Semakin rumit

Aura gelap mencekam kini sedang dihadapi Gale. Oh no ! Gadis ini tak suka jika begini, ada diantara Andro dan ayahnya yang sama-sama diam, seperti sedang melakukan uji nyali di goa jepang.

Ia celingukan mencari letak kamera, dan ingin segera melambaikan tangannya. Dua laki-laki dingin yang kini tengah menyorot tajam padanya atas dosanya semalam. Sepertinya kata maaf dan penjelasan memang tak bisa mengembalikan apa yang sudah terjadi. Bahkan Shania saja seperti angkat tangan jika macan asia ini sudah ngamuk.

"Kita langsung ke RS, momy udah disana."

Tak ada yang menjawab hanya anggukan kepala dari kedua anaknya.

Tak ada yang bicara sepanjang perjalanan, dilihatnya Andro yang mendengarkan musik melalui headset miliknya dan Arka yang fokus pada jalanan.

Perjalanan satu jam berasa 1000 tahun lamanya. Begitu mobil sudah memasuki parkiran rumah sakit, Gale segera membuka pintu mobil dan turun.

"Oma ruang apa ?" tanya Gale, kejadian semalam seakan berputar mengejeknya, dimulai dari parkiran ini, sampai tkp di depan ruang seorang dokter.

Gale masuk mengekori sang ayah. Hingga masuk ke dalam ruangan neneknya.

"Mas," sapa Shania.

"Andro, neng Dara..." Andro dan Gale meraih tangan bunda Lia, bundanya Shania dan salim takzim.

"Oma, jangan sakit atuh. Kangen masakan oma !" Gale memeluk omanya sayang.

"Iya atuh geulis. Do'ain aja oma cepet sehat !" jawab bunda Lia.

Shania melirik-lirik Arka, dimana Andro dan Shania juga ikut diam.

"Kenapa ini teh ? Jadi pada diem-dieman gini. Biasanya juga rame kaya lagi nyorakin panjat pinang ?" tanya bunda.

"Ah engga bun, ga apa-apa. Lagi pada lapar meren !" jawab Shania.

"Oma udah makan ?" tanya Gale.

"Udah neng, Andro sama neng Dara makan siang dulu atuh. Sha, biar anak-anak sama Arka makan dulu di cafe, kasian dari sekolah pada langsung kesini," Shania mengangguk.

"Biar nanti aja bareng Dimas sama Ori bun, soalnya Arka ada janji juga," ucapan Arka jelas membuat Gale terdiam menunduk.

"Mas," senggol Shania.

Tapi tak lama, terdengar ketukan pintu dari luar.

"Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam,"

Muncullah 2 pria, seorang seumuran dengan Arka dan seorang lagi berbeda 5 tahun dengan Galexia. Wajah gadis ini semakin menunduk.

"Ka, bunda.."

"Eh, ada Dimas..ada Ori--za ya namanya teh. Aduh bunda lupa !" bunda menepuk jidatnya.

"Iya oma, Oriza," jawab seorang pemuda berpakaian kemeja dan celana sopan.

"Aduh meni udah gede gini. Ganteng lah !" ujar bunda.

"Oma, ayah, momy, om Dimas, bang Ori. Gale keluar dulu sebentar," pinta Gale.

"Mau kemana kamu ?" tanya Arka.

"Disitu aja yah, tenang aja kaka ga akan kabur, cuma cari minum !" jawab Gale.

Gadis ini sudah mengacak rambutnya frustasi. Apa harus, ia sekarang mencari dimana letak ruangan kebersihan dan membuat ramuan karbol untuk ia teguk, atau berlari menuju atap rumah sakit untuk kemudian lompat ke bawah.

"Kalo gue bunuh diri sakit engga ya ?" tanya Gale.

Ia mendekap kedua tangannya di dada, "ahhh, tapi tapi takut sakit ah !" rengeknya, di tengah kegelisahannya memikirkan cairan karbol dan lompat dari rooftop, tanpa sadar ia melewati ruangan seorang dokter yang sedikit terbuka karena seorang pasien yang hendak masuk.

Selintas ia melihat siluet wajah yang ia kenali.

"Om dokter ?!" ucapnya.

Fatur yang tengah menunggu pasiennya masuk tak sengaja melihat ke arah luar, dan bertemu tatapan Gale.

"Om !!!" lambaian tangan Galexia.

"Mumun ?" gumamnya.

Tapi tak lama pasien masuk ke dalam ruangannya dan menutup pintu. Gale menghembuskan nafasnya lelah. Pasokan oksigen disini seakan tipis untuknya.

Langkah kakinya membawa ia ke taman rumah sakit, tak banyak pengunjung disana. Kurang lebih 10 menit ia disana, sampai ponselnya bergetar dan nama sang ayah tertera disana.

"Dimana ? Ayah tunggu di cafe rumah sakit."

Galexia beranjak, "akhir kebebasan gue kayanya nih !" ia kembali mengacak rambutnya dan menghentak-hentak kakinya kesal, ia bahkan sudah menendang udara, tong sampah dan rerumputan saking kesalnya.

"Om yakin ? Tuh anak pasti nolak om, Ori yakin," kekeh Ori menyeruput kopi susunya.

"Pelajaran buat Gale. Mungkin selama ini om sama tante Sha terlalu memanjakan Gale," jawab Arka ikut meminum kopi miliknya.

"Bapak sadis !" kekeh Dimas.

"Demi kebaikan Galexia sendiri, kita lihat seberapa menyesalnya dia. Semua tindakan ada konsekuensinya," jawab Arka.

Gadis itu datang sepaket muka lusuhnya, rambut yang sedikit semrawut karena ia acak-acak sebagai bentuk dari kekesalannya. Padahal tadi saat subuh ia sudah taubatan nasuha, tapi memang setiap tindakan pasti ada ganjarannya.

Ori dan Dimas sudah mengulum bibirnya ingin tertawa, harus disebut apa gadis di depan mereka, orang gila baru ? Bibirnya saja sudah mengerucut seperti cones es krim.

Tapi memang Arka adalah orang paling datar di muka bumi, ia nampak biasa saja dengan tampilan putrinya.

"Kamu habis ngacak-ngacak sampah apa gimana ? Itu semrawut gitu ? Ga malu di depan calon suami sama calon mertua kaya gitu ?!" tanya Arka.

Ia terlalu takut untuk menjawab, padahal ingin sekali ia menjawab bo*do amat, biar ga suka sekalian !

"Duduk !" pinta Arka.

"Jadi kapan Ka, pertunangan Gale sama Ori ?" tanya Dimas.

"Om, Gale masih sekolah om. Lagian kan bang Ori udah punya pacar kan bang ?!" Gale memelototi Ori.

"Ayah, kaka udah nyesel yah. Janji ga akan nakal lagi," rengeknya.

"Kenapa memangnya kalo masih sekolah ? Toh kamu sudah mau lulus. Momy saja menikah sama ayah waktu masih sekolah," jawabnya santai.

"Seenggaknya kasih kaka waktu yah,"

"Sampai kapan ? Sampai kamu khilaf dan tak terkendali ?" tanya Arka, Gale diam.

"Bang, ngomong dong !" sekarang Gale meminta bantuan Ori dengan berbicara tanpa suara.

"Apa ? tanya Ori malah menggoda.

"Om, kasih waktu sampai Gale lulus. Biar lebih fokus dulu belajarnya," Gale melongo tak percaya dengan apa yang Ori ucapkan. Bukannya menolak, Ori malah terkesan hanya mengulur waktu saja.

Gale yang kesal menghentakkan kaki, niat hati menginjak kaki Ori yang berada di sebrangnya, tapi si*@l malah kaki ayahnya sendiri yang ia injak.

Grekkk !!!

"Aww !" Arka melihat ke arah bawah meja.

"Ha-ha-ha !" Ori tertawa.

"Eh, maaf..maaf yah. Kaka ga sengaja !" Gale segera meraih kaki ayahnya dan mengusapinya.

"Galexia !" Arka menjewer kuping Gale.

"Ori, mulai besok antar jemput Gale. Kamu ga boleh pergi selain ke sekolah dan diantar Ori," tak ada lagi perdebatan.

"Tapi yah," Gale menunduk tak berani melawan.

"Senjata makan tuan !" gerakan mulut Ori.

"Karena permintaan Ori, biar pertunangan nanti setelah Gale lulus,"

"Oke," jawab Dimas.

"Yah, kaka anter ke kamar oma."

"Ga perlu, biar ayah sama om Dimas, kamu temani Ori ke depan saja. Ori tak bisa lama-lama masih jam praktek," pinta Arka. Gale mengangguk. Selepas kepergian ayahnya dan Dimas, Gale meninggalkan Ori.

"Ciee, calon istri marah ?!" goda Ori.

"Diem loe bang ! Loe jahat bang ! Kenapa tadi ga nolak sih, kan loe punya pacar !"

"Gampang itu mah, Anika tinggal diputusin aja !" jawab Ori kini mensejajarkan langkahnya dengan Gale, Gale menghentikan langkahnya, dan menoleh. Tatapannya tajam dan kemudian memukul-mukul Oriza.

Bukk !

Bukk !

Bukkk !

"Laki-laki kurang aj_ar !!!" tapi Ori malah tertawa-tawa.

"Stop Le, stop !"

"Lagian loe bocil, udah minum kaya gitu. Gimana om Arka ga ngamuk cobak ?!"

"Gue ga sengaja bang, dibilangin GA...SE...NGA...JA !" jawab Gale.

"Gue ga mau nikah sama loe bang !"

"Kenapa ? Emang gue kurang ganteng apa kurang mapan ?!" tanya Ori.

"Kurang akhlak !" sarkas Gale, membuat Ori tertawa.

"Kalo itu kan loe tau dari dulu, sama kaya loe kan ?!" Galexia mendesis.

"Gue udah suka sama orang lain bang," Ori menatap Gale dengan alis yang terangkat sebelah, "oo...adek gue ini udah ngerasain jatuh cinta !" ia mengacak rambut Gale hingga semakin semrawut.

"Bang !"

"Apa ?"

"Jadi gimana ?!" tanya Gale.

"Apanya ?"

"Cih, nyebelin banget nih orangtua. Kalo bukan loe orangnya, udah gue cekek nih !" Gale kesal dan membuat gerakan hampie mencekik Ori, Ori tertawa lagi, paling senang ia menggoda anak Arka satu ini. Kekerabatan yang terjalim semenjak Gale masih zigot membuat Ori menganggapnya seperti adik sendiri, tapi entah sejak kapan ia pun merasakan debaran layaknya pria pada wanita pada Galexia.

"Jadi loe maunya gimana ?" tanya Ori.

"Gue bener-bener nyesel bang. Gue kapok ! Tapi kalo bisa, jangan jodoh-jodohan gini, gue ga mau. Gue mau dapet laki yang sama-sama saling sayang." Ucapnya redup.

"Gue udah anggep loe kaya abang sendiri," lanjut Gale.

"Sementara, sampai loe lulus biar mengalir apa adanya dulu. Kita ga tau apa yang bakalan terjadi nantinya, setelah waktunya tiba nanti gue bakalan putuskan !" jawab Ori, sisi kedewasaan Ori muncul.

Tanpa sadar seseorang hadir di depan mereka menyapa, "Dr.Oriza ?!"

"Dr.Fatur ?!" Galexia ikut menoleh.

"Loh, Mumun ?!" tanya Fatur.

"Ha ?!" Ori mengernyitkan dahi tapi sedetik kemudian ia tertawa.

"Mumun ?!" gumam Ori, Galexia menyenggol Ori.

"Hay om dokter ! Kalo jodoh emang ga kemana ya !" seru Gale.

"Kalian ?!"

"Cowok jelek ini abang saya, om !"

"Dan cewek sengklek plus gila ini adek pungut gue Tur," jawab Ori.

"Oh," jawab Fatur.

"Om Dokter kenal bang Ori ?" tanya Gale.

"Ori kan teman sejawat,"

"Umur kita memang beda hampir 4 taun, tapi kita cuma beda beberapa semester Le, dokter Fatur ini senior gue," jelas Ori.

Ting ! Sekali mendayung 2, 3 pulau terlampaui...Ori kali ini akan menjadi dayung Gale.

Gale tersenyum-senyum.

"Ga usah senyum-senyum ! Calon istri ga ada akhlak !" usapan kasar Ori di wajah Gale.

"Bukk !" Gale menendang kaki Ori.

"Boong om ! Dia mah ngada-ngada !" Gale menjewer kuping Ori.

.

.

Noted :

*Meren : mungkin.

Terpopuler

Comments

Tri Tunggal

Tri Tunggal

harap tenang! ori gale sesama sengklek jgn saling cakar ya

2025-02-22

0

DozkyCrazy

DozkyCrazy

ORI dokter jugaaa

2024-10-24

1

Sumini Ningsih

Sumini Ningsih

waduh bener2 sengke

2024-07-06

0

lihat semua
Episodes
1 Maling sepatu
2 Jomblo akut
3 Jackpot
4 Kesialan dr.Fatur
5 Hancur vs Kencur
6 Murka-nya ayah Arka
7 Dimana-mana ada kamu
8 Semakin rumit
9 Kamu mengingatkanku pada....
10 Kini aku tau rasa sakit
11 Mau jadi Pelakor
12 Mumun is Galexia
13 Sukanya versi Gale
14 Perfect man for perfect woman
15 Posisi Ori terancam
16 Diundang makan
17 Keputusan untuk masa depan
18 Belum ada rasa sayang, disini ?
19 Pisah ranjang
20 Panggilan sayang
21 Anak bawang menyebalkan
22 Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23 Dimandiin
24 Bau-bau mencurigakan
25 Heboh dan rusuh
26 Pahlawan kesorean
27 Oh my God !
28 Aksi Fatur
29 Naluri laki-laki
30 Takut dihukum
31 Mau lapor Komnas !
32 Kebohongan Fathya
33 Kembali ?
34 Tertampar kelakuan sendiri
35 Ready for meet
36 Pintarnya gadis nakal om dokter
37 Istri cantik abang
38 Sayangi jantung anda !
39 Penantian sejak dulu
40 Siapa aku disaat bersamamu
41 Gue ga sebaik itu,
42 Gerakan Sabtu Merdeka
43 Pemain Figuran di kisahmu
44 Want to know aja!
45 Kamu membuatku nyaman
46 Umpatan Ori
47 Merasa dibandingkan
48 Aku mirip papah!
49 Kasih sayang ayah
50 Si gemoy pujaan hati
51 Kepingan masa lalu
52 Nge-bolang
53 Setia sampai ujung masa
54 Luka
55 Mengenang masa lalu
56 Abang boleh makan Gale
57 Kocok dahulu, sebelum diminum
58 Manggil tukang pijat
59 Kehadiran seseorang
60 Dipijit, biar siap ngadon lagi
61 Ada yang salah dengan bapak?
62 Di luar ekspektasi
63 Gombalan maut
64 Buaya darat ketauan belangnya
65 Posesifnya lelakiku
66 Ratu cilor
67 Nenek sinchan
68 Buah yang dipetik
69 3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70 Bertemu orang baru
71 Pasien nakal
72 Berani melawan ketakutan
73 Mengenang masa lalu
74 Gagal, keberhasilan yang tertunda
75 Bismillah, semoga berhasil!
76 Dukungan untuk Gale
77 Kebahagiaan tak terkira
78 Mati rasa
79 Kamu orang yang kuat!
80 Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81 Waktu terhenti seketika
82 Lepaskan beban dan luka itu
83 Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84 Amarah Fatur 1
85 Amarah Fatur 2
86 'Si positif thinking
87 Bumil milik Fatur
88 Salah menarik kesimpulan
89 Paket komplit
90 Request lagu
91 Narsis!
92 Jajaran dokter muda di Indonesia
93 Air mata buaya
94 Selamat bertugas dr. Oriza
95 Buruan abang!!!
96 This is Pandawa
97 You are Invited!!
98 Nujuh Bulanin part 2
99 Mencoba berdamai
100 Sumpah yang harus ditunaikan
101 Selamat berjuang bunda
102 Welcome to the club girls!
103 Hadiah
104 Berikut bunganya ya!
105 Aktivitas baru
106 Dokter me sum
107 Bunda supel
108 Pengasuh si kembar
109 Long time a go
110 The ending
111 Etdahhh!
112 LA PAKKK ANDROMEDA
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Maling sepatu
2
Jomblo akut
3
Jackpot
4
Kesialan dr.Fatur
5
Hancur vs Kencur
6
Murka-nya ayah Arka
7
Dimana-mana ada kamu
8
Semakin rumit
9
Kamu mengingatkanku pada....
10
Kini aku tau rasa sakit
11
Mau jadi Pelakor
12
Mumun is Galexia
13
Sukanya versi Gale
14
Perfect man for perfect woman
15
Posisi Ori terancam
16
Diundang makan
17
Keputusan untuk masa depan
18
Belum ada rasa sayang, disini ?
19
Pisah ranjang
20
Panggilan sayang
21
Anak bawang menyebalkan
22
Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23
Dimandiin
24
Bau-bau mencurigakan
25
Heboh dan rusuh
26
Pahlawan kesorean
27
Oh my God !
28
Aksi Fatur
29
Naluri laki-laki
30
Takut dihukum
31
Mau lapor Komnas !
32
Kebohongan Fathya
33
Kembali ?
34
Tertampar kelakuan sendiri
35
Ready for meet
36
Pintarnya gadis nakal om dokter
37
Istri cantik abang
38
Sayangi jantung anda !
39
Penantian sejak dulu
40
Siapa aku disaat bersamamu
41
Gue ga sebaik itu,
42
Gerakan Sabtu Merdeka
43
Pemain Figuran di kisahmu
44
Want to know aja!
45
Kamu membuatku nyaman
46
Umpatan Ori
47
Merasa dibandingkan
48
Aku mirip papah!
49
Kasih sayang ayah
50
Si gemoy pujaan hati
51
Kepingan masa lalu
52
Nge-bolang
53
Setia sampai ujung masa
54
Luka
55
Mengenang masa lalu
56
Abang boleh makan Gale
57
Kocok dahulu, sebelum diminum
58
Manggil tukang pijat
59
Kehadiran seseorang
60
Dipijit, biar siap ngadon lagi
61
Ada yang salah dengan bapak?
62
Di luar ekspektasi
63
Gombalan maut
64
Buaya darat ketauan belangnya
65
Posesifnya lelakiku
66
Ratu cilor
67
Nenek sinchan
68
Buah yang dipetik
69
3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70
Bertemu orang baru
71
Pasien nakal
72
Berani melawan ketakutan
73
Mengenang masa lalu
74
Gagal, keberhasilan yang tertunda
75
Bismillah, semoga berhasil!
76
Dukungan untuk Gale
77
Kebahagiaan tak terkira
78
Mati rasa
79
Kamu orang yang kuat!
80
Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81
Waktu terhenti seketika
82
Lepaskan beban dan luka itu
83
Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84
Amarah Fatur 1
85
Amarah Fatur 2
86
'Si positif thinking
87
Bumil milik Fatur
88
Salah menarik kesimpulan
89
Paket komplit
90
Request lagu
91
Narsis!
92
Jajaran dokter muda di Indonesia
93
Air mata buaya
94
Selamat bertugas dr. Oriza
95
Buruan abang!!!
96
This is Pandawa
97
You are Invited!!
98
Nujuh Bulanin part 2
99
Mencoba berdamai
100
Sumpah yang harus ditunaikan
101
Selamat berjuang bunda
102
Welcome to the club girls!
103
Hadiah
104
Berikut bunganya ya!
105
Aktivitas baru
106
Dokter me sum
107
Bunda supel
108
Pengasuh si kembar
109
Long time a go
110
The ending
111
Etdahhh!
112
LA PAKKK ANDROMEDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!