Alira terbangun dengan kepala yang berdenyut dan terasa berat, dengan susah payah ia beranjak duduk dan Alira tercengang saat melihat Ryan yang tertidur di sofa.
"Agh," Alira mengerang sambil memegang kepalanya yang seperti berdentum itu, Alira segera turun dari ranjangnya, kemudian ia membangunkan Ryan.
"Ryan...!"
"Bangun, Ryan!"
Ryan mengerang lirih dan ia membuka matanya yang terasa berat. "Hey, akhirnya kamu bangun juga," kata Ryan sembari menggeliat.
"Kenapa kamu ada disini?" Alira bertanya dengan cemas, takut keberadaan Ryan di kamarnya menambah masalahnya.
"Kamu pingsan tadi malam, aku membawamu kesini. Dan aku juga tidak bisa menghubungi Daniel, apa kalian ada masalah?" Tanya Ryan dengan suara rendah.
"Tidak ada," jawab Alira dengan cepat namun matanya justru mengatakan sebaliknya, Ryan tahu itu, namun ia tak mau perduli dan ia merasa itu bukan urusannya.
"Baiklah," kata Ryan sembari beranjak berdiri. "Kalau begitu, aku akan tidur lagi di kamarku, semalaman aku tidak bisa tidur nyenyak karena terus merawat kakak iparku yang demam." lanjutnya yang membuat Alira tampak merasa tak enak hati.
"Maaf karena aku merepotkanmu, Ryan," ucap Alira dengan lirih, ia tertunduk sedih.
Ryan menatap Alira dan ia merasa kasihan pada wanita itu, sambil tersenyum ia mengusap kepala Alira. "Tidak apa-apa, aku adik iparmu, jadi sudah sewajarnya aku menjagamu," tukas Ryan namun Alira tetap tertunduk. "Angkat wajahmu dan tatap mataku, Alira!" Pinta Ryan dan Alira pun langsung mengangkat wajahnya.
Wajah Alira begitu sendu, tatapannya begitu sayu, dan itu justru memantik sebuah getaran asing di hati Ryan.
"Aku..." Alira berkaca-kaca saat mengingat apa yang Daniel lakukan tadi malam, ia ingin bercerita, berharap itu bisa meringankan rasa sakit di hatinya walau sedikit saja, namun Alira tak bisa, lidahnya terasa kelu.
"Ada apa, Alira? Kau butuh sesuatu?" Tanya Ryan.
"Aku ... aku lapar," tukas Alira yang membuat Ryan mengernyit namun kemudian ia terkekeh, sementara Alira justru ingin tertawa atas apa yang baru saja ia katakan. Lapar? Yang benar saja.
"Baiklah, Nyonya. Sepertinya adik iparmu yang tampan ini tidak akan tidur demi membuatkan sarapan untukmu," ucap Ryan sambil menatap Alira dengan intens.
Alira tersipu karena tatapan adik iparnya itu, apalagi saat Ryan tersenyum dan mengedipkan mata padanya.
.........
Sementara itu, Daniel terbangun di sebuah kamar hotel setelah semalaman ia mabuk.
Daniel beranjak duduk sambil mengerang lirih, kepalanya sakit dan pusing. Saat Daniel hendak turun dari ranjangnya, Daniel mengernyit karena ia melihat ada pakaian wanita yang tergeletak di lantai, pakaian itu sangat mirip dengan dress yang di kenakan Alira kemarin.
Daniel memungut pakaian itu, dan saat ia menoleh, Daniel terkejut melihat wanita asing yang terbaring di sampingnya.
Selimut hanya menutupi bagian bawah tubuh wanita itu sehingga bagian atasnya terekspos dengan jelas, bahkan ada banyak tanda kemerahan di dada dan di lehernya.
"Hey, bangun kau!" Daniel menarik tangan wanita itu dengan kasar hingga wanita itu terbangun. "Siapa kau? Beraninya kau masuk ke kamarku!" Bentak Daniel marah.
"Aku masuk ke kamarmu?" Wanita itu bertanya sambil tersenyum miring. "Hey, Tuan Daniel Agra yang terhormat! Kau yang menyeretku kesini, merobek pakaianku dan kau memaksaku bercinta denganmu!" Tegas wanita itu yang membuat Daniel terkejut.
Ia mencoba mengingat kejadian tadi malam. Karena kesal pada Alira, Daniel pergi ke sebuah club, ia memesan beberapa gelas alkohol disana dan terus meminumnya sambil membayangkan wajah Alira.
Setelah itu...
Setelah itu....
Samar-samar Daniel mengingat saat ia melihat seorang wanita yang mirip Alira, Daniel menghampirinya, menciumnya disana.
"Kau pasti ingat segalanya, Tuan Daniel Agra! Karena kaulah yang menyetir mobil dan menyeretku kesini," tukas wanita itu sembari menyibak selimutnya kemudian turun dari ranjang tanpa memperdulikan tubuhnya yang tak tertutup sehelai benang pun, wanita itu melenggang pergi menuju kamar mandi.
Daniel meringis jijik melihat wanita itu yang sepertinya sudah biasa tidur dengan seorang pria.
Daniel memungut pakaiannya, memakainya kemudian ia keluar dari kamar hotel itu.
Daniel ingin segera pulang, ingin melihat istrinya dan meminta maaf atas apa yang ia lakukan tadi malam padanya.
Sambil menyetir, Daniel perlahan mengingat kejadian tadi malam. Wanita itu benar, Daniel menyeret wanita itu dan memaksanya bercinta karena Daniel melihat wanita itu sebagai Alira.
Tanpa Daniel sadari, sebenarnya ia telah bercinta sekali dengan wanita itu di mobilnya bahkan pakaian dalam wanita itu masih ada di mobilnya.
.........
Sementara di rumah, Alira sudah duduk manis di kursi sedangkan Ryan menyajikan menu makan yang lezat untuk Alira.
Seperti biasa, Ryan memaki boxer, kaos tanpa lengan dan apron berwarna biru dengan motif gambar kupu-kupu itu membuat Ryan tampak sangat manis.
"Selamat menikmati sarapan Anda, Nyonya!" Kata Ryan yang membuat Alira terkekeh.
"Aku tidak menyangka, seorang model sepertimu bisa memasak," kata Alira dan ia mulai mencicipi masakan Ryan. "Hem, enak," gumamnya dengan antusias dan matanya tampak berbinar.
"Oh, soal model. Emm, siang ini aku ada pemotretan, apa kau ingin ikut denganku?" Tanya Ryan sekenanya, ia sendiri tidak tahu kenapa ia mengajukan ajakan itu.
"Aku masih tidak enak badan, aku akan di rumah saja hari ini," ujar Alira, padahal alasan yang sebenarnya karena ia masih takut pada Daniel.
Daniel?
Alira tidak tahu dimana suaminya itu sekarang dan ia tak ingin mencari tahu, Alira butuh waktu sendiri, dan entah mengapa, keberadaan Ryan seperti sedikit memberinya kehangatan dan ketanangan.
Tbc....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
mama yuhu
awwwww.... selingkuh itu indah 😄😄
2023-01-07
1
Nur Evida
hati2 Daniel nanti Alira menemukan celana dalam selingkuhan mu🤣🤣🤣
2022-11-26
0
Benazier Jasmine
daniel yg selingkuh alira yg jd pelampiasan keposesifan nya
2022-10-18
0