiah yang tergulung basah

" Maaf Pak, saya cuma punya uang segini, bagaimana saya bisa membelikan Bapak kopi?" Lily benar-benar masih sangat polos, dan tetap berprilaku polos pada pria dewasa di hadapannya

Tuan Sean hampir tertawa melihat kepolosan gadis di depannya, namun segera mampu mengatasinya karena rasa prihatin yang lebih dominan

Dan pada akhirnya Tuan Sean membawa Lily di sebuah warung makan yang cukup dekat dari pasar lingkungan Lily tinggal

" Terimakasih Pak, Anda sangat baik !"

Setelah makan Lily kembali diantarkan pulang oleh Tuan Sean

" Ini kartu nama saya, datanglah ke alamat itu jika kamu butuh pekerjaan!"

Lily menerima kartu nama Tuan Sean dengan senyum, kemudian membolak-balik kartu itu untuk di amati

" Saya belum pernah ke kota!" jujur Lily

" Kamu tinggal sebut nama perusahaan saya, sopir taksi sudah pasti tau" tutur Tuan Sean

" Taksi?" Lily justru mau tertawa guling-guling, orang kaya naiknya taksi, Lily boro-boro naik taksi naik ojek saja belum tentu setahun sekali

" Ambil ini!" Tuan Sean memberikan lima lembar uang berwarna merah pada Lily

" A-apa ini Pak?" kaget Lily

" Untuk ongkos!" jawab Tuan Sean Pramajha datar

" Ta-tapi"

" Aku akan memberikan pekerjaan untuk mu jika kamu datang, aku butuh banyak karyawan baru" setelah mengatakan nya, Tuan Sean Pramajha melangkah meninggalkan Lily yang menatap lembaran uang dari Tuan Sean di tangan nya

Saat Lily tersadar mobil Tuan Sean sudah pergi menjauh

Lily mengulum bibirnya. Berpikir apa yang harus dia lakukan, apa benar pria itu mau memberikannya pekerjaan? tetapi kebaikan pria itu juga tidak main-main, siapa dia yang tiba-tiba di beri uang yang begitu banyak.

" Sean Pramajha" ejanya membaca selembar kartu nama yang diberikan Tuan Sean " Apa aku menawarkan diri saja sebagai istri simpanan Pak Sean ya, sepertinya dia orang yang kaya dan baik!" gunamnya sambil terus menatap kartu nama di tangannya.

######

Tinggalkan jejak cintanya agar author semangat update setiap hari

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

dgn kehidupan Aily yg semenderita itu tp dia gak ngeluh.. jd malu dgn diri sendiri yg terkadang ngedumel saat harapan tak sesuai ekspektasi..

2023-12-13

0

Enies Amtan

Enies Amtan

baru baca 2 judul nih karya othot ini

2023-08-13

0

M. salih

M. salih

baca ulang , belum bisa lupa dengan cinta Lily

2022-09-03

1

lihat semua
Episodes
1 Tergoda
2 Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3 Ragu
4 Jadikan aku istri rahasia
5 Natalia Javen
6 Kedatangan Tuan Sean
7 Pernikahan
8 Ozzu Pramajha
9 POV Pelakor
10 POV Pelakor
11 POV Pelakor
12 POV Pelakor
13 POV Pelakor
14 POV Pelakor
15 POV Pelakor
16 POV Pelakor
17 POV Pelakor
18 POV Pelakor
19 POV Pelakor
20 POV Pelakor
21 POV Pelakor
22 POV Pelakor
23 POV Pelakor
24 POV Pelakor
25 Kesedihan Lily
26 Terombang-ambing Rasa
27 Tuan Sean
28 Mulai tumbuh rasa sayang
29 Ulang tahun
30 Ozzu
31 Amanat
32 Hampir
33 Bicara
34 Tersudut
35 Perasaan yang hancur
36 Ingin meninggalkan
37 Sebab
38 Senyum Lily
39 Perasaan dan kejujuran
40 Ingin menemui
41 Mengakui
42 Antara anak Dan istri
43 Setelah tiga bulan.
44 Tiga hati
45 Mulai utuh
46 Kampus
47 Tuan Sean
48 Anak muda
49 Seorang Ayah
50 Serpihan hati
51 Melawan Rindu
52 Lily
53 Terkepung
54 Pergi
55 Nona Phalosa
56 Kilasan masa lalu
57 Sosok Lily
58 Permohonan
59 Pertemuan kembali
60 Luapan hati
61 Lily dan nyonya Natalia
62 Pernikahan
63 Rumah baru
64 Tuan Sean dan Lily
65 Jujur
66 Berdamai
67 Gadis untuk Udgam
68 Kejahilan Ozzu
69 Merelakan
70 Menemani
71 Membujuk
72 Hidup berdua
73 Kelahiran putra
74 Ingin menetap
75 Cinta tuan Sean
76 Kepuasan
77 Rencana
78 Duka keluarga
79 Garis takdir
80 Bab Baru. ( Hidup Baru)
81 Kehidupan Lily
82 Keputusan
83 Lily
84 Kejujuran Lily
85 Kemarahan Lily
86 Bertemu Lyga
87 Ajakan
88 Rencana pulang
89 Pelakor
90 Paksaan.
91 Pilihan hati Lily
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Tergoda
2
Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3
Ragu
4
Jadikan aku istri rahasia
5
Natalia Javen
6
Kedatangan Tuan Sean
7
Pernikahan
8
Ozzu Pramajha
9
POV Pelakor
10
POV Pelakor
11
POV Pelakor
12
POV Pelakor
13
POV Pelakor
14
POV Pelakor
15
POV Pelakor
16
POV Pelakor
17
POV Pelakor
18
POV Pelakor
19
POV Pelakor
20
POV Pelakor
21
POV Pelakor
22
POV Pelakor
23
POV Pelakor
24
POV Pelakor
25
Kesedihan Lily
26
Terombang-ambing Rasa
27
Tuan Sean
28
Mulai tumbuh rasa sayang
29
Ulang tahun
30
Ozzu
31
Amanat
32
Hampir
33
Bicara
34
Tersudut
35
Perasaan yang hancur
36
Ingin meninggalkan
37
Sebab
38
Senyum Lily
39
Perasaan dan kejujuran
40
Ingin menemui
41
Mengakui
42
Antara anak Dan istri
43
Setelah tiga bulan.
44
Tiga hati
45
Mulai utuh
46
Kampus
47
Tuan Sean
48
Anak muda
49
Seorang Ayah
50
Serpihan hati
51
Melawan Rindu
52
Lily
53
Terkepung
54
Pergi
55
Nona Phalosa
56
Kilasan masa lalu
57
Sosok Lily
58
Permohonan
59
Pertemuan kembali
60
Luapan hati
61
Lily dan nyonya Natalia
62
Pernikahan
63
Rumah baru
64
Tuan Sean dan Lily
65
Jujur
66
Berdamai
67
Gadis untuk Udgam
68
Kejahilan Ozzu
69
Merelakan
70
Menemani
71
Membujuk
72
Hidup berdua
73
Kelahiran putra
74
Ingin menetap
75
Cinta tuan Sean
76
Kepuasan
77
Rencana
78
Duka keluarga
79
Garis takdir
80
Bab Baru. ( Hidup Baru)
81
Kehidupan Lily
82
Keputusan
83
Lily
84
Kejujuran Lily
85
Kemarahan Lily
86
Bertemu Lyga
87
Ajakan
88
Rencana pulang
89
Pelakor
90
Paksaan.
91
Pilihan hati Lily

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!