Pisah ranjang

Lembayung senja sudah memperlihatkan kejinggaannya, matahari pun sudah masuk ke peraduan tanda hari mulai malam, keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah Arka atas permintaan Gale.

Tangan Gale bertumpu di pundak Fatur untuk turun dari motor yang cukup tinggi, keadaan kompleks cukup sepi sore ini.

"Om dokter, masukkin aja motornya ke carport !" pinta Gale diangguki Fatur.

"Assalamualaikum !" Gale masuk ke dalam rumah disusul Fatur.

"Waalaikumsalam," di dalam selain ada asisten rumah tangga ada ibu Arka dan Andro yang sudah pulang duluan.

"Ndro, nene mana ?" tanya Gale.

"Nene di belakang," jawab Andro.

"Oh," jawab Gale berohria.

"Assalamualaikum ne," sapa Gale pada ibu Arka.

"Waalaikumsalam, nduk..mana suamimu ?" tanya neneknya.

"Ada ne,"

"Om,"

"Assalamualaikum nek," Fatur salim takzim.

"Waalaikumsalam, selamat ya Le..semoga kalian selalu jadi keluarga samawah..." ucap ibu Arka.

"Iya nek, makasih !" jawab Fatur.

"Hay bang !" sapa Andro.

"Ndro,"

"Hati-hati tidur bareng ka Gale bang. Dia suka ngabisin tempat sekaligus ngorok !" ujar Andro duduk di sofa tengah kembali menonton.

"Ga usah buka aib diri sendiri deh Ndro, gue mah kalo tidur justru yang paling kalem !" jawab Gale menuju kamarnya di lantai atas. Sedangkan Fatur, lebih memilih duduk di samping Andro dengan membuka jas dokternya dan ia sampirkan di kepala sofa.

"Bi, minta bikinin minum buat bang Fatur !" pinta Andro.

"Biar aja Ndro, nanti abang bikin aja sendiri,"

"Jangan dong bang, masa bikin minum sendiri ?!" jawab Andro membuat Fatur tersenyum.

Gale yang sudah di kamar langsung melepas kebayanya lalu mulai bersih-bersih, rasanya badannya lengket sekali setelah seharian memakai kebaya di rumah sakit.

Ia merebahkan badannya di bathtub dengan campuran air busa dan aromatheraphy yang menenangkan.

"Cape banget hari ini !" gumamnya memejamkan mata, cukup lama ia berendam, meregangkan otot-ototnya yang kaku dan tegang.

********

Tapi tiba-tiba ia terduduk di bathtub.

"Aneh deh, ada yang gue lupa ngga sih ?!" Gale berfikir menimang-nimang, sesaat kemudian ia teringat dan membulatkan matanya.

"Astaga ! Om dokter !" ia langsung beranjak dari bathtub, menyudahi acara mandi dan berendamnya kemudian meraih baju miliknya di lemari.

Bagaimana bisa ia melupakan suami yang baru saja menikahinya beberapa jam yang lalu dan meninggalkannya begitu saja. Ia bergegas turun dari kamar, menemukan Fatur yang tengah merebahkan diri di sofa tengah tanpa Andro dan neneknya, terlihat di meja pun ada bekas cangkir kopi dan cemilan, mungkin bibi atau neneknya yang membuat. Baru saja beberapa jam menjadi istri sudah jadi istri durhaka. Oke, salahkan ia yang lupanya kebangetan. Tak berniat membangunkan dahulu Fatur, ia masuk ke dapur untuk minum terlebih dahulu.

"Ka Gale, loe kebangetan. Masa bang Fatur loe diemin di sofa sampe ketiduran gitu. Bangunin sana udah lewat magrib !" ujar Andro yang masuk dapur setelah menunaikan solat magrib.

"Lupa gue !" Gale melongokkan kepalanya ke arah tengah, tapi sepertinya Fatur memang kelelahan.

Gale menghampiri, ia berjongkok di depan Fatur. Memperhatikan wajah itu lama-lama, wajah yang ia akui memang tampan itu, seperti saat dulu Fatur ketiduran menungguinya di rumah sakit.

Tangannya terulur ingin membangunkan, "om...om dokter !" ia mengguncang-guncang lengan Fatur, hingga Fatur mengerjapkan matanya.

"Astagfirullah, jam berapa ini ?" tanya nya.

"Om maaf ya, Gale kelupaan. Om mau mandi ? Gale bikinin kopi lagi ya ?" tawarnya, mengingat setiap hari momynya akan melakukan itu pada ayahnya.

"Oh iya ga apa-apa. Tapi abang ga bawa baju ganti."

"Pinjem punya Andro aja om, atau punya ayah ?!" tanya Gale.

"Gale pinjemin ya, om dokter bersih-bersih aja !" jawabnya.

"Ya sudah, dimana kamar kamu ?" tanya Fatur, membuat Gale seketika membeo, tak terbiasa kedatangan sosok laki-laki di kamarnya membuat Gale bergidik ngeri, tidak bisa dibayangkan mulai malam ini, mereka akan satu kamar, satu ranjang, satu kamar mandi...argghhh, Gale memegang dadanya, mendadak jantungnya tak bisa ia kontrol degupannya.

"Itu om, diatas, ada namanya ko di pintu !" jawab Gale setengah bingung.

"Oke," Fatur yang masih memijit pangkal hidungnya langsung menuju kamar Gale berada, sedangkan Gale langsung beranjak mengetuk pintu kamar Andro.

"Ndro !!! Indro !" ketuk Gale.

"Apa sih ka ?!" Andro membuka pintu kamarnya.

"Pinjem baju loe, buat om Fatur !" Mungkin akan pas di badan Fatur, secara adiknya ini memiliki badan tegap yang bongsor mirip ayah seperti buto ijo.

"Bentar !" Andro kemudian meraih t shirt miliknya dan memberikannya pada Gale, saat hendak menutup pintu kamarnya lagi, Gale menahannya dengan kaki.

"Ndro !"

"Apa lagi ka Lele, gue lagi belajar ?!" des4hh Andro.

"Hih, boong. Pasti lagi telfonan ma cewek !" ejek Gale.

"Om dokter tidur bareng loe ya ?!" Andro mengerutkan dahinya.

"Loe ga salah, loe gimana sih. Bang Fatur kan suami loe, masa tidur bareng gue ?! Ngawur !! Awas kaki loe minggir !"

"Tapi Ndro ! Gue ga biasa tidur bareng cowok !"

"Minggir ! Ntar kaki loe kejepit !" sarkas Andro.

Blughhh !

Andro menutup pintu kamarnya tepat di depan hidung Gale.

"Pelit loe ! Masa mau disuruh tidur bareng nene !" omel Gale, beberapa kali Gale melirik ke arah lantai atas, membayangkan Fatur yang setengah telanjang, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Astagfirullah !" Efek kebanyakan nonton oppa-oppa korea naked ya begini, otaknya secara otomatis travelling kemana-mana.

Langkahnya pelan menuju kamar, berharap Fatur masih di dalam kamar mandi. Gadis ini sampai menempelkan daun telinganya di pintu kamar sesaat sebelum masuk ke dalam kamarnya sendiri.

"Ko ga ada suaranya," gumamnya. Ia memberanikan diri membuka handle pintu kamar. Baru saja membuka pintu, pemandangan mendebarkan dan membuat jantung juga mata sehat tersuguh di depan mata. Persis seperti dalam bayangannya, Fatur layaknya oppa oppa Korea dalam drakor yang sering ia tonton dengan Lila. Rambut acak yang basah dengan setengah naked bagian atas memanjakan mata kaum hawa.

Sungguh Fatur adalah pahatan Allah yang bisa bikin iler netes.

"Oh my to the God, jantung gue ! Akhirnya gue punya juga yang kaya begini," benaknya, ia melirik-lirik kotak-kotak di bagian perut Fatur, jika biasanya ia kebanyakan nontonin si kotak kuning yang bikin perut sakit saking oon nya, kali ini kotak-kotaknya bikin Gale geli-geli sedep.

"Om ini baju punya Andro,"

"Gleuk !" ia menelan salivanya.

"Lama-lama iman gue kekikis kalo dapet ginian tiap hari. Bukan lagi cuma bayangan, ini nyata sist !!! Seksehh coyyy ! Gue ga jamin bakalan ga khilaf !" gumam Gale.

"Kamu ngomong apa ?" tanya Fatur meraih t-shirt dari tangan Gale, lalu memakainya.

"Engga om,"

"Kalo gitu Gale ke luar dulu om," ijinnya.

******

Fatur turun ke lantai bawah, rupanya Gale, Andro dan neneknya sudah duduk di meja makan.

"Om dokter, sini makan sama-sama !" ajak Gale.

"Sini Le, ikut makan !" ajak ibu Arka.

Tak ada obrolan berarti di meja makan selain Fatur dan Andro yang membicarakan masalah sekolah, juga nenek yang lebih banyak mendominasi, sementara Gale, ia sibuk dengan pikirannya sendiri.

Malam semakin larut, Andro juga sudah masuk ke dalam kamar. Fatur masih duduk di teras belakang menghabiskan rokok miliknya. Sedangkan Gale ? Ia sudah tak enak duduk tak enak diam di kamar, membayangkan mulai malam ini harus satu kamar dengan Fatur.

Terdengar dari arah luar suara derap langkah kaki menuju ke lantai atas.

"Ceklek !"

"Belum tidur ?" tanya Fatur.

Gale menggeleng, "belum ngantuk !"

"Kenapa ? Sudah jam 10 malam. Kalo Fathya biasanya udah tidur," Gale menggidikkan bahunya.

"Sudah kamu bereskan baju yang akan dibawa ?" tanya Fatur.

"Udah," jawab Gale menunjuk koper miliknya dengan sedih, tak percaya jika besok ia harus meninggalkan rumah ini, kamar yang menjadi teman hidupnya selama 18 tahun.

"Om dokter, masalah tidur..."

Fatur tersenyum, "abang tidur di sofa tengah kalau kamu masih merasa risih," potong Fatur, padahal Gale ingin membicarakan masalah tidur bukan hanya untuk malam ini saja.

Gale mengangguk meskipun tak enak hati.

"Om tidur disini aja. Biar Gale tidur di kamar momy sama ayah !" jawab Gale, Fatur mengangguk.

.

.

.

Terpopuler

Comments

aas

aas

paraaah masa tidur sama neneknya 😆😆😆

2025-02-11

1

Sumini Ningsih

Sumini Ningsih

yah mlm pertamanya lewat dong

2024-07-07

2

Lia Bagus

Lia Bagus

wahhhh

2024-02-24

3

lihat semua
Episodes
1 Maling sepatu
2 Jomblo akut
3 Jackpot
4 Kesialan dr.Fatur
5 Hancur vs Kencur
6 Murka-nya ayah Arka
7 Dimana-mana ada kamu
8 Semakin rumit
9 Kamu mengingatkanku pada....
10 Kini aku tau rasa sakit
11 Mau jadi Pelakor
12 Mumun is Galexia
13 Sukanya versi Gale
14 Perfect man for perfect woman
15 Posisi Ori terancam
16 Diundang makan
17 Keputusan untuk masa depan
18 Belum ada rasa sayang, disini ?
19 Pisah ranjang
20 Panggilan sayang
21 Anak bawang menyebalkan
22 Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23 Dimandiin
24 Bau-bau mencurigakan
25 Heboh dan rusuh
26 Pahlawan kesorean
27 Oh my God !
28 Aksi Fatur
29 Naluri laki-laki
30 Takut dihukum
31 Mau lapor Komnas !
32 Kebohongan Fathya
33 Kembali ?
34 Tertampar kelakuan sendiri
35 Ready for meet
36 Pintarnya gadis nakal om dokter
37 Istri cantik abang
38 Sayangi jantung anda !
39 Penantian sejak dulu
40 Siapa aku disaat bersamamu
41 Gue ga sebaik itu,
42 Gerakan Sabtu Merdeka
43 Pemain Figuran di kisahmu
44 Want to know aja!
45 Kamu membuatku nyaman
46 Umpatan Ori
47 Merasa dibandingkan
48 Aku mirip papah!
49 Kasih sayang ayah
50 Si gemoy pujaan hati
51 Kepingan masa lalu
52 Nge-bolang
53 Setia sampai ujung masa
54 Luka
55 Mengenang masa lalu
56 Abang boleh makan Gale
57 Kocok dahulu, sebelum diminum
58 Manggil tukang pijat
59 Kehadiran seseorang
60 Dipijit, biar siap ngadon lagi
61 Ada yang salah dengan bapak?
62 Di luar ekspektasi
63 Gombalan maut
64 Buaya darat ketauan belangnya
65 Posesifnya lelakiku
66 Ratu cilor
67 Nenek sinchan
68 Buah yang dipetik
69 3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70 Bertemu orang baru
71 Pasien nakal
72 Berani melawan ketakutan
73 Mengenang masa lalu
74 Gagal, keberhasilan yang tertunda
75 Bismillah, semoga berhasil!
76 Dukungan untuk Gale
77 Kebahagiaan tak terkira
78 Mati rasa
79 Kamu orang yang kuat!
80 Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81 Waktu terhenti seketika
82 Lepaskan beban dan luka itu
83 Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84 Amarah Fatur 1
85 Amarah Fatur 2
86 'Si positif thinking
87 Bumil milik Fatur
88 Salah menarik kesimpulan
89 Paket komplit
90 Request lagu
91 Narsis!
92 Jajaran dokter muda di Indonesia
93 Air mata buaya
94 Selamat bertugas dr. Oriza
95 Buruan abang!!!
96 This is Pandawa
97 You are Invited!!
98 Nujuh Bulanin part 2
99 Mencoba berdamai
100 Sumpah yang harus ditunaikan
101 Selamat berjuang bunda
102 Welcome to the club girls!
103 Hadiah
104 Berikut bunganya ya!
105 Aktivitas baru
106 Dokter me sum
107 Bunda supel
108 Pengasuh si kembar
109 Long time a go
110 The ending
111 Etdahhh!
112 LA PAKKK ANDROMEDA
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Maling sepatu
2
Jomblo akut
3
Jackpot
4
Kesialan dr.Fatur
5
Hancur vs Kencur
6
Murka-nya ayah Arka
7
Dimana-mana ada kamu
8
Semakin rumit
9
Kamu mengingatkanku pada....
10
Kini aku tau rasa sakit
11
Mau jadi Pelakor
12
Mumun is Galexia
13
Sukanya versi Gale
14
Perfect man for perfect woman
15
Posisi Ori terancam
16
Diundang makan
17
Keputusan untuk masa depan
18
Belum ada rasa sayang, disini ?
19
Pisah ranjang
20
Panggilan sayang
21
Anak bawang menyebalkan
22
Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23
Dimandiin
24
Bau-bau mencurigakan
25
Heboh dan rusuh
26
Pahlawan kesorean
27
Oh my God !
28
Aksi Fatur
29
Naluri laki-laki
30
Takut dihukum
31
Mau lapor Komnas !
32
Kebohongan Fathya
33
Kembali ?
34
Tertampar kelakuan sendiri
35
Ready for meet
36
Pintarnya gadis nakal om dokter
37
Istri cantik abang
38
Sayangi jantung anda !
39
Penantian sejak dulu
40
Siapa aku disaat bersamamu
41
Gue ga sebaik itu,
42
Gerakan Sabtu Merdeka
43
Pemain Figuran di kisahmu
44
Want to know aja!
45
Kamu membuatku nyaman
46
Umpatan Ori
47
Merasa dibandingkan
48
Aku mirip papah!
49
Kasih sayang ayah
50
Si gemoy pujaan hati
51
Kepingan masa lalu
52
Nge-bolang
53
Setia sampai ujung masa
54
Luka
55
Mengenang masa lalu
56
Abang boleh makan Gale
57
Kocok dahulu, sebelum diminum
58
Manggil tukang pijat
59
Kehadiran seseorang
60
Dipijit, biar siap ngadon lagi
61
Ada yang salah dengan bapak?
62
Di luar ekspektasi
63
Gombalan maut
64
Buaya darat ketauan belangnya
65
Posesifnya lelakiku
66
Ratu cilor
67
Nenek sinchan
68
Buah yang dipetik
69
3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70
Bertemu orang baru
71
Pasien nakal
72
Berani melawan ketakutan
73
Mengenang masa lalu
74
Gagal, keberhasilan yang tertunda
75
Bismillah, semoga berhasil!
76
Dukungan untuk Gale
77
Kebahagiaan tak terkira
78
Mati rasa
79
Kamu orang yang kuat!
80
Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81
Waktu terhenti seketika
82
Lepaskan beban dan luka itu
83
Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84
Amarah Fatur 1
85
Amarah Fatur 2
86
'Si positif thinking
87
Bumil milik Fatur
88
Salah menarik kesimpulan
89
Paket komplit
90
Request lagu
91
Narsis!
92
Jajaran dokter muda di Indonesia
93
Air mata buaya
94
Selamat bertugas dr. Oriza
95
Buruan abang!!!
96
This is Pandawa
97
You are Invited!!
98
Nujuh Bulanin part 2
99
Mencoba berdamai
100
Sumpah yang harus ditunaikan
101
Selamat berjuang bunda
102
Welcome to the club girls!
103
Hadiah
104
Berikut bunganya ya!
105
Aktivitas baru
106
Dokter me sum
107
Bunda supel
108
Pengasuh si kembar
109
Long time a go
110
The ending
111
Etdahhh!
112
LA PAKKK ANDROMEDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!