BA#8 - Perhatian Sang Adik Ipar

Alira berusaha menjelaskan pada Daniel kenapa dia bisa ada di pinggir jalan dan berbicara dengan pria asing itu, namun Daniel terus membentak Alira dan memintanya diam.

Setelah pulang dari panti asuhan, Alira melihat pria itu yang tampak kebingungan dan ia mencoba menghentikan beberapa mobil namun tak ada yang mau berhenti.

Alira pun menghentikan mobilnya dan bertanya ada apa, pria itu mengatakan ia butuh tumpangan ke rumah sakit karena anaknya sedang sakit sedangkan mobil mereka mogok dan memang tidak ada taksi di daerah itu, selain itu ia juga tak membawa ponselnya karena tadi terburu-buru.

Alira ingin menolongnya, dia memanggil ambulance kemudian meminta pria itu menunggu, Alira tak bisa membantu lebih karena Alira harus sudah berada di rumah sebelum Daniel pulang.

Namun di saat yang bersamaan, Daniel justru datang dan menampar Alira dengan sangat keras.

Sepanjang perjalanan, Alira hanya bisa menangis sesegukan sambil terus membayangkan apa yang akan Daniel lakukan nanti.

Sesampainya di rumah, Daniel justru tidak melakukan apapun, ia keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobinya dengan keras yang membuat Alira terlonjak.

Alira juga keluar dari mobil dan ia mengikuti Daniel, Alira mencoba menyentuh lengan Daniel namun Daniel menghempaskan tangannya dengan kasar.

"Aku mohon! Dengarkan dulu penjelasanku, Daniel," lirih Alira namun Daniel justru menatapnya dengan sangat tajam.

"Apa yang kurang dariku, huh?" Ia mendesis tajam bahkan mencengkram lengan Alira, membuat Alira meringis kesakitan. "Aku memberikan segalanya padamu, Alira. Dan aku hanya meminta kamu patuh padaku, Alira! Hanya itu!"

Alira semakin terisak, namun ia mencoba membantah Daniel kali ini karena ia tidak merasa salah. "Aku selalu patuh padamu, Daniel. Tadi pria itu ... pria itu hanya meminta bantuan," ucapnya terbata-bata.

"Benarkah?" Geram Daniel sambil tersenyum miring bahkan kini ia mencengkram pipi Alira dengan sangat kuat, Alira kembali meringis, ia merasa tulang rahangnya seolah akan remuk. "Lalu kenapa kamu pergi tanpa izinku, huh? Kenapa?" Bentak Daniel sembari mendorong Alira membuat Alira terlempar ke lantai.

Tangis Alira semakin pecah, karena ia sudah meminta izin pada Daniel beberapa hari yang lalu dan Daniel mengizinkannya.

Alira mencoba tegar, ia berdiri sembari menghapus air matanya, Alira menatap mata Daniel dengan berani dan berkata. "Kamu lupa? Kamu sudah mengizinkan aku pergi ke panti asuhan hari ini, Daniel. Aku meminta izin 4 hari yang lalu, saat kita sedang mandi bersama. Saat itu aku meminta izin dan kamu menyetujuinya, bahkan kamu juga mengingatkanku supaya berbelanja dan membawa oleh-oleh untuk anak-anak panti, kamu ingat, huh?"

Alira mendesis tajam dan ia tak berkedip sedikitpun saat mengatakan hal itu.

Daniel terdiam dan mengingat saat Alira meminta izin akan ke panti asuhan, Daniel lupa akan hal itu.

Sekali lagi Alira mendekati Daniel, ia mencoba meraih lengan suaminya itu."Please, Daniel. Berhenti menjadi orang gila saat kamu cemburu," lirih Alira yang justru membuat Daniel semakin marah.

Ia menatap Alira dengan tajam dan kembali mencengkram pipi Alira. "Menjadi orang gila kamu bilang, huh?" Desis Daniel. "Jadi menurut kamu aku orang gila? Kamu benar! Aku gila karena aku terlalu mencintaimu, Alira! Aku memberikan segalanya padamu! menempatkanmu di atas egalanya dan ini balasan kamu? Menganggapku orang gila?"

Alira hanya bisa menggeleng dan air mata terus mengalir di pipinya, Alira menyesali ucapannya. Ia lupa Daniel tidak akan mengerti apapun di saat ia sedang marah seperti sekarang.

Daniel menghempaskan wajah Alira dengan kasar kemudian ia pergi meninggalkan rumah dengan amarah yang membuncah.

Ia tersinggung dan sakit hati atas apa yang Alira katakan padahal ia melakukan semua itu karena terlalu mencintai Alira.

Daniel pergi menggunakan mobil dan ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, ia sungguh tak ingin menyakiti Alira namun rasa takut akan kehilangan Alira justru membuatnya seperti monster.

Sementara di rumah, Alira luruh ke lantai, ia menjerit, melampiaskan rasa sakit hatinya yang teramat.

Alira memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya itu.

.........

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, Ryan masih berada di kamar hotelnya bersama wanita yang bernama Amelia itu.

Ryan sedikit kecewa karena ternyata Amelia tidak semenantang yang ia fikirkan, Amelia mudah di rayu, di bujuk, di goda dan di bawa ke ranjang. Seandainya Amelia wanita yang sedikit sulit di taklukan, Ryan pasti akan senang dan merasa tertantang.

"Kau sangat cantik, seksi, dewi kecantikan akan sangat iri melihat lekuk tubuhmu yang sempurna dan wajahmu yang terukir indah ini, Amelia." Amelia tersipu mendengar pujian yang sebenarnya omong kosong Ryan itu.

"Aku wanita ke berapamu, Ryan?" Tanya Amelia sembari memainkan jari jemari nya di dada Ryan yang keras itu.

"Aku tidak tahu, Sayang. Karena aku tidak menghitungnya, tapi yang pasti, aku tidak akan bisa melupakan matamu, hidungmu, bibir mu dan tentu desahanmu yang membuatku melayang ke udara." Amelia tersipu dan ia langsung menyembunyikan wajahnya di dada Ryan.

Keduanya pun kembali bercinta sekali lagi sebelum akhirnya Ryan pamit akan pulang dengan alasan ia takut kakaknya mencarinya, padahal Ryan hanya sudah bosan dengan wanita itu.

.........

Ryan sampai di rumah sekitar jam 10 lewat, dan ia mengernyit bingung karena rumah sangat gelap. Baik mobil Daniel maupun mobil Alira juga tidak ada disana di rumah.

Ryan berfikir mungkin meraka tidak pulang, ia masuk ke dalam rumah, dan saat menyalakan lampu, Ryan terkejut melihat Alira yang tergelatak di lantai.

"Alira...." pekik Ryan. Tanpa buang waktu ia langsung mengangkat Alira yang tak sadarkan diri dan membawa Alira ke kamarnya.

Ryan tampak sangat cemas, apalagi ia melihat wajah Alira yang tampak sangat pucat, dan kening Ryan berkerut saat ia melihat bekas kemerahan di kedua pipi Alira.

Ryan mencoba menghubungi Daniel namun kakaknya itu tidak menjawab panggilannya, Ryan berdecak kesal.

"Alira...." Ryan menepuk pipi Alira dan ia terkejut karena menyadari Alira yang demam, Ryan menempelkan punggung tangannya di kening Alira. "Astaga, panas sekali," gumam Ryan.

Ia pun segera turun ke bawah, mengambil air hangat dan handuk kemudian ia mengkompres Alira.

Alira menggigil, ia kedinginan padahal AC di kamarnya mati. Ryan pun menyelimuti Alira, kemudian ia kembali mengompres Alira.

Ryan kembali menghubungi Daniel namun masih tak ada jawaban, ia juga mengirimkan pesan pada Daniel, memberi tahu keadaan Alira.

Semalaman Ryan menemani Alira, dan ia terus mengkompres kening Alira hingga panasnya turun. Bahkan, Ryan sampai jatuh tertidur di sofa.

Tbc...

Terpopuler

Comments

Mbak R

Mbak R

Daniel cinta mu hanya sebatas obsesi

2023-07-10

0

Nur Evida

Nur Evida

yg suka selingkuh itu ibu mu Daniel bukan istrimu dasar orang gila

2022-11-26

0

Benazier Jasmine

Benazier Jasmine

daniel bener2 gila istrinya dianiyah trs

2022-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 BA #1 - His Love
2 BA #2 - It Is Love?
3 BA #3 - First Meet
4 BA #4 - It Is Okay?
5 BA #5 - About The Past
6 BA # 6 - Sang Cassanova
7 BA #7 - Di Balik Wajah Malaikatnya
8 BA#8 - Perhatian Sang Adik Ipar
9 BA # 9 - Awal Sebuah Pengkhianatan
10 BA # 10 - Sebuah Harapan
11 BA# 11 - Sebuah Pengkhianatan
12 BA # 12 - Itu Bukan Cinta!
13 BA # 13 - Ayo Bercerai!
14 BA # 14 - Crazy In Love
15 BA #15 - Hurt Each Other
16 BA #16 - Faded
17 BA #17 - Haruskah Kembali?
18 BA # 18 - Luapan Kemarahan
19 BA # 19 - His Arms
20 BA # 20 - With Him
21 BA # 21 - Her Touch
22 BA #22 - Because of Daniel
23 BA #23 - Another Affair
24 BA #24 - It Is Another Love?
25 BA #25 - I Love You, But...
26 BA #26 - Ternyata Cassanova
27 BA #27 - Dia Kembali
28 BA #28 - His Jealousy
29 BA #29 - Di Antara Dua Hati
30 BA #30 - Can't Lose You
31 BA #31- Cassanova's Love
32 BA #32 - Miss You
33 BA #33 - Love Is Crazy
34 BA #34 - The Real Affair
35 BA #35 - Love Make Us Crazy
36 BA# 36 - Dark Romance
37 BA #37 - Petak Umpet
38 BA #38 - Ternyata....
39 BA #39 - Permainan Cinta
40 BA #40 - Let's Play The Game
41 BA #41 - Menyedihkan
42 BA #42 - Sang Boneka
43 BA #43 - Make Me Yours
44 BA #44 - About Us
45 BA #45 - Kebohongan Yang Tersimpan
46 BA #46 - Sisi Gelapnya
47 BA #47 - Racun + Obat
48 BA #48 - Pengkhianatan Yang Tersembunyi
49 BA #49 - Masalah Yang Lain
50 BA #50 - Kejujuran
51 BA #51 - Pilihan Yang Sulit
52 BA #52 - Tak Memilih Siapapun
53 BA #53 - Kehilangan
54 BA # 54- the truth
55 BA # 55 - Di Balik Sebuah Kesalahan
56 BA #56 -
57 BA #57 - Mencarinya
58 BA #58 - She Loves You
59 BA #59 -
60 BA #60
61 BA #61 - After Long Time
62 BA # 62 -
63 BA #63 - Tidak Ada Perselingkuhan Yang Indah
64 BA # 64 - Sebenarnya Saling Mencintai
65 BA #65- The Truth
66 BA # 67 - Kebahagiaan Impian
67 BA # 68 - Memulai Dari Awal (TAMAT)
68 Promo Author Rini
Episodes

Updated 68 Episodes

1
BA #1 - His Love
2
BA #2 - It Is Love?
3
BA #3 - First Meet
4
BA #4 - It Is Okay?
5
BA #5 - About The Past
6
BA # 6 - Sang Cassanova
7
BA #7 - Di Balik Wajah Malaikatnya
8
BA#8 - Perhatian Sang Adik Ipar
9
BA # 9 - Awal Sebuah Pengkhianatan
10
BA # 10 - Sebuah Harapan
11
BA# 11 - Sebuah Pengkhianatan
12
BA # 12 - Itu Bukan Cinta!
13
BA # 13 - Ayo Bercerai!
14
BA # 14 - Crazy In Love
15
BA #15 - Hurt Each Other
16
BA #16 - Faded
17
BA #17 - Haruskah Kembali?
18
BA # 18 - Luapan Kemarahan
19
BA # 19 - His Arms
20
BA # 20 - With Him
21
BA # 21 - Her Touch
22
BA #22 - Because of Daniel
23
BA #23 - Another Affair
24
BA #24 - It Is Another Love?
25
BA #25 - I Love You, But...
26
BA #26 - Ternyata Cassanova
27
BA #27 - Dia Kembali
28
BA #28 - His Jealousy
29
BA #29 - Di Antara Dua Hati
30
BA #30 - Can't Lose You
31
BA #31- Cassanova's Love
32
BA #32 - Miss You
33
BA #33 - Love Is Crazy
34
BA #34 - The Real Affair
35
BA #35 - Love Make Us Crazy
36
BA# 36 - Dark Romance
37
BA #37 - Petak Umpet
38
BA #38 - Ternyata....
39
BA #39 - Permainan Cinta
40
BA #40 - Let's Play The Game
41
BA #41 - Menyedihkan
42
BA #42 - Sang Boneka
43
BA #43 - Make Me Yours
44
BA #44 - About Us
45
BA #45 - Kebohongan Yang Tersimpan
46
BA #46 - Sisi Gelapnya
47
BA #47 - Racun + Obat
48
BA #48 - Pengkhianatan Yang Tersembunyi
49
BA #49 - Masalah Yang Lain
50
BA #50 - Kejujuran
51
BA #51 - Pilihan Yang Sulit
52
BA #52 - Tak Memilih Siapapun
53
BA #53 - Kehilangan
54
BA # 54- the truth
55
BA # 55 - Di Balik Sebuah Kesalahan
56
BA #56 -
57
BA #57 - Mencarinya
58
BA #58 - She Loves You
59
BA #59 -
60
BA #60
61
BA #61 - After Long Time
62
BA # 62 -
63
BA #63 - Tidak Ada Perselingkuhan Yang Indah
64
BA # 64 - Sebenarnya Saling Mencintai
65
BA #65- The Truth
66
BA # 67 - Kebahagiaan Impian
67
BA # 68 - Memulai Dari Awal (TAMAT)
68
Promo Author Rini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!