"Sayang, aku pergi dulu." Daniel mengecup kening Alira yang saat ini masih terlelap, Alira hanya menggumam tidak jelas sembari membenarkan selimutnya.
Daniel pun membiarkannya saja, karena ia tahu Alira pasti kelelahan setelah semalam ia ajak bercinta selama beberapa jam.
Saat Daniel hendak masuk mobil, ada sebuah mobil lain yang datang dan Daniel tahu itu pasti adik tirinya yang baru saja datang dari Paris.
Daniel pun menyambut adik tirinya itu bahkan mereka berpelukan, tampak sekali keduanya saling merindukan setelah berpisah beberapa tahun.
"Aku fikir kamu tersesat, Ryan," kata Daniel sembari melerai pelukannya.
Ryan Reiner, adik tiri Daniel yang baru berusia 28 tahun, seorang model yang terkenal di Paris dan Ryan sudah lama sekali tidak pulang ke Indonesia. Selain menjadi seorang model, Ryan juga suka sekali melukis, itu adalah hobinya sejak kecil.
Ryan terkekeh. "Aku fikir kamu tetap tidak perduli padaku, lihatlah! Aku baru datang dan ternyata kamu sudah hendak pergi, bahkan kamu tidak menepati janjimu untuk menjemputku di bandara."
"Maafkan aku, aku benar-benar lupa, Ryan. Dan sekarang aku harus pergi ke kantor. Jadi silakan kau masuk dan beristirahatlah!" Daniel membawa Ryan masuk ke dalam rumah, dan Ryan memperhatikan dekorasi rumah itu yang tampak sangat feminim.
Tatapan Ryan tertuju pada sebuah foto pernikahan, dimana sepasang pengantin tampak sangat bahagia disana. Terutama sang wanita, ia tersenyum lebar dan matanya berbinar terang, benar-benar cantik, batin Ryan berkata.
Daniel membawa Ryan ke sebuah kamar yang ada di lantai satu, kamar itu besar dan sudah rapi.
"Jika kau lapar, kau bisa memesannya dari luar atau kau juga bisa memasak sendiri. Semua bahan ada di dapur," tukas Daniel.
"Santai saja, aku bukan tamu," kata Ryan sambil terkekeh. "Dan kau benar, aku sangat lelah dan aku ingin tidur sekarang. Di rumah ada orang, 'kan?"
"Yeah, istriku. Dia juga sedang tidur."
.........
Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Alira terbangun dari tidurnya karena ia merasa lapar. Ia turun dari ranjang, pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Alira berjalan dengan tertatih, pusat tubuhnya masih sangat sakit karena ulah Daniel yang memasukinya dengan kasar bahkan tidak foreplay sedikitpun.
Setelah mandi dan merasa lebih segar, Alira turun ke dapur karena rasa laparnya sudah tak bisa ia tahan. Ia hanya memakai kemeja putih yang menutupi sebagian tubuhnya dan ia tak memakai apapun di balik kemeja itu.
Alira mengambil beberapa lembar roti dan selai kacang kesukaannya, kemudian ia membuat roti bakar dan tak lupa ia juga menyiapkan susu hangat untuk dirinya.
Sementara itu, Ryan yang juga merasa lapar keluar dari kamarnya dan ia pergi menuju dapur dengan hanya memakai boxer dan ia bertelanjang dada.
Saat di dapur, Ryan melihat seorang wanita yang sedang membuat susu. Ia tahu itu pasti Alira, istri kakaknya, Ryan mendekatinya dan saat hendak menyapanya, Alira berbalik dan seketika ia berteriak terkejut hingga gelas susunya jatuh.
"Siapa kau?" Tanya Alira panik, kedua matanya yang bulat itu terbuka lebar dan Ryan terpana melihat mata itu. "Kenapa kau bisa ada di rumahku?" Tanya Alira lagi dan seketika Ryan terkekeh.
"Aku ada di rumah kakakku," jawab Ryan berusaha bersikap tenang walaupun entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar kencang, dan kening Ryan berkerut saat ia melihat luka memar di bawah mata Alira.
"Kakak?" Gumam Alira dan ia menepuk jidatnya sendiri saat teringat bahwa adik tiri suaminya memang akan datang hari ini katanya. Dan tentu Alira tidak tahu bahwa pria di depannya adalah adik suaminya, mereka tidak pernah bertemu dan Daniel tidak pernah menunjukkan foto Ryan, Daniel hanya mengatakan ia punya adik tiri yang sudah lama tinggal di Paris.
"Oh, jadi kamu ... em...." Alira bahkan lupa siapa nama adik suaminya ini.
"Ryan...." Ryan mengulurkan tangannya, namun Alira tampak ragu untuk menerima uluran tangan adik iparnya itu mengingat bagaimana marahnya Daniel tadi malam hanya karena ia berjabat tangan dengan Calvin.
Namun tanpa di duga, Ryan justru menarik tangan Alira bahkan ia mengecup punggung tangannya seperti yang ia biasa ia lakukan pada semua teman wanitanya.
Alira terkejut, hatinya berdesir dan jantungnya berdetak lebih cepat.
"Ngomong-ngomong, ada apa dengan...." Ryan menyentuh bekas memar itu dan seketika Alira meringis. "Uh, maaf, apa perih? Kau sudah mengobatinya?" Tanya Ryan.
Alira tak bisa menjawab, tiba-tiba lidahnya terasa kelu dan ia tak bisa berhenti menatap mata Ryan yang begitu tajam.
"Hey, apa ada seseorang yang memukulmu? Apa kau di rampok?" Tanya Ryan dan seketika Alira tertawa garing, haruskah ia jawab bahwa suaminya memukulnya?
"Aku jatuh," jawab Alira lirih. "Em, apa kau ingin makan roti bakar? Aku membuat roti bakar dengan selai kacang," tukasnya untuk mengalihkan pembicaraan.
Ryan terdiam sejenak dan ia menatap Alira dengan begitu intens, membuat Alira salah tingkah.
"Ide bagus, aku juga sangat lapar dan jika kau tak keberatan, segelas susu hangat akan membuat sarapan kita semakin sempurna." Ryan menarik kursi dan ia duduk dengan tenang, menunggu Alira menyiapkan sarapan untuknya.
Hal itu membuat Alira tersenyum, dan tanpa rasa keberatan sedikitpun, ia kembali membuat dua gelas susu hangat.
Setelah itu keduanya sarapan bersama dalam diam, dan sesekali Alira mencuri pandang pada Ryan yang begitu tampan. Alisnya tebal, matanya tajam, hidungnya mancung, dan bibirnya sangat seksi.
"Daniel juga sangat tampan."
Tbc...
Ryan Reiner (28 th)
Ananiya Alira
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
semoga aja Daniel ngk jahat ya sm Aniya
2024-01-23
1
Mbak R
awal2 nich
2023-07-10
0
Chandra Dollores
petaka dimulai neh judulnya karena suami bawa saudara laki2 ke rumah..gagah pula.. pasti goyang iman. haha
klo suami bawa sodara cewe ke rumah auto kelahi dg bini
serba salah dong hahahaahah
2023-01-01
0