Hancur vs Kencur

Fatur yang sudah berganti pakaian lantas keluar dari ruangannya. Sebenarnya jadwal prakteknya sudah habis. Namun, ia sengaja menunggu kekasihnya dokter Seli dengan maksud mengajaknya makan malam.

"Sel," Fatur memeluk dokter Seli dari belakang, tapi diluar ekspektasinya Seli justru melepaskan tangan Fatur dengan cepat.

"Tur, ku kira siapa !" ia mengelus dadanya.

"Kenapa ? Maaf kamu kaget, ya."

"Ada apa ?" tanya Seli yang sedang membereskan peralatan dokternya. Fatur mengerutkan dahinya, dengan pertanyaan Seli. Hampir 3 jam ia menunggu Seli, tapi perempuan ini malah bertanya ada apa.

"Ada apa ?!" tanya Fatur.

"Sel, aku nunggu kamu hampir 3 jam buat makan malam. Bukannya tadi aku sudah bilang ?"

Seli menepuk jidatnya, "ah iya, sorry ya sayang aku capek banget. Lagian malam ini aku ada acara," ringisnya.

Fatur menghembuskan nafasnya lelah, setiap diajak bertemu Seli selalu memiliki alasan.

"Kalo besok gimana ? Beneran aku lupa sayang," jawab Seli terburu-buru. Fatur tak menjawab, jika seperti ini terus, ia tak yakin masih bertahan dengan perempuan yang sudah menjadi kekasihnya selama setahun belakangan ini, dan sudah dekat semenjak masih di kampus.

"Aku duluan ya sayang, bye !" Seli meninggalkan Fatur.

Fatur sudah mengepalkan tangannya. Tapi disaat yang sama, ia ingat dengan Gale.

"Mumun," gumamnya. Langkah Fatur membawanya masuk ke ruang dimana Gale tadi berbaring, hanya sekedar untuk melihat keadaan gadis nakal itu, sekaligus meminta pertanggung jawaban atas semua kesialan yang terjadi padanya beberapa kali setiap perjumpaan mereka.

Fatur membuka ruangan, dimana seorang gadis masih terpejam dengan t-shirt pinknya. Fatur menarik senyumannya, wajahnya memang cantik dan menggemaskan, merona meskipun tanpa polesan make up. Fatur tertawa kecil melihat Gale yang membuka mulutnya. Mulut yang tempo hari menuduhnya maling sepatu di masjid, yang mengatainya seblak tulang, dan tanpa dosanya mengatai Fatur mirip emak-emak. Tapi mulut itu polos berkata bahwa ia tampan sampai dalam racauannya ia meminta dicium.

"Ini bocah kalo merem ga pernah mingkem ?" ia terkekeh, nalurinya membuat tangan Fatur merogoh ponsel dan memotret Gale.

"Cantik-cantik gendheng. Yang seblak tulang itu kamu, cil !" gumamnya.

Fatur memutuskan untuk duduk di samping ranjang Gale, memperhatikan wajahnya seksama, rasanya ia tak asing dengan gadis ini, tapi kapan dan dimana ?

******

"Sus, liat temen saya ngga ? Tingginya segini, putih, lumayan cantik, rambutnya panjang aga gelombang ?"

"Ini fotonya !"

"Aga kurang waras sih," tambah Irvan terkekeh yang kemudian disikut Andini dan Faisal. Suster itu menggeleng, dan begitu seterusnya, mereka mencari-cari Gale. Pasalnya bukan hanya solidaritas pertemanan dan rasa sayang mereka terhadap si bontot saja, tapi jika Gale sampai tak pulang, maka merekalah orang pertama yang dicari Arka dan onty, onta-nya Gale.

"Ini si bontot kemana sih ! Mati gue, kalo Lele ga ketemu !" Irvan mengacak rambutnya.

"Lagian loe ngapain juga beli yang kaya begituan Van ?!" Andini menoyor kepala Irvan.

"Sumpah gue ga beli ! belanjaan gue ketuker sama punya orang ! Pas gue cek di koridor tadi gue baru ngeuh kalo itu minuman, ada minuman luknutnya. Gue mau bilang, tapi gue lupa !" jelas Irvan.

"Kalo pun Lele ketemu, dia mabuk. Kita juga yang kena," ujar Lila.

"Ini kita cari kemana lagi !" jawab Andini frustasi.

...----------------...

Arka dan Shania sampai di rumah.

"Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam,"

"Kaka mana Ndro ?" tanya Shania mengusap lembut kepala Andro.

"Di kamar," jawab Andro.

"Ko kamu belum tidur ?" tanya Shania.

"Lagi menghafal mii, besok ada ulangan."

"Oke, momy masuk dulu kamar, capek. Besok jenguk oma sama-sama !" ucap Shania diangguki Andro.

"Sudah malam, tidur. Biar pintu ayah yang kunci,"

Andro mengangguk kembali, "iya."

Arka mengecek pintu kamar Galexia.

"Ka, sudah tidur ?" tanya Arka mengetuk pintu kamar Gale, tak mendapat jawaban ia mencoba membuka kamar, tapi pintu kamar dikunci, mungkin Galexia sudah tidur. Lalu Arka kembali.

......................

Galexia mengerjapkan matanya, ia memijit pangkal hidung dan pelipisnya.

"Pusing banget pala gue !" ia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi. Seketika matanya membola setelah mendapatkan kilas balik kejadian sebelumnya.

"Astaga !" ia langsung terbangun, dan mendapati sosok seorang manusia tampan di dekatnya. Rejeki anak soleha bukan sih, kalo tiba-tiba ketiban cowok ganteng gini pas bangun tidur ?

Senyumnya merekah, mendapati sosok mirip wajah idolanya.

"Kasep pisan gusti !! Eta idung meni bangir, alisnya meni kaya hileud bulu ! bibirnya ya Allah !" celotehnya.

(Ganteng banget gusti !! Itu idung mancung banget, alisnya kaya ulet bulu ! Bibirnya ya Allah !)

Tapi begitu ia tak sengaja melirik jam di tangan Fatur yang tertidur di sampingnya, ia langsung terjengkat kaget hingga membuat Fatur ikut terkejut dan bangun.

"Ada apa ?!!" tanya nya.

"Ya Allah, mati gue ! Ini seriusan jam 3 ?!" tanya nya, Fatur melihat jam di tangannya dan mengangguk.

"Aduh, gimana ini !" paniknya, Gale menghembuskan nafas di telapak tangannya.

"Uhukk, bau alkohol !"

Fatur menarik alisnya ke atas sebelah.

"Baru sadar sekarang ?! Habis berapa botol sampai kamu muntahin satu jas saya penuh ?!" sengak Fatur.

"Muntah ? Kapan ?!" dahi Gale mengernyit.

"Kamu lupa ?!"

Ctak !!

Fatur memajukan wajahnya dan menjitak kening Galexia.

"Aww !" Gale mengusap keningnya.

"Udah inget belum ?" tanya Fatur, sementara Gale mengerucutkan bibirnya.

"Sakit om, ganteng-ganteng galak ! Dokter galak gini laku emang ?"

"Saya mau minta ganti rugi untuk biaya laundry jas saya yang kamu muntahi !"

"Cih, kenapa jadi minta biaya laundry sama saya ?! Kan itu jas om !"

"Soalnya kamu yang ngotorin, dan satu lagi...saya bukan om kamu, kapan saya nikah sama tante kamu ?!" Gale nyengir.

"Om, om kan salah satu tenaga medis, berbakti untuk negara. Tugasnya menyelamatkan nyawa orang kan ya ?" tanya Gale, dan Fatur melihatnya tanpa menyahut.

"Sekarang bisa tolongin nyawa aku engga ? Soalnya nyawa aku lagi terancam ?!"

"Saya sudah tidak mau berurusan lagi sama kamu !" jawab Fatur hendak keluar dari ruang Gale, tapi dengan secepat kilat Gale menyusul dan malah memeluk kaki Fatur.

"Om Dokter !! Tolongin aku om please !" rengek Gale. Fatur mengusap wajahnya kasar, ia benar-benar bertaubat pada Yang Maha Kuasa atas kesalahannya di masa lalu maupun sekarang yang disengaja maupun tidak, jika sampai ia bertemu lagi dengan Gale dan mengalami kejadian buruk lagi, maka ia akan terjun saja dari atas puncak gunung Rinjani, melepaskan gelar sarjana kedokterannya yang baru ia sandang setelah lamanya berjuang di bangku kuliah berkat beasiswa dan melakukan praktek Koas-nya selama 1,5 tahun, daripada harus berurusan dengan Galexia.

"Om dokter !!" rengek Gale, untung saja kejadian ini tak dilihat orang karena sudah malam.

"Lepasin kaki saya," pinta Fatur dengan mata menyorot tajam.

Galexia menggeleng kuat dengan bibir tertekuk.

"Engga mau, kalo om dokter ga mau nolong aku. Sampai kapanpun aku ga akan lepasin kaki om dokter, sekalipun ke toilet !" ancamnya. Fatur benar-benar meminta kesabaran pada Allah, jika memang kesabaran dijual di kantin rumah sakit maka ia akan memborongnya sampai habis dan menyetoknya demi menghadapi gadis titisan Kronos ini.

"Astagfirullah !" ia menghembuskan nafas lelah. Seharusnya tadi ia tak usah datang kesini dan menumbalkan dirinya sendiri. Kenapa bisa-bisanya ia menikmati memandang wajah Galexia sampai tertidur. Apakah wajah gadis ini semacam obat tidur yang bisa membiusnya ?

"Oke, saya tolong. Apa ?!" demi kemanusiaan dan keselamatan jiwa raganya, Fatur akhirnya mengalah. Wajah sumringah Galexia mendongak.

"Anterin aku pulang ya om," pintanya.

"Dikira saya tukang ojeg ?!" bibirnya kembali menekuk.

"Katanya mau nolongin ?!"

"Oke, rumah kamu dimana ?!" tanya Fatur.

"Yuu !" ajak Gale cepat menarik Fatur ke luar.

"Kalo ga punya uang, jangan keluar. Pake so so an mabuk sama laki-laki. Kamu tuh perempuan, gimana kalo sampai diapa-apakan orang jahat ?!"

"Om dokter orang jahat bukan ?" tanya Gale.

"Kalo saya jahat sudah saya jorokin kamu ke selo_kan, nemu gadis nyebelin macam kamu, ga harus mikir lama buat muti_lasi terus buang mayat kamu ke kolong jalan tol !" jawab Fatur.

"Ih jahat !" cebiknya mengekor di belakang Fatur, tapi matanya sudah jelalatan melihat postur badan Fatur dari atas hingga bawah tak terlewat satupun.

"Mau jadi apa bangsa ini, kalo anak mudanya itu kaya kamu semua. Hancur negara ini !" cerocos Fatur.

"Cocok ini, Fix !!! Calon imam masa depan, paling cuma perlu dipoles pas mulutnya doang sih, kaya bon cabe !" gumamnya tanpa memperdulikan Fatur yang sedang menasihatinya.

"Kamu denger saya ngomong ngga ?!" tanya Fatur, karena merasa Gale tidak merespon.

"Denger..ko denger...tadi om tuh bilang kencur kan ? buat obat apa tuh ?!" jawab Gale.

.

.

.

Terpopuler

Comments

yellya

yellya

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-11-27

1

Land19

Land19

11 12 kek emaknya

2024-10-14

0

Roziqin Rozi

Roziqin Rozi

oh iya, ini Fatur yg jualan koran pas ujan2 Sampek menggigil. korannya yg beli Arka.

2024-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 Maling sepatu
2 Jomblo akut
3 Jackpot
4 Kesialan dr.Fatur
5 Hancur vs Kencur
6 Murka-nya ayah Arka
7 Dimana-mana ada kamu
8 Semakin rumit
9 Kamu mengingatkanku pada....
10 Kini aku tau rasa sakit
11 Mau jadi Pelakor
12 Mumun is Galexia
13 Sukanya versi Gale
14 Perfect man for perfect woman
15 Posisi Ori terancam
16 Diundang makan
17 Keputusan untuk masa depan
18 Belum ada rasa sayang, disini ?
19 Pisah ranjang
20 Panggilan sayang
21 Anak bawang menyebalkan
22 Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23 Dimandiin
24 Bau-bau mencurigakan
25 Heboh dan rusuh
26 Pahlawan kesorean
27 Oh my God !
28 Aksi Fatur
29 Naluri laki-laki
30 Takut dihukum
31 Mau lapor Komnas !
32 Kebohongan Fathya
33 Kembali ?
34 Tertampar kelakuan sendiri
35 Ready for meet
36 Pintarnya gadis nakal om dokter
37 Istri cantik abang
38 Sayangi jantung anda !
39 Penantian sejak dulu
40 Siapa aku disaat bersamamu
41 Gue ga sebaik itu,
42 Gerakan Sabtu Merdeka
43 Pemain Figuran di kisahmu
44 Want to know aja!
45 Kamu membuatku nyaman
46 Umpatan Ori
47 Merasa dibandingkan
48 Aku mirip papah!
49 Kasih sayang ayah
50 Si gemoy pujaan hati
51 Kepingan masa lalu
52 Nge-bolang
53 Setia sampai ujung masa
54 Luka
55 Mengenang masa lalu
56 Abang boleh makan Gale
57 Kocok dahulu, sebelum diminum
58 Manggil tukang pijat
59 Kehadiran seseorang
60 Dipijit, biar siap ngadon lagi
61 Ada yang salah dengan bapak?
62 Di luar ekspektasi
63 Gombalan maut
64 Buaya darat ketauan belangnya
65 Posesifnya lelakiku
66 Ratu cilor
67 Nenek sinchan
68 Buah yang dipetik
69 3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70 Bertemu orang baru
71 Pasien nakal
72 Berani melawan ketakutan
73 Mengenang masa lalu
74 Gagal, keberhasilan yang tertunda
75 Bismillah, semoga berhasil!
76 Dukungan untuk Gale
77 Kebahagiaan tak terkira
78 Mati rasa
79 Kamu orang yang kuat!
80 Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81 Waktu terhenti seketika
82 Lepaskan beban dan luka itu
83 Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84 Amarah Fatur 1
85 Amarah Fatur 2
86 'Si positif thinking
87 Bumil milik Fatur
88 Salah menarik kesimpulan
89 Paket komplit
90 Request lagu
91 Narsis!
92 Jajaran dokter muda di Indonesia
93 Air mata buaya
94 Selamat bertugas dr. Oriza
95 Buruan abang!!!
96 This is Pandawa
97 You are Invited!!
98 Nujuh Bulanin part 2
99 Mencoba berdamai
100 Sumpah yang harus ditunaikan
101 Selamat berjuang bunda
102 Welcome to the club girls!
103 Hadiah
104 Berikut bunganya ya!
105 Aktivitas baru
106 Dokter me sum
107 Bunda supel
108 Pengasuh si kembar
109 Long time a go
110 The ending
111 Etdahhh!
112 LA PAKKK ANDROMEDA
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Maling sepatu
2
Jomblo akut
3
Jackpot
4
Kesialan dr.Fatur
5
Hancur vs Kencur
6
Murka-nya ayah Arka
7
Dimana-mana ada kamu
8
Semakin rumit
9
Kamu mengingatkanku pada....
10
Kini aku tau rasa sakit
11
Mau jadi Pelakor
12
Mumun is Galexia
13
Sukanya versi Gale
14
Perfect man for perfect woman
15
Posisi Ori terancam
16
Diundang makan
17
Keputusan untuk masa depan
18
Belum ada rasa sayang, disini ?
19
Pisah ranjang
20
Panggilan sayang
21
Anak bawang menyebalkan
22
Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23
Dimandiin
24
Bau-bau mencurigakan
25
Heboh dan rusuh
26
Pahlawan kesorean
27
Oh my God !
28
Aksi Fatur
29
Naluri laki-laki
30
Takut dihukum
31
Mau lapor Komnas !
32
Kebohongan Fathya
33
Kembali ?
34
Tertampar kelakuan sendiri
35
Ready for meet
36
Pintarnya gadis nakal om dokter
37
Istri cantik abang
38
Sayangi jantung anda !
39
Penantian sejak dulu
40
Siapa aku disaat bersamamu
41
Gue ga sebaik itu,
42
Gerakan Sabtu Merdeka
43
Pemain Figuran di kisahmu
44
Want to know aja!
45
Kamu membuatku nyaman
46
Umpatan Ori
47
Merasa dibandingkan
48
Aku mirip papah!
49
Kasih sayang ayah
50
Si gemoy pujaan hati
51
Kepingan masa lalu
52
Nge-bolang
53
Setia sampai ujung masa
54
Luka
55
Mengenang masa lalu
56
Abang boleh makan Gale
57
Kocok dahulu, sebelum diminum
58
Manggil tukang pijat
59
Kehadiran seseorang
60
Dipijit, biar siap ngadon lagi
61
Ada yang salah dengan bapak?
62
Di luar ekspektasi
63
Gombalan maut
64
Buaya darat ketauan belangnya
65
Posesifnya lelakiku
66
Ratu cilor
67
Nenek sinchan
68
Buah yang dipetik
69
3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70
Bertemu orang baru
71
Pasien nakal
72
Berani melawan ketakutan
73
Mengenang masa lalu
74
Gagal, keberhasilan yang tertunda
75
Bismillah, semoga berhasil!
76
Dukungan untuk Gale
77
Kebahagiaan tak terkira
78
Mati rasa
79
Kamu orang yang kuat!
80
Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81
Waktu terhenti seketika
82
Lepaskan beban dan luka itu
83
Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84
Amarah Fatur 1
85
Amarah Fatur 2
86
'Si positif thinking
87
Bumil milik Fatur
88
Salah menarik kesimpulan
89
Paket komplit
90
Request lagu
91
Narsis!
92
Jajaran dokter muda di Indonesia
93
Air mata buaya
94
Selamat bertugas dr. Oriza
95
Buruan abang!!!
96
This is Pandawa
97
You are Invited!!
98
Nujuh Bulanin part 2
99
Mencoba berdamai
100
Sumpah yang harus ditunaikan
101
Selamat berjuang bunda
102
Welcome to the club girls!
103
Hadiah
104
Berikut bunganya ya!
105
Aktivitas baru
106
Dokter me sum
107
Bunda supel
108
Pengasuh si kembar
109
Long time a go
110
The ending
111
Etdahhh!
112
LA PAKKK ANDROMEDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!