Istri Rahasia Bab 16

Di tempat lain, bersamaan waktunya dengan Berri yang bertemu mautnya.

Di ruang tamu, Santi tampak sudah rapi dan siap untuk pergi. Dia hanya tinggal menunggu telepon dari Berri, baru berangkat.

Pintu rumah terbuka, Wati masuk seorang diri dan menatap Santi.

"Mau ke mana kamu? Rapi, wangi dan terlihat cantik."

"Ibu mau tahu aja. Yang pasti aku mau pergi dong, Bu!"

"Iya, pergi ke mana dan sama siapa? Apa kamu dandan secantik ini untuk suamimu?" tanya Wati.

"Nah, Ibu sudah tahu kok masih bertanya aja. Aku kan istri yang baik, Bu. Jadi harus selalu tampil sempurna di depan Abay. Tadi Abay menelepon, dia mengajak makan di luar, tanpa membawa Dina. Kami mau pacaran, Bu!" jawab Santi lancar dan terkesan jujur.

"Apa benar seperti itu?" selidik Wati.

Santi tampak curiga dengan sikap Wati sore ini. Apa Abay mengadukan perbuatannya pada Wati?

"Ibu hanya takut, kamu masih belum bisa lupakan Berri. Ingat, Santi... kamu ini istri dari Abay, seorang Ibu sambung bagi Dina. Ibu berharap, kamu dan Abay cepat-cepat beri cucu untuk menjadi teman Dina."

"Berri itu masa laluku, Bu! Aku ini istri yang setia, Bu. Masalah anak, bukan aku tak mau. Tetapi aku takut Abay mandul!" jawab Santi seenaknya.

"Kamu ini, selain menyebut nama suami tanpa embel-embel, eh sekarang malah menuduh mandul." Wati berdecak kecewa.

"Bukan menuduh Bu. Hanya bicara potensi atau kemungkinan Abay mandul. Itu saja dan tak lebih!" Santi melirik jam dinding. Waktu semakin berjalan menjauh.

Wati menghela napas. Dia ada maksud untuk terus mengajak bicara Santi, bahkan ada niat melarang anaknya itu pergi. Hanya saja dia teringat akan janjinya pada Abay.

"Aku titip rumah sama Dina ya, Bu! Aku pergi dulu!" Santi pun berlalu dari hadapan Wati.

*

Santi baru saja melewati pintu lobi hotel, ketika itulah matanya menyaksikan ruang lobi dipenuhi banyak orang. Tak hanya pegawai dan petugas kemanan hotel, lalu tamu hotel yang bisa dilihatnya. Tetapi juga petugas kepolisian.

"Mbak, maaf... ada apa ya ramai-ramai seperti ini? Sampai ada polisi segala?" tanya Santi pada salah satu karyawan hotel yang dari seragam yang dipakai bekerja sebagai resepsionis.

"Oh, ada yang meninggal dunia di dalam kamar hotel, Mbak."

"Kasihan sekali!" seru Santi bersimpati. "Sakit apa Mbak?"

"Sakit atau tidak, masih dalam proses penyelidikan Mbak. Soalnya sebelum ditemukan ada mayat di kamar, tamu sebelah mendengar suara teriakan. Eh, pas pintu dipaksa buka sama petugas keamanan, ditemukan mayat pria muda mati dengan tubuh hijau."

"Apa keracunan?" tanya Santi.

Santi tak mendapat jawaban. Tetapi dia mendapat tatapan tajam si resepsionis.

"Oh, aku ingat! Kayaknya Mbak teman dari pria muda itu, deh! Aku pernah melihat Mbak sama dia sepuluh hari yang lalu. Kalau tak salah, aku yang melayani check in nya!"

"Apa pria itu namannya Berri Wirawan?" tanya Santi cepat dan dia berharap bukan.

"Ya, aku dengar nama itu disebut temanku!"

Santi mendadak lemas kakinya. Kabar ini bukan kabar yang ingin dia dengar.

"Tidak! Ini tidak mungkin! Korbannya pasti bukan Berri, bukan Berri!" teriak Santi panik.

Tingkah laku Santi ini mengundang banyak mata menatap ke arahnya. Ada juga beberapa kening berkerut melihat Santi masih terus berteriak, meski sudah ditenangkan karyawan hotel.

Santi semakin menggila, ketika dia melihat petugas polisi menggotong tas khusus membawa mayat keluar dari dalam lift.

Santi memburu ke depan, dia memohon pada petugas polisi untuk bisa melihat wajah Berri. Tanpa malu-malu dia mengaku sebagai istri siri Berri, hanya untuk bisa menatap paras pria idamannya itu. Sekaligus memastikan, kalau itu bukan Berri.

Petugas polisi mengijinkan, tetapi hanya boleh dilihat sebentar saja. Karena nantinya jenazah setelah dibawa ke rumah sakit akan dipulangkan ke keluarganya.

Santi lantas jatuh pingsan. Walaupun wajah Berri telah menghijau kehitaman, dia percaya yang dilihatnya itu Berri adanya.

Tadinya Santi berharap, hanya nama Berri Wirawan saja yang sama dan orangnya berbeda. Tetapi tidak, nama dan parasnya sangat dikenalnya.

Sore yang kelabu bagi Santi. Dia teramat mencintai Berri. Baginya suaminya itu ya Berri, bukan Abay.

Kini Berri sudah meninggal dunia. Santi meski tak mengenal racun, tetapi melihat kondisi mayat Berri yang hijau kehitaman dan mulai berbau busuk, dia pun percaya Berri mati keracunan.

Yang jadi pertanyaan, siapa yang begitu jahat memberikan racun untuk Berri? Racun apa yang dipakai si pembunuh?

Santi yakin Berri korban pembunuhan, karena dia tak percaya Berri membunuh diri.

Sore yang menyenangkan yang dibayangkan Santi akan dilalui dan dihabiskan bersama Berri, telah lenyap dan buyar. Berganti rasa sedih dengan cucuran air mata membasahi wajah dan menghapus riasan cantiknya.

Tanpa bisa ditahan lagi, Santi pun jatuh pingsan. Ketika dia bangun nanti dan waktu malam tiba, dia akan berkumpul dengan Berri di dunia yang lain.

*

Sebenarnya waktu belum terlalu malam. Masih berkisar di jam sepuluh. Tetapi jalanan menuju rumah Rodi, sudah mulai sepi.

Gerimis turun.

Tak ada orang yang mau berjalan di bawah gerimis selain Rodi. Tak ada bapak-bapak dan anak muda yang nongkrong yang bisa dilihat Rodi.

Semuanya memilih masuk ke dalam rumah.

Gerimis mulai berganti dengan hujan. Rodi sedikit percepat dan melebarkan langkah kakinya. Rumahnya sudah tak terlalu jauh lagi, cukup sepuluh langkah dia pun sampai. Pagar rumah dibukanya cepat, lalu dia berlari masuk ke arah teras.

Pas sekali. Karena hujan pun semakin deras dengan sinar biru melesat turun cepat dari langit. Ledakan kilat pun terdengar keras.

Rodi membuka pintu rumah yang tak dikunci. Di ruang tamu tak ada orang sama sekali. Tetapi begitu mulai masuk ke ruang tengah, dia temukan istri dan sepasang anaknya duduk di ruang televisi.

"Bapak pulang!" panggil anak gadisnya.

"Bu, Bapak tunggu di kamar!" Rodi tak mau banyak bicara. Dia berjalan lebih dulu masuk ke dalam kamar.

Istrinya Rodi berdiri, lalu menyusul masuk ke kamar.

"Tutup pintu Bu!"

Pintu kamar pun ditutup.

Rodi duduk di tengah kasur, di sebelah kirinya ada tas yang dibawanya dari rumah Ki Jabaya.

"Ada apa Pak?"

"Buka, Bu!" Rodi berikan tas ke tangan istrinya.

"Apa ini?"

"Buka saja Bu!" pinta Rodi.

Tas pun dibuka, lalu terdengar jeritan kaget istrinya Rodi.

"Bapak tak habis merampok kan?"

"Ibu menghina, ya?"

"Tak berani Pak! Tapi uang dan emas ini sangat banyak, darimana Bapak dapatkan ini?"

Rodi menarik napas. Beruntung dia sudah siapkan jawaban atas pertanyaan istrinya. Dia tak berani berkata jujur dengan mengatakan dapat uang dari siluman ular. Karena pasti akan ditolak istrinya.

Tetapi baru saja Rodi mau membuka mulut, dia didahului istrinya.

"Wajah Bapak kok terlihat aneh?"

Terpopuler

Comments

Adinda

Adinda

jangan-jangan wajah rodi mirip ular

2022-06-19

1

lihat semua
Episodes
1 Istri Rahasia Bab 1
2 Istri Rahasia Bab 2
3 Istri Rahasia Bab 3
4 Istri Rahasia Bab 4
5 Istri Rahasia Bab 5
6 Istri Rahasia Bab 6
7 Istri Rahasia Bab 7
8 Istri Rahasia bab 8
9 Istri Rahasia Bab 9
10 Istri Rahasia Bab 10
11 Istri Rahasia Bab 11
12 Istri Rahasia Bab 12
13 Istri Rahasia Bab 13
14 Istri Rahasia Bab 14
15 Istri Rahasia Bab 15
16 Istri Rahasia Bab 16
17 Istri Rahasia Bab 17
18 Istri Rahasia Bab 18
19 Istri Rahasia Bab 19
20 Istri Rahasia Bab 20
21 Istri Rahasia Bab 21
22 Istri Rahasia Bab 22
23 Istri Rahasia Bab 23
24 Istri Rahasia Bab 24
25 Istri Rahasia Bab 25
26 Istri Rahasia Bab 26
27 Istri Rahasia Bab 27
28 Istri Rahasia Bab 28
29 Istri Rahasia Bab 29
30 Istri Rahasia Bab 30
31 Istri Rahasia Bab 31
32 Istri Rahasia Bab 32
33 Istri Rahasia Bab 33
34 Istri Rahasia Bab 34
35 Istri Rahasia Bab 35
36 Istri Rahasia Bab 36
37 Istri Rahasia Bab 37
38 Istri Rahasia Bab 38
39 Istri Rahasia Bab 39
40 Istri Rahasia Bab 40
41 Istri Rahasia Bab 41
42 Istri Rahasia Bab 42
43 Istri Rahasia Bab 43
44 Istri Rahasia Bab 44
45 Istri Rahasia Bab 45
46 Istri Rahasia Bab 46
47 Istri Rahasia Bab 47
48 Istri Rahasia Bab 48
49 Istri Rahasia Bab 49
50 Istri Rahasia Bab 50
51 Istri Rahasia Bab 51
52 Istri Rahasia Bab 52
53 Istri Rahasia Bab 53
54 Istri Rahasia Bab 54
55 Istri Rahasia Bab 55
56 Istri Rahasia Bab 56
57 Istri Rahasia Bab 57
58 Istri Rahasia Bab 58
59 Istri Rahasia Bab 59
60 Istri Rahasia Bab 60
61 Istri Rahasia Bab 61
62 Istri Rahasia Bab 62
63 Istri Rahasia Bab 63
64 Istri Rahasia Bab 64
65 Istri Rahasia Bab 65
66 Istri Rahasia Bab 66
67 Istri Rahasia Bab 67
68 Istri Rahasia Bab 68
69 Istri Rahasia Bab 69
70 Istri Rahasia Bab 70
71 Istri Rahasia Bab 71
72 Istri Rahasia Bab 72
73 Istri Rahasia Bab 73
74 Istri Rahasia Bab 74
75 Istri Rahasia Bab 75
76 Istri Rahasia Bab 76
77 Istri Rahasia Bab 77
78 Istri Rahasia Bab 78
79 Istri Rahasia Bab 79
80 Istri Rahasia Bab 80
81 Istri Rahasia Bab 81
82 Istri Rahasia Bab 82
83 Istri Rahasia Bab 83
84 Istri Rahasia Bab 84
85 Istri Rahasia Bab 85
86 Istri Rahasia Bab 86
87 Istri Rahasia Bab 87
88 Istri Rahasia Bab 88
89 Istri Rahasia Bab 89
90 Istri Rahasia Bab 90
91 Istri Rahasia Bab 91
92 Istri Rahasia Bab 92
93 Istri Rahasia Bab 93
94 Istri Rahasia Bab 94
95 Istri Rahasia Bab 95
96 Istri Rahasia Bab 96
97 Istri Rahasia Bab 97
98 Istri Rahasia Bab 98
99 Istri Rahasia Bab 99
100 Istri Rahasia Bab 100
101 Istri Rahasia Bab 101
102 Istri Rahasia Bab 102
103 Istri Rahasia Bab 103
104 Istri Rahasia Bab 104
105 Istri Rahasia Bab 105
106 Istri Rahasia Bab 106
107 Istri Rahasia Bab 107
108 Istri Rahasia Bab 108
109 Istri Rahasia Bab 109
110 Istri Rahasia Bab 110
111 Istri Rahasia Bab 111
112 Istri Rahasia Bab 112
113 Istri Rahasia Bab 113
114 Istri Rahasia Bab 114
115 Istri Rahasia Bab 115
116 Istri Rahasia Bab 116
117 Istri Rahasia Bab 117
118 Istri Rahasia Bab 118
119 Istri Rahasia Bab 119
120 Istri Rahasia Bab 120
121 Istri Rahasia Bab 121
122 Istri Rahasia Bab 122
123 Istri Rahasia Bab 123
124 Istri Rahasia Bab 124
125 Istri Rahasia Bab 125
126 Istri Rahasia Bab 126
127 Istri Rahasia Bab 127
128 Istri Rahasia Bab 128
129 Istri Rahasia Bab 129
130 Istri Rahasia Bab 130
131 Istri Rahasia Bab 131
132 Istri Rahasia Bab 132
133 Istri Rahasia Bab 133
134 Istri Rahasia Bab 134
135 Istri Rahasia Bab 135
136 Istri Rahasia Bab 136
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Istri Rahasia Bab 1
2
Istri Rahasia Bab 2
3
Istri Rahasia Bab 3
4
Istri Rahasia Bab 4
5
Istri Rahasia Bab 5
6
Istri Rahasia Bab 6
7
Istri Rahasia Bab 7
8
Istri Rahasia bab 8
9
Istri Rahasia Bab 9
10
Istri Rahasia Bab 10
11
Istri Rahasia Bab 11
12
Istri Rahasia Bab 12
13
Istri Rahasia Bab 13
14
Istri Rahasia Bab 14
15
Istri Rahasia Bab 15
16
Istri Rahasia Bab 16
17
Istri Rahasia Bab 17
18
Istri Rahasia Bab 18
19
Istri Rahasia Bab 19
20
Istri Rahasia Bab 20
21
Istri Rahasia Bab 21
22
Istri Rahasia Bab 22
23
Istri Rahasia Bab 23
24
Istri Rahasia Bab 24
25
Istri Rahasia Bab 25
26
Istri Rahasia Bab 26
27
Istri Rahasia Bab 27
28
Istri Rahasia Bab 28
29
Istri Rahasia Bab 29
30
Istri Rahasia Bab 30
31
Istri Rahasia Bab 31
32
Istri Rahasia Bab 32
33
Istri Rahasia Bab 33
34
Istri Rahasia Bab 34
35
Istri Rahasia Bab 35
36
Istri Rahasia Bab 36
37
Istri Rahasia Bab 37
38
Istri Rahasia Bab 38
39
Istri Rahasia Bab 39
40
Istri Rahasia Bab 40
41
Istri Rahasia Bab 41
42
Istri Rahasia Bab 42
43
Istri Rahasia Bab 43
44
Istri Rahasia Bab 44
45
Istri Rahasia Bab 45
46
Istri Rahasia Bab 46
47
Istri Rahasia Bab 47
48
Istri Rahasia Bab 48
49
Istri Rahasia Bab 49
50
Istri Rahasia Bab 50
51
Istri Rahasia Bab 51
52
Istri Rahasia Bab 52
53
Istri Rahasia Bab 53
54
Istri Rahasia Bab 54
55
Istri Rahasia Bab 55
56
Istri Rahasia Bab 56
57
Istri Rahasia Bab 57
58
Istri Rahasia Bab 58
59
Istri Rahasia Bab 59
60
Istri Rahasia Bab 60
61
Istri Rahasia Bab 61
62
Istri Rahasia Bab 62
63
Istri Rahasia Bab 63
64
Istri Rahasia Bab 64
65
Istri Rahasia Bab 65
66
Istri Rahasia Bab 66
67
Istri Rahasia Bab 67
68
Istri Rahasia Bab 68
69
Istri Rahasia Bab 69
70
Istri Rahasia Bab 70
71
Istri Rahasia Bab 71
72
Istri Rahasia Bab 72
73
Istri Rahasia Bab 73
74
Istri Rahasia Bab 74
75
Istri Rahasia Bab 75
76
Istri Rahasia Bab 76
77
Istri Rahasia Bab 77
78
Istri Rahasia Bab 78
79
Istri Rahasia Bab 79
80
Istri Rahasia Bab 80
81
Istri Rahasia Bab 81
82
Istri Rahasia Bab 82
83
Istri Rahasia Bab 83
84
Istri Rahasia Bab 84
85
Istri Rahasia Bab 85
86
Istri Rahasia Bab 86
87
Istri Rahasia Bab 87
88
Istri Rahasia Bab 88
89
Istri Rahasia Bab 89
90
Istri Rahasia Bab 90
91
Istri Rahasia Bab 91
92
Istri Rahasia Bab 92
93
Istri Rahasia Bab 93
94
Istri Rahasia Bab 94
95
Istri Rahasia Bab 95
96
Istri Rahasia Bab 96
97
Istri Rahasia Bab 97
98
Istri Rahasia Bab 98
99
Istri Rahasia Bab 99
100
Istri Rahasia Bab 100
101
Istri Rahasia Bab 101
102
Istri Rahasia Bab 102
103
Istri Rahasia Bab 103
104
Istri Rahasia Bab 104
105
Istri Rahasia Bab 105
106
Istri Rahasia Bab 106
107
Istri Rahasia Bab 107
108
Istri Rahasia Bab 108
109
Istri Rahasia Bab 109
110
Istri Rahasia Bab 110
111
Istri Rahasia Bab 111
112
Istri Rahasia Bab 112
113
Istri Rahasia Bab 113
114
Istri Rahasia Bab 114
115
Istri Rahasia Bab 115
116
Istri Rahasia Bab 116
117
Istri Rahasia Bab 117
118
Istri Rahasia Bab 118
119
Istri Rahasia Bab 119
120
Istri Rahasia Bab 120
121
Istri Rahasia Bab 121
122
Istri Rahasia Bab 122
123
Istri Rahasia Bab 123
124
Istri Rahasia Bab 124
125
Istri Rahasia Bab 125
126
Istri Rahasia Bab 126
127
Istri Rahasia Bab 127
128
Istri Rahasia Bab 128
129
Istri Rahasia Bab 129
130
Istri Rahasia Bab 130
131
Istri Rahasia Bab 131
132
Istri Rahasia Bab 132
133
Istri Rahasia Bab 133
134
Istri Rahasia Bab 134
135
Istri Rahasia Bab 135
136
Istri Rahasia Bab 136

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!