Sukanya versi Gale

"Neng Gale !! Solat dzuhur dulu, terus makan siang !" pekik teh Rita.

"Iya teh, nanti Gale kesitu !"

"Galexia ?!" mata Fatur membola. Suara sambaran petir saja kalah oleh rasa terkejutnya Fatur saat ini. Ternyata selama ini gadis yang ia cari selalu berada di dekatnya setiap hari. Mengikutinya seperti noda, yang ingin ia bersihkan dari pakaiannya.

Gale menyipitkan matanya melihat seseorang yang ia kenali. Sebenarnya ia sudah tak pede untuk mendekati Fatur, kejadian tempo hari membuatnya sadar diri akan posisinya. Meskipun terakhir kali ia melihat Fatur dan Seli bertengkar tapi nyatanya sebelum-sebelumnya pun begitu dan mereka kembali berbaikan. Kali ini ia tak mau kepedean.

"Om dokter ?!"

"Please atuh Gale, jangan oleng karena liat wajah menggiurkan ! Pelakor juga harus punya harga diri !" gumamnya pada dirinya sendiri, kalo kata Ori, selera Fatur itu tinggi dan berkelas dengan harga diri jauh diatas barang diskon.

Kimvritt betul kan bang Ori ! desis Gale, menyamakan dirinya dengan barang diskonan.

"Jadi nama kamu Galexia ? Bukan Mumun ?" tanya Fatur, ia menghela nafasnya, bisa-bisanya Gale membohonginya dengan menyebutkan namanya Mumun.

Gale tertawa, "ha-ha-ha ! Ketauan ya, sayang banget ! Om dokter lagi ngapain disini ? Apa om dokter juga relawan yang ngajarin atau meriksa siswa-siswa sakit disini apa gimana ?" tanya Gale. Apakah saking tidak berharganya kebersamaan mereka selama ini sampai gadis ini melupakan dan sama sekali tak mengingatnya, padahal jelas-jelas ia tak mengubah namanya seperti yang Gale lakukan.

"Kamu sudah lupa ?" tanya Fatur.

"Lupa ?" tanya Gale.

"Saya Fatur, Kendell ?"

Gale sontak berseru, "ya Allah ! Bang Fatur ?!!"

"Bang Fatur, gembala kambing ?!" Fatur tertawa mendengar julukannya dulu dari Gale untuknya.

"Ya Allah, ko Gale bisa lupa ya ! Apa Gale amnesia ?!" dahinya berkerut.

"Jadi selama ini...astagfirullah !" Gale tertawa-tawa menyadari kebodohannya dan Fatur.

"Dasar anak nakal !" Fatur meraih Gale dan mengapitnya di ketiak lalu menjitak kepala Gale.

Lama mereka bernostalgia, mengenang masa-masa dulu di Pondok, teh Rita kembali memanggil.

"Iya teteh, bawel deh !" Gale dan Fatur melangkah menuju ke dalam rumah.

"Bang, ga nyangka ihhh ternyata om dokter tuh bang Fatur yang ini. Abang hebat udah jadi dokter aja !"

"Ayah !!!" panggil Gale. Arka meliriknya tanpa menjawab seruan Gale.

"Ini loh, ternyata om dokter yang kaka kenal tuh bang Fatur !" serunya heboh.

"Pak," Fatur salim takzim pada Arka.

"Tur, sudah lama ? Ga dinas ?" tanya Arka.

"Baru sampai pak, lagi cuti." Fatur permisi untuk melaksanakan solat dzuhur.

Baru saja mereka bertemu dan berkangen-kangen ria. Arka mengajak mereka duduk kembali di ruang tamu.

Gale duduk diantara ayahnya dan Fatur.

"Kamu ngapain duduk disitu ?" tanya Arka sedangkan Fatur mengulum bibirnya. Sifat khas Gale memang seperti itu sejak dulu.

"Ga apa-apa yah. Oh iya yah..inget ga tragedi subuh kelam itu !" tanya Gale.

Arka mengangkat sebelah alisnya, "subuh kelam ?"

"Iya yang kaka ga sengaja....udah lah ga usah di bahas. Nah bang Fatur, dokter yang udah nolong kaka !" aku Gale.

Arka sedikit terkejut, "Fatur yang menolong kamu ? Dan semalaman bersama kamu dalam satu ruangan, cuma berdua ?!" Gale dan Fatur ikut tersentak mendengar pertanyaan Arka.

Apakah kali ini, ia salah lagi bicara ? benak Gale.

"Bukan gitu maksudnya pak. Maaf, tapi saya tidak melakukan hal macam-macam terhadap Gale. Murni hanya menolong saja, sebagai seorang dokter..." jawab Fatur yang takut terjadi kesalahpahaman. Arka sudah menarik helaan nafasnya yang kesekian kali.

"Pak, bu...dan kebetulan ada Fatur disini. Saya atas nama keluarga mengundang kalian dalam acara pertunangan Gale dan Oriza."

"Apa ?!!!" pekik Gale dan Fatur.

"Tapi ayah !" Gale sampai berdiri dari duduknya.

"Duduk !" pinta Arka.

"Bukankah Gale masih sekolah pak ?" tanya Fatur ikut menyela.

"Sebentar lagi kan Gale lulus, itu sebabnya saya berniat menjodohkan Galexia dengan Ori. Saya terlalu khawatir dengan pergaulan Galexia saat ini. Bukan tidak mungkin ia akan berbuat yang lebih dari sekedar minum, ataupun berdua dengan laki-laki," lirik tajam pada Gale.

Ada tatapan memohon dari Gale pada sang ayah. Baru saja bertemu dengan sang pujaan hati yang ternyata abang-abangan masa kecilnya tiba-tiba mendapat kabar jika perjodohannya dengan Ori dimajukan. Bukan hanya dengan Ori saja alasannya menolak perjodohan, tapi jujur saja ia belum kepikiran untuk menikah muda.

Begitupun Fatur, apa ia datang sangat terlambat ? Setelah berhasil memantaskan diri untuk berani menanyakan seorang Galexia pada ayahnya.

Setidaknya kini ia bukanlah Fatur si anak singkong, dan gembala kambing yang bisa dengan sangat lancang menanyakan anak gadis orang tanpa ada sesuatu yang bisa dibanggakan.

"Pak, jika diijinkan. Bisakah beri saya kesempatan untuk menjadi kandidat sebagai calon suami Galexia ?" tanya Fatur memantapkan diri.

"Hah ?!" bukan Gale saja kini yang terkejut, tapi pun pak Hadi dan bu Hadi.

"Fatur ?" gumam pak Hadi tak menyangka jika anak didiknya bisa seberani ini.

Tak ada raut ekspresi berarti dari Arka.

"Apa yang membuat kamu menginginkan anak saya ?" tanya Arka, diangguki Gale yang tak mengerti, bukankah lelaki ini memiliki miss perfect ? seorang dokter Seli.

"Saya menyukai Galexia,"

"Kamu belum tau sifat anak saya," jawab Arka santai. Sepertinya meskipun kini titlenya seorang dokter, tetap tidak akan mudah mendapatkan restu Arka.

"Tapi ayah..." Gale mengatupkan mulutnya saat belum sempat meneruskan ucapannya karena tatapan tajam Arka.

"Ijinkan saya mengenal lebih jauh Galexia pak," pintanya.

"Jika dulu saya belum berani meminta ijin, lain hal dengan sekarang. Saya sudah berusaha memantaskan diri untuk meminta ijin mengenal Galexia," Gale tersenyum. Kemarin mereka masih dua sosok asing, tapi jauh sebelum hari kemarin, mereka adalah dua anak yang saling menjaga dan memberi keceriaan.

Terkesan dadakan dan terburu-buru ? Mungkin bagi Arka iya, tapi tidak bagi Fatur, sudah beberapa tahun ia menunggu dan berjuang. Dan saat ini adalah saat yang tepat sebelum semuanya terlambat.

Arka menatap lekat dokter muda yang usianya terpaut 9 tahun dengan putrinya ini. Ia ingat betul bagaimana perjuangan bocah 9 tahun yang mencari nafkah untuk ibu dan adiknya seraya badan yang basah kuyup. Ia juga tak lupa dengan perjuangan Fatur yang giat belajar untuk meraih cita-citanya demi merubah nasib.

Arka memang angkat topi untuk seorang Faturrahman Al-Lail. Yang menjadi masalahnya adalah anak gadisnya. Ia sampai menggaruk tengkuknya melirik Galexia. Jika Ori, ia yakin sudah mengenal Galexia seumur usia anak gadisnya ini, tapi Fatur ? Ia tak mau jika nanti sampai Fatur mati berdiri karena tak sanggup menghadapi sifat ajaib anak gadisnya.

Informasi yang ia dapat tempo hari dari Ori tentang sosok om dokter yang disukai Gale ternyata Fatur, anak didiknya di Pondok. Arka ingin melihat sejauh mana perjuangan Fatur ataupun Gale mengharapkan restunya ?

"Oke, saya kasih waktu sampai kelulusan. Diantara kamu dan Ori, siapa yang masih bertahan dengan Gale,"

Gale mengangguk dan menghela nafas lega, masalah nanti setelah lulus ia bisa memikirkan cara lain, setidaknya ucapan Fatur bisa mengulur waktunya, tapi sejurus kemudian ia menoleh. "What ?! Maksud ayah apa bertahan. Emang segitu nakalnya kaka ?!"

"Ga sadar," desis Arka beranjak.

Selepas kepergian Arka, Gale mendekat.

"Om dokter, makasih ya. Udah nolongin Gale ! Ga tau mau bales apa, by the way...kalo sampe perjodohan aku sama bang Ori dibatalin, aku ga bisa bales banyak, sebagai ucapan makasih, om dokter boleh minta apa aja dari Gale !" ujar Gale.

Sontak saja Fatur melongo mendengar ucapan Galexia, jadi gadis itu berfikir jika permintaannya barusan pada Arka adalah bentuk pertolongan dari seorang abang untuk seorang yang sudah ia anggap adik. Gale memang menyukai Fatur, tapi tak sampai kepikiran untuk menikah di usia muda, ia masih ingin menghabiskan masa remajanya dengan bebas tanpa ikatan pernikahan yang bisa membuat kepalanya berdenyut.

Gadis itu cengengesan lalu menyusul sang ayah dengan gaya pecicilannya untuk melihat kebun.

"Ayahhhh !!! Tunggu dakuuu !" pekiknya.

"Gue serius Le, bukan cuma mau nolongin loe !" Fatur menepuk jidatnya.

Terpopuler

Comments

Tri Tunggal

Tri Tunggal

lah kan baru ditolak kemarin bang, nah sekarang tiba tiba minta kesempatan setelah tau klo si neng mumun ternyata galexia masa kecil lah kaget dong si gale nya bang dikiranya kan cuma bantuin 😁😄

2025-02-23

0

aas

aas

syemangat Tur 💪💪💪

2025-02-11

0

Land19

Land19

🤣🤣🤣🤣

2024-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 Maling sepatu
2 Jomblo akut
3 Jackpot
4 Kesialan dr.Fatur
5 Hancur vs Kencur
6 Murka-nya ayah Arka
7 Dimana-mana ada kamu
8 Semakin rumit
9 Kamu mengingatkanku pada....
10 Kini aku tau rasa sakit
11 Mau jadi Pelakor
12 Mumun is Galexia
13 Sukanya versi Gale
14 Perfect man for perfect woman
15 Posisi Ori terancam
16 Diundang makan
17 Keputusan untuk masa depan
18 Belum ada rasa sayang, disini ?
19 Pisah ranjang
20 Panggilan sayang
21 Anak bawang menyebalkan
22 Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23 Dimandiin
24 Bau-bau mencurigakan
25 Heboh dan rusuh
26 Pahlawan kesorean
27 Oh my God !
28 Aksi Fatur
29 Naluri laki-laki
30 Takut dihukum
31 Mau lapor Komnas !
32 Kebohongan Fathya
33 Kembali ?
34 Tertampar kelakuan sendiri
35 Ready for meet
36 Pintarnya gadis nakal om dokter
37 Istri cantik abang
38 Sayangi jantung anda !
39 Penantian sejak dulu
40 Siapa aku disaat bersamamu
41 Gue ga sebaik itu,
42 Gerakan Sabtu Merdeka
43 Pemain Figuran di kisahmu
44 Want to know aja!
45 Kamu membuatku nyaman
46 Umpatan Ori
47 Merasa dibandingkan
48 Aku mirip papah!
49 Kasih sayang ayah
50 Si gemoy pujaan hati
51 Kepingan masa lalu
52 Nge-bolang
53 Setia sampai ujung masa
54 Luka
55 Mengenang masa lalu
56 Abang boleh makan Gale
57 Kocok dahulu, sebelum diminum
58 Manggil tukang pijat
59 Kehadiran seseorang
60 Dipijit, biar siap ngadon lagi
61 Ada yang salah dengan bapak?
62 Di luar ekspektasi
63 Gombalan maut
64 Buaya darat ketauan belangnya
65 Posesifnya lelakiku
66 Ratu cilor
67 Nenek sinchan
68 Buah yang dipetik
69 3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70 Bertemu orang baru
71 Pasien nakal
72 Berani melawan ketakutan
73 Mengenang masa lalu
74 Gagal, keberhasilan yang tertunda
75 Bismillah, semoga berhasil!
76 Dukungan untuk Gale
77 Kebahagiaan tak terkira
78 Mati rasa
79 Kamu orang yang kuat!
80 Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81 Waktu terhenti seketika
82 Lepaskan beban dan luka itu
83 Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84 Amarah Fatur 1
85 Amarah Fatur 2
86 'Si positif thinking
87 Bumil milik Fatur
88 Salah menarik kesimpulan
89 Paket komplit
90 Request lagu
91 Narsis!
92 Jajaran dokter muda di Indonesia
93 Air mata buaya
94 Selamat bertugas dr. Oriza
95 Buruan abang!!!
96 This is Pandawa
97 You are Invited!!
98 Nujuh Bulanin part 2
99 Mencoba berdamai
100 Sumpah yang harus ditunaikan
101 Selamat berjuang bunda
102 Welcome to the club girls!
103 Hadiah
104 Berikut bunganya ya!
105 Aktivitas baru
106 Dokter me sum
107 Bunda supel
108 Pengasuh si kembar
109 Long time a go
110 The ending
111 Etdahhh!
112 LA PAKKK ANDROMEDA
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Maling sepatu
2
Jomblo akut
3
Jackpot
4
Kesialan dr.Fatur
5
Hancur vs Kencur
6
Murka-nya ayah Arka
7
Dimana-mana ada kamu
8
Semakin rumit
9
Kamu mengingatkanku pada....
10
Kini aku tau rasa sakit
11
Mau jadi Pelakor
12
Mumun is Galexia
13
Sukanya versi Gale
14
Perfect man for perfect woman
15
Posisi Ori terancam
16
Diundang makan
17
Keputusan untuk masa depan
18
Belum ada rasa sayang, disini ?
19
Pisah ranjang
20
Panggilan sayang
21
Anak bawang menyebalkan
22
Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23
Dimandiin
24
Bau-bau mencurigakan
25
Heboh dan rusuh
26
Pahlawan kesorean
27
Oh my God !
28
Aksi Fatur
29
Naluri laki-laki
30
Takut dihukum
31
Mau lapor Komnas !
32
Kebohongan Fathya
33
Kembali ?
34
Tertampar kelakuan sendiri
35
Ready for meet
36
Pintarnya gadis nakal om dokter
37
Istri cantik abang
38
Sayangi jantung anda !
39
Penantian sejak dulu
40
Siapa aku disaat bersamamu
41
Gue ga sebaik itu,
42
Gerakan Sabtu Merdeka
43
Pemain Figuran di kisahmu
44
Want to know aja!
45
Kamu membuatku nyaman
46
Umpatan Ori
47
Merasa dibandingkan
48
Aku mirip papah!
49
Kasih sayang ayah
50
Si gemoy pujaan hati
51
Kepingan masa lalu
52
Nge-bolang
53
Setia sampai ujung masa
54
Luka
55
Mengenang masa lalu
56
Abang boleh makan Gale
57
Kocok dahulu, sebelum diminum
58
Manggil tukang pijat
59
Kehadiran seseorang
60
Dipijit, biar siap ngadon lagi
61
Ada yang salah dengan bapak?
62
Di luar ekspektasi
63
Gombalan maut
64
Buaya darat ketauan belangnya
65
Posesifnya lelakiku
66
Ratu cilor
67
Nenek sinchan
68
Buah yang dipetik
69
3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70
Bertemu orang baru
71
Pasien nakal
72
Berani melawan ketakutan
73
Mengenang masa lalu
74
Gagal, keberhasilan yang tertunda
75
Bismillah, semoga berhasil!
76
Dukungan untuk Gale
77
Kebahagiaan tak terkira
78
Mati rasa
79
Kamu orang yang kuat!
80
Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81
Waktu terhenti seketika
82
Lepaskan beban dan luka itu
83
Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84
Amarah Fatur 1
85
Amarah Fatur 2
86
'Si positif thinking
87
Bumil milik Fatur
88
Salah menarik kesimpulan
89
Paket komplit
90
Request lagu
91
Narsis!
92
Jajaran dokter muda di Indonesia
93
Air mata buaya
94
Selamat bertugas dr. Oriza
95
Buruan abang!!!
96
This is Pandawa
97
You are Invited!!
98
Nujuh Bulanin part 2
99
Mencoba berdamai
100
Sumpah yang harus ditunaikan
101
Selamat berjuang bunda
102
Welcome to the club girls!
103
Hadiah
104
Berikut bunganya ya!
105
Aktivitas baru
106
Dokter me sum
107
Bunda supel
108
Pengasuh si kembar
109
Long time a go
110
The ending
111
Etdahhh!
112
LA PAKKK ANDROMEDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!