POV Pelakor

POV Tuan Sean

Aku sama sekali tidak pernah berpikir akan ada hari seperti ini, aku merasa mengalami hal yang sangat luar biasa mengejutkan, setelah sekian lama, aku kembali bisa merasakan nikmatnya bercinta

Dia gadis yang ku nikahi benar-benar masih utuh dan sempurna untuk dimiliki, Lily bagaikan sekuntum bunga mawar merah yang merekah dan sangat menyenangkan ketika di tenggelami

Kami bersatu tanpa sekat bahkan sebutir atmosfer tidak mampu menciptakan jarak, aku merasa kesenjangan usia tidak lagi masalah, kami hanya sepasang individu yang sedang melakukan penyatuan dan menyempurnakan pernikahan.

" Mas"

Tidak hanya takjub akan penyatuan dadakan ini, aku masih saja terkejut dengan rintihan manja Lily. Ya Tuhan...ya Tuhan...Aku merasa kembali muda beberapa tahun lagi jika dihadapkan pada hal seperti ini

Tubuhku sudah tak mampu ku kontrol, aku hanya mengikuti alur dan mengapai puncak dengan nya, dapat kurasakan napas Lily yang tersengal-sengal, meski tak mengatakan apapun, aku tau gadisku sangat kepayahan

Tak bisa ku tutupi rasa haru ku, ternyata aku benar-benar pria pertamanya

Takdir membawaku bertemu dengan Lily di pekuburan, namun nasib membawa kami disini, tak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa aku akan menikah lagi, setelah pernikahan pertama ku gagal, sebenarnya aku seperti kehilangan selera pada keintiman, mungkin karena aku menyaksikan seseorang yang teramat ku cintai berkhianat di depan mata kepala ku sendiri, apa yang lebih menyakitkan dari pada melihat wanita yang kita puja dan kita cintai tanpa tapi, justru membagi tubuhnya dengan pria lain. Sebab itulah aku tak bisa lagi mempercayai seseorang, sebab itulah aku tak ingin lagi menikah. Tapi......

" Mas Sean terluka?"

Aku terkejut saat Lily membolak-balik tangan ku, juga tentang pertanyaannya barusan

" Tidak" kataku cepat. dapat kulihat dia sedikit bingung

" Lalu ini darah apa mas?" Tanyanya polos. Sambil menunjuk pada seprai kami yang terdapat beberapa bercak darah. Aku sampai hampir terbahak jika saja tak kulihat mata Gadis ku berkaca-kaca

"

Ya Tuhan....betapa polosnya istri mudaku ini!

Kuraih tubuhnya yang masih tak mengenakan apa-apa

" Itu bukti bahwa aku sudah merebut dan mengoyak selaput darah mu!" Bisik ku lembut

Aku dapat melihat bahwa Lily syok, sebenarnya aku sendiri juga tidak menyangka jika selaput darah meninggalkan jejak sebanyak itu

" Maaf aku sudah menyakitimu Li" Aku membelai pipinya yang sehalus sutra

Dapat kulihat wajah Lily merona. Ya Tuhanku...aku seperti kecanduan untuk melakukannya lagi, rasanya tujuh belas tahun terbayarkan dengan apa yang dihadiahkan Lily padaku, semoga aku tidak salah memilih Lily sebagai Ibu untuk anak ku kelak.

" Tidurlah, kamu bisa membersihkan diri besok pagi!" Ucapku

Namun Lily mengeleng

" Mas, mas Sean sudah memberi Lily nafkah batin, itu berarti mas Sean harus memberi hak yang sama pada Mama Ozzu"

Kata-kata Lily seperti menampar wajahku, sakit rasanya, panas juga dada ini

" Itu urusan ku dengan nya, kamu jangan ikut campur!" Terpaksa aku berkata ketus pada gadis yang baru saja membuatku melayang

" Bukan begitu, mas tapi, saya tidak mau dianggap ingin merebut mas Sean dari mereka"

" Kamu tidak merebut ku dari siapa-siapa Li!" Tekan ku yang semakin muak dengan pembahasan ini

" Saya hanya ingin mas adil"

" Dengar Li....kamu hanya istri yang ku nikahi karena kasihan, jangan sok menasehati ku, kamu baru anak kemarin sore, cukup turuti apa yang ku inginkan, dan layani aku di atas ranjang" Ku tinggalkan Lily dengan hati yang panas, meski setelah aku menutup pintu kamar ada rasa penyesalan sudah membentak Lily sampai dia terlihat takut.

Tuan Sean POV end

Lily POV

Mas Sean meninggalkan ku dengan marah, apa aku salah?, padahal niat ku hanya ingin mas Sean bersikap adil pada istrinya. Aku sudah di ceritakan oleh bi Sum tentang apa yang terjadi dengan hubungan mas Sean dan Mama Ozzu, dengan dia tidak menceraikan istrinya, itu tidak mengugurkan kewajibannya untuk memberi istrinya nafkah

Jika demikian, mas Sean akan zholim jika tidak berbuat adil, jika aku yang tak diadili itu wajar, aku sangat sadar diri akan status ku.

' Brakk'

Mataku menatap tajam kearah pintu yang terbuka, segera menunduk setelah kulihat mas Sean lah yang masuk

" Mas" Ku Panggil mas Sean lirih

" Hemmmm" jawab nya tanpa melirikku

" Maaf" ucapku lirih, aku takut dengan keadaan seperti ini, aku takut mas Sean semakin marah dan akan membuangku

Tanganku yang meremas selimut tebal di tariknya lembut. Tatapan mas Sean juga kembali hangat

" Aku yang minta maaf Li" Ucap mas Sean dengan senyum mengembang " Harusnya aku tidak emosional, karena apa yang kamu ucapkan benar, baiklah aku akan menghabiskan waktu bersama mu tiga hari dan bersama dengan nya juga tiga hari nanti"

Aku tersenyum. Mas Sean masih terus menatap mataku, sebelum tangannya bergerak untuk menarik selimut yang menutupi tubuh ku, sebenarnya aku sangat malu, tapi untuk bersikeras menahannya aku jelas tidak mungkin melakukan

Mas Sean benar-benar membuang begitu saja selimut ke lantai, kini tangannya yang bebas perban memeriksa tanda merah- merah di setiap jengkal tubuhku. Ya Allah....ada apa dengan ku?

" Jangan malu padaku Li, singkirkan tangan mu, itu bekas ku jadi jangan kamu merasa malu"

Mas Sean mencium setiap rona merah itu dengan lembut, tetapi jantungku kembali bereaksi mengejutkan

" Kamu tidak harus terus melayaniku setiap saat, tapi untuk satu Minggu ini izinkan aku memiliki mu dengan penuh"

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

Pagi ini tubuhku seperti mati rasa, aku hanya bisa menyimpan rahasia sebesar apa mas Sean menginginkan tubuhku untuk melayani kebutuhannya.

Aku hanya bisa pasrah saat mas Sean terus menggulingkan tubuhku, menelungkupkan ku lagi. Tumbukan demi tumbukan yang di desakan mas Sean membuatku semakin tersengal-senggal. Aku hanya bisa mengigit ujung bad cover agar tidak berteriak saat mas Sean kembali mengerang hebat menyelesaikannya

Aku sangat bersyukur saat ketukan pintu terdengar

Tapi setelah nya kembali lunglai tubuh ku saat mendengar ada Ozzu menunggu kami di meja makan untuk sarapan bersama

Aku sampai tidak sempat beristirahat dengan benar karena mas Sean yang tak membiarkan aku terlelap, di saat tubuhku sedang letih begini aku rasanya tidak bisa menghadapi Ozzu dan kebenciannya.

Setelah membersihkan diri, aku turun bersama mas Sean

Aku sedikit heran pada mas Sean meskipun sama-sama tidak sempat beristirahat dengan benar, mengapa wajah mas Sean begitu berbinar, bahkan sesekali aku bisa melihat' senyum kecil menghiasi bibir nya. Sedangkan aku jangankan berbinar untuk sekedar melangkah saja rasanya harus mengerahkan seluruh tenaga

" Jadi besok kamu akan kembali?" Mas Sean bertanya pada Ozzu

" Tidak, aku akan tinggal beberapa hari lagi, ada perubahan jadwal"

Jawab Ozzu dengan santai

" Aku akan berkunjung Minggu depan!" Kata mas Sean dengan tangan mulai menyendok nasi yang sudah ku ambilkan.

" Aku akan tinggal sama Papa disini, sebelum berangkat"

'Uhuk'

'Uhuk'

Tenggorokan ku rasa nya terbakar, aku sampai tersendak dengan tiba-tiba karena mendengar ucapan Ozzu

Apakah ini awal dari perhitungan yang dia ancamkan padaku?, Ozzu sengaja ingin tinggal bersama mas Sean karena akan melakukan ancamannya kemarin?

######

Akan semakin rajin UPP jika banyak dukungan dari reader...

happy reading

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

17 thn berpuasa.. sekalinya buka jd maruk..

2023-12-13

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Jelas tho Li... Khan sudah dapat suntikan energi...
yg sudah bertahun-tahun Ndak dia dapat lagi...

2023-12-01

0

Enies Amtan

Enies Amtan

hadir selalu

2023-08-13

0

lihat semua
Episodes
1 Tergoda
2 Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3 Ragu
4 Jadikan aku istri rahasia
5 Natalia Javen
6 Kedatangan Tuan Sean
7 Pernikahan
8 Ozzu Pramajha
9 POV Pelakor
10 POV Pelakor
11 POV Pelakor
12 POV Pelakor
13 POV Pelakor
14 POV Pelakor
15 POV Pelakor
16 POV Pelakor
17 POV Pelakor
18 POV Pelakor
19 POV Pelakor
20 POV Pelakor
21 POV Pelakor
22 POV Pelakor
23 POV Pelakor
24 POV Pelakor
25 Kesedihan Lily
26 Terombang-ambing Rasa
27 Tuan Sean
28 Mulai tumbuh rasa sayang
29 Ulang tahun
30 Ozzu
31 Amanat
32 Hampir
33 Bicara
34 Tersudut
35 Perasaan yang hancur
36 Ingin meninggalkan
37 Sebab
38 Senyum Lily
39 Perasaan dan kejujuran
40 Ingin menemui
41 Mengakui
42 Antara anak Dan istri
43 Setelah tiga bulan.
44 Tiga hati
45 Mulai utuh
46 Kampus
47 Tuan Sean
48 Anak muda
49 Seorang Ayah
50 Serpihan hati
51 Melawan Rindu
52 Lily
53 Terkepung
54 Pergi
55 Nona Phalosa
56 Kilasan masa lalu
57 Sosok Lily
58 Permohonan
59 Pertemuan kembali
60 Luapan hati
61 Lily dan nyonya Natalia
62 Pernikahan
63 Rumah baru
64 Tuan Sean dan Lily
65 Jujur
66 Berdamai
67 Gadis untuk Udgam
68 Kejahilan Ozzu
69 Merelakan
70 Menemani
71 Membujuk
72 Hidup berdua
73 Kelahiran putra
74 Ingin menetap
75 Cinta tuan Sean
76 Kepuasan
77 Rencana
78 Duka keluarga
79 Garis takdir
80 Bab Baru. ( Hidup Baru)
81 Kehidupan Lily
82 Keputusan
83 Lily
84 Kejujuran Lily
85 Kemarahan Lily
86 Bertemu Lyga
87 Ajakan
88 Rencana pulang
89 Pelakor
90 Paksaan.
91 Pilihan hati Lily
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Tergoda
2
Pertemuan dan kebaikan pria dewasa
3
Ragu
4
Jadikan aku istri rahasia
5
Natalia Javen
6
Kedatangan Tuan Sean
7
Pernikahan
8
Ozzu Pramajha
9
POV Pelakor
10
POV Pelakor
11
POV Pelakor
12
POV Pelakor
13
POV Pelakor
14
POV Pelakor
15
POV Pelakor
16
POV Pelakor
17
POV Pelakor
18
POV Pelakor
19
POV Pelakor
20
POV Pelakor
21
POV Pelakor
22
POV Pelakor
23
POV Pelakor
24
POV Pelakor
25
Kesedihan Lily
26
Terombang-ambing Rasa
27
Tuan Sean
28
Mulai tumbuh rasa sayang
29
Ulang tahun
30
Ozzu
31
Amanat
32
Hampir
33
Bicara
34
Tersudut
35
Perasaan yang hancur
36
Ingin meninggalkan
37
Sebab
38
Senyum Lily
39
Perasaan dan kejujuran
40
Ingin menemui
41
Mengakui
42
Antara anak Dan istri
43
Setelah tiga bulan.
44
Tiga hati
45
Mulai utuh
46
Kampus
47
Tuan Sean
48
Anak muda
49
Seorang Ayah
50
Serpihan hati
51
Melawan Rindu
52
Lily
53
Terkepung
54
Pergi
55
Nona Phalosa
56
Kilasan masa lalu
57
Sosok Lily
58
Permohonan
59
Pertemuan kembali
60
Luapan hati
61
Lily dan nyonya Natalia
62
Pernikahan
63
Rumah baru
64
Tuan Sean dan Lily
65
Jujur
66
Berdamai
67
Gadis untuk Udgam
68
Kejahilan Ozzu
69
Merelakan
70
Menemani
71
Membujuk
72
Hidup berdua
73
Kelahiran putra
74
Ingin menetap
75
Cinta tuan Sean
76
Kepuasan
77
Rencana
78
Duka keluarga
79
Garis takdir
80
Bab Baru. ( Hidup Baru)
81
Kehidupan Lily
82
Keputusan
83
Lily
84
Kejujuran Lily
85
Kemarahan Lily
86
Bertemu Lyga
87
Ajakan
88
Rencana pulang
89
Pelakor
90
Paksaan.
91
Pilihan hati Lily

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!