Meskipun tinggal satu rumah, satu kamar, bahkan satu ranjang dan satu selimut, namun mereka bukan lagi dua hati yang menyatu seperti dulu.
Alira memang kembali pada sang suami, namun hanya tubuhnya, hanya raganya, tidak dengan hati dan jiwanya yang sudah terlanjur kecewa.
Mungkin, Alira bisa memaafkan Daniel jika saja selama ini Daniel sudah menjadi suami yang baik,tapi tidak. Selama ini Daniel adalah suami yang over possessive, over protective, dan yang lebih parah dari itu, Daniel selalu menuduh Alira telah bermain di belakangnya hanya karena Alira bertemu dengan seorang pria ataupun hanya jika Alira berbincang dengan seorang pria.
Dan sejam kembali, Alira menjadi lebih dekat dengan Ryan meskipun Ryan sangat jarang di rumah. Terkadang Alira heran, kenapa Ryan selalu punya acara di luar, padahal Ryan tidak sedang bekerja. Namun mengingat Ryan adalah seorang model yang terkenal dan pasti memiliki banyak teman, Alira pun mengerti kenapa Ryan selalu sibuk.
Sementara Daniel, ia tahu sang istri marah padanya, namun itu tak masalah baginya, Daniel yakin Alira akan segera memaafkannya dan semuanya akan kembali seperti semula.
Saat ini, Alira sedang mengobati luka di lengan Daniel yang mulai mengering. "Aku rasa ini akan meninggalkan bekas," kata Alira. Sementara Daniel justru menatap wajah sang istri, seolah ia terpana pada sang istri.
"Tidak apa-apa, Sayang. Biar ini jadi tanda bahwa aku benar-benar menyesali perbuatanku," jawab Daniel yang kembali membuat hati Alira tersentuh.
Sudah beberapa hari mereka kembali tinggal bersama dan Alira berusaha bersikap seolah tidak ada apa-apa, ia juga selalu tersentuh dengan perhatian Daniel yang begitu besar tak perduli sikap Alira yang masih dingin, namun di waktu yang bersamaan, Alira merasakan tekanan yang juga besar.
"Apa kau tahu? Aku sangat merindukanmu," lirih Daniel sembari membelai pipi Alira, ia mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. "Aku rindu ciumanmu, Sayang." Daniel berkata tepat di depan bibir Alira.
"Sejak kembali, kamu tidak pernah mau menciumku, tidak mau memelukku, sampai kapan?" Daniel bertanya dengan frustasi yang membuat Alira merasa kasihan.
"Aku...." Alira menjulurkan ujung lidahnya, membasahi bibirnya yang terasa kering. "Aku tidak tahu, Daniel." Ia berkata dengan sedih. "Aku tidak tahu kenapa perasaanku berbeda sekarang, aku tidak tahu kenapa aku seperti ... seperti...." Alira tidak tahu bagaimana harus mendeskripsikan perasaannya.
"Please, Al...." Daniel menatap Alira dengan begitu sayu, Daniel membawa tangan Alira ke dadanya, dimana jantungnya berdetak kencang disana. "Jantung ini berdetak hanya untukmu, Sayang." Alira tersenyum mendengar rayuan suaminya itu.
"Aku tahu," ucap Alira lirih dan bibirnya tersenyum samar, Daniel yang melihat itu tersenyum dan langsung mellumat bibir Alira dengan lembut.
Awalnya Alira hanya diam saja, namun saat Daniel menggigit bibir Alira, Alira mengerang dan membuka mulutnya. Daniel tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung menyusupkan lidahnya, mencari lidah Alira dan mengajaknya menari bersama.
Alira memejamkan mata, mencoba menikmati ciuman Daniel yang selalu memabukan, namun bayangan akan tamparan dan bentakan Daniel kembali terngiang dalam benaknya, begitu juga saat Alira menemukan ****** ***** itu.
Mata Alira terpejam lebih erat, mencoba mengenyahkan bayangan itu. Sulit, namun ia tetap berusaha demi pernikahannya.
Alira mengalungkan kedua lengannya di leher Daniel, dan perlahan ia menyambut lidah Daniel dengan lidahnya.
Daniel tersenyum dalam ciuman itu, akhirnya Alira mau membalas ciumannya.
Saat ciuman itu semakin intens, Alira mulai kehilangan kendali dan hasratnya pun mulai terpancing. Dada Alira membusung, hingga menyentuh dada Daniel. Napasnya memburu, bahkan bagian inti tubuhnya mulai basah dan berkedut. Tak bisa Alira pungkiri, Daniel sangat hebat dalam ciuman hingga membuatnya melayang seperti ini.
Perlahan Daniel mendorong Alira ke ranjang, dan ciumannya turun menyusuri leher jenjang sang istri. Alira mendongak, memberikan akses lebih agar Daniel lebih leluasa mencumbu lehernya itu.
"Ahhh..." Alira melenguh saat Daniel menghisap kulit lehernya dengan kuat yang sudah pasti akan meninggalkannya jejak kemerahan disana.
Saat Daniel hendak melepaskan pakaian Alira, ponselnya berdering yang membuat Alira mengerang kesal. Ia meraba ponselnya kemudian mereject panggilan itu, namun ponselnya kembali berdering.
"Mungkin penting, angkat saja," ucap Alira dengan napas yang memburu. Dengan kesal, Daniel pun menjawab panggilan itu.
"Halo...." bentaknya.
"Halo, selamat sore, Pak Daniel. Maaf mengganggu, saya hanya ingin mengingatkan, 30 menit lagi acara peresmian perusahaan Pak Jared di mulai." Daniel yang mendengar hal itu langsung melotot terkejut, ia lupa malam ini tekan bisnisnya yang bernama Jared akan meresmikan perusahaan ke tiganya dan Daniel di undang sebagai tamu VIP.
"Astaga! Aku lupa!"
.........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nur Evida
waduh jadi gantung dong🤭
2022-11-27
0
Benazier Jasmine
semoga daniel sadar mau beruba
2022-10-18
0
hariyani
aku dukung sapa ya??? Daniel aja deh untuk sementara ini 😅
2022-06-22
0