Alira terbangun dari tidurnya tanpa sang suami di sampingnya, ia turun dari ranjang, bergegas mandi kemudian bersiap-siap pergi karena hari ini ia akan pergi ke panti asuhan tempatnya tumbuh.
Yeah, Alira anak seorang anak yang tidak pernah tahu siapa orang tuanya, dari mana asalnya, penjaga panti hanya mengatakan bahwa Alira di temukan di depan pintu dalam keadaan yang kedinginan.
Sejak saat ini, panti asuhan menjadi rumahnya, orang-orang panti menjadi keluarga dan sahabatnya.
Setelah memoles make up yang menutupi bekas memar di wajahnya, Alira pun keluar dari kamarnya.
Dan saat menuruni tangga, Alira melihat Ryan yang sedang berbicara dengan seseorang di telfon.
"Selamat pagi," sapa Alira dengan ramah.
"Selamat pagi, Beautiful!" Alira mengernyit dengan panggilan Beautiful itu, dan raut wajahnya itu membuat Ryan terkekeh dan ia pun memutuskan sambungan telfonnya dengan orang itu l. "Honestly, kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian itu." Ryan berkata sembari memperhatikan dress panjang yang di kenakan Alira yang membuat Alira tersipu.
"Oh ya, kamu mau kemana? Ini masih pagi," ucap Ryan kemudian.
"Aku mau ke panti asuhan," jawab Alira.
"Panti asuhan? Untuk apa?" Tanya Ryan dengan kening sedikit berkerut. Tampaknya Daniel tidak pernah menceritakan apapun tentang Alira padanya sama seperti Daniel yang tidak menceritakan apapun tentang Ryan pada Alira.
"Pulang, aku merindukan mereka," jawab Alira.
"Pulang? Apa kamu...."
"Daniel tidak memberi tahumu siapa aku?" Ryan memasang wajah seriusnya dan menggeleng.
"Mungkin lain kali aku akan bercerita, Ryan. Sekarang aku harus pergi," tukas Alira dan ia pun segera pergi setelah melambaikan tangan pada Ryan.
"Dia anak panti asuhan? Kenapa Daniel tidak pernah bercerita?" Gumam Ryan, namun kemudian ia menggelengkan kepala, mengenyahkan pertanyaan itu dari benaknya.
Ryan kembali menghubungi seseorang yang tadi berbicara dengannya, yang tak lain adalah Amelia. Wanita cantik dan seksi yang membuat darahnya berdesir itu.
"Halo, Amelia. Maaf aku memutuskan telfonnya karena tadi kakak iparku mengajakku membicarakan hal penting...."
.........
Sementara itu, Alira menyetir sendiri menuju panti asuhan yang tak jauh dari sana, tak lupa ia juga berbelanja untuk anak-anak dan para penjaga panti asuhan.
Soal uang belanja, Alira tidak kekurangan sedikitpun dan Daniel tidak pernah mepermasalahkan apapun yang Alira inginkan. Bahkan mobil sport yang kini di pakai Alira adalah pemberian Daniel dua bulan yang lalu padahal baru beberapa bulan sebelumnya Alira sudah di belikan mobil.
Sesampainya di panti asuhan, Alira di sambut dengan girang oleh semua anak-anak apalagi Alira yang tidak pernah datang dengan tangan kosong.
"Apa kabarmu, Alira?" Aliran menoleh mendengar suara parau itu, dan ia langsung tersenyum saat melihat ibu panti yang bernama Ibu Linda, seorang wanita yang menemukan Alira dan merawat Alira hingga besar.
"Ibu, rindu sekali rasanya..." Alira langsung memeluk wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya itu. "Aku baik-baik saja, Ibu sendiri bagaimana?" Tanya Alira sembari melerai pelukannya.
"Sangat baik, Nak. Ayo masuk!" Ibu Linda membawa Alira masuk. Keduanya membicarakan banyak hal tentang kehidupan masing-masing, namun saat Ibu Linda menanyakan apakah Alira bahagia dengan pernikahannya, Alira hanya bisa terdiam.
"Ini sudah dua tahun, Al. Apa kalian tidak berencana untuk memiliki seorang anak?" lagi-lagi Alira tak bisa menjawab pertanyaan itu.
Seorang anak? Alira tentu sangat menginginkannya, selain karena ia ingin menjadi seorang ibu, ia juga berharap Daniel akan berubah jika sudah memiliki anak kelak, namun sampai detik ini, Daniel masih meminta Alira meminum pil kontrasepsi dengan alasan ia belum siap membagi Alira dengan yang lain.
"Al...." Ibu Linda menggengam tangan Alira, ia menatap mata Alira dengan intens. "Ada apa? Apa Daniel tidak menginginkan seorang anak? Apa dia memperlakukanmu dengan baik, Sayang?" Tanyanya.
"Yeah, Tentu saja," jawab Alira dengan senyum samar. "Kami hanya belum siap, tapi tidak akan lama lagi kami berencana akan memiliki anak." bohongnya.
"Baiklah, itu tidak masalah."
Alira pun menghabiskan waktunya seharian di panti asuhan, ia juga bermain dengan anak-anak sepuasnya dan itu membuatnya bisa sedikit melupakan tekanan batin atas pernikahannya yang sebenarnya sangat tidak sehat.
.........
Saat sore hari, Daniel pulang ke rumah dan ia mendapati Ryan yang justru hendak pergi.
"Kamu ada acara?" Tanya Daniel.
"Yeah, mungkin akan pulang besok," jawab Ryan dengan senyum misterius di wajahnya. Daniel hanya terkekeh, ia pun naik ke kamarnya sambil memanggil Alira.
"Alira belum pulang," tukas Ryan yang membuat Daniel langsung menghentikan langkahnya, ia menoleh pada Ryan.
"Belum pulang? Maksudnya?" Tanya Daniel.
"Dia bilang akan pergi ke panti asuhan, apa dia tidak memberi tahumu?" Tanya Ryan.
Raut wajah Daniel seketika berubah dingin, ia kembali berjalan menuruni tangga dengan tergesa-gesa dan ia masuk ke mobilnya.
Ryan mengernyit bingung dengan tingkah kakaknya itu namun kemudian Ryan juga pergi karena ia sudah di tunggu oleh Amelia di hotel.
.........
Daniel mencoba menghubungi Alira namun tatapannya justru menangkap sosok sang istri yang saat ini sedang berdiri di pinggir jalan, ia berbicara dengan seorang pria dan itu membuat darah Daniel langsung mendidih.
Ia segera melajukan mobilnya dan berhenti tepat di samping Alira, Alira sangat terkejut melihat kedatangan Daniel apalagi suaminya itu tampak sangat marah. Daniel menghampiri Alira
"Daniel, aku....
Plakkkk...
Kepala Alira sampai terhempas ke samping karena kerasnya tamparan Daniel, pipinya memerah, terasa sangat sakit dan perih.
"Daniel...." lirih Alira dengan tatapan yang penuh kecewa sekaligus takut. Sementara pria yang tadi berbicara dengan Alira tampak bingung, ia juga hendak berbicara namun Daniel langsung menyeret Alira masuk ke dalam mobilnya.
Tbc...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
jelek banget sifat Daniel ya thour, tiap hari di pukulin, sadis. masa hidup nya ya dulu di hianatin harus org yg jadi korban. 😔😔😔
2024-01-23
0
Mbak R
ih tempramental gitu. putar haluan aj ai.
2023-07-10
0
Erina Munir
aliraaa...aliraa..
udh tau suaminya psikopat...ehh...malah ngelakuin yg d benci suaminya...😇😇😇😇
2023-03-26
0