Setelah makan malam, Daniel mengajak Alira dan Ryan pulang ke rumah. Namun saat keluar dari restaurant, mereka berpapasan dengan seorang wanita yang baru saja keluar dari mobilnya.
Wanita itu memakai mini dress berwarna kuning, rambutnya terurai bebas, sangat cantik dan seksi, apalagi dengan polesan lipstik yang merah menyala itu, tampak sangat menggoda.
"Kalian pulang duluan saja, aku masih ada sedikit urusan," kata Ryan pada Daniel namun tatapan matanya tertuju pada wanita cantik yang kini berjalan melewatinya.
Daniel melirik adiknya itu dan ia hanya bisa geleng-geleng kepala, Daniel tahu apa yang akan Ryan lakukan selanjutnya.
"Okay," jawab Daniel malas, ia pun merangkul Alira dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Jika Ryan sudah lama tidak tinggal di Indonesia, apa dia masih punya teman di sini?" Tanya Alira sembari memasang sabuk pengamannya.
"Dimanapun Ryan berada, di sana dia akan menemukan temannya," jawab Daniel. "Bahkan termasuk teman ranjangnya." lanjutnya dalam hati.
.........
Sementara di restaurant, Ryan mengedarkan pandangannya, mencari sosok wanita yang membuat darahnya berdesir dan membuat pusat tubuhnya menggeliat nakal.
Senyum lebar tercetak di bibir Ryan saat ia menemukan sosok wanita cantik itu, Ryan langsung menghampir wanita itu dan menyapanya dengan ramah.
"Halo...." wanita itu mendongak, menatap Ryan dengan sinis. Ah, Ryan suka tipe yang seperti ini.
"Maaf, emm tadi aku duduk di sini dan aku melupakan ponselku," kata Ryan yang memasang tampang coolnya.
"Meja ini sudah bersih saat aku duduk di sini, Tuan. Kau bisa menanyakan ponselmu pada waiters," tukas wanita itu dengan anggun.
"Baiklah, terima kasih," kata Ryan tanpa membantah.
Ia pun meninggalkan wanita itu dan menemui seorang pelayan, Ryan tampak berbicara serius dengannya.
Tak lama kemudian Ryan kembali menemui wanita itu sambil tersenyum. "Maaf, Nona. Apa kau bisa berdiri sebentar saja?" Tanya Ryan dengan sopan.
"Kau mau apa?" Tanya wanita itu dengan dingin.
"Aku hanya ingin mencari ponselku karena pelayan tidak menemukannya," kata Ryan.
Wanita itu menatap Ryan dengan tajam sebelum akhirnya ia pun berdiri dengan raut wajah yang kesal.
Ryan berjongkok, seolah mencari ponselnya di bawah meja. Namun sebenarnya ia justru melempar ponselnya kesana, tepat ke samping kaki wanita itu.
Ryan kembali berdiri sambil menghela napas berat dan menampilkan raut wajah kesalnya. "Aku tidak menemukan ponselku, maaf telah mengganggu waktumu, Nona." Ryan berkata seolah merasa bersalah. Kemudian ia menarikan kursi untuk wanita itu. "Silakan duduk kembali, Nona."
Wanita itu sedikit mengernyit, dan dengan ragu ia duduk di kursi itu. "Selamat malam..." Ryan meninggalkan wanita itu setelah melempar senyum ramah.
Setelah berbalik badan, senyum manis Ryan kini berubah menjadi sebuah seringai nakal, dalam hati ia mulai berhitung.
Satu...
Dua...
"Tunggu...." terdengar suara wanita itu yang berlari mengejarnya.
"Gotcha!" batin Ryan berteriak girang, ia pun menampilkan raut wajah manisnya sebelum menoleh.
"Ya?"
"Ini, ponselmu?" Wanita itu menyerahkan ponsel Ryan.
"Oh God! Dimana kamu menemukannya?" Tanya Ryan yang berpura-pura antusias saat menerima ponselnya.
"Mungkin tadi jatuh, aku menemukannya di lantai," jawab wanita itu yang kini juga mulai bersikap ramah dan tampak tak curiga sedikitpun akan trik Ryan.
"Terima kasih banyak, Nona. Kau tahu? Ponsel itu sangat penting, ada berbagai privasi didalamnya," tukas Ryan.
"Sama-sama," ucap wanita itu singkat.
Wanita itu pun kembali ke mejanya dan Ryan mengikutinya.
"Ada apa lagi?" tanya wanita itu.
"Sebagai ucapan terima kasih, apa boleh aku men-traktirmu malam ini? Yeah, sekaligus sebagai perayaan ulang tahunku malam ini," tukas Ryan dan tentu ia berbohong karena ulang tahunnya sudah lewat.
"Kau ulang tahun?" Tanya wanita itu.
"Yupz, tapi aku baru saja pulang dari Paris, temanku masih sibuk semua, jadi aku pergi kesini, restaurant favoritku sejak kecil, sendirian. Karena tadi aku tidak bersemangat, akhirnya aku hendak pulang dan karena kesal, aku sampai tidak sadar ponselku jatuh."
Kebohongan yang sempurna, dan wanita itu sepertinya percaya begitu saja.
"Itu pun jika kau tak keberatan, Nona...."
"Amelia...."
Tbc...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
Ryan kabualan banget
2024-01-23
0
Nur Evida
Ryan modus🤣🤣🤣
2022-11-26
0
Desi Hes
seharusnya mereka belajar dari masa lalu ..menjadi Manusia yang lebih baik lagi dan bertanggung jawab bukan seperti ini...jadilah seperti keris di tempa di bakar berulang " sampe menjadi keris yg tajam dan indah...bukan malah merusaj
2022-11-25
0