ME AND THE WOLFS: BE STRONG

"My Lord,"

Zeus makin menyurukkan kepalanya. Aku pun menangis.

"Aku hanya punya kamu Zeus ... aku hanya tau namaku, tapi aku tidak tau nama ayah dan ibuku ... hiks ... hiks,"

Aku memeluk leher besar binatang itu. Napasnya yang panas dan bulunya yang kasar membuatku merasa aman. Memang aku tak memiliki siapapun di sini kecuali binatang besar ini. Perlahan mataku memejam dan aku terlelap.

Entah berapa aku tertidur. Kurenggangkan semua otot-ototnya. Pandanganku mengedar, Zeus sudah tidak ada di sana. Tapi, hidungku tercium bau makanan ketela bakar.

Perlahan aku bangkit dan mengambil ketela itu dari bara. Segera aku bersihkan dari arang, membelah ketela matang itu dan memakannya. Aku memang sangat lapar.

Usai makan ketika keluar ternyata hari sudah sore. Aku tak ingat lagi sudah berapa hari berada di tempat ini.

"My Lord!" kawanan serigala mendatangiku.

Aku cukup takut pada mereka, namun kibasan ekor dan juluran lidah menandakan jika binatang-binatang itu ramah pada manusia.

"Kau harus berlatih My Lord. Kali ini adalah ketajaman instingmu!" sahut salah satu dari binatang itu.

"Ikuti kami!" aku pun berlari mengejar mereka.

Semakin lama, semakin jauh dari tempat aku tinggal. Entah mereka membawaku ke mana, jika dilihat sekeliling sepertinya kawasan baru. Banyak tanda yang kulihat di setiap ranting pohon.

"Apa ini dekat pemukiman manusia!?" teriakku bertanya.

Tiba-tiba ....

"Kaing-kaing-kaing!!"

Salah satu serigala seperti menjerit kesakitan. Aku melihat perangkap binatang mengenai kakinya.

"Jangan bergerak! Nanti kakimu malah terluka!" peringatku.

"Tenanglah, akan kucoba membukanya," ujarku menenangkan.

Perlahan aku mendekati perangkap kaki yang terbuat dari besi itu. Beruntung kaki serigala ini di sela-sela gerigi tajam yang bisa melukainya.

"Jangan bergerak ya, biar aku lihat bagaimana membukanya," pintaku agar binatang itu tak banyak bergerak.

Terdengar seperti lirih kesakitan pada binatang malang itu.

"Oh ini dia!" seruku.

Ada dua buah kuncian yang harus dibuka oleh kedua tangan. Aku mencoba menekan keduanya.

"Uuhh!" kukerahkan sekuat tenaga tapi benda itu tak terbuka sama sekali.

"Aku coba pakai kaki," gumamku.

Aku berdiri menginjak dua pedal kanan dan kiri lalu menekan kuat, hingga ... 'Klik' benda itu terbuka dan serigala meloloskan kakinya. Lalu aku terpental sedikit dan perangkap itu tertutup kembali.

"Kita ambil saja ya, biar tak diambil sama pemiliknya," ujarku menatap para serigala.

Mereka hanya diam dan menyalak. Kali ini aku harus waspada. Sepertinya tempat ini banyak perangkap yang dibuat manusia.

"Kayu mana kayu?"

Aku mencari benda panjang yang bisa kubuat untuk menyisir tempat ini. Aku mendekati salah satu batang pohon, hingga tiba-tiba ....

"Woooww ... Zeus!" teriakku ketika seluruh tubuhku terangkat ke atas.

Kini posisiku terbalik. Kakiku terkena jerat. Aku berusaha menggapai tali yang mengikat ku, para serigala menyalak di bawahku.

"Hup!" aku menekuk punggung dan mencoba menggapai tali yang menjeratku.

"Hah ... hah ... hah!"

Kepalaku mulai pusing, sudah cukup lama aku dalam keadaan terbalik. Tenagaku juga mulai habis, binatang-binatang itu masih berputar di bawah kepalaku.

"Harus bisa!" teriakku.

Kembali aku menekuk punggung kali ini nyaris seperti melompat dan ....

Hap! Aku berhasil menggapai talinya. Mencoba melihat simpul yang digunakan, kulonggarkan dengan satu tangan dan berhasil. Kini pandanganku mulai buram, tempatku tergantung cukup tinggi sekitar satu meter setengah. Tiba-tiba tali yang kupengang mengendur berikut juga dengan tubuhku.

"Woooww!" aku pejamkan mata dan bersiap bokongku untuk sakit karena terhempas ke tanah.

Bluk! Eh? Empuk? pikirku. Kubuka mata.

"Punggung Zeus?"

"My Lord!"

"Ah Zeus!" aku langsung memeluk lehernya yang besar itu.

Binatang itu membawaku kembali. Aku kembali menangis. Oh ayo lah, aku baru berusia delapan tahun, memang apa yang bisa kuandalkan?

Tak lama aku sudah berada di kamarku. Pergelangan kakiku membiru, sepertinya sedikit terluka karena jeratnya tadi benar-benar mengikatku kuat.

"Istirahatlah My Lord!"

Aku merebahkan diri. Menatap binatang itu keluar gua yang kutempati. Mataku mengedar keseluruhan ruang dingin tapi nyaman itu. Aku yakin jika ini adalah barang-barang manusia dan tak mungkin Zeus memilikinya.

Pandanganku berhenti di sebuah sudut agak menjorok ke belakang. Begitu penasaran, kuputuskan mendekati dan melihat apa itu.

"Sebuah tas ransel?" tanyaku bingung.

Aku mengambil barang-barang yang menumpuk di atasnya dan mengambil ransel itu.

"Ben Hudson?"

"Ah ini milik penjelajah hutan!" seruku berasumsi.

"Pasti ia menemukan tempat ini dan membawa barang-barang agar jika ia masuk hutan dan ke malaman, ia bisa masuk ke gua ini dan beristirahat!" lanjutku menyimpulkan semua.

"Tahun 1986? Itu lama sekali?" ujarku. Kubuka tas itu berisi pakaian-pakaian pemilik tas. Ku lihat baju yang kukenakan beberapa minggu lalu.

"Memang kebesaran sih," gumamku lagi.

Aku kembali menyusun barang-barang itu dan menarik ransel yang lumayan berat ke dekat alas tidur.

"Ada buku dan alat tulis?!" seruku senang.

Mengandalkan ingatan, aku mulai menulis dan membaca. Entah berapa lama hingga kudengar suara binatang berkelahi, juga terdengar suara anjing mengaing kesakitan.

"Apa itu? Tak mungkin ada binatang lain kan? Apa Zeus menghukum salah satu kawanannya?" tanyaku lalu mengendikkan bahu berusaha acuh tak acuh.

"Hoooaaam!" aku menguap dan merentangkan tangan.

Entah berapa lama aku menulis, karena sudah nyaris satu buku penuh dengan tulisanku.

Aku kembali menuliskan pengalaman-pengalamanku di sini. Setelah menyimpan kembali buku. Aku merebahkan diri, sedikit mendesis karena pergelangan kaki yang sakit.

"Uh, sepertinya bengkak," gumamku sambil mengelus pergelangan kaki.

"Aku harus mengompresnya, menurut yang aku ingat, mommy mengompres kaki salah satu maid dengan air hangat!" monologku sendiri.

"Ah ... tidak ada panci atau ketel!" seruku kecewa.

Melihat cawan tempat minum air, terlalu kecil jika masuk dalam api.

"Bisa-bisa tanganku yang terbakar!"

Aku kembali ke pojok tempat di mana ransel itu kutemukan.

"Pasti ada benda atau alat untuk memasak!"

Benar saja, aku menemukan panci bergagang dan satu tungku memasak juga beberapa jirigen tempat membawa air.

"Thanks Ben!" seruku pada manusia yang telah menyiapkan semua.

"Apa dia juga bawa garam?" tanyaku pada diri sendiri.

Kembali kubongkar tempat itu.

"Ketemu tapi sudah jadi batu," ujarku kecewa.

Kali ini perlahan aku keluar gua dengan kaki pincang. Suara binatang berkelahi dan kaingan kesakitan tak lagi kudengar.

"My Lord!"

"Demi Ben di surga!" aku terkejut setengah mati.

"Kenapa kau selalu mengagetkanku Zeus!"

Zeus hanya menatapku dan juga benda yang kupengang. Sepertinya dia bertanya apa yang ingin kulakukan.

"Ah, aku ingin ambil air dan memasaknya, kakiku harus dikompres agar lekas sembuh Zeus!"

"Ikut aku My Lord!"

Aku mengikutinya dengan jalan terpincang. Ia membawaku kembali ke gua.

"Aku ingin mengambil air Zeus!"

Binatang itu ke ruang yang sangat gelap. Aku sampai tak melihat.

"Bawa obornya ke sini My Lord!"

Aku mengambil obor yang kukira api abadi, obor itu terus menyala tak habis-habis.

Ruangan langsung terang seketika, terdengar gemericik air dari sana.

"Air ini adalah sumber air dari bumi, lebih segar air yang kau minum dari sini," jelas binatang itu.

Aku mengangguk dan mengambil air dengan benda yang kubawa.

"Jangan banyak-banyak My Lord kau belum terlalu kuat!" peringat Zeus.

"Oke-oke!" sahutku.

Tak lama, aku menempelkan kain di kakiku.

"Kau menemukan orang sebelummu yang tinggal di tempat ini My Lord?!"

"Ya, aku telah menemukannya Zeus, kupikir kau yang membawa semua ini," sahutku menjawab.

Zeus sudah pergi sepuluh menit lalu. Aku bisa melihat luka kecil di dekat telinganya. Ketika ku bertanya, Zeus hanya menjawab luka kecil saja.

"Kau binatang paling misteri yang pernah kutemui Zeus!" ujarku lalu memejamkan mata.

bersambung.

next?

Terpopuler

Comments

Desilia Chisfia Lina

Desilia Chisfia Lina

lanjut

2022-05-31

3

@༄𝑓𝑠𝑝⍟MAYA

@༄𝑓𝑠𝑝⍟MAYA

next lah

2022-05-31

2

lihat semua
Episodes
1 HE WHO DOESN’T REMEMBER HIM SELF
2 AWAL KISAH
3 PERBURUAN
4 PERBURUAN 2
5 KELUARGA RICHES
6 KELUARGA RICHES
7 SEBUAH TANDA YANG BENAR
8 ME AND THE WOLFS
9 ME AND THE WOLFS: -Still forget who am i
10 ME AND THE WOLFS 3: TRAINING HARD
11 ME AND THE WOLFS; MY NAME IS SAMUEL PATRICK LOCKHART
12 ME AND THE WOLFS : DIFFERENT ZEUS
13 ME AND THE WOLFS: BE STRONG
14 ME AND THE LORD: MEET ZOOR
15 ME AND THE WOLFS: AN ATTACK
16 ME AND THE WOLFS: SAVE ZOOR
17 ME AND THE LORD: TIME GOES ON
18 ME AND THE LORD: PRACTICE WITHOUT ZUES
19 ME AND THE WOLFS: SECOND WINTER
20 ME AND THE WOLFS: FIRST JOB
21 ME AND THE WOLFS: MAKE THEM LEAVE
22 ME AND THE WOLFS: AN EVENT
23 ME AND THE WOLFS : ARRIVES
24 ME AND THE WOLFS: MUST BE STRONGER
25 FLASHBACK
26 FLASHBACK 2
27 FLASHBACK 3
28 FLASHBACK 4
29 FLASHBACK 5
30 FLASHBACK 6
31 FLASHBACK 7
32 FLASHBACK 8
33 ME AND THE WOLFS: HOME
34 HOME
35 DNA
36 MY SON
37 AFTER ALL
38 LELILO
39 RESCUE THE ANIMALS
40 BIG PLAN
41 BIG PLAN 2
42 FOREST GHOST
43 FOREST GHOST 2
44 FORREST GHOST 3
45 CONSPIRACY
46 COOPERATION
47 ACTION IS MORE THAN TALK
48 MEET
49 PREMIER FILM
50 ILEGAL LOGGING
51 ILEGAL LOGGING 2
52 FOREST GHOSTS ARE BACK
53 REVENGE
54 REVENGE 2
55 REVENGE 3
56 REVENGE 4
57 REVEALED
58 A RESPONSIBILITY
59 RESPONSIBILT 2
60 BACK TO HABITAT
61 BACK TO HABITAT 2
62 EKSTRA PART
Episodes

Updated 62 Episodes

1
HE WHO DOESN’T REMEMBER HIM SELF
2
AWAL KISAH
3
PERBURUAN
4
PERBURUAN 2
5
KELUARGA RICHES
6
KELUARGA RICHES
7
SEBUAH TANDA YANG BENAR
8
ME AND THE WOLFS
9
ME AND THE WOLFS: -Still forget who am i
10
ME AND THE WOLFS 3: TRAINING HARD
11
ME AND THE WOLFS; MY NAME IS SAMUEL PATRICK LOCKHART
12
ME AND THE WOLFS : DIFFERENT ZEUS
13
ME AND THE WOLFS: BE STRONG
14
ME AND THE LORD: MEET ZOOR
15
ME AND THE WOLFS: AN ATTACK
16
ME AND THE WOLFS: SAVE ZOOR
17
ME AND THE LORD: TIME GOES ON
18
ME AND THE LORD: PRACTICE WITHOUT ZUES
19
ME AND THE WOLFS: SECOND WINTER
20
ME AND THE WOLFS: FIRST JOB
21
ME AND THE WOLFS: MAKE THEM LEAVE
22
ME AND THE WOLFS: AN EVENT
23
ME AND THE WOLFS : ARRIVES
24
ME AND THE WOLFS: MUST BE STRONGER
25
FLASHBACK
26
FLASHBACK 2
27
FLASHBACK 3
28
FLASHBACK 4
29
FLASHBACK 5
30
FLASHBACK 6
31
FLASHBACK 7
32
FLASHBACK 8
33
ME AND THE WOLFS: HOME
34
HOME
35
DNA
36
MY SON
37
AFTER ALL
38
LELILO
39
RESCUE THE ANIMALS
40
BIG PLAN
41
BIG PLAN 2
42
FOREST GHOST
43
FOREST GHOST 2
44
FORREST GHOST 3
45
CONSPIRACY
46
COOPERATION
47
ACTION IS MORE THAN TALK
48
MEET
49
PREMIER FILM
50
ILEGAL LOGGING
51
ILEGAL LOGGING 2
52
FOREST GHOSTS ARE BACK
53
REVENGE
54
REVENGE 2
55
REVENGE 3
56
REVENGE 4
57
REVEALED
58
A RESPONSIBILITY
59
RESPONSIBILT 2
60
BACK TO HABITAT
61
BACK TO HABITAT 2
62
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!