Kesialan dr.Fatur

"Bun, bunda abis makan apa sih. Kenapa darahnya bisa naik lagi ? Kadar gulanya juga sama ?" tanya Shania.

💐 Di rumah sakit yang sama

Di ruangan lain, bunda Lia sedang berbaring di ranjang pasien. Dan ayah, Shania juga Arka tengah berada di sana.

"Bunda mu ini nih, suka bandel kalo udah ketemu sama temen-temen arisannya. Lupa kalo sekarang udah tua, punya pabrik gula sama pabrik darah !" jawab ayah Shania.

"Neng, anak-anak ?" tanya bunda.

"Di rumah bun, sama ibu," jawab Arka.

"Assalamualaikum, malam pak..bu," sapa seorang dokter perempuan.

"Dok," gumam mereka.

"Ibu Lia, di cek dulu ya bu.." senyumnya.

Di ruangan lain.

"Suster Oline," panggil Fatur.

"Iya dok ?"

"Dokter Seli ?"

"Oh, dokter Seli sedang mengecek pasiennya dok, mau saya panggilkan dok ?"

"Oh, ga usah biar saya tunggu saja. Oke terimakasih !" jawab Fatur melirik jam di tangannya lalu berjalan menuju ruangannya.

Dari kejauhan ia melihat dua gadis yang tengah memapah seorang pemuda dengan kepayahan, dan seorang lainnya memegang barang-barang.

"Ck, anak muda sekarang !" Fatur tersenyum mengingat jika dulu seseorang tak menggapai dan membawanya, mungkin masa mudanya akan hidup bebas seperti itu dalam artian bebas yang negatif.

Ia masih memperhatikan mereka dengan intens, tapi kemudian keningnya berkerut.

Tunggu !

Ia hafal dengan wajah salah satu dari ketiga gadis itu.

"Itu !" ia kemudian tersenyum miring.

Tempo hari ia ketiban sial menghadapi sifat absurd Galexia, jika sampai malam ini ia kembali dipertemukan kembali dengan gadis yang dalam pikirannya Gale memang anak jalanan yang bandel lengkap sudah kesialannya, ia menyayangkan wajah secantik itu tapi kelakuan liar. Bagaimana tidak, sudah malam begini malah keluyuran dengan pemuda yang tampilannya seperti berandal.

Irvan datang lagi dengan membawa kresek hitam, berisi minuman. Teman-teman lain ikut mengambil dan meneguk minuman yang dibeli.

"Pasien Faisal !" panggil suster.

"Sama loe aja !"

"Engga ah, sama loe aja !" mereka malah saling menuduh.

"Biar aman barengan aja, semua ikut !" usul Faisal.

"Oke !" seru keempatnya, alhasil mereka beranjak bersama masuk ke ruangan dokter, tapi baru saja akan masuk, jidat Gale ditahan oleh Irvan.

"Bontot tunggu aja di luar. Jagain tas, minum, sama dompet !" ujar Irvan membuat bibir Galexia mengerucut seperti kerucut jalanan.

"Ko gue lagi sih yang harus ngalah !" cebiknya.

"Gue ga mau sendirian !" tolak Gale.

"Ini rumah sakit rame, Le. Loe ga sendirian. Lagian ga akan ada yang berani nyulik loe, kalo ada yang jahat, loe teriak aja, nanti gue keluar," Irvan menghilang di balik pintu ruangan.

"Ishhh, loe semua masuk. Ini sebenernya mau periksa apa mau tawuran sih !" Gale kembali duduk di kursi depan ruangan, melirik ke samping dan meraih minuman dari dalam keresek dengan sembarang.

Membuka penutup kalengnya dan...

Glekkk...glekkk...glekk....

"Ko rasanya aneh ?!" Gale terdiam merasa-rasai mulutnya, tapi karena haus, ia meneguknya hingga tandas.

"Ini softdrink macam apa ?!" Gale kini mengamati kaleng minuman yang barusan diminumnya.

Matanya membola saat mengetahui merk minuman yang tertera di kaleng.

"Amsyonggg si Irvan, beli beginian !" ia bersendawa beberapa kali, lalu mulai merasakan ulu hati yang terasa panas, perutnya seperti dikocok.

"Ampuni hamba ya Allah !" ucapnya.

Ia beranjak ingin mencari toilet. Sepertinya ia ingin memuntahkan makan sorenya tadi,

"Maaf mas, toilet sebelah mana ya ?" tanya Gale pada Fatur saat tak sengaja berpapasan.

"Kamu lagi, kamu lagi ! Kenapa harus ketemu kamu lagi, dosa apa saya ketemu kamu !" Gale tak dapat membalas perkataan Fatur, karena sedari tadi menahan mualnya, kepalanya juga terasa berat, dan keringat yang bercucuran.

Melihat keadaan Gale yang mengkhawatirkan, membuat hati Fatur tak tega untuk terus memarahinya, apalagi profesinya seorang dokter.

"Toilet sebelah..." baru saja Fatur berucap, Gale yang tak bisa menahan lagi rasa tak enak di perut memuntahkan isian lambungnya ke arah jas dokter Fatur.

"Huwekkkk !"

"Argghhhh !" Fatur meng3_rang.

Fatur sempat memundurkan diri, tapi Gale mencengkram sisi jasnya, seakan mencari pegangan. Jiwa seorang dokternya mengatakan jika ia harus menolong gadis ini. Mau tak mau ia menepuk punggung Gale demi menuntaskan muntahnya.

Beberapa orang yang melintas melihat adegan menjijikan itu. Hingga membuat Fatur tak tega dan menutupi wajah Galexia.

"Sudah selesai ?" tanya Fatur, saat Gale sudah tak lagi muntah, dan pakaiannya yang sudah penuh dan kotor. Bukan lagi, Galexia malah sudah mengelap mulutnya dengan ujung jas dokter milik Fatur, membuat Fatur berdecak.

"Kenapa ga sekalian aja kamu muntahin juga muka saya ?" kesal Fatur.

"Mas," panggil Fatur pada office boy.

"Maaf minta tolong, bersiin bekas ini. Dan ini tips buat kamu !" pinta Fatur lantas merogoh uang di saku celananya.

Si office boy itu mengangguk.

"Iya dok, makasih !"

Baru saja Galexia mendongak, matanya terasa kabur dan berbayang, seakan jiwanya melayang entah kemana karena sekarang ia sedang tertawa-tawa pada Fatur, entah apa yang ia tertawakan. Karena sangat jelas Fatur sedang menatapnya tajam sekarang. Apa dimatanya wajah menakutkan Fatur malah terkesan seperti minion ?

"Ha-ha-ha. Biasa aja dong mukanya. Asem banget kaya ketek mang Obar tukang cilor !" racaunya.

"Wah, teler nih bocah !" tak tau kesialan apa lagi yang dialaminya di pertemuannya dengan Gale kali ini.

"Hey abang ganteng, loe kaya idola gue. Cium gue dong bang ! Peluk dong !" pinta Gale ingin memeluk Fatur dan sudah memajukan bibirnya, sontak Fatur menekan dan memundurkan jidat Gale.

"Loe mabok ya ?! Ck, udah tau kalo minuman kaya gitu ada batasan umurnya. Malah loe minum lagi, bocil...bocil !" decaknya.

"Awas ! Ini baju saya kotor ! Udah muntahin, sekarang malah nyusahin !" omel Fatur. Malu karena tingkah Gale, Fatur berniat melepaskan cengkraman Gale dan pergi meninggalkannya.

"Brukkkk !"

"Awwww !" Gale mengaduh saat badannya ambruk terjatuh ke lantai, ia mengusap-usap pan_tatnya dan berusaha bangun, tapi sayang tenaga dan keseimbangannya sudah hilang tergerus efek minuman luknut.

"Ini badan gue kenapa berat banget, kaya badan raksasa? Apa dosa gue tak termaafkan ya ?!" racaunya lagi.

Fatur yang ingin pergi tak tega meninggalkan gadis ini jadi bahan tontonan pengunjung rumah sakit.

Akhirnya ia menggendong Galexia ke salah satu ruang inap di rumah sakit ini.

"Abis ini kamu harus ganti rugi, cil ! Udah pernah nimpuk, nuduh, muntahin, bikin malu, dan sekarang ?? Nyusahin saya !" decak kesal Fatur.

Fatur memanggil seorang suster dan membaringkan Gale di ranjang rumah sakit.

"Sus, tolong urus gadis ini. Saya mau ganti pakaian !" ujarnya melepas jas miliknya dan mengelap-lap kemejanya.

"Baik dok,"

Lalu Fatur masuk ke ruangannya untuk bersih-bersih dan berganti pakaian.

Shania dan Arka memutuskan untuk pulang.

"Iya bu, malu-maluin banget. Kalo anak gadis saya kaya gitu, udah saya uyel-uyel !!" obrolan pengunjung rumah sakit.

"Masa mabuk, terus muntah-muntah disini. Mana muntahnya ke orang lagi, dokter sini pula !"

"Ada apa sih mas ?" tanya Shania pada Arka saat berjalan di koridor menuju pintu keluar.

Arka menggidikkan bahunya acuh, "ga tau."

"Loh, si bontot mana ?!" tanya Faisal, karena kini disana hanya ada barang-barang tanpa kehadiran Gale.

"Tadi disini, apa pulang ya ?" tanya Andini.

"Coba telfon Lo !" pinta Irvan khawatir.

Mata Irvan tertuju pada sebuah kaleng minuman yang sudah tandas isinya.

"Ini siapa yang minum ?!" tanya Irvan dengan suara lantang bertanya dengan menunjukkan kaleng.

"Gue engga,"

"Apalagi gue,"

"Gue ga minum itu !"

"Terus ?!" tanya Irvan.

"Gale !!!" seru mereka.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Tri Tunggal

Tri Tunggal

si gale mau jd pendekar mabuk van

2025-02-22

0

DozkyCrazy

DozkyCrazy

si Mumun bang

2024-10-24

1

Land19

Land19

haduuhhh lagian maen ambil ga di liatin dulu itu minuman apa..
jadinya kek gitu kan teler

2024-10-14

0

lihat semua
Episodes
1 Maling sepatu
2 Jomblo akut
3 Jackpot
4 Kesialan dr.Fatur
5 Hancur vs Kencur
6 Murka-nya ayah Arka
7 Dimana-mana ada kamu
8 Semakin rumit
9 Kamu mengingatkanku pada....
10 Kini aku tau rasa sakit
11 Mau jadi Pelakor
12 Mumun is Galexia
13 Sukanya versi Gale
14 Perfect man for perfect woman
15 Posisi Ori terancam
16 Diundang makan
17 Keputusan untuk masa depan
18 Belum ada rasa sayang, disini ?
19 Pisah ranjang
20 Panggilan sayang
21 Anak bawang menyebalkan
22 Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23 Dimandiin
24 Bau-bau mencurigakan
25 Heboh dan rusuh
26 Pahlawan kesorean
27 Oh my God !
28 Aksi Fatur
29 Naluri laki-laki
30 Takut dihukum
31 Mau lapor Komnas !
32 Kebohongan Fathya
33 Kembali ?
34 Tertampar kelakuan sendiri
35 Ready for meet
36 Pintarnya gadis nakal om dokter
37 Istri cantik abang
38 Sayangi jantung anda !
39 Penantian sejak dulu
40 Siapa aku disaat bersamamu
41 Gue ga sebaik itu,
42 Gerakan Sabtu Merdeka
43 Pemain Figuran di kisahmu
44 Want to know aja!
45 Kamu membuatku nyaman
46 Umpatan Ori
47 Merasa dibandingkan
48 Aku mirip papah!
49 Kasih sayang ayah
50 Si gemoy pujaan hati
51 Kepingan masa lalu
52 Nge-bolang
53 Setia sampai ujung masa
54 Luka
55 Mengenang masa lalu
56 Abang boleh makan Gale
57 Kocok dahulu, sebelum diminum
58 Manggil tukang pijat
59 Kehadiran seseorang
60 Dipijit, biar siap ngadon lagi
61 Ada yang salah dengan bapak?
62 Di luar ekspektasi
63 Gombalan maut
64 Buaya darat ketauan belangnya
65 Posesifnya lelakiku
66 Ratu cilor
67 Nenek sinchan
68 Buah yang dipetik
69 3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70 Bertemu orang baru
71 Pasien nakal
72 Berani melawan ketakutan
73 Mengenang masa lalu
74 Gagal, keberhasilan yang tertunda
75 Bismillah, semoga berhasil!
76 Dukungan untuk Gale
77 Kebahagiaan tak terkira
78 Mati rasa
79 Kamu orang yang kuat!
80 Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81 Waktu terhenti seketika
82 Lepaskan beban dan luka itu
83 Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84 Amarah Fatur 1
85 Amarah Fatur 2
86 'Si positif thinking
87 Bumil milik Fatur
88 Salah menarik kesimpulan
89 Paket komplit
90 Request lagu
91 Narsis!
92 Jajaran dokter muda di Indonesia
93 Air mata buaya
94 Selamat bertugas dr. Oriza
95 Buruan abang!!!
96 This is Pandawa
97 You are Invited!!
98 Nujuh Bulanin part 2
99 Mencoba berdamai
100 Sumpah yang harus ditunaikan
101 Selamat berjuang bunda
102 Welcome to the club girls!
103 Hadiah
104 Berikut bunganya ya!
105 Aktivitas baru
106 Dokter me sum
107 Bunda supel
108 Pengasuh si kembar
109 Long time a go
110 The ending
111 Etdahhh!
112 LA PAKKK ANDROMEDA
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Maling sepatu
2
Jomblo akut
3
Jackpot
4
Kesialan dr.Fatur
5
Hancur vs Kencur
6
Murka-nya ayah Arka
7
Dimana-mana ada kamu
8
Semakin rumit
9
Kamu mengingatkanku pada....
10
Kini aku tau rasa sakit
11
Mau jadi Pelakor
12
Mumun is Galexia
13
Sukanya versi Gale
14
Perfect man for perfect woman
15
Posisi Ori terancam
16
Diundang makan
17
Keputusan untuk masa depan
18
Belum ada rasa sayang, disini ?
19
Pisah ranjang
20
Panggilan sayang
21
Anak bawang menyebalkan
22
Aaaaa ! Abang udah nodain aku ih !
23
Dimandiin
24
Bau-bau mencurigakan
25
Heboh dan rusuh
26
Pahlawan kesorean
27
Oh my God !
28
Aksi Fatur
29
Naluri laki-laki
30
Takut dihukum
31
Mau lapor Komnas !
32
Kebohongan Fathya
33
Kembali ?
34
Tertampar kelakuan sendiri
35
Ready for meet
36
Pintarnya gadis nakal om dokter
37
Istri cantik abang
38
Sayangi jantung anda !
39
Penantian sejak dulu
40
Siapa aku disaat bersamamu
41
Gue ga sebaik itu,
42
Gerakan Sabtu Merdeka
43
Pemain Figuran di kisahmu
44
Want to know aja!
45
Kamu membuatku nyaman
46
Umpatan Ori
47
Merasa dibandingkan
48
Aku mirip papah!
49
Kasih sayang ayah
50
Si gemoy pujaan hati
51
Kepingan masa lalu
52
Nge-bolang
53
Setia sampai ujung masa
54
Luka
55
Mengenang masa lalu
56
Abang boleh makan Gale
57
Kocok dahulu, sebelum diminum
58
Manggil tukang pijat
59
Kehadiran seseorang
60
Dipijit, biar siap ngadon lagi
61
Ada yang salah dengan bapak?
62
Di luar ekspektasi
63
Gombalan maut
64
Buaya darat ketauan belangnya
65
Posesifnya lelakiku
66
Ratu cilor
67
Nenek sinchan
68
Buah yang dipetik
69
3 bulan ga datang tamu, biasa aja!
70
Bertemu orang baru
71
Pasien nakal
72
Berani melawan ketakutan
73
Mengenang masa lalu
74
Gagal, keberhasilan yang tertunda
75
Bismillah, semoga berhasil!
76
Dukungan untuk Gale
77
Kebahagiaan tak terkira
78
Mati rasa
79
Kamu orang yang kuat!
80
Butuh hati yang tenang dan keputusan bijak
81
Waktu terhenti seketika
82
Lepaskan beban dan luka itu
83
Buah yang jatuh dan berada jauh dari pohonnya
84
Amarah Fatur 1
85
Amarah Fatur 2
86
'Si positif thinking
87
Bumil milik Fatur
88
Salah menarik kesimpulan
89
Paket komplit
90
Request lagu
91
Narsis!
92
Jajaran dokter muda di Indonesia
93
Air mata buaya
94
Selamat bertugas dr. Oriza
95
Buruan abang!!!
96
This is Pandawa
97
You are Invited!!
98
Nujuh Bulanin part 2
99
Mencoba berdamai
100
Sumpah yang harus ditunaikan
101
Selamat berjuang bunda
102
Welcome to the club girls!
103
Hadiah
104
Berikut bunganya ya!
105
Aktivitas baru
106
Dokter me sum
107
Bunda supel
108
Pengasuh si kembar
109
Long time a go
110
The ending
111
Etdahhh!
112
LA PAKKK ANDROMEDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!