"Aku melakukan pemotretan ini karena kamu yang memintanya, Sayang." Ryan berkata sembari melingkarkan tangannya di pinggang seorang wanita yang memintanya melakukan pemotretan iklan sebuah vitamin untuk kebugaran. "Aku datang ke Indonesia untuk liburan karena mataku sudah lelah dengan cahaya kamera." lanjutnya.
Sementara wanita yang bernama Viona itu hanya terkekeh dan ia menyingkirkan tangan Ryan dari pinggangnya.
Kemudian ia melenggang pergi, memasuki sebuah ruangan dan Ryan mengikutinya dari belakang.
"Kenapa semua wanita yang menjadi Dokter itu adalah wanita cantik dan anggun?" Ryan merayu sembari menutup pintu ruang kerja Viona.
Viona adalah seorang Dokter kecantikan dan memang dirinya yang meminta Ryan melakukan pemotretan ini, di karenakan model aslinya yang merupakan adik Viona mengalami kecelakaan dan tidak bisa melakukan pemotretan.
Ryan dan Viona sudah berteman sejak saat mereka duduk di sekolah menengah pertama, dan pertemanan itu terus berlanjut sampai sekarang meskipun Ryan tinggal di luar negeri.
"Semua wanita terlihat cantik di mata pria sepertimu, Ryan," kata Viona kemudian ia mengambil tasnya.
"Kamu akan pergi?" Tanya Ryan seolah ia kecewa.
"Yupz, aku harus pergi karena aku sudah ada janji dengan klien," jawab Viona sambil berkacak pinggang saat ia menyadari Ryan mengunci ruangan itu. "No, Honey. Kita tidak akan bercinta sekarang, aku sibuk," kata Viona sambil menggelengkan kepalanya dan hal itu membuat Ryan berdecak kesal.
Teman ranjang, mungkin julukan yang pas bagi Ryan untuk Viona. Sementara Viona, hatinya menyimpan rasa dan harapan pada Ryan sejak dulu, namun ia tahu Ryan hanyalah seorang casanova yang akan menarik wanita mana saja ke ranjangnya saat ia bergairah.
"Baiklah, Sayang. Aku akan mengantarmu pulang," tukas Ryan sembari membukakan pintu untuk Viona.
.........
Daniel tidak pergi ke kantor hari ini, karena ia ingin menghabiskan waktunya bersama Alira. Bahkan Daniel sudah merencanakan bulan madu ke duanya, yaitu ke Paris. Sekalian mereka ingin mampir ke tempat tinggal Ryan.
"Kamu ingin anak laki-laki apa perempuan, Sayang?" Tanya Daniel yang saat ini sedang merebahkan kepalanya di pangkuan Alira, sedangkan Alira duduk bersandar di sofa dengan tatapan yang fokus pada layar televisi.
"Aku ingin anak kembar," jawab Alira sambil menunduk, ia tersenyum manis pada suaminya itu kemudian mengecup sudut bibir suaminya dengan mesra. "Bagaiamana menurutmu?"
"Anak kembar, hem boleh juga. Akan sangat menyenangkan jika kita punya dua anak sekaligus," ucap Daniel yang membuat Alira semakin merasa bahagia, harapan akan pernikahan yang sehat semakin besar dalam hatinya.
Ia pun kembali mencium bibir Daniel, bahkan seluruh wajah suaminya itu ia kecup penuh cinta. Daniel tertawa senang, seolah semuanya sudah sangat membaik sekarang.
"Sayang, malam ini kita mau makan di rumah atau di luar?" Tanya Alira kemudian.
"Terserah kamu saja, kamu maunya dimana, hm?" Tanya Daniel sembari mengecup tangan Alira beberapa kali.
"Kita makan di rumah saja, aku akan memasak nanti," ucap Alira dan Daniel pun mengangguk.
Saat sore hari, Alira mengumpulkan baju kotornya seperti biasa dan ia baru menyadari jas yang kemarin di pakai suaminya tidak ada. Alira pun mencari jas itu ke mobil suaminya, namun yang ia dapatkan di mobil itu membuat detak jantung Alira seolah berhenti seketika.
Dadanya terasa sesak dan ia merasa kesulitan bernapas, dengan tangan yang gemetar, Alira mengambil ****** ***** berwarna merah yang tergeletak di bawah.
Seketika air mata Alira mengalir begitu saja, hatinya hancur, harapan yang baru saja di buat oleh Daniel pun menguap seketika.
Dengan tergesa-gesa, Alira kembali masuk ke rumah dan ia berteriak memanggil Daniel.
"Daniel...!"
Sementara itu, Daniel yang saat ini sedang berada di kamarnya langsung turun saat mendengar teriakan sang istri.
"Ada apa, Sayang?" Tanya Daniel dengan suara yang lembut namun Alira justru merasa jijik mendengar panggilan sayang itu.
"Apa ini?" Teriak Alira sembari melempar kain itu tepat ke wajah Daniel yang membuat Daniel langsung melotot terkejut.
"Kamu tega!" Desis Alira dengan suara yang gemetar dan air mata semakin mengalir deras di pipinya.
"Al, Sayang. Ini ... ini tidak seperti yang kamu bayangkan, Sayang," ucap Daniel gelagapan sembari mencoba meraih tangan Alira namun Alira langsung menjauh.
Kekecewaan, kemarahan, dan kehancuran terlihat jelas di sorot matanya yang terus berlinang air mata.
"Kamu ... kamu selalu menuduh aku ini dan itu, tapi ternyata apa? Kamu selingkuh, huh?" Alira kembali mendesis tajam, dadanya bergemuruh, dan kakinya terasa lemas.
"Tidak, Alira. Aku tidak mungkin selingkuh, demi Tuhan! Aku tidak selingkuh, aku ... aku mencintaimu," ucap Daniel frustasi namun Alira enggan mendengarkan pembelaan suaminya itu, ia menutup kedua telinganya dan menjerit sekuat tenaga.
Alira jatuh lemas ke lantai, semuanya sudah hancur!
" Alira.... "lirih Daniel dengan tatapan yang begitu sendu, bahkan kedua matanya sudah berkaca-kaca melihat Alira yang tampak benar-benar hancur.
Selama ini, sekeras apapun Daniel menampar Alira, selantang apapun Daniel membentak Alira, tak pernah ia melihat Alira hancur seperti ini.
"Sayang...." Daniel kembali mendekati Alira dan ia hendak menyentuh istrinya itu namun Alira langsung berdiri dan menghempaskan tangan Daniel.
"Aku benci sama kamu, Daniel! Kamu selingkuh!"
"AKU BENCI SAMA KAMU!"
Alira berteriak tepat di depan wajah Daniel sebelum akhirnya ia berbalik dan hendak pergi. Namun langkahnya terhenti saat ia melihat Ryan yang sedang berdiri tak jauh darinya.
Ryan tampak terkejut menyaksikan pertengkaran itu, ia hanya tercengang bahkan menahan napas.
Alira menatap mata Ryan dengan tatapan yang begitu sayu, penuh luka, yang begitu dalam, seolah memberi tahu Ryan bahwa ia sudah hancur. Dan Ryan merasakan itu hingga ke dasar hatinya, Ryan tidak tega melihat luka itu namun ia tidak tahu harus berbuat apa.
Alira pun bergegas pergi dari rumah dan saat Daniel hendak mengejarnya, Ryan justru mendorong Daniel bahkan menonjok Daniel hingga Daniel tersungkur di lantai.
Ryan tampak marah juga kecewa pada kakak tirinya itu, tatapannya tertuju pada kain segitiga itu yang tergeletak di lantai, Ryan tersenyum miring dan berkata. "Bukankah sudah aku ingatkan, Daniel? Jangan mengikat seorang wanita kalau kamu tidak sanggup setia!"
Tbc...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
kapok, dia yg sering cuci botol sana-sini, istri yg di tuduh selingkuh, dasar suami bejad
2024-01-23
0
mama yuhu
tukang celup pasti sama sama tau pepatah ini😂😂😂😜😜
2023-01-07
2
mama yuhu
kapokkk g ketahuan selingkuh 🙄🙄🤬🤬
sangat posesif tapi arogan njirr
2023-01-07
1