Ryan memasak makan malam untuk Alira dan juga Daniel yang saat ini masih beristirahat di kamarnya setelah Alira membersihkan kamar itu.
Sementara Ryan sibuk menata makanan, Alira justru terdiam melamun dengan tatapan kosong.
"Semua masalah pasti ada solusinya," kata Ryan tiba-tiba yang membuat Alira sedikit terlonjak, Ryan terkekeh. "Aku tidak mengerti dan tidak percaya cinta, Alira. Dan setelah mendengar apa yang kamu ceritakan tadi, aku semakin tidak percaya cinta itu ada, aku tidak mengerti kenapa Daniel bisa menikahimu." lanjutnya sambil mengedikan bahu.
Alira telah menceritakan semuanya pada Ryan, bagaimana dulu pertemuannya dengan Daniel, hubungan mereka yang manis, hingga pernikahan mereka kemudian perubahan sikap Daniel hingga perselingkuhan itu terjadi.
Ryan terkejut, sangat terkejut. Ia tak pernah menyangka ternyata rumah tangga Daniel jauh dari ekspektasinya yang ia kira bahagia, namun kemudian Ryan mengerti, apa yang Daniel lakukan sekarang adalah dampak dari masa lalu mereka, sama seperti Ryan.
"Cinta itu memang nyata adanya, Ryan," ucap Alira kemudian ia meneguk air dari gelasnya. "Dan definisinya pun sederhana, cinta itu merasa memiliki, ingin melindungi, menghargai. Dan yang pasti, saat kamu mencintai seseorang, kamu tidak akan mau menyentuh dan di sentuh wanita lain selain wanita yang kamu cintai." lanjutnya dengan raut wajah sendu.
"Daniel mencintaimu, Al. Tapi dia masih menyentuh dan di sentuh wanita lain," balas Ryan seolah menertawakan cinta itu.
"Daniel tidak mencintaiku, Ryan. Atau lebih tepatnya, dia tidak mencintaiku sebagai wanita, dia hanya mencintaiku sebagai objek, dia terobsesi padaku." Alira berkata dengan suara bergetar.
"Jadi...." Ryan memegang pundak Alira dan memutar tubuhnya hingga kini wajah keduanya berhadapan, begitu dekat, Ryan bahkan menatap mata Alira dengan intens. "bagaimana cinta yang benar menurutmu, Alira?"
"Menghargai, menghormati, dan dia tidak akan mau membagi hati ataupun tubuhnya dengan wanita lain." Ryan terkekeh mendengar jawaban penuh keyakinan dari Alira itu, kemudian ia mengusap kepala Alira dan menyajikan makan malam di meja.
"Haruskah kita memanggil Daniel atau kamu mau dia makan di kamar saja?" Tanya Ryan.
"Aku akan membawa makanannya ke kamar, mungkin dia masih pusing jika harus turun."
Lagi-lagi Ryan hanya mengedikan bahu.
.........
Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, Ryan belum tidur, ia justru sibuk melukis wajah Alira yang sendu dengan tatapan yang sayu.
"Ck, kenapa bayanganmu seperti menari dalam benakku, kakak ipar? Apa aku bersimpati padamu?" Ryan menggumam dalam kesendiriannya.
Sementara di kamarnya, Alira tak bisa tidur, tatapannya lurus menatap langit-langit kamar, fikirannya melayang pada masa depannya yang entah akan seperti apa. Dan bagaimana ia menjalani pernikahan ini setelah tahu sang suami telah berbagi keringat dengan wanita lain?
Alira menggelengkan kepala, mencoba mengusir segala fikiran liar itu, ia berbalik, dan seketika tatapannya tertuju pada wajah Daniel yang sudah terlelap, tampak sangat tenang.
Alira mengangkat tangannya, hendak memeluk Daniel, namun ia teringat saat menemukan benda milik wanita lain itu. Alira kembali menampilkan raut wajah bencinya, dan ia pun langsung berbalik badan, memunggungi Daniel.
Napas Alira terasa berat, rahangnya mengetat, dan tangannya meremas selimut dengan erat, seolah ingin melampiaskan rasa benci dan sakit hatinya.
.........
"Eemmhh..." Alira mengerang lirih saat merasakan kecupan di seluruh wajahnya, termasuk di bibirnya. Perlahan ia membuka mata dan mendapati sang suami yang sedang tersenyum padanya.
"Good morning, Honey," sapa Daniel dan ia hendak kembali mengecup bibir Alira namun Alira mengelak, yang membuat Daniel tampak kecewa. "Ada apa?" Tanya Daniel lirih.
"Tidak apa-apa, aku hanya..." Alira segera beranjak duduk. "Aku ingin mandi." lanjutnya dan Alira pun segera bergegas ke kamar mandi. Daniel hanya bisa memandangi punggung istrinya yang kini menghilang di balik pintu kamar mandi.
Sementara di dalam, Alira berdiri di bawah shower sambil memegang kepalanya yang terasa sakit karena beberapa hari ini ia tak tidur dengan cukup.
Alira menarik napas panjang, kemudian menghembuskannya dengan perlahan sebelum akhirnya ia melepaskan seluruh pakaiannya dan menyalakan shower.
Alira menutup mata, menikmati guyuran shower hingga tiba-tiba ia merasakan sepasang tangan yang memeluknya dari belakang.
"Kamu masih marah?" Daniel berbisik di telinganya, mencium telinga Alira bahkan menggigit daun telinga Alira yang membuat Alira menggeliat geli.
Tangan Daniel mulai menggerayangi tubuh Alira, meraba perut rata istrinya dan Alira menahan napas saat tangan Daniel kini turun dan meraba lembah hangat favorit Daniel.
"Emh," Alira mengerang saat jari Daniel mulai memasuki bibir itu, menemukan benda seperti biji kacang dan Daniel memainkannya yang membuat Alira menggelinjang tak karuan apalagi saat tangan Daniel yang lain meraba dada Alira, menemukan titik mungil disana dan ia memutar jarinya disana, kemudian menekannya dengan gemas yang memancing gairah Alira.
Alira bersender di dada Daniel, ia memejamkan mata menikmati sentuhan sang suami.
"Jangan marah lagi, kamu tahu aku hanya mencintaimu," ucap Daniel yang seketika membuat kedua mata Alira terbuka lebar dan ia langsung menjauh dari Daniel.
"Ada apa, Sayang?" Tanya Daniel, sementara dada Alira kembali bergemuruh saat ia mengingat perselingkuhan sang suami dan ia bukan satu-satunya wanita yang di sentuh oleh sang suami.
"Aku ... aku lapar," ucap Alira kemudian ia segera meninggalkan Daniel yang masih terdiam mematung.
Sakit hati akan pengkhianatan suaminya juga ingatan akan perlakuan kasar Daniel selama ini tak hanya membuat cinta Alira memudar, namun juga dengan hasratnya pada sang suami.
Tbc...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
bikin perjanjian aja, 1 x lg ketahuan selingkuh bubar an aja 😎😎😎
2024-01-23
0
Nur Evida
Alira kamu harus bersikap tegas biar tau rasa Daniel nya
2022-11-27
0
Benazier Jasmine
semangat alira hempaskan tuh tangan2 jahil si daniel, biar sadar tdk menjadikan objek
2022-10-18
0