BA # 19 - His Arms

"Kamu gila, ya? Kamu menampar putri tuan rumah dari penyelenggara pesta?" Desis Daniel kesal sembari mendorong Alira masuk ke dalam mobilnya.

"Aku tidak salah!" Balas Alira dengan dada yang bergemuruh.

Daniel segera masuk ke mobil, bahkan ia meninggalkan Ryan disana tanpa sadar.

"Tidak salah bagaimana? Sebenarnya ada apa denganmu?" Tanya Daniel yang seketika membuat Alira tertawa sinis.

"Ada apa denganku? Aku sedang marah dan cemburu, Daniel. Dan aku sakit hati saat wanita itu membicarakan bagaimana hebatnya kamu di atas ranjang!" Desis Alira yang membuat Daniel langsung menginjak rem seketika.

Ia menoleh, dan menatap istrinya yang kini kembali meneteskan air mata namun Alira langsung menghapus air mata itu.

"Dia wanita itu, 'kan?" Tanyanya dengan suara yang bergetar.

"Berhenti membahas itu, Alira! Itu hanya kesalahan dan aku tidak akan pernah mengulanginya lagi!" Tegas Daniel.

"Aku tidak yakin," balas Alira dengan sinis. "Apalagi mengingat bagaimana ramahnya kalian tadi. Oh! Bahkan dia memegang pundakmu!"

Daniel hanya bisa menggertakkan giginya namun ia enggan menanggapi ucapan Alira, Daniel pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah.

Di sisi lain, Ryan memanggil taksi untuk pulang, karena Ryan takut Daniel dan Alira kembali bertengkar yang bisa saja akan berakhir dengan Daniel yang main tangan.

.........

Daniel dan Alira sudah sampai di rumah, dan keduanya tak bersuara sedikitpun sejak tadi. Suasana jadi mencekam, apalagi tatapan Daniel yang tampak sangat kesal dengan ucapan terkahir Alira saat di mobil tadi.

"Ini terkahir kalinya kamu mengungkit masalah itu!" Desis Daniel sembari membuka jasnya dan melemparnya dengan asal.

"Kenapa cuma aku yang harus mengerti kesalahanmu? Sementara kamu tidak mau berkompromi sedikitpun denganku, kamu membatasi ruang hidupku bahkan aku tidak boleh berbicara dengan teman sekolahku," Tutur Alira dingin yang seketika membuat Daniel langsung mencengkram pundak Alira yang terbuka, Alira meringis, apalagi saat kuku Daniel menancap di kulitnya dan pasti akan melukainya.

"Karena kamu istriku, Alira!" Desis Daniel tajam, Alira menyingkirkan tangan Daniel dari pundaknya dengan kasar.

"Tepat sekali, Daniel! Aku istrimu, bukan bonekamu!" Desis Alira sebelum akhirnya ia segera berlari naik ke kamarnya dan Daniel pun mengikutinya dari belakang.

"Kamu mau kemana?" Tanya Daniel saat ia melihat Alira memasukan beberapa barangnya ke dalam tas.

"Aku rasa, berpisah lebih baik!" Tegas Alira yang membuat amarah Daniel langsung memuncak.

Ia menarik tas Alira dan melemparnya ke lantai, Alira terkejut, apalagi saat tiba-tiba Daniel mencengkram pipi Alira dengan kuat.

"Berpisah kamu bilang?" Desis Daniel dengan tatapan yang di penuhi amarah. "Aku melakukan segalanya untuk meminta maaf padamu, Alira!" Alira hanya bisa meringis dan ia tak bisa lagi membendung air matanya saat Daniel mendorong tubuh Alira hingga punggungnya menabrak dinding.

"Aku sangat menyesali kesalahanku, Alira! Aku rela mati demi mendapatkan maafmu dan hatimu masih tertutup setelah semua itu?" Desis Daniel kemudian ia menghempaskan Alira begitu saja.

Alira menghapus air matanya, dan ia memegang pipinya yang sakit dan sudah pasti kembali memerah.

Alira menatap mata Daniel dengan berani dan berkata."Hatiku tidak tertutup untukmu, Daneil," lirih Alira.

"Aku berusaha memperbaiki pernikahan kita, aku berusaha melupakan kesalahanmu, tapi lihat ini!" Alira menunjukan pundaknya yang terdapat bekas kuku Daniel.

"Kamu tidak berubah dan tidak akan pernah berubah! Mau sampai kapan?" Teriak Alira frustasi dan air mata kembali mengalir deras di pipinya, sementara Daniel justru terlihat semakin marah.

"Aku tidak akan menyakitimu jika kau tidak berulah, Alira!" Daniel juga berteriak frustasi. "Aku sangat mencintaimu, aku hanya mau kamu melupakan kesalahanku dan tidak mengungkit masa lalu itu lagi!" geram nya.

"Bagaimana aku tidak mengungkitnya, Daniel? Sementara wanita itu mengungkit malam yang kau lewati dengannya? Dia memberi tahu betapa hebatnya kamu di atas ranjang! Bagaiamana aku bisa diam saja setelah mendengar semua itu?" Alira kembali berteriak di depan wajah Daniel namun secara reflek Daniel kembali melayangkan pukulan di pipi Alira dengan sangat keras yang bahkan membuat Alira sampai tersungkur ke lantai.

Alira terdiam mematung, napasnya tercekat di tenggorokannya, tangannya mengepal kuat. Luka yang kemarin belum sembuh, dan Daniel justru menambah luka itu, bahkan seolah merobek luka itu lebih dalam dan lebar.

Sementara Daniel yang sudah sangat merasa kesal langsung keluar dari kamar, bahkan ia membanting pintu yang membuat Alira terlonjak.

Sudut bibir Alira mengeluarkan darah karena kerasnya pukulan Daniel, namun Alira tak lagi menangis, air matanya seolah mengering, dan ia masih tersungkur di lantai hingga akhirnya Ryan datang.

"Alira...." Teriak Ryan yang langsung berlari menghampiri Alira. "Ya Tuhan!" Kau berdarah!" pekik Ryan namun Alira tetap diam mematung seolah tak mendengar teriakan Ryan.

"Alira, kau baik-baik saja?" Tanya Ryan sembari memegang kedua pundak Alira, hendak membantu Alira berdiri dan Ryan kembali terkejut saat melihat bekas kuku di kedua pundak Alira.

"Apa menurutmu aku baik-baik saja setelah semua luka ini?" Alira bertanya dengan suara lirih, hati Ryan seperti tersayat mendengar itu.

"Ayo! Aku akan mengobatimu," Ryan menuntun Alira agar duduk di ranjang dan Alira menurut saja. "Dimana Daniel?" Tanya Ryan sembari mencari kotak obat.

"Mungkin pergi ke neraka," jawab Alira dengan raut wajah yang datar dan nada bicara yang juga datar.

Ryan yang melihat itu menjadi tidak tega, apalagi tatapan Alira tampak kosong namun menyimpan sejuta luka.

Ryan mendekati Alira yang kini duduk di tepi ranjang, dan tiba-tiba Alira memeluk pinggang Ryan, menyembunyikan wajahnya di dada Ryan dan Alira kembali mengeluarkan tangisnya, air mata mengalir deras hingga mebasahi baju Ryan.

"Lepaskan aku dari dia, Ryan! Aku mohon!" lirih Alira. "Aku tidak sanggup lagi, Ryan."

Ryan tidak tahu harus berkata apa, ia hanya bisa mengusap kepala Alira seperti yang biasa ia lakukan.

Alira yang meneteskan air mata, namun Ryan yang merasakan sesak di dada.

Alira yang terluka, namun hati Ryan yang terasa sakit.

"Aku disini, Alira. Aku disini," ucap Ryan dan ia mengecup pucuk kepala Alira.

Tbc....

Terpopuler

Comments

Nur Evida

Nur Evida

sampai ajal menjemput Alira baru Daniel berhenti menyiksa nya

2022-11-27

0

manda_

manda_

lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu udah alira pergi yg jauh tuk apa bertahan kl danil kayak gitu trs skt hati skt pisik

2022-08-25

0

Nanda Lelo

Nanda Lelo

benar kata alira,, sampai kapanpun Daniel tidaak akan pernah berubah

2022-07-13

1

lihat semua
Episodes
1 BA #1 - His Love
2 BA #2 - It Is Love?
3 BA #3 - First Meet
4 BA #4 - It Is Okay?
5 BA #5 - About The Past
6 BA # 6 - Sang Cassanova
7 BA #7 - Di Balik Wajah Malaikatnya
8 BA#8 - Perhatian Sang Adik Ipar
9 BA # 9 - Awal Sebuah Pengkhianatan
10 BA # 10 - Sebuah Harapan
11 BA# 11 - Sebuah Pengkhianatan
12 BA # 12 - Itu Bukan Cinta!
13 BA # 13 - Ayo Bercerai!
14 BA # 14 - Crazy In Love
15 BA #15 - Hurt Each Other
16 BA #16 - Faded
17 BA #17 - Haruskah Kembali?
18 BA # 18 - Luapan Kemarahan
19 BA # 19 - His Arms
20 BA # 20 - With Him
21 BA # 21 - Her Touch
22 BA #22 - Because of Daniel
23 BA #23 - Another Affair
24 BA #24 - It Is Another Love?
25 BA #25 - I Love You, But...
26 BA #26 - Ternyata Cassanova
27 BA #27 - Dia Kembali
28 BA #28 - His Jealousy
29 BA #29 - Di Antara Dua Hati
30 BA #30 - Can't Lose You
31 BA #31- Cassanova's Love
32 BA #32 - Miss You
33 BA #33 - Love Is Crazy
34 BA #34 - The Real Affair
35 BA #35 - Love Make Us Crazy
36 BA# 36 - Dark Romance
37 BA #37 - Petak Umpet
38 BA #38 - Ternyata....
39 BA #39 - Permainan Cinta
40 BA #40 - Let's Play The Game
41 BA #41 - Menyedihkan
42 BA #42 - Sang Boneka
43 BA #43 - Make Me Yours
44 BA #44 - About Us
45 BA #45 - Kebohongan Yang Tersimpan
46 BA #46 - Sisi Gelapnya
47 BA #47 - Racun + Obat
48 BA #48 - Pengkhianatan Yang Tersembunyi
49 BA #49 - Masalah Yang Lain
50 BA #50 - Kejujuran
51 BA #51 - Pilihan Yang Sulit
52 BA #52 - Tak Memilih Siapapun
53 BA #53 - Kehilangan
54 BA # 54- the truth
55 BA # 55 - Di Balik Sebuah Kesalahan
56 BA #56 -
57 BA #57 - Mencarinya
58 BA #58 - She Loves You
59 BA #59 -
60 BA #60
61 BA #61 - After Long Time
62 BA # 62 -
63 BA #63 - Tidak Ada Perselingkuhan Yang Indah
64 BA # 64 - Sebenarnya Saling Mencintai
65 BA #65- The Truth
66 BA # 67 - Kebahagiaan Impian
67 BA # 68 - Memulai Dari Awal (TAMAT)
68 Promo Author Rini
Episodes

Updated 68 Episodes

1
BA #1 - His Love
2
BA #2 - It Is Love?
3
BA #3 - First Meet
4
BA #4 - It Is Okay?
5
BA #5 - About The Past
6
BA # 6 - Sang Cassanova
7
BA #7 - Di Balik Wajah Malaikatnya
8
BA#8 - Perhatian Sang Adik Ipar
9
BA # 9 - Awal Sebuah Pengkhianatan
10
BA # 10 - Sebuah Harapan
11
BA# 11 - Sebuah Pengkhianatan
12
BA # 12 - Itu Bukan Cinta!
13
BA # 13 - Ayo Bercerai!
14
BA # 14 - Crazy In Love
15
BA #15 - Hurt Each Other
16
BA #16 - Faded
17
BA #17 - Haruskah Kembali?
18
BA # 18 - Luapan Kemarahan
19
BA # 19 - His Arms
20
BA # 20 - With Him
21
BA # 21 - Her Touch
22
BA #22 - Because of Daniel
23
BA #23 - Another Affair
24
BA #24 - It Is Another Love?
25
BA #25 - I Love You, But...
26
BA #26 - Ternyata Cassanova
27
BA #27 - Dia Kembali
28
BA #28 - His Jealousy
29
BA #29 - Di Antara Dua Hati
30
BA #30 - Can't Lose You
31
BA #31- Cassanova's Love
32
BA #32 - Miss You
33
BA #33 - Love Is Crazy
34
BA #34 - The Real Affair
35
BA #35 - Love Make Us Crazy
36
BA# 36 - Dark Romance
37
BA #37 - Petak Umpet
38
BA #38 - Ternyata....
39
BA #39 - Permainan Cinta
40
BA #40 - Let's Play The Game
41
BA #41 - Menyedihkan
42
BA #42 - Sang Boneka
43
BA #43 - Make Me Yours
44
BA #44 - About Us
45
BA #45 - Kebohongan Yang Tersimpan
46
BA #46 - Sisi Gelapnya
47
BA #47 - Racun + Obat
48
BA #48 - Pengkhianatan Yang Tersembunyi
49
BA #49 - Masalah Yang Lain
50
BA #50 - Kejujuran
51
BA #51 - Pilihan Yang Sulit
52
BA #52 - Tak Memilih Siapapun
53
BA #53 - Kehilangan
54
BA # 54- the truth
55
BA # 55 - Di Balik Sebuah Kesalahan
56
BA #56 -
57
BA #57 - Mencarinya
58
BA #58 - She Loves You
59
BA #59 -
60
BA #60
61
BA #61 - After Long Time
62
BA # 62 -
63
BA #63 - Tidak Ada Perselingkuhan Yang Indah
64
BA # 64 - Sebenarnya Saling Mencintai
65
BA #65- The Truth
66
BA # 67 - Kebahagiaan Impian
67
BA # 68 - Memulai Dari Awal (TAMAT)
68
Promo Author Rini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!