Istri Rahasia Bab 18

"Bapak kenapa minta maaf?" Dodi menyorot heran.

"Ya, tak ada alasan khusus. Cuma kan kemarin Bapak sempat menyayangkan dirimu. Kenapa tak menyimpan uang sendiri, eh malah kamu titip ke Ibu? Tak perlu jawab!" Rodi cepat mencegah Dodi membuka mulut.

Dodi membungkam dan tak jadi membantah.

"Kamu sebentar lagi akan menjadi pria dewasa, akan berubah menjadi kepala rumah tangga. Meski nanti kamu akan punya keluarga sendiri, Bapak harap kamu juga menjaga Ibu dan Widi. Nah, mau kan kamu maafkan Bapak dan turuti pesan?"

Dodi memasang wajah heran. Tetapi demi dilihatnya keseriusan air muka Rodi, dia pun tak bisa berpikir jernih lagi. Akhirnya, dia pun mengangguk.

Rodi pun berdiri dan memberi kode Dodi untuk berdiri. Lalu dia memeluk anak pertamanya itu.

Dalam hati Dodi merasa heran. Tetapi dia tak kuasa menolak pelukan Rodi. Dia pun tak punya pikiran untuk mendorong tubuh ayahnya itu. Yang ada, dia malah merasa usapan Rodi di punggungnya mempunyai banyak arti. Hanya saja dia belum bisa menangkap pesan dari sentuhan tangan Rodi di tubuh bagian belakangnya itu.

Tanpa bicara lagi, Rodi berjalan keluar dari kamar Dodi. Setibanya dia di luar, dia dapati di meja ruang tamu sudah tersedia kopi untuknya. Meski suhu kopi masih panas, dia teguk juga sedikit setelah ditiupnya sejenak.

Dengan membawa gelas kopi, Rodi berjalan ke arah kamar Widi. Sekilas dia melihat Dodi sudah tenggelam lagi dalam permainan gamenya.

Pintu kamar utama sudah tertutup, Rodi menebak istrinya sudah beranjak tidur. Turunnya hujan memang paling enak dibawa tidur.

Rodi menaruh gelas kopi di lemari pajangan setinggi pinggang yang berada tak jauh dari pintu kamar Widi. Lalu dia mengetuk daun pintu dan menunggu jawaban Widi.

Tak ada suara.

Tangan Rodi pun menurunkan gagang pintu dan mendorong. Widi ternyata sudah tidur memeluk boneka beruang merah muda berukuran cukup besar.

"Sudah tidur. Semoga mimpi indah ya, Nak!" pelan-pelan Rodi tutup kembali pintu kamar Widi.

Lalu Rodi bergerak ke arah lemari pajangan, yang di dalamnya lebih banyak aneka macam barang pecah belah, dibanding keramik atau benda apapun yang bisa dipajang. Tetapi dari empat pintu lemari pajangan, ada satu pintu yang berisi aneka macam buku, baik buku tulis maupun bacaan dan tak ketinggalan majalah.

Namun yang dicari Rodi itu buku tulis dan sekotak pulpen harga murahan yang juga berada di dalam lemari.

Selembar kertas ditarik lepas, sebuah pulpen dikeluarkan dari kotaknya. Lalu Rodi berdiri.

Rodi buka penutup pulpen dan menarik lepas karet kecil penutup ujung pulpen, tempat di mana tinta akan mengalir keluar.

Dengan cepat Rodi menulis sebaris kalimat di selembar kertas. Setelahnya, dia letakan pulpen menindih kertas.

"Di kamar mandi apa di sini saja?" Rodi bicara dengan dirinya sendiri.

Kakinya pun bergerak menuju kamar mandi. Tetapi dia berhenti sejenak. Dia menatap ke arah pintu kamarnya, menghela napas dan setelah dirasa cukup, dia pun kembali lanjutkan perjalanannya menuju kamar mandi.

Setibanya di dalam kamar mandi, Rodi sekedar menutup pintu. Dia sama sekali tak mengunci, karena dia bukan berniat untuk mandi. Buktinya baju dan celananya masih melekat di tubuh.

Hanya saja tangan kanannya bergerak mengambil sesuatu dari kantong celana belakang. Kini di telapak tangannya telah ada sebuah benda kecil terbungkus kertas dengan gambar alat cukur. Tadi dia sempat ke warung dan membeli benda yang berada di tangannya itu.

Bungkus pun dibuka. Tampak benda yang terbuat dari bilah besi yang dibentuk tipis itu memantulkan sinar lampu.

"Selamat tinggal semua. Maafkan Bapak!"

Tiga puluh menit kemudian, Widi terjaga dari tidurnya karena desakan isi perutnya yang minta dikeluarkan. Dia kebelet untuk buang air kecil.

Ketika pintu kamar terbuka, mata Widi menumbuk gelas kopi di atas lemari pajangan.

"Ih, Bapak mah kebiasaan. Bekas minum kopi, gelasnya ditaruh sembarangan!" Widi mendekat dengan maksud mengambil gelas kopi dan membawanya ke dapur.

Tetapi baru saja jemari lentik Widi menyentuh badan gelas, dia tertarik pada selembar kertas dengan tulisan tangan Rodi.

"Ibu, Dodi dan Widi... maafkan Bapak. Semoga hidup kalian baik-baik saja. Selamat tinggal!" Widi membaca lirih.

Perasaan Widi terguncang. Kertas pun tanpa sadar terlepas dari tangannya. Lalu dia berteriak.

"Bapaaak!"

Teriakan Widi sangat kencang. Hujan yang sudah mendekati masa berhentinya, membuat suara Widi dapat terdengar nyata.

"Berisik, ngapain teriak panggil Bapak?" tanya Dodi yang keluar lebih dulu.

"Bang, Bapak mana?" tanya Widi dengan nada takut dan gelisah.

"Di kamar lah. Ini sudah jam berapa coba?" Dodi terlihat masih mengantuk. Baru lima belas menit lalu dia bisa tertidur.

"Bapak kalian tak ada di kamar? Kenapa?"

Widi dan Dodi menengok ke arah ibu mereka yang berjalan keluar dari kamar.

"Ibu... Bapak tinggalkan surat dan suratnya... suratnya...." Widi tak bisa melanjutkan ucapannya, karena kakinya terasa lemas. Beruntung dia masih bisa memegang pinggiran lemari pajangan.

Mata Dodi melihat ke arah kertas yang berada di lantai. Kertas yang jatuh dari tangan Widi. Cepat dia memburu, membungkuk dan mengambil kertas. Dibacanya cepat tulisan yang tergores di badan kertas.

"Ah, apa mungkin Bapak bunuh diri?" tanya Dodi entah pada siapa.

"Cepat, kamar mandi!"

Dodi dapat merasakan kepanikan di nada suara ibunya itu. Dia berlari ke arah kamar mandi. Tetapi begitu sampai di kamar mandi, dia meragu. Tangannya yang telah terulur untuk mendorong pintu tertahan. Di belakangnya telah hadir ibunya dan Widi.

"Cepat, buka!"

"Tapi, Bu!" Dodi menengok ke belakang.

"Dodi, buka!"

"Bang, cepat buka... siapa tahu nyawa Bapak masih bisa diselamatkan!" Widi mendukung ucapan ibunya.

Dodi pun tak bisa berlama-lama lagi. Dia dorong pintu kamar mandi.

Terdengar tiga teriakan memilukan hati. Rodi ditemukan duduk bersandar tembok kamar mandi dengan kedua kaki terbujur lurus. Pergelangan tangan kirinya dipenuhi darah, di mana cairan warna merah itu membentuk garis menuju lubang air.

Dari wajahnya yang pucat dan sedikit berwarna biru, dipastikan Rodi telah meninggal dunia. Kematian yang tak diduga-duga ini sungguh membuat hati istri dan kedua anaknya bertanya-tanya. Masalah apa yang membuat Rodi nekat menghabisi jiwanya.

"Eh, ada ular!" teriak Widi sambil berjalan mundur.

Dari arah belakang tubuh Rodi tampak jelas terlihat seekor ular, yang merayap dari pinggang ke wajah Rodi. Lalu bagaimana caranya, ular sebesar jari kelingking berwarna putih itu bisa membuka mulut Rodi. Karena ular itu dengan tenangnya memasuki mulut Rodi.

*

Waktu tengah malam hampir tiba.

Di dalam kamar, di atas kasur Santi tampak menangis. Dia kaget karena diperlakukan kasar oleh Abay. Padahal dia sudah menolak untuk melayani Abay, karena hatinya sedang dirundung duka, teringat kematian mengerikan Berri.

"Hahaha, selamat tinggal Santi!" Abay keluar kamar dengan baju berada di pundak kirinya.

Terpopuler

Comments

Elisanoor

Elisanoor

Jadi Rodi mengorbankan diri nya sendiri, kasian .

2023-09-22

1

Adinda

Adinda

kasian juga rodi

2022-06-21

1

💎hart👑

💎hart👑

penyesalan tiada arti rodi jiwa sudah tergadaikan

2022-06-21

1

lihat semua
Episodes
1 Istri Rahasia Bab 1
2 Istri Rahasia Bab 2
3 Istri Rahasia Bab 3
4 Istri Rahasia Bab 4
5 Istri Rahasia Bab 5
6 Istri Rahasia Bab 6
7 Istri Rahasia Bab 7
8 Istri Rahasia bab 8
9 Istri Rahasia Bab 9
10 Istri Rahasia Bab 10
11 Istri Rahasia Bab 11
12 Istri Rahasia Bab 12
13 Istri Rahasia Bab 13
14 Istri Rahasia Bab 14
15 Istri Rahasia Bab 15
16 Istri Rahasia Bab 16
17 Istri Rahasia Bab 17
18 Istri Rahasia Bab 18
19 Istri Rahasia Bab 19
20 Istri Rahasia Bab 20
21 Istri Rahasia Bab 21
22 Istri Rahasia Bab 22
23 Istri Rahasia Bab 23
24 Istri Rahasia Bab 24
25 Istri Rahasia Bab 25
26 Istri Rahasia Bab 26
27 Istri Rahasia Bab 27
28 Istri Rahasia Bab 28
29 Istri Rahasia Bab 29
30 Istri Rahasia Bab 30
31 Istri Rahasia Bab 31
32 Istri Rahasia Bab 32
33 Istri Rahasia Bab 33
34 Istri Rahasia Bab 34
35 Istri Rahasia Bab 35
36 Istri Rahasia Bab 36
37 Istri Rahasia Bab 37
38 Istri Rahasia Bab 38
39 Istri Rahasia Bab 39
40 Istri Rahasia Bab 40
41 Istri Rahasia Bab 41
42 Istri Rahasia Bab 42
43 Istri Rahasia Bab 43
44 Istri Rahasia Bab 44
45 Istri Rahasia Bab 45
46 Istri Rahasia Bab 46
47 Istri Rahasia Bab 47
48 Istri Rahasia Bab 48
49 Istri Rahasia Bab 49
50 Istri Rahasia Bab 50
51 Istri Rahasia Bab 51
52 Istri Rahasia Bab 52
53 Istri Rahasia Bab 53
54 Istri Rahasia Bab 54
55 Istri Rahasia Bab 55
56 Istri Rahasia Bab 56
57 Istri Rahasia Bab 57
58 Istri Rahasia Bab 58
59 Istri Rahasia Bab 59
60 Istri Rahasia Bab 60
61 Istri Rahasia Bab 61
62 Istri Rahasia Bab 62
63 Istri Rahasia Bab 63
64 Istri Rahasia Bab 64
65 Istri Rahasia Bab 65
66 Istri Rahasia Bab 66
67 Istri Rahasia Bab 67
68 Istri Rahasia Bab 68
69 Istri Rahasia Bab 69
70 Istri Rahasia Bab 70
71 Istri Rahasia Bab 71
72 Istri Rahasia Bab 72
73 Istri Rahasia Bab 73
74 Istri Rahasia Bab 74
75 Istri Rahasia Bab 75
76 Istri Rahasia Bab 76
77 Istri Rahasia Bab 77
78 Istri Rahasia Bab 78
79 Istri Rahasia Bab 79
80 Istri Rahasia Bab 80
81 Istri Rahasia Bab 81
82 Istri Rahasia Bab 82
83 Istri Rahasia Bab 83
84 Istri Rahasia Bab 84
85 Istri Rahasia Bab 85
86 Istri Rahasia Bab 86
87 Istri Rahasia Bab 87
88 Istri Rahasia Bab 88
89 Istri Rahasia Bab 89
90 Istri Rahasia Bab 90
91 Istri Rahasia Bab 91
92 Istri Rahasia Bab 92
93 Istri Rahasia Bab 93
94 Istri Rahasia Bab 94
95 Istri Rahasia Bab 95
96 Istri Rahasia Bab 96
97 Istri Rahasia Bab 97
98 Istri Rahasia Bab 98
99 Istri Rahasia Bab 99
100 Istri Rahasia Bab 100
101 Istri Rahasia Bab 101
102 Istri Rahasia Bab 102
103 Istri Rahasia Bab 103
104 Istri Rahasia Bab 104
105 Istri Rahasia Bab 105
106 Istri Rahasia Bab 106
107 Istri Rahasia Bab 107
108 Istri Rahasia Bab 108
109 Istri Rahasia Bab 109
110 Istri Rahasia Bab 110
111 Istri Rahasia Bab 111
112 Istri Rahasia Bab 112
113 Istri Rahasia Bab 113
114 Istri Rahasia Bab 114
115 Istri Rahasia Bab 115
116 Istri Rahasia Bab 116
117 Istri Rahasia Bab 117
118 Istri Rahasia Bab 118
119 Istri Rahasia Bab 119
120 Istri Rahasia Bab 120
121 Istri Rahasia Bab 121
122 Istri Rahasia Bab 122
123 Istri Rahasia Bab 123
124 Istri Rahasia Bab 124
125 Istri Rahasia Bab 125
126 Istri Rahasia Bab 126
127 Istri Rahasia Bab 127
128 Istri Rahasia Bab 128
129 Istri Rahasia Bab 129
130 Istri Rahasia Bab 130
131 Istri Rahasia Bab 131
132 Istri Rahasia Bab 132
133 Istri Rahasia Bab 133
134 Istri Rahasia Bab 134
135 Istri Rahasia Bab 135
136 Istri Rahasia Bab 136
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Istri Rahasia Bab 1
2
Istri Rahasia Bab 2
3
Istri Rahasia Bab 3
4
Istri Rahasia Bab 4
5
Istri Rahasia Bab 5
6
Istri Rahasia Bab 6
7
Istri Rahasia Bab 7
8
Istri Rahasia bab 8
9
Istri Rahasia Bab 9
10
Istri Rahasia Bab 10
11
Istri Rahasia Bab 11
12
Istri Rahasia Bab 12
13
Istri Rahasia Bab 13
14
Istri Rahasia Bab 14
15
Istri Rahasia Bab 15
16
Istri Rahasia Bab 16
17
Istri Rahasia Bab 17
18
Istri Rahasia Bab 18
19
Istri Rahasia Bab 19
20
Istri Rahasia Bab 20
21
Istri Rahasia Bab 21
22
Istri Rahasia Bab 22
23
Istri Rahasia Bab 23
24
Istri Rahasia Bab 24
25
Istri Rahasia Bab 25
26
Istri Rahasia Bab 26
27
Istri Rahasia Bab 27
28
Istri Rahasia Bab 28
29
Istri Rahasia Bab 29
30
Istri Rahasia Bab 30
31
Istri Rahasia Bab 31
32
Istri Rahasia Bab 32
33
Istri Rahasia Bab 33
34
Istri Rahasia Bab 34
35
Istri Rahasia Bab 35
36
Istri Rahasia Bab 36
37
Istri Rahasia Bab 37
38
Istri Rahasia Bab 38
39
Istri Rahasia Bab 39
40
Istri Rahasia Bab 40
41
Istri Rahasia Bab 41
42
Istri Rahasia Bab 42
43
Istri Rahasia Bab 43
44
Istri Rahasia Bab 44
45
Istri Rahasia Bab 45
46
Istri Rahasia Bab 46
47
Istri Rahasia Bab 47
48
Istri Rahasia Bab 48
49
Istri Rahasia Bab 49
50
Istri Rahasia Bab 50
51
Istri Rahasia Bab 51
52
Istri Rahasia Bab 52
53
Istri Rahasia Bab 53
54
Istri Rahasia Bab 54
55
Istri Rahasia Bab 55
56
Istri Rahasia Bab 56
57
Istri Rahasia Bab 57
58
Istri Rahasia Bab 58
59
Istri Rahasia Bab 59
60
Istri Rahasia Bab 60
61
Istri Rahasia Bab 61
62
Istri Rahasia Bab 62
63
Istri Rahasia Bab 63
64
Istri Rahasia Bab 64
65
Istri Rahasia Bab 65
66
Istri Rahasia Bab 66
67
Istri Rahasia Bab 67
68
Istri Rahasia Bab 68
69
Istri Rahasia Bab 69
70
Istri Rahasia Bab 70
71
Istri Rahasia Bab 71
72
Istri Rahasia Bab 72
73
Istri Rahasia Bab 73
74
Istri Rahasia Bab 74
75
Istri Rahasia Bab 75
76
Istri Rahasia Bab 76
77
Istri Rahasia Bab 77
78
Istri Rahasia Bab 78
79
Istri Rahasia Bab 79
80
Istri Rahasia Bab 80
81
Istri Rahasia Bab 81
82
Istri Rahasia Bab 82
83
Istri Rahasia Bab 83
84
Istri Rahasia Bab 84
85
Istri Rahasia Bab 85
86
Istri Rahasia Bab 86
87
Istri Rahasia Bab 87
88
Istri Rahasia Bab 88
89
Istri Rahasia Bab 89
90
Istri Rahasia Bab 90
91
Istri Rahasia Bab 91
92
Istri Rahasia Bab 92
93
Istri Rahasia Bab 93
94
Istri Rahasia Bab 94
95
Istri Rahasia Bab 95
96
Istri Rahasia Bab 96
97
Istri Rahasia Bab 97
98
Istri Rahasia Bab 98
99
Istri Rahasia Bab 99
100
Istri Rahasia Bab 100
101
Istri Rahasia Bab 101
102
Istri Rahasia Bab 102
103
Istri Rahasia Bab 103
104
Istri Rahasia Bab 104
105
Istri Rahasia Bab 105
106
Istri Rahasia Bab 106
107
Istri Rahasia Bab 107
108
Istri Rahasia Bab 108
109
Istri Rahasia Bab 109
110
Istri Rahasia Bab 110
111
Istri Rahasia Bab 111
112
Istri Rahasia Bab 112
113
Istri Rahasia Bab 113
114
Istri Rahasia Bab 114
115
Istri Rahasia Bab 115
116
Istri Rahasia Bab 116
117
Istri Rahasia Bab 117
118
Istri Rahasia Bab 118
119
Istri Rahasia Bab 119
120
Istri Rahasia Bab 120
121
Istri Rahasia Bab 121
122
Istri Rahasia Bab 122
123
Istri Rahasia Bab 123
124
Istri Rahasia Bab 124
125
Istri Rahasia Bab 125
126
Istri Rahasia Bab 126
127
Istri Rahasia Bab 127
128
Istri Rahasia Bab 128
129
Istri Rahasia Bab 129
130
Istri Rahasia Bab 130
131
Istri Rahasia Bab 131
132
Istri Rahasia Bab 132
133
Istri Rahasia Bab 133
134
Istri Rahasia Bab 134
135
Istri Rahasia Bab 135
136
Istri Rahasia Bab 136

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!