BA # 10 - Sebuah Harapan

Ryan memperhatikan Alira yang makan dengan sangat lahap, seperti seseorang yang kelaparan. Dan seketika Ryan teringat dengan bekas kemerahan di pipi Alira tadi malam.

"Alira, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Ryan dan Alira hanya mengangguk sambil terus menyantap hidangan sarapannya.

"Apa seseorang menyakitimu? Tadi malam aku melihat pipimu merah, keduanya," ucap Ryan yang membuat Alira langsung berhenti mengunyah, ia menatap piringnya kemudian tersenyum masam.

"Tidak ada, mungkin karena demam," jawab Alira kemudian ia kembali makan namun ia tampak tak berselera.

"Benarkah?" Gumam Ryan tak percaya, Alira hanya mengedikan bahu. "Okay," ucap Ryan kemudian.

Setelah sarapan, Alira kembali ke kamarnya begitu juga dengan Ryan.

Ryan langsung mandi, karena ia sudah harus pergi ke lokasi pemotretan sekarang karena jaraknya yang lumayan jauh.

.........

Sesampainya Daniel di rumah, ia langsung berlari ke kamarnya dan saat Daniel membuka pintu, Alira yang saat ini sedang mengeringkan rambutnya di buat terkonjak.

"Sayang...." Daniel melangkah lebar mendekati Alira, matanya begitu sayu dan raut penyesalan terlihat jelas di wajahnya.

Sementara Alira hanya bisa menatap Daniel dengan tatapan kosong, ia bahkan terdiam mematung saat Daniel memeluknya.

"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak bermaksud menamparmu kemarin," ucap Daniel lirih yang membuat Alira tersenyum kecut.

Ia mendorong Daniel dengan pelan dan itu membuat hati Daniel mencolos, Alira sudah lelah dengan semua kegilaan Daniel.

"Aku ingin sendiri," lirih Alira namun Daniel menggeleng tegas.

"Aku mohon, Sayang. Jangan marah, hm? Aku benar-benar minta maaf, kemarin aku cemas karena kamu pergi tanpa izinku," tukas Daniel.

"Selalu seperti ini, Daniel. Kamu akan menyesal, berjanji, kemudian mengulanginya lagi, aku lelah!" Seru Alira dengan putus asa, bahkan matanya sudah berkaca-kaca dan dadanya kembali terasa sesak.

"Alira..." Daniel langsung memeluk Alira dengan erat, tak perduli Alira yang mencoba mendorongnya. "Maafkan aku, Sayang. Aku janji itu yang terakhirnya, aku janji tidak menyakitimu lagi. Kamu tahu aku sangat mencintamu, Sayang. Aku mencintaimu lebih dari segalanya."

Alira terisak mendengar pengakuan Daniel, ia pun sangat mencintai suaminya itu, tapi cintanya seolah terkikis karena semua perlakuan Daniel selama ini.

"Jutaan kali kamu berjanji padaku, Daniel. Dan jutaan kali pula kamu mengingkarinya," lirih Alira di tengah isak tangisnya.

"Kamu tidak mencintaiku sebagai seorang istri, Daniel. Kamu hanya mencintaiku sebagai objek."

"Jangan berkata begitu, Alira," ujar Daniel sembari melepaskan Alira dari pelukannya, ia menghapus air mata istrinya itu dengan lembut.

"Kamu tahu betapa aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu, kamu cinta pertama dan terakhirku, Sayang."

"Buktinya mana?" tanya Alira dengan suara yang tercekat. "Aku tidak mau barang, benda, atau materi, Daniel. Aku butuh bukti cinta yang lebih berarti dari semua itu."

Daniel terdiam, menatap mata Alira yang memancarkan luka itu. "Ayo kita miliki seorang anak," ucap Daniel yang membuat Alira langsung terbelalak.

Ia menatap mata Daniel, dan pria nya itu tampak sangat serius. "Berhenti minum pil kontrasepsi, Sayang. Ayo kita punya anak, yang cantik, tampan, yang akan menyempurnakan hidup kita."

Alira terenyuh mendengar apa yang di katakan Daniel, karena itulah harapannya selama ini, mimpinya.

"Kamu... Kamu yakin?" tanya Alira ingin memastikan, sambil tersenyum lebar, Daniel mengangguk pasti.

"Kita sudah memiliki segalanya, Sayang. Hanya anak yang belum, kita akan segera memilikinya. Kamu mau anak perempuan atau laki-laki, hm?" Daniel bertanya dengan suara yang sangat lembut sembari membelai pipi Alira.

Alira tersenyum senang dan ia langsung memeluk suaminya itu dengan erat, hatinya begitu bahagia dan ia berdo'a, berharap ini akan menjadi awal yang indah untuknya.

Daniel pun mendekap Alira, ia mencium pucuk kepala istrinya itu beberapa kali sambil terus menggumamkan kata maaf dan ungkapan cinta.

"Sayang, bagaimana kalau kita bulan madu lagi?" Tanya Daniel yang membuat Alira langsung mendongak.

"Bulan madu lagi? Kemana?" Tanya Alira.

"Kemana pun yang kamu mau, Sayang. Siapa tahu dengan begini, kita akan memiliki anak secepatnya."

Alira semakin bahagia mendengar ucapan suaminya itu, hatinya berbunga-bunga dan matanya berbinar, ia pun langsung mencium bibir Daniel dengan lembut namun kemudian Alira mengernyit saat menyadari aroma alkohol dari mulut sang suami.

"Kamu minum alkohol?" Tanya Alira dan Daniel hanya meringis. "Mandi sana, bau!" Alira mengibaskan tangannya di depan hidungnya, sementara Daniel justru terkekeh.

Melihat raut wajah Alira yang tampak bahagia membuatnya juga merasa sangat bahagia, dan Daniel berharap ini akan menjadi awal kebahagiaan mereka yang sesungguhnya.

Daniel memang belum siap memiliki anak, ia takut akan segala kemungkinan, termasuk takut tak bisa membuat anaknya bahagia seperti orang tunya yang tak bisa membuat Daniel bahagia. Juga takut nanti Alira akan sibuk pada anaknya dan mengabaikan Daniel.

Namun demi Alira, ia akan mempersiapkan diri.

"Aku mau mandi sama kamu," Daniel berkata dengan nada manja, bahkan tangannya mulai menggerayangi lengan Alira.

Alira tersenyum dan memenuhi permintaan suaminya itu.

Tbc...

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

suami ego, kadang berubah jd edan

2024-01-23

0

Nur Evida

Nur Evida

Alira sepanjang hidupnya tersiksa dan menderita

2022-11-26

0

Desi Hes

Desi Hes

loh...jadi buat apa marah sama orang tua toh kelakuan kalian sama...

2022-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 BA #1 - His Love
2 BA #2 - It Is Love?
3 BA #3 - First Meet
4 BA #4 - It Is Okay?
5 BA #5 - About The Past
6 BA # 6 - Sang Cassanova
7 BA #7 - Di Balik Wajah Malaikatnya
8 BA#8 - Perhatian Sang Adik Ipar
9 BA # 9 - Awal Sebuah Pengkhianatan
10 BA # 10 - Sebuah Harapan
11 BA# 11 - Sebuah Pengkhianatan
12 BA # 12 - Itu Bukan Cinta!
13 BA # 13 - Ayo Bercerai!
14 BA # 14 - Crazy In Love
15 BA #15 - Hurt Each Other
16 BA #16 - Faded
17 BA #17 - Haruskah Kembali?
18 BA # 18 - Luapan Kemarahan
19 BA # 19 - His Arms
20 BA # 20 - With Him
21 BA # 21 - Her Touch
22 BA #22 - Because of Daniel
23 BA #23 - Another Affair
24 BA #24 - It Is Another Love?
25 BA #25 - I Love You, But...
26 BA #26 - Ternyata Cassanova
27 BA #27 - Dia Kembali
28 BA #28 - His Jealousy
29 BA #29 - Di Antara Dua Hati
30 BA #30 - Can't Lose You
31 BA #31- Cassanova's Love
32 BA #32 - Miss You
33 BA #33 - Love Is Crazy
34 BA #34 - The Real Affair
35 BA #35 - Love Make Us Crazy
36 BA# 36 - Dark Romance
37 BA #37 - Petak Umpet
38 BA #38 - Ternyata....
39 BA #39 - Permainan Cinta
40 BA #40 - Let's Play The Game
41 BA #41 - Menyedihkan
42 BA #42 - Sang Boneka
43 BA #43 - Make Me Yours
44 BA #44 - About Us
45 BA #45 - Kebohongan Yang Tersimpan
46 BA #46 - Sisi Gelapnya
47 BA #47 - Racun + Obat
48 BA #48 - Pengkhianatan Yang Tersembunyi
49 BA #49 - Masalah Yang Lain
50 BA #50 - Kejujuran
51 BA #51 - Pilihan Yang Sulit
52 BA #52 - Tak Memilih Siapapun
53 BA #53 - Kehilangan
54 BA # 54- the truth
55 BA # 55 - Di Balik Sebuah Kesalahan
56 BA #56 -
57 BA #57 - Mencarinya
58 BA #58 - She Loves You
59 BA #59 -
60 BA #60
61 BA #61 - After Long Time
62 BA # 62 -
63 BA #63 - Tidak Ada Perselingkuhan Yang Indah
64 BA # 64 - Sebenarnya Saling Mencintai
65 BA #65- The Truth
66 BA # 67 - Kebahagiaan Impian
67 BA # 68 - Memulai Dari Awal (TAMAT)
68 Promo Author Rini
Episodes

Updated 68 Episodes

1
BA #1 - His Love
2
BA #2 - It Is Love?
3
BA #3 - First Meet
4
BA #4 - It Is Okay?
5
BA #5 - About The Past
6
BA # 6 - Sang Cassanova
7
BA #7 - Di Balik Wajah Malaikatnya
8
BA#8 - Perhatian Sang Adik Ipar
9
BA # 9 - Awal Sebuah Pengkhianatan
10
BA # 10 - Sebuah Harapan
11
BA# 11 - Sebuah Pengkhianatan
12
BA # 12 - Itu Bukan Cinta!
13
BA # 13 - Ayo Bercerai!
14
BA # 14 - Crazy In Love
15
BA #15 - Hurt Each Other
16
BA #16 - Faded
17
BA #17 - Haruskah Kembali?
18
BA # 18 - Luapan Kemarahan
19
BA # 19 - His Arms
20
BA # 20 - With Him
21
BA # 21 - Her Touch
22
BA #22 - Because of Daniel
23
BA #23 - Another Affair
24
BA #24 - It Is Another Love?
25
BA #25 - I Love You, But...
26
BA #26 - Ternyata Cassanova
27
BA #27 - Dia Kembali
28
BA #28 - His Jealousy
29
BA #29 - Di Antara Dua Hati
30
BA #30 - Can't Lose You
31
BA #31- Cassanova's Love
32
BA #32 - Miss You
33
BA #33 - Love Is Crazy
34
BA #34 - The Real Affair
35
BA #35 - Love Make Us Crazy
36
BA# 36 - Dark Romance
37
BA #37 - Petak Umpet
38
BA #38 - Ternyata....
39
BA #39 - Permainan Cinta
40
BA #40 - Let's Play The Game
41
BA #41 - Menyedihkan
42
BA #42 - Sang Boneka
43
BA #43 - Make Me Yours
44
BA #44 - About Us
45
BA #45 - Kebohongan Yang Tersimpan
46
BA #46 - Sisi Gelapnya
47
BA #47 - Racun + Obat
48
BA #48 - Pengkhianatan Yang Tersembunyi
49
BA #49 - Masalah Yang Lain
50
BA #50 - Kejujuran
51
BA #51 - Pilihan Yang Sulit
52
BA #52 - Tak Memilih Siapapun
53
BA #53 - Kehilangan
54
BA # 54- the truth
55
BA # 55 - Di Balik Sebuah Kesalahan
56
BA #56 -
57
BA #57 - Mencarinya
58
BA #58 - She Loves You
59
BA #59 -
60
BA #60
61
BA #61 - After Long Time
62
BA # 62 -
63
BA #63 - Tidak Ada Perselingkuhan Yang Indah
64
BA # 64 - Sebenarnya Saling Mencintai
65
BA #65- The Truth
66
BA # 67 - Kebahagiaan Impian
67
BA # 68 - Memulai Dari Awal (TAMAT)
68
Promo Author Rini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!